Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Perintah Tidur dan Bangun

Posted by agorsiloku pada November 2, 2006

Mungkin karena kebiasaan saja. Sebelum tidur, kadang aku memesankan pada diri sendiri untuk tidur hanya 10 menit saja, satu jam saja atau dua jam saja. Maklumlah sebagai orang yang menjual tenaga dan pikirannya ke orang lain, di saat kerja, kurang layak sebenarnya untuk tidur. Tapi, kelelahan kadang tidak bisa dikompromikan. Seperti juga pekerjaan yang tak mau dibatasi waktunya. Kadang sejak pagi sampai larut atau matahari sudah keluar dari peraduannya, belum kelar-kelar juga dan dead line sudah menanti.

Kalau keinginan untuk membatasi atau bangun pada waktu yang ditetapkan itu serius dipersiapkan sebelum tidur, maka nyaris hampir 90% lebih dari kejadian itu, aku selalu bangun sesuai dengan pesan untuk otakku sebelum tidur. Sering pula tepat sampai pada hitungan menit. Hanya kondisi-kondisi tertentu saja kondisi ini tidak tercapai. Misalnya karena bagadang semalaman, tidur kurang dari 2-3 jam sehari, atau kondisi-kondisi force mayeur lainnya. Kebutuhan untuk memerintahkan badan bangun pada waktu yang diinginkan bisa karena kebiasaan, mau pergi ke luar kota dan berangkat pagi, 10 menit menjelang subuh tiba dan kondisi rutinitas lainnya yang mengharuskan bangun dari kelelapan tidur.

Hanya saja, saya tak bisa menjelaskan bagaimana otak dan hati memahami perintah sebelum tidur itu untuk bangun pada waktu yang diinginkan. Apakah ungkapan dalam hati itu dicatat oleh jaringan otak untuk membangunkan jasad pada waktunya. Kalau memang begitu, berarti otak bawah sadar seharusnya punya kriteria terhadap pesan hati yang dicatat sebelum tidur dan juga mengerti kapan (berapa lama) harus tertidur. Kalau begitu, ketika sebelum tidur menyampaikan ke tubuh kita : “saya mau tidur 1 jam saja”, maka catatan hati itu mulai menghidupkan alarmnya, untuk 60 menit kemudian atau sebelum sampai ke angka 60 menit, mulai dilakukan pemanasan untuk membangunkan sang raga. Ataukah pesan yang disampaikan itu diterima oleh penjaga kita, lalu sang penjaga mengingatkan bahwa :”… eh.. lu sudah waktunya untuk bangun. Kan tadi kamu minta dibangunkan sekarang… ayo bangun…”. Dan blas, Alhamdulillah.… perlahan tapi pasti, kelopak mata terbuka, alam bawah sadar menutup tirainya kembali dan kesadaran rasional kembali membuka pintunya. Alam itu holistik, jalin menjalin, terintegrasi dan terpecah belah secara utuh, terstruktur, tak terpahami permulaannya dan tak terdefinisikan juga akhirnya.

Catatan :

Seminggu terakhir setelah menulis ini, saya benar-benar menjadi sombong, dan tidak bisa memerintahkan diri untuk bangun on time.  Berkali-kali subuh terlewat karena bangun jam lima pagi atau jam setengah enam.  Payah deh, saya usahakan juga nggak bisa, padahal tidur tidak terlalu larut.  Nyerah deh.

Alhamdulillah, kemarin bisa bangun lagi as usual.  Rupanya, sangat boleh jadi, bukan jam tidur yang diperintahkan kepada tubuh dan raga membangunkan dirinya sendiri….

Iklan

Satu Tanggapan to “Perintah Tidur dan Bangun”

  1. wadehel said

    Pas kebetulan mau tidur, kok nyangkut di tulisan ini. kebetulan yang aneh.

    Ok, tanpa menyetel alarm, saya berniat: saya mau tidur 4 jam saja.

    bakal berhasil gak ya 😛

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: