Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

SANTAN : Berbahaya atau Bermanfaat?

Posted by agorsiloku pada Juli 23, 2018

“Jelas bermanfaat dong!”.  Santan memberikan rasa gurih untuk berbagai jenis makanan olahan.  Santan juga oke banget untuk ragam kebutuhan nutrisi manusia.

Namun santan juga mengandung lemak jenuh yang berbahaya untuk kesehatan !

Kita tidak bisa menghilangkan beberapa fakta dan cerita berikut ini yang layak untuk dipertimbangkan.  Terlepas apakah fakta yang disampaikan hanya sekedar mitos, hasil penelitian, ataupun apa yang disampaikan oleh dokter ataupun ahli gizi.

  • Virgin Coconut Oil  (VCO) berasal dari santan yang diolah.  Sangat dipercaya memiliki ragam manfaat.  Kalau darah tinggi saya tinggi dengan rasa pusing, maka saya minum beberapa sendok makan VCO, dan beberapa saat waktu kemudian, perasaan lebih enak.
    “lucu ya, santan kan berbahaya karena mengandung lemak jenuh yang tinggi, tetapi dipakai untuk mengurangi resiko darting?”

Ini terjadi karena lemak jenuh pada santan bukanlah lemak jenuh rantai panjang, tapi rantai menengah yang disebut MCTs.  Dipercaya, rantai menengah atau sedang dari lemak jenuh ini sama sekali berbeda dengan lemak jenuh rantai pendek atau panjang.  Ia justru cepat diolah tubuh menjadi energi, karenanya aman dikonsumsi. Jadi, salah satu manfaatnya justru menurunkan kolesterol darah dan juga tekanan darah. Pada beberapa pembahasan lain, MCTs itu disebut juga MCAFs (medium chain saturated fatty acids) yang artinya atau maksudnya kurang lebih sama.

Lha yang ngomong dokter, pakai bahasa asing lagi yang menjelaskan cukup rinci dan jelas pula.  Yang meyakini manfaat ini bukan cuma dia saja. Banyak site yang menjelaskan yang sama. Misalnya ini.

Adakah resiko Santan atau Minyak Kelapa?

Apapun, sebenarnya, jika dikonsumsi secara berlebihan tentu tak baik.  Karena pabrik farmasi yang bernama tubuh dan organ hanya membutuhkan sesuai dengan fungsinya. Kita tahu itu, kalau tidak berlebihan, wajar saja (seperlunya) ya nggak akan merugikan.  Karena itu, mengenali resiko dan manfaat itu menjadi perlu.

Banyak yang percaya dan tidak percaya terhadap manfaat santan, minyak kelapa, maupun minyak kelapa murni (VCO – Virgin Coconut Oil), dan ada pula yang percaya, selain mencegah penyakit jantung, menurunkan kolesterol darah dan tekanan darah, juga mengobati penyakit diabetes melitus type 2.

Santan bisa mengontrol dan bahkan menyembuhkan diabetus melitus lho

“Ah yang bener?”. Nih testimoninya. dr Zaenal membuktikannya.

Tulisan ini tidak menjelaskan manfaat santan bagi kesehatan, tapi merujuk pada link-link site, bahwa ada sejumlah manfaat bagi kesehatan dan tidak sedikit pula yang sudah mencobanya (termasuk penulis sendiri).  Namun, ini tidak menghilangkan fakta (atau mitos) bahaya santan.

Salah satu yang dianggap penting, santan tidak berbahaya jika tidak dipanaskan.  Begitu para ahli bilang begitu, karena jika terlalu sering dipanaskan, maka menjadi minyak jenuh dan ini yang menjadi bahaya. Tapi, jangan pula dilupakan bahwa salah satu pembuatan VCO adalah dengan metode pemanasan.  Minyak kelentik yang banyak manfaatnya itu juga dipanaskan.  Namun, metode tanpa pemanasan dinilai (entah apa yang dinilainya !) merupakan VCO yang terbaik.

Santan untuk Pengobatan.

Oleh karena beragam argumen terjadi, baik yang sependapat atau tidak.  Bahkan hasil penelitian pun, walau terukur, namun hasilnya juga kerap bias antar satu dengan yang lain.

Dari keseluruhan artikel atau hasil penelitian yang dilakukan, saya tidak bisa menyimpulkan dengan yakin, bahwa santan buruk bagi kesehatan dan sekaligus baik juga bagi kesehatan.  Namun, saya lebih cenderung percaya bermanfaat bagi kesehatan jika :

  1. Untuk pengobatan,  tentunya harus bisa diukur dengan jelas hasilnya.  Misal, penderita diabetes melitus type 2 mengkonsumsi santan dua cangkir pagi dan sore.  Santan segar tentunya.  Lalu ukur gula darahnya setelah 2 jam setelah konsumsi atau setelah makan. Lihat sendiri hasilnya, turun atau tidak gula darahnya.  Juga tekanan darahnya.  Bila hasilnya oke (yang bagi sejumlah orang terbukti), maka pengalaman praktis ini bisa diandalkan.
  2. Untuk makanan olahan, lebih banyak pertimbangan buruknya bagi kesehatan.  Tentu jika dikonsumsi berlebih.  Kalau fresh, baru dimasak, tidak berkali-kali dipanaskan, tidak berbahaya.  Tidak berbahaya juga relatif banget.  Kalau sudah dalam posisi kolesterol darah dan darting sedang kumat, ya saya kira tetap lebih baik dihindari.  Proses pemanasan dan bumbu lainnya, dan berbagai masukan lain dapat menyebabkan efek negatifnya tidak terukur.  Jadi beda ya, meskipun orang punya penyakit darting dan jantung, lalu menghindari makanan bersantan.  Terus tidak berarti, tidak bisa terobati kalau kita minum santan untuk tujuan pengobatan.

Hal lain yang sulit diprediksi.  Tidak ada penelitian yang cukup lengkap seberapa manfaat dan resikonya.  Hasil umumnya adalah so so saja (so good or so bad).  Bisa baik dan bisa buruk, tergantung cara pemakaiannya.  Kesimpulan sejumlah penelitian mengarah ke hal ini.

Jadi, kembali lagi kepada pengalaman tradisional kita, santan yang dimanfaatkan dalam kondisi segar dipercaya baik untuk kesehatan.  Bisa digunakan untuk pengobatan.  Namun, santan yang dipakai untuk memasak, sebaiknya dinikmati lebih hati-hati.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: