Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Soekarno dan Soeharto – Dipaksa Mati, Dipaksa Hidup

Posted by agorsiloku pada Januari 15, 2008

Ini bukan protes atau membandingkan (padahal memang membandingkan… !).  Cukup banyak diberitakan bahwa pengobatan mantan presiden Soekarno sangat kurang difasilitasi untuk kesehatan beliau sampai ke beliau wafatnya.

Hati kita teriris membacanya.  Susah membayangkan, kualitas setinggi presiden saja bisa mendapatkan perlakuan begitu…..

Kemudian, dalam beberapa hari ini sudah sebelas hari sampai hari ini 14 Januari 2007 derita yang sama dialami oleh mantan presiden republik mimpi   Indonesia, Jendral Besar Soeharto.  Beliau dalam sakitnya dipasangi berbagai peralatan agar tetap bertahan hidup, ketika sudah sangat kritisnya, sampai tekanan darahnya 80/50  (apa artinya ini?)

Menurut saya yang serba tidak tahu, keduanya sama tidak nyaman terdengarnya buat para pencinta/pendukung, pro atau kontra.  Keduanya sama menderita.  Yang berbeda arah resultantenya.  Yang satu “dipaksa” mati/wafat/meninggal  yang satu lagi “dipaksa” hidup/terus hidup/berdenyut……

Subhanallah.  Tak berani lagi berspekulasi untuk apa yang disebut hidup, juga mati.  Ini hanya sebuah catatan tentang pemberitaan tentang mantan penguasa orde baru dan lama saja.

Juga tak menjawab siapa yang lebih menderita !.

Iklan

8 Tanggapan to “Soekarno dan Soeharto – Dipaksa Mati, Dipaksa Hidup”

  1. Herianto said

    Sejauhmana fenomena ini menggambarkan kita-kita, anak2 bangsa ?
    Bolehkah sosok pemimpin memperlihatkan (jadi kaca pembesar) dari kebanyakan rakyat yang dipimpinnya ?
    Bukankah negeri ini ibarat hidup segan – mati tak mau ? 😆
    Waduh… jadi ngomongin orang lain negeri sendiri nih… 🙂

    @
    Wah inilah.. kalau sampai ke perlakuan mantan dua mantan presiden itu begitu…, seperti menjelaskan betapa masih rendahnya sikap politik bangsa ini terhadap penanganan kesehatan…. orientasi pada kekuasaan masih sangat jauh di atas dari orientasi kesejahteraan rakyat sebagai tujuan bangsa. Pembentukan karakter kita sebagai bangsa masih memprihatinkan. Ini sangat dirasakan ketika kita melihat :
    Penanganan kasus flu burung dibanding dengan negara lain, penanganan kaum terpinggirkan dalam masalah kesehatan, masuk rumah sakit pemerintah dan swasta.
    Meskipun tampaknya bukan tidak ada upaya… tapi keseriusan untuk upaya itu yang masih jauh dari harapan…
    Boleh jadi, kita sama terbelakangnya dengan negara-negara papan bawah di afrika…..
    Dibanding negara tetangga… kita sangat boleh jadi …terlalu tertinggal.
    😦 😥

    Suka

  2. haniifa said

    Saya jadi ingat firman Allah “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

    @
    amin,.

    Suka

  3. Jauhari said

    Inilah Negeri Impian….

    @
    Duh… di nagari impian… apakah semua kejadian hanyalah impian!? atau semua harapan tidak lebih hanya aroma mimpi !.

    Suka

  4. Yang memaksa, kan anak-anaknya. Mereka kaya raya dan punya cukup uang untuk membiayainya. Lagi pula, musuh politik Suharto tidak sedang berkuasa.

    @
    Sebuah catatan lama dan baru selalu mungkin akan terjadi…. Saya jadi ingat kaos yang bertuliskan : Jangan mentang-mentang berkuasa juga jangan mentang-mentang tidak berkuasa…..

    Suka

  5. […] – Sejarah yang tak memihak 3. Mas Imam : Soeharto – Sejarah yang memihak 4. Sains in religion : Soekarno dan Soeharto – Dipaksa Mati, Dipaksa Hidup 5. Rachmawati: Bung Karno Dibunuh Pelan-pelan 6. Kartono Muhammad : Bung Karno Ditelantarkan 7. […]

    Suka

  6. Hedwig™ said

    Saya sudah pasti tidak mengerti tentang Bung Karno, karena memang saya tidak hidup di masanya.
    Jika dilihat saat ini, Pak Harto mendapatkan perawatan kelas super VIP sedangkan mantan presiden Gus Dur hanya mendapatkan perawatan kesehatan standar RSCM.
    Mungkin, siapapun menjadi seorang mantan presiden, fasilitas kesehatan, ya ditanggung masing-masing aja 🙂

    @
    Lucu negeri ini, seberapa kaya atau miskin seeh biaya pengobatan… sehingga negara kesulitan membayar dan prosedur rumit…
    tapi.. eh.. ngomong-ngomong… berapa selisih kekayaan sebelum dan setelah menjabat dari setiap pejabat negeri ini, bukan cuma mantan presiden, tetapi juga para anggota dpr, walikota, sampai camat… 😦

    Suka

  7. SHINTA said

    masyarakat lagi merasakan kenaikan harga sembako, dan lagi kesusahan hidup, anggota dewan malah mau di beri tambahan dana….. apa ga bisa melihat keadaan di luar kali ya. pemimpin negara sekarang ini. kata orang jawa KEBANGETAN. yang dalam bahasa indonesia KETERLALUAN.

    @
    Seperti ya… 😥

    Suka

  8. […] Penggunaan Hasil Rekayasa Genetika.?Baitullah (Kabah) Terendam BanjirBukti Kebenaran Teori EvolusiSoekarno dan Soeharto – Dipaksa Mati, Dipaksa HidupTEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAHJeritan Siksa Dari Alam KuburAnti […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: