Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Archive for the ‘Hilal – Rukhyat’ Category

Satu Ramadhan 1433 H – 2012 Beda Lagi Euy

Posted by agorsiloku pada Juli 19, 2012

Seperti juga berulang di tahun-tahun lampau, penetapan awal puasa berbeda-beda.  Padahal teknologi dan pengetahuan untuk posisi hilal sudah jauh lebih maju dari pada masa lampau.  Perbedaan itu rahmat.  Bukankah perbedaan ini sudah berlangsung berabad-abad yang lalu, atau kalau di Indonesia yang begitu luas ini, perbedaan adalah keniscayaan, khususnya karena ada organisasi besar yang memiliki member banyak dan mempengaruhi kebijakan baik di level Pemerintah, maupun warga kebanyakan. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Fenomena, Hilal - Rukhyat, InReligion | 10 Comments »

Perbedaan Hari Idul Fitri di Negeri Jahiliyah

Posted by agorsiloku pada September 2, 2011

Premis mayornya begini : Di tempat yang sama, untuk bulan yang sama, dengan standar perhitungan kalender Hijriah yang sama, maka pada saat yang tidak ada dua tanggal yang berbeda.  Tidak ada itu, hari ini Tanggal Satu Syawal 1432 H dan besoknya juga Tanggal Satu  Syawal 1432 H.  Kalau itu terjadi, tidak lain dan tidak bukan, itu perbuatan jahil.

Untuk kebodohan ini, tidak perlu dihibur dengan argumen-argumen keberagaman dan saling menghargai atau toleransi.  Lebih pantas dikatakan ada dua versi kalender Hijriah, Sebutlah versi A yang lain versi B. Kemudian keduanya konsisten dengan kedua versi tersebut, terus setiap hari setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun.  Jangan hanya pada hari-hari tertentu saja dibikin perbedaan itu.  Jangan ummat dipusingi oleh perilaku para ulama dan cendikiawan serta Pemerintah yang mencuri kebahagiaan kami merayakan hari berlebaran yang menjadi tradisi bangsa ini.  Mengertikah kalian hai para ulama, hai para pengambil keputusan, hai para pemimpin ormas Islam.  Janganlah kesombongan dan kebodohan kalian membuat sebagian dari kami tidak merasa nyaman untuk merayakan kejadian sekali setahun itu.  Jangan kami ditipu oleh ucapan toleransi, keberagaman, keunikan, dan segala penghiburan lainnya yang harus kami telan karena diharuskan untuk memahami perbedaan ini.  Pada hari yang sama, jangan membuat dua tanggal yang berbeda pada hari (waktu) yang sama!.   Baca entri selengkapnya »

Posted in Fenomena, General, Hilal - Rukhyat, InReligion, Manajemen | 8 Comments »

Mencari Makna Perbedaan Hari Raya Ied dan Coca Cola

Posted by agorsiloku pada Oktober 15, 2007

Ini hari kedua Syawal 1428H. Seperti biasa, perbedaan menetapkan satu Syawal itu seperti Coca Cola. Always News. Selalu ada yang baru dan menyegarkan untuk memahami perilaku ummat Islam di Indonesia. Alhamdulillah, kita sudah melewati Ramadhan. Kita berharap bersua lagi dengan Ramadhan lagi, kalau masih diberi kesempatan. Insya Allah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Fenomena, Hilal - Rukhyat, Islam | 5 Comments »

Alhamdulillah, Satu Syawal Tahun Ini Berbeda Lagi.

Posted by agorsiloku pada Oktober 11, 2007

Alhamdulillah, untuk tahun ini Pemerintah gagal lagi menyatukan ummat Islam di Indonesia untuk merayakan akhir Ramadhan berbeda. Alhamdulillah, perbedaan ini membuat tetangga berbeda hari berpuasanya dengan tetangga lainnya yang berdekatan. Alhamdulillah, tetangga sebelah masih sahur, Baca entri selengkapnya »

Posted in Fenomena, General, Hilal - Rukhyat, Islam, Profetis | 7 Comments »

Pokoknya Awal Satu Syawal 1428 H Sebisa Mungkin Berbeda !.

Posted by agorsiloku pada Oktober 1, 2007

Wah saya bukan ahli agama, cuma sekedar ingin menyampaikan unek-unek saja. Tadi pagi, entah kenapa tausyiah subuh jadi sedikit ramai, terutama mengenai lebaran bersama. Karena kita haruslah mengerti, perbedaan itu rahmat, karena semua ijtihad berpahala, apalagi soal telaah kritis satu Syawal yang begitu penting bagi kemashalatan ummat. Baca entri selengkapnya »

Posted in Fenomena, General, Hilal - Rukhyat, InReligion, Islam, Profetis, Spirit/Etos/Sosial | 34 Comments »

Masalah berlebaran bersama

Posted by agorsiloku pada November 1, 2006

Berikut ini beberapa kutipan dan penjelasan yang saya kira cukup menarik untuk disandingkan bersama beberapa tulisan mengenai penentuan perbedaan hari raya 1 Syawal. Semoga catatan tulisan ini ikut mendorong keniscayaan pilihan yang baik untuk ummat Islam, khususnya di Indonesia agar berlebaran lebih afdol, tetangga atau yang tinggal serumah harus berbeda hari lebarannya karena para penegak agama, pewaris nabi memilih benar menurut versinya masing-masing sehingga nilai kebersamaan di hari raya dalam satu wilayah yang persis sama tidak direnggut oleh karena keputusan hilal, ruhyat atau selera yang berbeda dan ummat harus terus menoleransi selera “penguasa”. Baca entri selengkapnya »

Posted in Fenomena, General, Hilal - Rukhyat, InReligion, Islam, Profetis, Religion, Sains | Leave a Comment »

Perbedaan Satu Syawal : Rahmatkah?.

Posted by agorsiloku pada Oktober 26, 2006

Perbedaan membangun satu keutuhan. Bangunan tidak dibangun dari hanya genteng saja atau dinding-dinding saja. Semua perbedaan yang disatukan proposional akan membangun rahmat, menjadikan sesuatu yang kita sebut rumah. Jadi perbedaan itu memang rahmat. Di keluarga besarku, seperti kata para alim ulama itu, perbedaan itu rahmat. Hasil penetapan 1 syawal dalam dua versi di Tahun 2006 ini, telah memberikan (as a result) : Baca entri selengkapnya »

Posted in Fenomena, General, Hilal - Rukhyat, InReligion, Islam, Profetis, Religion, Sains | 1 Comment »

Tinjauan Kritis Atas Keragaman Penentuan Awal Ramadan dan Hari Raya

Posted by agorsiloku pada Oktober 19, 2006

Kutipan lama dari laman di bawah ini, saya kira relevan untuk mencari jawaban pertanyaan : Lebaran 1427 H itu, hari Senin atau Selasa tanggal 23 atau 24 Oktober 2006 ya?…

http://media.isnet.org/isnet/Djamal/id1419.html

T. Djamaluddin

(Staf Peneliti Bidang Matahari dan Lingkungan Antariksa, LAPAN, Bandung)

Masih banyak orang mengira sumber keragaman penentuan awal Ramadan dan hari raya hanya perbedaan antara hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan bulan). Saat ini tidak sesederhana itu lagi. Perdebatannya pun tidak lagi terbatas antara penganut hisab dan rukyat. Bisa antara penganut hisab dengan hisab atau rukyat dengan rukyat.

Oleh karenannya, tinjauan fikih dalam referensi lama perlu diperkaya lagi dengan memasukkan faktor-faktor mutakhir, termasuk analisis astronomis yang tak terpisahkan. Masalah ijtihadiyah yang terus berkembang menambah faktor keragaman tersebut. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hilal - Rukhyat, InReligion, Islam, Religion | 7 Comments »

 
%d blogger menyukai ini: