Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apakah Telur Asin mengakibatkan Hipertensi

Posted by agorsiloku pada Juli 19, 2018

Tidak disangkal bahwa telur asin itu dibuat dengan merendam telur (umumnya telur bebek) dalam air, abu, dan garam.  Setelah seminggu atau lebih direbus dan jadilah telur asin yang gurih dan kadang berminyak.

Jika Anda mengidap penyakit darah tinggi (hipertensi), maka hindarilah telur asin.  Ini mengandung banyak garam (sodium), dan sodium berbahaya bagi penderita hipertensi.

Saya termasuk penderita hipertensi juga dan penggemar berat telur asin. Rasanya sulit meninggalkan telur asin dalam santapan pagi, siang atau sore.  Paling tidak, 3 butir telur asin dalam seminggu menemani.

Karena hipertensi adalah penyakit yang “silent killer”, saya membeli alat cek tensi darah untuk mengecek setiap hari.  Sebelum makan, saya cek tensi 130/90 kemudian makan dan beraktifitas.  Setengah jam setelah makan dan 2 jam setelah makan saya cek lagi.  Hasilnya tidak banyak berubah, hanya beberapa point saja.  Sulit untuk memutuskan bahwa ini efek dari telur asin.  Faktor gerak, rileks, emosi juga berpengaruh.  Saya coba lagi dua telur asin pada hari yang lain dengan cara yang sama.  Hasil tensi juga relatif stabil saja.  Jadi kesimpulan pertama saya, telur asin tidak mempengaruhi tensi darah.

Ada artikel kecil mengenai telur asin tidak berbahaya. Setelah dibaca, karena telur bebek yang diasinkan tertera, nilai natriumnya 0 mg, sedangkan telur bebeknya sendiri malah 191 mg.  Namun, dari berbagai artikel lainnya, jelaslah bahwa ada kandungan natrium pada telur asin.  Dan ini sangat logis ada.  Juga logis pula bahwa telur asin memberikan efek menambah tekanan darah.  Tapi, mengapa pada uji sendiri, ternyata tidak berpengaruh.

Harus ada penjelasannya.

Kita tahu pula bahwa telur asin (juga yang tidak asin), kaya dengan protein.  Protein ini penting bagi kesehatan kita.  Asupan telur memiliki protein yang penting bagi tubuh.  Keberadaan protein ini, dalam salah satu penelitian, ternyata dapat menurunkan tekanan darah.  Ada banyak manfaat bagi kesehatan.

Jadi, bagaimana ya… di satu sisi ada natrium yang meningkatkan tekanan darah dan di sisi lain, ada sejumlah protein juga yang berfungsi untuk salah satunya menurunkan tekanan darah.

Jadi, kesimpulan akhirnya, tidak berbahaya karena kedua aspek tersebut menghasilkan pengalaman bahwa tensi darah relatif stabil.  Bahkan, saya kira protein dan mineralnya lebih bermanfaat sehingga rasa lapar juga bisa lebih ditekan.

Hal yang sama sebenarnya dengan telur ayam, telur puyuh, dan telur telur lainnya.  Manfaatnya besar untuk kesehatan kita. Kolesterolnya juga tinggi, namun Gusti Allah telah mengaturnya untuk kebaikan manusia dan hewan yang memakannya.

Asal jangan berlebihan?.  Ya, semua juga kalau berlebihan nggak baguslah… Tapi menyatakan berbahaya dan membuat orang menghindarinya adalah keniscayaan yang keliru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: