Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rempah-rempah : Bumbu dan Sebagai Obat Yang Manjur.

Posted by agorsiloku pada Juli 25, 2018

Masakan dengan bumbu, apalagi diolah oleh jago masak : selain enak, tentu menyehatkan.  Tidak saja sebagai bahan makanan, juga sebagai minuman. Kemudian, selain sebagai bumbu masakan, juga sejumlah bahan untuk bumbu, entah itu jahe, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, seledri, ketumbar, santan, dan banyak lagi juga ternyata memberikan manfaat bagi kesehatan.

Kalau begitu, makanan enak juga tentu sehat ya.  Kan dibuat dengan bumbu yang diketahui memberi manfaat buat kesehatan”.

“Ya… kira-kira begitu deh, asal diolah dengan benar tentunya.” 🙂 🙂 🙂

Tulisan ini tidak membahas mengapa kita sakit.  Lebih bersifat logika saja dan sedikit pengetahuan umum.  Sejumlah penyakit ada di masyarakat, jauh sebelum kehadiran ilmu farmasi dan dokter. Pengetahuan tradisional, yang hadir turun temurun, diberitakan berdasarkan pengalaman kesehatan manusia, melahirkan pengetahuan tentang jamu dan pengolahan beragam tanaman dan hewan untuk kepentingan pengobatan.

SAKIT?. Ke dokter saja.

Ya, jika kita memang mudah bertemu dokter atau petugas kesehatan.  Jika kita hidup jauh di pedalaman.  Sulit pula mencari obat farmasi yang diperlukan, maka obat tradisional menjadi pilihan yang memaksa.

Obat tradisional ini, kerap berhubungan dengan beragam rempah-rempah dan sejumlah jenis buah-buahan yang baik untuk vitalitas tubuh kita. Penyebab sakit, mungkin hanya bersumber dari beberapa masalah : akibat virus, mikroba, jamur, atau sebab asupan nutrisi yang masuk tidak seimbang yang pada akhirnya membuat kita tidak sehat.

Singkat kata, kita sakit dan sakit itu butuh diatasi, entah karena sebab apapun.  Tubuh yang tidak sehat menimbulkan banyak konsekuensi logis yang tidak kita harapkan.

Tubuh mengolah semua asupan nutrisi untuk semua organ tubuh, harus seimbang antara asupan dan kemampuan tubuh mengolah.  Kekurangan yang terjadi dalam proses pengolahan karena kelemahan mesin pengolah atau ada masukan yang mengganggu proses membuat kita sakit.

Antara dokter, Ahli Gizi, dan Ahli Herbal.

Tidak pernah dengar ada dokter yang memberikan resep, :”minum jamu saja !”. Dokter akan selalu memberikan obat farmasi untuk kepentingan pengobatan.  Mengapa?. Tidak tahu juga.  Boleh jadi karena memang tidak boleh, fokus dokter adalah pada obat untuk mengobati yang telah teruji secara ilmiah.  Sedangkan herbal, kalaupun kandungannya baik.

Ahli gizi juga akan mengingatkan untuk jangan mengkonsumsi lemak jenuh, apalagi lemak trans.  Untuk memperkuatnya, dibuatlah daftar ternak dan hewan yang biasa dikonsumsi yang memiliki lemak jenuh tinggi.

Pokoknya semua lemak jenuh berbahaya.  Titik.

Kemudian, kita melihat konflik perbedaan yang nyata.  Misalnya AHA (American Heart Association) tidak merekomendasikan lemak jenuh karena memicu penyakit jantung.  Namun, pada saat yang sama Academy of Nutrietion and Dietic tidak memberikan tekanan mengenai lemak jenuh berbahaya karena tidak ada cukup bukti keduanya (lemak jenuh dan penyakit jantung) berhubungan nyata secara klinis.

Jadi, yang satu bilang okey, yang satu bilang berbahaya.  Santan berbahaya karena lemak jenuhnya tinggi, namun VCO-Virgin Coconut Oil dibuat dari bahan santan.  Lemak memicu kolesterol dan lemak darah, tapi diet mediterania memakai minyak zaitun (Olive Oil) sebagai sarana diet.

Boleh jadi, kita perlu memeriksa kembali asumsi-asumsi umum yang dipakai atau kondisi-kondisi penderita untuk tidak melakukan generalisasi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: