Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Saya Puyeng Memikirkan Siksa Kubur

Posted by agorsiloku pada Januari 26, 2007

Jujur saja, karena belum pernah masuk ke sana (cuma soal waktu saja), maka saya tidak bisa menceritakan pengalaman saya di sana. Lagian, yang tinggal di sana juga nggak bisa datang untuk menceritakan pengalamannya. Referensi yang telah ada, seperti Ruh Orang Meninggal, Neraka di Magma Bumi, Jeritan Siksa Kubur, atau Perjalanan Melalui Alam Kubur.

Saya pingin bilang, siksa kubur itu tidak ada, kan di Al Qur’an dikatakan QS 36.52. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami kubur?.” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya). QS 80:21 kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur.

Sampai-sampai Ustad yang kami hormati itu kami bilang :
“Gor, antumn itu jangan begitu. Siksa kubur itu ada!. Jadi jangan ngeyel begitu dong!, entar lu terbilang manusia yang ingkar!!”
“Iya deh Ust, tapi kalau masih bertanya, belum yakin gitu. Apaboleh buat, anna musti cari jawabnya deng. Kalau Antum ingetken anna agar nggak ingkar, tentu saja. Tengkyu deh.”

Persoalan yang menggeluti saya adalah : Beberapa hadits yang dibaca, tentang hal itu, termasuk tentang daun/ranting yang dipetik nabi yang selama daun/ranting itu belum kering akan mengurangi siksa di alam kubur (alam Barzah) dan bagian-bagian lain yang saya kutip mengharuskan saya percaya adanya siksa kubur. Tapi dari Al Qur’an berbicara lain, di situ nggak dijelaskan bahwa seseorang yang telah mati itu ya ada di alam barzah, kagak disiksa. Karena Al Qur’an adalah mainstream, sedang hadits bilang tidak begitu, maka ada pemberontakan berpikir. Saya tidak akan meragukan Al Qur’an, tapi juga tidak bisa mengabaikan penyampaian hadits.

Lalu, bagaimana agar brain ini tidak storming terus?.

“Elu pergi aje ke alam kubur. Gitu” Bisik hatiku. “Enak aja, kalau sudah di sana sih nggak akan bikin cerita di blog ini dong!”.

Tapi sebuah kompromi harus ada. Kedua-duanya pasti tidak keliru, yang keliru itu memahaminya. Yang dulu-dulu, waktu saya kecil bikin trauma bahwa siksa kubur itu sama dengan menjelaskan tentang neraka. Padahal, menurut saya, siksa neraka ya neraka aja. Siksa kubur, ya kalau ada siksa kubur aja.

Ustad yang berbeda, yang mengkompromikan bahwa agama itu tidak diperlukan jika hanya dunia saja yang ada, menjelaskan begini :

  1. Masuk ke kubur itu adalah kematian, tidur juga kematian. Dalam tidur, kita bisa suka, tenang, atau menderita. Bayangkan kalau Firaun itu tiap pagi dan petang ditunjukkan neraka (QS40:46. Al Mu’min). Apakah dalam tidurnya atau dalam matinya dia tersiksa nggak?. Bayangkan kalau dalam tidur sampeyan kayak layang-layang putus?, Bayangkan kalau dalam kematian kamu disuguhi taman-taman surga. Only in dream gitu.
  2. Yah, seperti masuk penjara polisi begitu. Di dalam penjara polisi sebelum persidangan, apa yang dapat terjadi. Can you imagine Gor?…

Wah, sekali dua kali saya bermimpi buruk, jarang bermimpi nikmat. Astagfirullah, Subhanallah saya mulai bisa lebih mencerna gambaran siksa kubur itu sekarang, nggak terlalu puyeng lagi. Tidak juga perlu datang ke sana dulu. Beberapa pertanyaan mulai terangkai menjadi sebuah kesimpulan. Saya coba review lagi beberapa catatan terdahulu.

Rasanya terjawab juga, alam Barzah menjadi alam perbatasan, seperti Kantor Polisi gitu. Pantesan saja ada Munkar dan Nakir yang menginterogasi. Polisi memang begitu kerjaannya, begitu juga berita acaranya. Rupanya, manajemen Hukum Dunia itu meniru pola-pola yang sebenarnya sudah ada sejak sebelum peradaban itu ada.

Dan yang lebih penting, saya mulai bisa melihat sinkronisasi antara Al Qur’an dan Hadits.

Menafsirkan memang perlu hati-hati, memahami juga. Boleh jadi ini belum betul-betul seperti itu, namun pendekatan berpikirnya memberikan pemahaman baru yang sebelumnya terabaikan. “Terimakasih ya Ust!”.

Iklan

37 Tanggapan to “Saya Puyeng Memikirkan Siksa Kubur”

  1. passya said

    salah satu yang cukup mengkhawatirkan umat muslim terutama di indo adalah penyampaian hadis-hadis ahad yang tidak populer, namun tidak diberikan penjelasan status hadis tersebut.

    @Mas Passya,
    Iya memang begitu. Namun, dari beberapa bacaan ulama dulu maupun kini, kadang bingung juga tuh hadis itu shahih, hasan, dhaif atau bahkan palsu. Biarpun dijelaskan perawinya atau dan terutama disebutkan shahih atau hasan, di artikel yang lain malah dibilang lemah. Hadits Qudsi juga begitu, adah yang shahih ada juga yang tak jelas. Jumlahnya juga variatif, ada yang bilang 600 ada yang bilang 400 ada yang bilang 300. Jumlah hadis palsu, kayaknya makin banyak di setiap jamannya. Akhirnya ini menimbulkan keraguan. Apalagi kalau pembahasnya memiliki kecenderungan fanatis pada satu golongan. Kecenderungan untuk mengambil pembenaran dari hadis untuk kepentingan “golongan” pada beberapa kasus dan banyak kasus cukup dirasakan.
    Namun, untunglah kita punya satu patokan dasar yang unggul, yang lengkap dan yang terperinci (QS 6:114). Sekian tahun saya bergelut dalam kegelisahan hati, bertanya tentang hidup, membaca Injil, juga sebagian lainnya untuk perbandingan. Seluruh yang saya tanyakan terpenuhi sempurna di Al Qur’an dan percabangannya di As Sunnah. Jadi, menurut saya dalam memandang kehidupan, Al Qur’an telah menjawab segalanya. Tentang tatacaranya, baru kita dapati di hadits. Karena itu, saya kurang semangat kalau membaca kata ini, kata itu, kecuali kalau pembahasannya memperkaya pemahaman pada Al Qur’an. Hadits hanya sebagai pendamping saja.

    Suka

    • miftah said

      it’s true
      jangan puyeng – puyeng ikuti aja semua dan jangan berpretensi……!
      Al-Qur’an jika dibaca mengikuti prosedur nya, berturutan sesuai tertb turunnya, pasti tidak akan membuat puyeng, QS.Al-Alaq 1-5 serta QS. Al-Muzammil 1-7 cukup jelas membimbing kita.

      Suka

  2. Dono said

    Ass,wr.wb,pak Agor,
    Saya rasa siksa kubur itu ada, cuma bagaimana bentuk siksanya, tergantung dari amal perbuatan dari seseorang yg dikubur tersebut.Menurut pengalaman pribadi saya sendiri yg belum pernah mengalami kematian, hanya dpt memberikan penjelasan atas apa yg pernah atau selalu saya alami, seumpamanya;

    Saya hampir tiap hari dibanguni untuk sholat subuh oleh sesuatu yg saya sendiri tidak jelas atas asal usulnya, krna hal ini sering terjadi, saya mengambil kesimpulan untuk mencari hadits yg mungkin menjelaskan tentang hal ini; saya temukan hadits yg berbunyi : sholat subuh disaksikan oleh malaikat2.

    Jadi insyaAllah klo kita beribadah sungguh2 dan selalu ingat kpd kepada Allah s.w.t, kita tidak akan dipukuli dipenjara ( lubang kubur ).
    Pokoknya Allah s.w.t sayang kepada hamba-hambanya yg selalu mengagungkan namaNya baik dengan lisan maupun di dlm hatinya, apalagi mereka-mereka yg menyebarkan agama dengan hak.

    Wassalam.

    Wa’alaikum salam Wr Wb Mas Dono,
    Siksa kubur tentu saja ada, firaun kan pagi dan petang diperlihatkan neraka. Bayangkan orang tidur (mati) diperlihatkan siksa neraka. Sedang bermimpi kecebur sungai/kelelep saja sudah gelagapan. Bayangkan melihat siksa neraka, bagaimana bisa nyenyak tidurnya.

    Begitu juga bangun subuh, saya kira kita dibangunkan oleh sesuatu, hati saya lebih suka menyebut yang membangunkan itu malaikat. Sebelumnya, saya merasa bisa bangun sendiri (tanpa alarm/weker), tapi ternyata itu keliru.

    Wassalam, agor

    Suka

  3. Mbah Dipo said

    Hukum manusia di Indonesia mengenal asas praduga tak bersalah. Sebelum hakim mengetok palu, maka si terdakwa belum dianggap bersalah. Tapi nyatanya si terdakwa dikurung. Ntar kalo dah diputusi salah oleh hakim, terdakwa baru dijatuhi hukuman… eh hukumannya dikurung juga.. dipotong kurungan tahanan sekian hari.

    Kira-kira begitulah yang terjadi di alam kubur. Cuma ntar saat diputusi salah oleh Allah di akherat, hukumannya gak ada potongan masa siksa kuburnya… 🙂

    Wallahu a’lam. Yang jelas, jangan jadi orang yang ingkar dengan as sunnah. 🙂


    Mbah Dipo, terimakasih ya telah diingatkan sama Mbah. Agor nggak pingin jadi orang yang digolongkan ingkar as sunnah (ngeri buaaanget deh). Jangan ragu diingatkan kalo tulisan di sini juga ngaco. Agor itu cenderung sangat menggunakan akal, terus pemahaman jalur selamat juga kurang. Jadinya pingin belajar, biarpun hanya mengukir di permukaan air. Ma’lumlah waktu sekolah rada-rada be o de o. Sekali lagi tengkyu Mbah. Jangan ragu koreksi, tapi jangan terlalu pedas, sedang-sedang saja, asal rujukannya jelas agor akan terima dengan lapang dada. Yah selapang dada yang masih sempit dan terkotak-kotak ini. Salam, agor

    Suka

  4. passya said

    Hadis juga punya peranan penting dalam islam lho pak…itu termasuk sumber hukum kedua setelah Al qur’an….memang status hadis shahih hasan dho’if yang berbeda2 dari tiap ulama semestinya memperkaya khasanah berpikir kita. yg penting jangan statis…tapi jangan pula mengedepankan nafsu…
    salam

    Salam Mas Passya,
    Sangat penting, kita memahami hadis, apalagi yang menyangkut tatacara ibadah formal seperti shalat, puasa, haji. Ulama dan kaum cerdik pandai dari dulu sampai sekarang terus memperkaya khasanah pemahaman Wahyu Illahi. Saya percaya itu, sebagian lain juga melahirkan yang disebut palsu dan dhoif. Yang awam seperti saya, kadang sulit memilah. Saya mengikuti saja : Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (QS 2:269).
    Mencoba berhati-hati untuk tidak ikut menjadi penyebar hadis dhaif adalah salah satu sebab saya hati-hati “mengambil sumber hukum kedua” itu. Saya khawatir ikut menyiarkan kesalahan, meskipun tujuannya baik. Apalagi jika itu palsu. Soal mengedepankan nafsu, itulah yang juga tidak gampang mencernanya, terbawa arus, ingin dapat hit banyak, dikenal, dan lain-lain akhirnya tidak menyadari menjadi bagian dari memenangkan hawa nafsu sendiri.

    Suka

  5. Hehehe… tulisan yang baguuuusss banget.
    Saya ketawa-ketiwi baca tulisan ini. Hebat mas. Pencerahan euy.

    Tapi mengenai siksa kubur, saya mah masih nunut sama rabbiah Al’Adawiyah (maap kalo salah nulis nama beliau).
    Beliau pernah berkata yang isinya kira-kira begini, “Aku beribadah bukan karena surga, bukan pula karena neraka… Aku beribadah, karena cinta”

    Itu cerita yang pernah saya dengar ketika masih kecil. Dahsyatnya, sampai sekarang, saya masih inget kalimat itu.


    Tengkyu, saya juga suka paparan Mas Arif, makanya rajin saya kunjungi. Rabiatul Adawiyah, itu sufi nan cantik, tidak menikah (kalau nggak salah) dan super sholeh ya. Pernah juga baca buku yang membahas karya-karya batin beliau. Saya sih sangat jauh berbeda dengan beliau, dan tak ingin serta (karena juga) tak mampu mengikuti jejak beliau. Jelas saya sih berharap ridhaNya, mengharap pahala, terhindar dari Neraka, dan pingin masuk ke Surga sambil bisa berinternet, bikin blog, bisa jalan-jalan, bisa beramal sholeh. Saya juga inget kalimat itu, tentang kecintaanNya pada Yang Maha pencipta. Kalau Surga dan Neraka tak pernah ada, masihkan kau sujud kepadaNya? (lagu siapa ya?). Kalau begitu, ya… saya pikirkan nanti saja ya. Karena Neraka sudah mulai dipanaskan, jadi nggak berani berandai-andai….

    Suka

  6. Toro said

    Assalamu a’laikum wr wb

    Pak Agor, pertanyaan dan kegundahan pak Agor mungkin bisa dijawab oleh bukunya pak Agus Mustofa yang terbit terakhir Januari 2007, judulnya “Tidak ada siksa kubur”, buku-buku pak Agus banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan pribadi saya sejak saya usia 9 tahun ketika belajar ngaji, dan sekarang usia saya sudah 45 tahun. Dalam Al Qur’an Allah SWT selalu menyuruh kita menggunakan akal dan berpikir untuk merasakan Ihsan. Allah SWT adalah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, bukan sebaliknya.

    Wassalamu ‘alaikum wr wb


    Ass Wr.wb, Mas Toro… Memang puyeng, Wah pingin baca juga Tulisan beliau (Jan -07), baru kemarin dong. Saya sih sekarang justru meyakini, siksa kubur itu ada. Yah, karena alasan pada tulisan di blog ini pula. Kalau berbeda, ada jalur berpikir berbeda. Tentu dengan senang hati saya ingin dengar. Wass, agor.

    Suka

  7. gatti said

    Siksa kubur adalah awal dari siksa neraka, itu menurut saya, tapi sebenarnya siksa yang paling adil terhadap segala perbuatan manusia adalah apa yang setara dari setiap detail perbuatan manusia tersebut yang dibaca secara terbalik baik dari segi keuntungan dan kerugian, maksudnya…. apapun yang kita lakukan di dunia ini akan terasa kembali di akherat dengan sistem yang lebih nyata dan terbalik artinya jika kita sakit maka kita disana akan sembuh atau tidak sakit… ya itulah mungkin perkiraan saya…. dan dalam alQuran pernah dibahas tentang perhitungan yang sangat teliti dari tiap perbuatan, ….dan neraka yang paling panas ialah neraka nafsu……. yang ada di dalam hati…… have a good metafuture

    @
    Mungkin seperti itu, karena setiap salah akan akan dikenai siksa sebanding dengan dosanya, sedang pahala/amal dilipatgandakan.
    Kalau kita mencuri (misalnya uang 100 ribu), lalu karena uang 100 ribu itu, si korban yang bermaksud membelikan obat untuk orang tuanya, jadi tidak bisa. Terus, sebagai gantinya ia terpaksa bekerja, ketika bekerja kakinya terpeleset dan masuk rumah sakit. perlu diobati. Terus orang tuanya itu, karena uang nya dicuri tidak jadi berobat kemudian mati. Nah, berapakah ukuran dosa yang mencuri uang 100 ribu itu, ketika satu akibat menimbulkan rentetan kejadian yang lain?. Wallahu alam, yang mengukur dosa bukan kita, Allah maha teliti. Salam, agor.

    Suka

  8. Akbar said

    Ass. wr. wb

    Dulu saya pernah berpikir, kenapa siksa kubur harus ada? Bukankah sudah ada neraka yang akan menyiksa orang-orang Kafir? Menurut saya, bahwa sebenanya siksa kubur mungkin memang ada. Namun tak seperti yang di film-film, yang digambarkan badan disiksa sedemikian dahsyatnya. Mungkin siksaan itu terjadi secara batin, menyesali kejahatan-kejahatan yang telah diperbuat. Apa lagi seperti Fir’aun yang di siang dan malamnya ketika mati selalu ditampakkan dahsyatnya neraka jahanam. Pasti takutnya bukan main.
    Ya, sebenarnya perbedaan pendapat diantara manusia itu biasa. Perbedaan pendapat bahwa adanya siksa kubur atau tidak itu juga tak apa-apa. Namanya juga manusia, tak mungkin mutlak benar. Mungkin Allah yang Maha Mutlak sedang tersenyum menertawai kita yang berebut benar, padahal ya juga salah. Kita yang belum tentu benar hanya bisa berusaha untuk berpendapat dengan pendapat yang lebih dekat kepada kebenaran. Wallahu a’lam bisshawab…

    @
    Wass. Wr.Wb. Betul Mas Akbar, kita segaris pikir, mengolah hidayahNya. Perbedaan itu biasa, rujuk saja sama yang punyaNya dan mencoba memahami yang dikandung dalam kitabNya… trims ya atas pendapatnya yang ikut mencerahkan…. Salam.

    Suka

  9. oki said

    Assalamualaikum wr wb..
    Bapak2..Sekarang sudah terbit buku versi bahasa inggris dari Pusaran Energy Ka’bah karya Agus Mustofa yang memang akan kami terbitkan di luar negri..judulnya : ” The Energy Vortex of Ka’bah “..
    Bapak2 bisa pesan :
    di kantor Padma press : Raya Taman Indah 9 – 11 menanggal surabaya
    telp : 8282871
    Oki Indro Priambodo – 0856 4521 2879
    Wassalamualaikum wr wb..

    @
    Wass. Wr. Wb. Mas Oki, Judul buku yang menarik dan menantang, nanti saya akan membelinya melalui seorang rekan di Surabaya. Insya Allah. Salam, agor

    Suka

  10. vectra said

    Ass. wr. wb

    Mas Agor
    aku sedang mencari buku2 ttg islam utk meperdalam pengetahuan ttg islam.
    sudi kiranya jika mas agor punya referensi judul buku2 yg kira2 bagus.
    aku maseh bingung utk membelinya karena enga punya referensinya judul dan pengarangnya.
    mohon jika tidak keberatan di kirim ke email saya saja

    Wassalamu ‘alaikum wr wb

    @
    Wass Wr. Wb.
    Saya senang dengan buku-buku yang modern, entah itu Karen Amstrong atau pembahasan Mutahhari, Syariati, Quraish Shihab, atau ala La Tahzan dan banyak lagi. Judul dan pengarang, terbaik, mungkin mendatangi sitenya Mizan, Bintang Ilmu, Gema Insani, dan buannyak lagi. Penerbit buku Islam luar biasa buanyak dan sangat variatif. Agor hanya punya 0,001% saja dari buku yang pernah diterbitkan di Indonesia ini… Wass.

    Suka

  11. Abdul said

    Janganlah kamu buta tuli dan bisu tentang pemberian Allah kepada kamu, yang ada pada kamu akan lenyap dan kita semua akan disoal nanti diakhirat.
    Angin hanya mampu kita rasa tapi tidak dapat kita lihat. FIKIRKANLAH!
    http://www.sembahyang.blogspot.com jika masih bingung!

    @
    Terimakasih sudi berkunjung. Agor juga sudah berkunjung dan menarik yang terurai di blog Mas Abdul.

    Suka

  12. Ibrahim said

    Betul kata pak Toro, dalam buku pak Agus Mustofa yang berjudul “Tidak Ada Azab Kubur?” hal ini sudah menjawab bagi diri saya.
    Dari buku tersebut saya berkesimpulan bahwa Azab kubur itu tidak ada. Bagi firaun sebagai contoh yang jelas-jelas kafir syirik maka memang diperlihatkan neraka pagi & petang tapi seperti dalam bentuk mimpi. Bagi yang belum jelas berat timbangan amal baik dan buruknya maka kubur hanya seperti tidur, tidak merasa apa-apa dan tiba-tiba nanti dibangkitkan seperti baru tidur sehari atau setengah hari, nanti diakhirat baru diadili dengan seadil-adilnya tanpa dirugikan sedikitpun. Bagi yang syahid di jalan Allah maka mereka hidup berada di sisi Allah dengan mendapat rezeki. Begitu kira-kira kesimpulan saya..mohon maaf jika ada kekeliruan pemahaman.
    Saya referensikan membaca buku pak Agus Mustofa untuk lebih lengkapnya. Insya Allah kita akan mendapatkan jawabannya.
    Saya selalu membeli buku-buku beliau sejak tahun lalu secara berkala 3-4 bulan beliau mengeluarkan satu buku. Beliau membahas islam secara tasawuf modern dengan menggunakan rasio yang dapat diterima akal, terlebih mengutamakan Al-Quran sebagai sumber utamanya. Juga ilmiah lho, beliau kan insinyur nuklir UGM.
    Apakah pak Agus Mustofa mempunyai blog? ada yang tahu?
    Wassalam.

    @
    Waduh… kok sampai sekarang agor lupa, belum beli bukunya Agus Mustofa. Jadi belum bisa membaca detail jalur berpikirnya. Namun kalau belum membaca dan mengurai hanya pada kata :”Tidak Ada Azab Kubur”, rasanya saya belum 100% sependapat. Kok begitu. Yah pertama : Ditampakkan pagi dan petang neraka dan surga, Allah tidak menyebutnya dalam mimpi. Jadi kata mimpi itu hanya kesimpulan saja. Karena memang ada rujukan lain bahwa mereka yang di alam kubur, ketika hari berbangkit: “…siapa yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)…” (QS 36:52).

    Dengan begitu logis pula bahwa diperlihatkan neraka pagi dan petang adalah azab. Bayangkan, mimpi dikejar “setan” saja sudah membuat tidur kita gelisah dan takut. Jadi, pemahaman saya, azab kubur itu ada dalam bentuk seperti yang dialami Fir’aun. Boleh jadi pula kan, dia tidak pernah ditidurkan !. Jadi bukan mimpi.

    QS 40. Al Mu’min 46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.

    Al of all, pendekatan rasional yang disampaikan Agus Mustofa, betapapun adalah hal yang layak dipahami dan dipelajari.

    Suka

  13. Andi Kurnia said

    Kebenaran Siksa Kubur dan Beragam Siksa bagi Orang-orang Kafir Allah Ta’ala berfirman, “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku,
    maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (Thaahaa: 124)
    Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
    Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua
    Sebelumnya perlu diketahui bahwa jumlah hadits yang mencapai derajat mutawatir itu sedikit sekali. Sebagian ulama ada yang menghitungnya dan tidak sampai 200-an hadits. Selebihnya hampir semua hadits-hadits nabawi itu kebanyakan ahad. Tapi yang dimaksud ahad bukanlah diriwayatkan hanya oleh satu orang. Karena hadits itu di dalamnya terdapat hadits shahih, hasan dan lainnya. Jadi meski namanya hadits ahad, tapi tetap kuat derajatnya karena hadits ahad itu banyak yang shahih atau hasan. Katena itu, jika hadis ahad tidak bisa dijadikan landasan maka banyak permasalahan dan sendi ajaran islam yang dibuang.
    Dalam ilmu hadits, hanya hadits yang berkategori yang dhaif-lah yang tidak memiliki kekuatan sebagai dasar aqidah atau ilmu. Sedangkan untuk perkara yang berkaitan dengan fadhailul-a`mal, sebagian ulama membolehkan menggunakan hadits dhaif.
    Kerancuan pemahaman ini sering dijadikan alat oleh musuh Islam untuk mulai menggerogoti pemahaman umat Islam terhadap kedudukan hadits nabawi.
    Padahal sejarah Islam membuktikan bahwa gerakan dan metodologi kritik hadits yang dirintis para ulama dalam dunia hadits telah berhasil memilah dan memisahkan antara hadits palsu dengan hadits yang benar secara sangat ilmiyah dan bertanggung-jawab. Bahkan disiplin ilmu ini hanya ada satu-satunya dalam Islam. Sehingga hadits-hadits yang jutaan dan berserakan itu bisa dideteksi secara sangat cermat status dan kedudukannya.
    Dan yang berada pada puncaknya adalah kumpulan hadits-hadits shahih yang telah berhasil diperas oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dalam ash-shahihain mereka. Disusul oleh kitab-kitab hadits lainnya hasil perasan para imam hadits lainnya yang juga memiliki hujjah dan kekuatan yang baik.
    Oleh para zindiq dan musuh Islam, semua hadits hasil kerja panjang yang telah tersusun rapi itu ingin diacak-acak dengan cara yang jelek sekali, yaitu mengelabuhi generasi muda Islam ini dengan tuduhan dan statement yang sama sekali tidak ilmiyah dan terkesan ngawur. Karena mencampur-adukkan pengertian hadits ahad dan hadits gharib dan dha`if. Padahal ketiganya sangat berbeda jauh pengertiannya.
    Atau menuduh bahwa Abu Hurairah itu pembohong, juga mengatakan bahwa Hadits baru ditulis ratusan tahun setelah Rasulullah SAW wafat, termasuk mendiskriditkan Az-Zuhri dan juga Al-bukhari. Tapi semua tuduhan itu sudah patah dengan sendirinya sejak lama, terutama oleh merka yang mengenal ilmu hadits. Sedangkan orang awam yang tidak punya bekal sedikitpun tentang ilmu hadits, sering dengan mudahnya terkecoh dan melahap mentah-mentah tudingan para orientalis
    Selanjutnya terkait dengan azab kubur, ia adalah sesuatu yang sudah qath’i dan pasti sifatnya. Tidak perlu dipermasalahkan lagi apalagi hanya dengan menggunakan pemahaman isyarat dari sebuah ayat seperti yang anda sampaikan. Sebab makna membangunkan dari tidur dalam surat Yasin yang anda sebutkan juga tidak bermakna bahwa mereka di dalam kubur itu kerjanya sepanjang waktu hanya tidur-tiduran saja.
    Dalam banyak ayat Al-Quran Al-Kariem dan juga tentunya hadits Rasulullah SAW, kita mendapatkan bahwa dalil yang jelas dan qath?i. Demikian juga Rasulullah SAW menyebut-nyebut azab kubur secara tegas, jelas dan terang.
    A. Ayat-ayat Quran
    1. Ayat Pertama
    Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang adanya azab kubur.
    Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, : “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.
    (QS. Al-Anam : 93)
    2. Ayat Kedua
    ?Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
    (QS. At-Taubah : 101)
    Di ayat ini teramat jelas bahwa Allah SWT menyiksa orang zalim itu dua kali, yaitu pada alam kubur dalam kematiannya yaitu setelah nyawa dicabut hingga menjelang hari kiamat. Dan berikutnya adalah siksaan setelah hari kiamat yaitu di neraka.
    3. Ayat Ketiga
    Demikian juga yang Allah SWT lakukan kepada Fir?aun yang zalim, sombong dan menjadikan dirinya tuhan selain Allah SWT. Allah SWT mengazabnya dua kali, yaitu di alam kuburnya dan di akhirat nanti. Di alam kuburnya dengan dinampakkan kepadanya neraka pada pagi dan petang. Ini merupakan siksaan sebelum dia benar-benar dijebloskan ke dalamnya dan terjadinya pada alam kuburnya.
    Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. : “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. (QS. Al-Mu?min : 46)
    4. Ayat Keempat
    Ayat ini lalu dikuatkan juga dengan ayat lainnya yang juga menyebutkan ada dua kali kematian, yaitu kematian dari hidup di dunia ini dan kematian setelah alam kubur.
    Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali , lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan untuk keluar ?”
    (QS. Al-Mu?min : 11)


    @
    Mas Andi Kurnia, terimakasih telah berkenan berkunjung dan memberikan komentar dan catatan yang bernas dan berharga. Semoga catatan ini menjadi tambahan pengetahuan bagi penulis dan semua yang berkenan datang ke blog ini. Tulisan ini, betul seperti kata Mas, menggunakan satu ayat sebagai salah satu titik tolak, namun sengaja di link dengan rangkaian artikel sejenis dalam satu konteks tag alam kubur (tag sisi kanan). Link-link tersebut mengaitkan satu pandangan dengan pandangan yang lain, proses berpikir dari satu tahapan ke tahapan lain.

    Tulisan ini juga menjelaskan bagaimana seseorang berpikir dan menyimak penjelasan yang diterimanya. Ini dijelaskan dengan kalimat :

    Dan yang lebih penting, saya mulai bisa melihat sinkronisasi antara Al Qur’an dan Hadits.

    Jadi urgensinya bukan pada judgment benar atau salah, tapi melihat sebuah proses berpikir dalam satu arena berpikir.

    Juga disampaikan kepada ustadz yang memberikan pemahaman mengenai hal ini. Saya tidak mengkafirkan atau menyatakan orang yang tidak percaya atau ragu sebagai tidak beriman atau dan lain sebagainya, tapi lebih kepada upaya belajar untuk memahami.

    Tentu juga, referensi dari judul-judul dari tag yang sama (dan link dari artikel lain) diharapkan memberikan keutuhan pengertian tentang siksa kubur, alam kubur, dan dunia yang dipertanyakan manusia dalam kehidupan di dunia. Rujukan tentu saja kepada petunjukNya.

    Sekali lagi, terimakasih atas tambahan pengetahuan Mas Andi. Saya berterimakasih betul atas kesudian memberikan tambahan pengetahuan.

    Namun menyimpulkan pada satu titik pemahaman, saya memang berusaha tidak menjudge. Kecuali untuk yang benar-benar setiap orang pada level pengetahuan mana saja dapat bersepakat.

    Wass. Wr. Wb.

    Suka

  14. Andi Kurnia said

    Saya pikir hanya orang yg Hati nya tertutup dan tidak mau melihat kebenaran isi Al-Quran yang masih meragukan tentang ADANYA AZAB KUBUR..
    semoga kita selalu dibimbing untuk tetap berpegang teguh pada Al quran dan Hadist…
    Wassalam;)

    @
    Amin…

    Suka

  15. Assalamualaikum wr wb..

    Bapak / Ibu, sekarang sudah kami sediakan forum bagi pembaca buku-buku dari Agus Mustofa dan Taufik Djafri di website kami http://www.padmapress.com

    Anda bisa langsung masuk ke forumnya :
    http://www.padmapress.com/forum.htm

    disana anda bisa berdiskusi mengenai semua hal yang berhubungan dengan buku-buku Agus Mustofa dan topik lainnya..

    kami tunggu kehadiran anda disana..

    Wassalamualaikum wr wb..

    OKI PADMA press

    @
    Wass. Wr. Wb… saya sudah beli beberapa buku Padma Press… nice… i like that…

    Suka

  16. sesungguhnya yang hidup pasti mati dan apabila dari suatu mahkluk tuhan yang tidak meyakini bahwa siksa kubur itu tidak ada (celakalah mereka) karena alam kubur merupakan kehidupan kita yang ke3 setelah di rahim,dunia, alam barjah (yaitu alam kubur) dan pertanggung jawaban perbuatan kita di dunia dan apabila di dunia dia baik semua perbuatannya maka selamatlah dia dan apabila buruk semua perbuatannya maka selamatlah dia di di kubur dan di akhirat nanti. dan apabila dari suatu mahkluk tuhan yang mempercayai bahwa siksa kubur itu ada maka beruntunglah dia karena dia terjaga semua perbuatannya, karena perbuatan pasti akan diadili seadil-adilnya dan tidak ada yang luput dari pengadilan itu (BAGI YANG TIDAK PERCAYA BAHWA SIKSA KUBUR ITU TIDAK ADA ITU SALAH BESAR ) dan hadis yang diterangkan di atas itu salah dalam pengartian karena itu sama orang yang takut di minta pertanggungjawaban …. aduhai celakalah kami siapa yang membangkitkan kami dari tempat tidur (dia merasa takutpada waktu di minta pertanggungjawaban perbuatan di dunia Dan perhatian untuk yang punya web ini jika anda muslim maka pegang alqur’an nur qarim dan bacalah dengan hati dan jangan baca dengan mulut manusia dan apabila anda bukan muslim tolong hormati kami sebagai muslim terimakasih ini yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan dalam untaian tulisan ini dan mohon maaf bila menyangkut di hati anda wssss all ikum

    @
    Yang ditulis di atas :… aduhai… , bukan hadis tapi ayat, firman Allah.

    Suka

  17. Samaranji said

    Assalamu’alaikum,,, kang Agor.

    Yang ga percaya siksa kubur, ke laut aja ! he,,he,,
    Para ‘Ulama terdahulu tentu ga main2 memberi penafsiran adanya siksa kubur terhadap beberapa teks Al Qur’an Al Kariim. Sy sendiri percaya, namun ga butuh video ato gambar ttg siksa kubur loh, Cukup Al Qur’an dan Al Hadits pegangannya.

    Umat Islam yg sedikit “kelelahan” menghadapi orang2 atheis yg ga percaya Tuhan, biasanya menawarkan “teori peluang”
    A. Tuhan Ada = tidak mengakui Tuhan akan masuk neraka yang mengakui masuk surga.
    B. Tuhan Tidak Ada = mengakui/ tidak mengakui Tuhan tak berpengaruh apa2.
    Jika kita pilih A dan ternyata memang yang benar itu B maka kita tak rugi apa2. Tetapi jika kita pilih B dan ternyata yang benar itu A maka kita rugi selamanya 🙂

    Maka bagi yg ga percaya siksa kubur, boleh juga donk sy tawarkan “teori peluang” itu.

    Suka

  18. Roy Rey said

    Daripada mikirin siksa kubur… hiii
    Saya lebih suka mikir “nikmat kubur”…

    Suka

  19. Samaranji said

    Ketimbang cuman “mikirin” nikmat kubur ajah,,,
    saya lebih suka berusaha menggapainya. ^_^;

    Suka

  20. Roy Rey said

    @samaranji
    Hiihihihi
    betul juga…
    kalo bijituh..
    Saya pesen ama munkar dan nakir pas lagi tanya jawab mohon disuguhi kopi, pisang goreng, ayam bakar, es campur, sofa, mie instan, nasi goreng.. jangan pedes2, mie ayam, cap-cay, donat, teh manis, soda susu, bandrek, cireng, baso, sop kambing, kebab, steak, dim sum, roti bakar, pizza, asinan, tahu gejrot, es goyang, puding coklat, sate ayam, sate kambing, console,es sirup, lasagna, tiramisu, jus jeruk, jus alpukat, hmmm… apa lagi yah?

    Suka

  21. Samaranji said

    @ YesKris
    masa cewe namanya alexa ?, apa yg pernah dibuatin artikel yah ama Abah HAniifa ???

    @ Mas Roy
    Jadi bayangin “kendaraan” para tentara negara api dalam film animasi Avatar of Ang,, hee,,he,,,. Burung Onta ya ?

    Suka

  22. jelasnggak said

    wah…wah..
    kok pada ngomongin saya sichhh..

    Suka

  23. jelasnggak said

    Wah..wah..
    Kok malahan ngomongin saya sichh..

    Bukan kah kalian sedang membicarakan masalah nikmat kubur.

    Nah itu mulai sekarang kalian segera cari cara bagaimana agar nanti bisa melayani 72 bidadari yang disediakan untuk kalian.

    btw…..

    kalau seorang jihadist dapat 72 perawan…….. berapa perawan yang di butuhkan untuk memuaskan seluruh muslimin… Hmmmmmmm?

    Ngomong-ngomong..

    Kasihan banget wanita-wanita muslim.

    Pertama,
    -ketika jadi anak perempuan mereka terancam jadi makanan para kyai yang doyan anak kecil
    -ketika remaja mereka ngga boleh ke mal dan ngga boleh berias diri.. harus pake kerudung agar lelaki yang melihat mereka tidak naik syahwatnya
    -ketika jadi istri lebih parah lagi… mereka bisa di pukul suami jika sang sang suami lagi
    dan mereka pun bisa terancam sakit hati ketika suami memutuskan untuk menggenjot wanita lain di ranjang perkawinan mereka (poligami)
    – ketika mereka sudah melewati semua ujian tersebut… mereka akan masuk surga….

    EEEHHHHHHHHHH……. ternyata di surga ….. bukannya dapet upah…. malahan di suruh melayani kaum jihadist pulak..

    sungguh kasihan jadi wanita muslim.

    he he he he…..

    Salam.

    Suka

    • Samaranji said

      Hhhoaaawhmmmm
      *ngwantuk* mode on.
      (dari dwulu masih getu2)

      Suka

    • cekixkix said

      @Om Jelasnggak
      Kheknya gue lebih kacian lagi ame ceweq-ceweq kristen 😦 smua pada kepanasan di neraka, kecuali klo mau jadi muallaf sekalian gue jadiin gundik… Cekixkix…kix..kix..kix..

      Suka

    • Roy Rey said

      Hihihihihi…
      weleh..weleh… lagi bencanda kalee @jell…
      jangan langsung kesinggung getho dunk..
      Kecuali emank bener klo alexa anak sampeyan…hihihihi
      ;
      ;
      ;
      Payah…
      Kresten koq gampang banget kesinggung yah..?
      Ajaran “kasih”…… ck..ck..ck..

      Suka

      • cekixkix said

        @Om Roy

        [ Matius 5:39 ]
        Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 😆 😆

        Ajaran “kasih” itu klo ada nyang menampar pipi kanan, berilah otongmu supaya dipotong kulubnye…. Cekixkix…kix..kix…

        Suka

      • Roy Rey said

        @cekixkix
        Hihihihi…
        Bisa jadi ayat tersebut sudah tidak valid lagi, atau mungkin sudah di update ama “vatikan”.. Sehingga @jel berkata yang demikian.

        Suka

  24. saltin said

    Zaman skrg org lebih percaya hadist dibanding alquran….pegangan hidup yg utama adalah alquran bukan hadist…ingat ya ada hadist yg dibuat atau di tulis 400 tahun setelah nabi muhammad wafat dan bahkan ada seorang yahudi yg berpura bupa memeluk islam kemudian si yahudi jg ikut ikutan menulis hadist

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: