Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Lho Kok Nabi Adam Dilahirkan dari Mahluk Hidup Lain?

Posted by agorsiloku pada Juni 3, 2007

aricloud Berkata:  Juni 2nd, 2007 pada 2:41 pm @ibrahim dan @haniifa
Saya kok sepertinya masih belum sependapat dengan pemikiran mas ibrahim dan mas haniifa ya, terutama yang terkait dengan pemikiran agus mustopha.

PERTAMA.
Menurut saya, Agus Mustofa dalam bukunya “Ternyata akhirat tidak kekal” agak memaksakan tafsir terutama pada Surat Al A’raf :189 :

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”. (Al A’raf :189)

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu…
Kalau kata ‘kamu’ yang dimaksud pada ayat ini adalah nabi adam as, maka bisa jadi penafsiran bahwa Adam dan Hawa dilahirkan dari rahim yang sama (diri yang satu) adalah benar. (hlm 24, Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Agus Mustofa)

Namun coba telusuri kembali ayat sebelumnya 188 :

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan sekiranya Aku mengetahui yang ghaib, tentulah Aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan Aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (Al A’raf :188)

Jelas sekali bahwa yang diajak berbicara (kata ‘kamu’ pada ayat 189) adalah Nabi Muhammad SAW, bukan nabi Adam as.
Sehingga makan ‘Diri yang satu’ adalah Nabi Adam, bukan rahim makhluk lain seperti digambarkan Ust.Agus Mustofa.
“…dan dari padanya Dia menciptakan istrinya..”
Dari padanya ini jelas sekali, insya Allah maksudnya “dari nabi Adam” Dia menciptakan istrinya sehingga Siti Hawa memang benar-benar diciptakan dari Nabi Adam as. Wallahu ‘alam bagaimana caranya.

KEDUA
Apakah syurga yang dimaksud sebagai tempat tinggal Adam dan Hawa adalah di bumi juga seperti yang digambarkan Ust Agus Mustofa?.

Mari kita review kembali QS. Al A’raf 11-25:

11. Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.
15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”
16. Iblis menjawab: “Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.
19. (dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”
20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.
21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,
22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
23. Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang Telah ditentukan”.
25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS. Al A’raf 11-25)
Dialog yang terjadi pada ayat-ayat diatas, sebagaimana dalam kaidah tafsir : apabila tiada penjelasan pada ayat lain yang berbeda, maka kita harus meyakini dialog tersebut terjadi apa adanya seperti dikisahkan Al Qur’an. (Ayat yang mirip pada Al Hijr :26-44).

Artinya telah benar-benar terjadi dialog antara Allah, Malaikat, Iblis dan Adam. Dialog seperti ini hampir mustahil terjadi di bumi atau alam nyata. Dikisahkan dialog tersebut terjadi di Syurga (lihat ayat 13), yang tentunya termasuk alam ghaib (terlepas dari definisi ghaibmu dan ghaibku ala ust. Agus Mustofa).

Lihat ayat 19 – 25
Allah dengan sangat tegas membedakan bahasa Syurga (Jannah) dan bumi (Al Ard)
Ust. Agus Mustofa menafsirkan ayat tidak komprehensif, melainkan sepotong-sepotong.
Seperti pada ayat 25 (QS Al A’raf) :

“Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.”

Beliau menafsirkan bahwa kata ‘kamu’ atau Adam as pada ayat tersebut hidup, mati dan dibangkitkan kembali di bumi. sehingga Syurga yang dimaksud sebagai tempat tinggal adam as pertama kali adalah dibumi juga (halaman 12. Ternyata Akhirat Tidak Kekal).
Namun barangkali beliau lupa, bahwa Allah SWT mengatakan demikian pada Adam as setelah Adam diturunkan dari syurga, bukan saat adam masih berada di syurga. (lihat ayat 19 – 25)

KETIGA
Penafsiran Ust. Agus Mustofa terhadap ayat QS Al Baqarah : 30 :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

(hlmn 16-17, Ternyata Akhirat Tidak Kekal) Agus Mustofa menyatakan sependapat dengan Prof. A. Baiquni bahwa malaikat mengetahui bahwa khalifah itu akan membuat kerusakan karena memang sebelumnya sudah ada yang seperti manusia (hanya mirip).

Barangkali Ust. Agus Mustofa tidak mempertimbangkan bahwa seluruh kejadian alam semesta sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz. Kitab ini tentu saja gaib bagi manusia namun belum tentu segaib malaikat seperti yang dijelaskan Ust. Agus Mustofa sendiri bahwa keghaiban itu relatif.
Jangankan malaikat, Jin saja kadangkala mampu mendapat informasi tentang masa depan.
Lihat QS. Al Jin: 8-9:

“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”

Juga perhatikan Hadits dari Shahih Bukhari :
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila Alloh menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-Nya, seakan-akan firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu rata, hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan). Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?”

Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ketika itulah, (syaitan-syaitan) penyadap berita (wahyu) mendengarnya. Keadaan penyadap berita itu seperti ini: sebagian mereka di atas sebagian yang lain -digambarkan Sufyan dengan telapak tangannya, dengan direnggangkan dan dibuka jari-jemarinya– maka ketika penyadap berita (yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, disampaikanlah kepada yang di bawahnya, kemudian disampaikan lagi kepada yang ada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal.

Akan tetapi kadangkala syaitan penyadap berita itu terkena syihab (panah api) sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadang kala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab; dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal melakukan seratus macam kebohongan. Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan: “Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar)”, sehingga dipercayalah tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari Iangit. (HR. Al Bukhori).
Sehingga amat masuk akal bahwa Malaikat yang lebih taat pada Allah 100% mengetahui sebagian berita2 ghaib tentang masa depan dari Allah SWT sendiri. Sehingga pertanyaan Malaikat tentang :
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,…”

Bukan karena kejadian perusakan dimaksud malaikat pernah terjadi, namun lebih pada Malaikat mengetahui beberapa kejadian tentang manusia di masa yang akan datang. Mengapa Malaikat mengetahui beberapa kejadian di masa yang akan datang?

Tentu saja karena tugas2 malaikat terhadap manusia mulai dari mencatat perbuatan hingga meniup sangkakala yang memungkinkan Malaikat sudah mendapat S.O.P nya (Sistem Operasional dan Prosedur, istilah ini digunakan dalam projek atau kegiatan manajerial, akuntansi)  dari Allah swt.

Terlepas dari itu semua, Ust. Agus Mustofa merupakan ulama dan ilmuan cerdas yang buku-bukunya sangat menarik untuk dibaca, namun juga tidak berarti lepas dari kesalahan.
Wallahu ‘Alam bish showab

@
Mas Aricloud, ijinkan komentar ini saya naikkan ke postingan ya. Saya memang tidak membaca lengkap buku Agus Mustopha, namun kalau kata Mas :”…bukan rahim makhluk lain seperti digambarkan Ust.Agus Mustofa….” maka saya sependapat dengan Mas Ari. Kalau tidak dinyatakan dalam al Qur’an, maka tentu kata Beliau itu tidak lebih dan kurang adalah prasangkaan belaka. Itu pendapat Agor.

Ada baiknya dipilah juga mengambil kesimpulan dari ayat atau memahami ayat.  Tahapan menyimpulkan bahwa Nabi Adam “dititipkan” pada rahim sesuatu mahluk terasa “aneh”, mengapa? Karena ini merupakan pilihan logika lanjutan dari sebuah atau banyak kemungkinan yang mungkin terjadi dari suatu peristiwa yang kita tidak ketahui.

Iklan

93 Tanggapan to “Lho Kok Nabi Adam Dilahirkan dari Mahluk Hidup Lain?”

  1. haniifa said

    Kitab The Orgi untuk wong “DUNGWAN” atau “CERDASWAN”
    ————————————————–
    bagian A:
    Al kisah “KURCACI” Charles Darwin jala-jalan
    Saat di pasar, dibelilah 13 ekor “Kera”
    Selanjutnya dipotong-potong kakinya.
    Hai, “KAMU” cepat cloning !!
    Aduh celaka aku, sela mas C. Darwin
    Kenapa hasil mutasi kera dan babi tapi wajah nya mirip kamu

    Bagian B
    “KAMU” saya potong-potong
    Karana pusing memanipulasi Babi berkepala Kera

    Bagian C
    Hitler marah,
    ketika Stalin asik-asik main gundu

    Apakah boleh kata “KAMU” (A) ditukar “KAMU” (B) ?

    Menurut mas aricloud boleh ? “DUNGUWAN” atau “CERDASWAN”

    Menurut mas agor “pokokek ya boleh” ? “DUNGUWAN” atau “CERDASWAN”

    Nalar Asal bermutasi “asal nalar” ? “DUNGUWAN” atau “CERDASWAN”

    Suka

  2. aricloud said

    @haniifa
    Menurut mas aricloud boleh ? “DUNGUWAN” atau “CERDASWAN”

    Saya gak terlalu mempersoalkan “DUNGUWAN” atau “CERDASWAN”, yang jelas saya sendiri saat ini masih anti teori evolusi (setidaknya 75%), lho kok 75%?
    ya, karena menurut saya Teori evolusi walaupun menurut saya salah tetap memiliki peluang benar.
    Namun Teori Evolusi yang saat ini saya pahami lebih mengarah pada “Kebablasan”
    Teori Evolusi memiliki beberapa kemungkinan :
    1. Teori Evolusi itu Salah 100%.
    artinya seluruh makhluk hidup di bumi ini memang diciptakan demikian adanya sejak awal penciptaan hingga akhir tidak berubah. (kecuali hanya perubahan yang tidak melibatkan substansi (rangka dasar) genetik seperti warna kulit, jenis rambut dll).
    2. Teori Evolusi itu Benar dan Salah.
    Benar karena memang pada beberapa makhluk hidup memang diciptakan Allah SWT melalui mekanisme Evolusi, namun tanpa melalui proses perancangan acak, karena Allah SWT menciptakan makhluk hidup kemudian dievolusi melalui perancangan ulang yang menakjubkan. sehingga jawaban terhadap sedikitnya bukti2 hasil perancangan acak terjawab dengan adanya campur tangan Allah swt.
    Akan tetapi khusus penciptaan Manusia, karena banyak sekali ayat Al Qur’an dan hadits Nabi
    yang menjelaskan penciptaan Adam dengan sangat jelas, maka Teori Evolusi tidak berlaku. Sehingga manusia tergolong pada penciptaan khusus.
    3. Teori Evolusi itu benar (terbagi 2 lagi):
    3.A. Teori Evolusi Benar Tanpa ada campur tangan Tuhan
    Maksudnya kejadian makhluk hidup ini terjadi dengan sendirinya melalui mekanisme evolusi tanpa ada campur tangan Allah SWT. seperti yang dianut oleh para evolusionist yang Atheis.
    3.B. Teori Evolusi Benar Tapi juga dengan campur tangan Tuhan.
    Nah ini yang banyak dibenarkan oleh ilmuan evolusionist yang gak mau dianggap keluar dari agama. Sehingga muncullah prasangkaan2 seperti kisah penciptaan Adam yang lahir dari rahim mahkluk lain yang mirip manusia (kasarnya mungkin mirip kera- maaf)
    Nah Saya sendiri saat ini masih 100% menolak pendapat KETIGA baik 3A maupun 3B.
    Dan tentu saja saya memihak pendapat Pertama. Namun masih ada didalam akal saya yang mempertimbangkan untuk menerima kemungkinan kedua.
    Wallahu’alam

    @
    Pemahaman saya sampai saat ini, dalam konteks ini, mahluk adalah ummat yang diciptakan. Dan tidak ada penjelasan dari Al Qur’an mahluk hidup melahirkan jenis mahluk hidup lainnya. Kesamaan secara taksonomi, tidak menjelaskan bahwa mereka harus diciptakan dari turunan berikutnya. Mobil jepang, ya mobil jepang. Bukan Eropa atau Amerika, biar jumlah bannya sama, setirnya ada, dan mesinnya mirip. Kemiripan tidak menjelaskan sama sekali adanya urunan perubahan genetis. Apalagi jika permasalahannya hanya dari tulang dan fosil…

    Suka

  3. Dimas said

    Entah mengapa saya merasa agak bingung membaca buku pak Agus Mustofa. Saya tertarik membuka buku beliau karena judul covernya yang agak berbeda dari judul-judul buku lainnya, tetapi setelah meneliti lebih dalam ternyata isinya tidak seheboh covernya. Terlebih lagi ketika pada buku “Bersatu dengan Allah” pak Agus mengatakan bahwa batu hitam yang ada di hajar aswad adalah batu dari komet. Entah mengapa kesimpulan ini agak aneh bagi saya, terkesan agak “saenak e dewe”. Dan sejak saat itu saya memutuskan berhenti membaca buku-buku beliau. Btw saya tetap menghargai beliau.

    @
    Kok begitu !. Sebelumnya banyak yang menyarankan saya membeli dan membaca buku ini. Ada semangat juga untuk memahami, tapi kok ada kesimpulan-kesimpulan seperti ini. Ada perbedaan antara mencoba memahami dan mencoba menarik kesimpulan dari pengetahuan — yang sesungguhnya kita tidak tahu”. Postingan pada blog ini, sejauh mungkin saya hindari penarikan kesimpulan. Meski kadang juga tidak berhasil. Jika memang harus menarik kesimpulan, seyogyanya harus terbuka (bukan satu-satunya jawaban). Agama juga tidak kenal dengan teori kemungkinan….. Apalagi jika kesimpulan itu merupakan “step” dari sebuah pernyataan dari firman Allah atau berkecenderungan untuk pembenaran kelompok.

    Saya bisa memahami pilihan Mas Dimas untuk memutuskan berhenti membaca. Saya juga sering mengalami. Namanya manusia, satu sisi benar bukan berarti semuanya benar. Begitu juga sebaliknya. Satu salah (atau tidak sama pandangannya) bukan berarti keseluruhan pandangannya yang keliru.

    Suka

  4. haniifa said

    @aricloud
    ” … Saya gak terlalu mempersoalkan “DUNGUWAN” atau “CERDASWAN”, …”
    Saya bersyukur mas ini 75% sudah menyimak maksud & tujuan Kitab The Orgi.
    Kapan mas 100% nya ???

    @agorsilaku
    Coba simak ???
    Tanggapan mas argosilaku ke mas aricloud.
    X: ” …saya memang tidak membaca lengkap buku Agus Mustopha ….”
    Y: ” …Saya bisa memahami pilihan Mas Dimas … ”
    ” Postingan pada blog ini, sejauh mungkin saya hindari penarikan kesimpulan”
    Saya bersyukur mas ini 100% sudah menyimak maksud & tujuan Kitab The Orgi.

    @Dimas
    Walaupun kira-kira 75%, tapi saya tetap bersyukur. Kapan 100% nya ?

    Karena menghidari penarikan kesimpulan (Maaf saya menghormati keinginan mas Argosiloku), silahkan pada hindar-menghidar atau mo tarik-menarik.

    *) SAYA SEBAGAI DUNGUWAN
    Sebagai seorang dunguwan maka, mau saya pakai teori Charles Darwin 100%.
    Bahan Dasar: Thema ini.
    Proses Evolusi: Pembentukan Opini.
    Hasil Mutasi: Beli buku ??? ….Baca Buku ???…. Buku baca ???… Baca Beli ???

    Rumusan Al Qur’an :
    Disebut beriman kepada “Allah” jika, Allah x kehendakNya = 100% IMAN titik.
    (“Al Haqu”) x Mr. Charles Darwin = 100 % (saya imani titik).
    Iblis adalah ciptaan Allah ?? Ya, 100% saya imani titik.
    Akibat hasutannya, merusak Nabi Adam a.s ?? Ya. 100% saya imani titik.
    Mr. Charles Darwin adalah ciptaan Allah ?? Ya. 100% saya imani titik.

    Akibat teori Darwin merusak manusia ?? Ya. 100% saya imani titik.
    Akibat teori Darwin menambah kepercayaan manusia ?? Ya. 100% saya imani.
    Terkesan agak “saenak e dewe”. ????
    (maaf ya, mas Dimas saya pinjem kalimatnya).
    Singkat cerita, “YA, Semua kan tergantung Allah Yang Maha Haq, tul nggak)

    Karena saya nggak mau rugi:
    (Allah) x Surat Al ‘Ashr = Ya 100% beriman.
    *)
    (Al Haq) x Hasil Teori Darwin = Baca beli. (alias cari gratisan).

    f. Jumlahkanlah 2 kucing + anak kucing kucing ?
    Coba kita simak lebih dalam, seandainya kita ingin menarik kesimpulan akhir dari jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut, tapi melibatkan kumpulan :
    1. orang-orang iptek.
    2. orang-orang bisa baca-tulis, iptek, sastrawan
    3. anak-anak TK, SD
    4. Orang nggak bisa baca sama sekali. (= nggak mengeri arti lambang “?”)
    Karena yang diharapkan adalah kesimpulan akhir (tampa melihat isi jawaban) maka sudah barang tentu kita pilih nomor 4.( Jawabanya pasti : TIDAK TAHU )

    Suka

  5. Ibrahim said

    @Aricloud
    PERTAMA
    “…dan dari padanya Dia menciptakan istrinya..”
    dari padanya ini jelas sekali insya Allah maksudnya “dari nabi adam” Dia menciptakan istrinya. sehingga Siti Hawa memang benar-benar diciptakan dari Nabi Adam as. wallahu ‘alam bagaimana caranya.
    Pendapat Mas Aricloud gimana? bagaimana caranya penciptaan itu? agar ayat-ayat Al Qur’an saling menjelaskan, tidak bertentangan.
    QS. Al Alaq (96):2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
    Manusia yang mana?, Apakah Allah memberikan perkecualian baik kepada Isa a.s. maupun Adam a.s. ataupun Hawa?
    Sunatullah harus berlaku bagi semua manusia. Manusia berasal dari tanah. Dibentuk dalam rahim:
    QS. Al Imran (3):6. Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    Rahim siapa? tidak ditentukan, yang jelas yang punya rahim semestinyalah berjenis kelamin perempuan. Rahim siapa? hanya sesuai dengan kehendak-Nya.
    Apakah kita menjadi tidak rela bila Adam a.s. dan Hawa berasal dari rahim makhluk lain yang berasal dari tanah? sebagaimana dikehendaki-Nya.
    Apakah malaikat dari cahaya tidak rela tunduk dengan bersujud kepada manusia yang dari tanah setelah dikehendaki-Nya?
    Apakah kita tidak rela?
    Kenapa iblis tidak rela sujud kepada Adam a.s. hanya karena Adam dari tanah?
    Mana penciptaan yang lebih rumit dari sisi pandangan manusia?
    A. Allah langsung menciptakan Adam a.s. dari tanah langsung, bleg tanpa proses.
    B. Allah menciptakan Adam a.s. di dalam rahim.
    Mas Aricloud, Pak Agor, Mana yang lebih rumit?
    Kalo yang ditanya orang yang berilmu, sekiranya dia akan jawab B. kenapa rumit? proses. Dari segumpal darah…proses…segumpal daging…proses…tulang belulang…proses…dibungkus daging…proses….? Proses itulah karya cipta-Nya.
    Kenapa harus rumit, disinilah Allah menunjukkan ke-Maha Kuasa-an Dia. Bila Quark atau tachyon atau apalah itu ciptaan Allah kita anggap rumit jemilet, maka disitulah manusia akan mengakui betapa Maha Penciptanya Dia. Betapa dahsyat ciptaan-Nya. Bila Adam a.s. dari makhluk hidup lain, bagaimana itu bisa terjadi? betapa dahsyatnya penciptaan itu.
    Manusia tetap berbeda dari makhluk manapun walaupun dari rahim makhluk lain itu manusia dilahirkan?
    Perbedaan mendasar antar manusia dengan makhluk lainnya adalah Ruh yang ditiupkan oleh Nya kepada manusia saat penciptaannya.
    QS. AL Hijr (15):29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
    Ruh itu lah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, yang tanpa ruh itu maka dengan wujud apapun walaupun itu secara wujud mirip manusia tetapi makhluk itu tidak dapat dikatakan sebagai manusia karena dia tidak memiliki ruh dari Allah. Ruh itu langsung dari Nya:
    QS. Al Anbiya (21):91. Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
    Bahkan di akhirat manusia disebut sebagai ruh secara tegas:
    QS. At- Takwir (81):7. dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),
    QS. An Naba (78):38. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
    Apalah arti wujud fisik yang mirip seperti manusia tapi tanpa ruh. Tanpa ruh belum disebut manusia sempurna:
    QS. Maryam (19):17. maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
    Wallahu a’lam bishshowab.
    @
    sekedar catatan : kata “Jadilah” tidak merujuk pada waktu. Pernyataan bleg begitu saja itu (tanpa proses dan seketika) lebih karena kita mengartikannya begitu, bukan karena petunjukNya. PetunjukNya, kalau saya tidak salah mengerti ada dua : Diciptakan dari … dan disempurnakan bentuknya.

    Suka

  6. Jika Nabi Adam dilahirkan dari mahluk hidup lain, lalu mahluk hidup lain itu dilahirkan dari mana? Mengapa Nabi Adam tidak diciptakan seperti mahluk hidup lain itu? Bukankah bagi Allah itu mudah?
    Namun, penciptaan Adam nampaknya melibatkan mahluk lain atau hukum alam karena dalam Alquran Alloh menggunakan kata “Kami” bukan “Aku” dalam membentuk tubuh.
    Dalam kitab Suci banyak ringkasan sejarah/ceritera tentang Nabi Adam. Saya yakin tidak semua kejadian diceritakan secara rinci.
    Jadi, kemungkinan lain bahwa malaikat sudah mengetahui bahwa manusia suka melakukan kerusakan di muka bumi adalah memang Alloh telah memberitahukan sifat-sifat manusia.
    [2:30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang KHALIFAH di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (KHALIFAH) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
    Dari ayat ini jelas bahwa Alloh bermaksud menempatkan Nabi Adam di bumi bukan di Surga. Di bumi hanya Adam seorang diri (lihat ayat di atas “seorang khalifah di muka bumi”)
    Setelah beberapa lama di bumi, Nabi Adam telah banyak menghasilkan keturunan yang banyak. Kemudian Nabi Adam dan Istrinya dimasukkan ke dalam Surga.
    [2:35] Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu SURGA ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.
    Perhatikan ayat di bawah ini, Nabi Adam diberitahu bahwa di Surga tidak seperti di bumi. Seolah-olah/memang Nabi Adam sudah pernah mengalami kehidupan di bumi yang penuh perjuangan.
    [20:118] Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang.
    [20:119] dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya”.
    Ceritera turunnya Adam dari surga di beberapa ayat:
    [2:36] Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.
    [2:38] Kami berfirman: “turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
    7:13] Allah berfirman: “turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
    7:24] Allah berfirman: “turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.
    20:123] Allah berfirman: “turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
    Saya berlindung kepada Alloh dari menyesatkan, disesatkan, atau tersesatkan. Yang benar dari Alloh, yang salah dari saya sendiri.

    @
    Mas Dedi… uraiannya mantap… bolehkan saya naikkan lagi ke postingan. Mudah-mudahan postingan ini dan sebelumnya saling melengkapi sehingga kita dapatkan pengertian yang lebih baik dan insya Allah terhindar dari yang Mas sampaikan di akhir komentar. 🙂

    Suka

  7. @ Silahkan Mas Agor, terima kasih.

    @
    😀

    Suka

  8. deking said

    Wah sangat terlambat, tapi gak papa dech…

    Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya

    Kalau menurut saya dari tinjauan bahasa (maklum tidak bisa dari tinjauan agama : D ) kok kata kamu tidak menunjuk Nabi Adam dan juga kata isteri bukan menunjuk “istri kamu”
    Kata “kamu” menurut saya kok seperti untuk manusia generasi selanjutnya…
    Kita lihat kata “istrinya”…
    Kalau kata “kamu” merupakan Nabi Adam kenapa tidak memakai kata “istrimu”?
    Untuk lebih mudahnya saya tuliskan maksud saya sbb:

    Dialah yang menciptakan kamu (manusia) dari diri yang satu ( Nabi Adam) dan dari padanya (-nya=kata ganti milik untuk Nabi Adam)Dia menciptakan isterinya(-nya=kata ganti milik untuk Nabi Adam)

    PS:
    Kata yang saya cetak miring adalah kata2 yang saya ganti dengan kata pilihan saya sendiri (cetak tebal dan dalam kurung)
    Lagian kalau kita berpikir Nabi Adam lahir dari rahim seorang manusia lain apakah hal ini pada akhirnya hanya akan berakhir pada suatu lingkaran setan tanpa penyelesaian? (manusia lain itu lahir dari manusia lain sebelumnya dst)

    @
    Mas Deking : “Kata “kamu” menurut saya kok seperti untuk manusia generasi selanjutnya……”
    ayat lengkapnya : QS 4. An Nisaa’ “1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

    Kata : Hai sekalian manusia -> maknanya jelas yang disebutkan dalam lanjutannya adalah kepada segenap manusia. Pada tahap pertama dijelaskan menciptakan kamu seorang diri (Nabi Adam duluan kan…), dan dari padanya –> merujuk kepada nabi Adam (tentunya). Tahap berikutnya tampak dari kata :..”dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak….

    Pengertian : bisa kata kamu adalah merujuk pada segenap manusia (generasi seterusnya, setelah nabi Adam diciptakan), .. “kamu seorang diri” —> memang kita lahir sendiri-sendiri atau banyakan?. Siapakah isteri kita?, esensinya adalah dari yang satu itu dan kemudian Allah memperkembang biakan. Salah satu dari yang diperkembangbiakkan itu… itu yang “mungkin” masih dicari Mas Deking (atau sudah ditemukan?, atau masih dipilih? 😀 )

    Suka

  9. deking said

    Menambah…

    dan dari padanya (-nya=kata ganti milik untuk Nabi Adam)Dia menciptakan isterinya(-nya=kata ganti milik untuk Nabi Adam)

    Tetapi apakah Hawa sebagai istri Adam dilahirkan/diciptakan dari (tubuh) Adam {seperti cerita kyai waktu saya kecil: Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam}…wallahu a’lam…
    *******************
    Tetapi sekarang kita berandai2 seandainya kata kamu=Adam…

    Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya

    Seandainya kamu=Adam maka Adam dilahirkan dari seorang manusia lain (yaitu “diri yang satu”).
    Lalu “diri yang satu” itu laki2 atau perempuan?
    Misal “diri yang satu”=perempuan (dengan alasan perempuan yang melahirkan)…
    Kalau perempuan maka akan muncul sedikit pertanyaan yang muncul dari kalimat “dan dari padanya Dia menciptakan isterinya
    Kalau diri yang satu=perempuan masak dari rahimnya diciptakan istrinya, kok bukan suaminya?
    (PS: saya tidak tahu kata dalam bahasa Arab yang seperti apa yang digunakan dalam Surat Al A’raf: 189 untuk menyatakan kata “istrinya”…apakah yang dimaksud memang benar2 istri=pasangan wanita atau sebenarnya kata yang digunakan hanyalah sekedar “pasangan hidup” yang kemudian diterjemahkan menjadi “istri”…bukannya suami)
    Sekarang seandainya “diri yang satu”=laki-laki (dengan alasan karena ada kata “istrinya”)…
    Tentu saja muncul pertanyaan lagi…lalu bagaimana bisa seorang “istrinya” bisa diciptakan (dilahirkan?) dari seorang “diri yang satu” yang notabene laki2?
    Pertanyaan terakhir tsb mirip dengan pertanyaan benarkah Hawa dari tulang rusuk Adam?
    ***********************************8
    Terakhir…
    Sekali lagi saya pribadi (dengan segala keterbatasan dan kedangkalan ilmu saya) tetap berpendapat kalau
    “kamu”=manusia
    “diri yang satu”=Adam
    “istrinya”=Hawa

    @
    Oh ya… jangan dilupakan kata “rahim” memiliki pengertian kasih sayang (arti fisik yang dikenal rahim wanita)… perhatikan kata basmallah. Dalam buaian kasih sayang Allah.

    Suka

  10. deking said

    Ternyata masih nyambung lagi hehehe…
    MEngutip pendapat Mas Dedi :

    Namun, penciptaan Adam nampaknya melibatkan mahluk lain atau hukum alam karena dalam Alquran Alloh menggunakan kata “Kami” bukan “Aku” dalam membentuk tubuh

    Saya setuju dengan pernyataan tsb…
    Bukankah disebutkan kalau Adam diciptakan dari (saripati) tanah?
    Jadi Adam tidak muncul tanpa sebab/bahan …Adam muncul karena adanya (saripati) tanah…
    Berarti mungkin Kami=Alloh+(saripati) tanah…

    @
    Dalam artian seluas-luasnya, mahluk adalah bertasbih. Mahluk adalah karya cipta Allah. Perhatikan juga kata ini dalam ayat :
    QS 41. Fushshilat 11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”

    Langit dan bumi masih berupa asap, dipanggil oleh Allah dan menjawab.

    Alam semesta bertasbih, tapi kamu tidak mengerti tasbihnya (ada ayatnya).

    Jadi kata kami dipertimbangkan :Allah + saripati (tanah) adalah pernyataan yang bisa dipahami.

    Suka

  11. Ibrahim said

    melengkapi..

    Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya

    kamu=manusia
    diri yang satu=Adam=sel tunggal Adam
    nya(dari padanya)=sel tunggal Adam
    isterinya=hawa=sel tunggal Adam membelah dua menjadi Hawa
    sel membelah dua berarti kembar..kemudian berproses..di dalam satu rahim..anak-anak Adam dan Hawa pun dilahirkan kembar-kembar oleh Hawa..karena keturunan dari gen yang kembar..
    @
    Dalam rekayasa genetika, satu sel juga menyimpan keseluruhan informasi tentang segala hal dari manusia itu. Jenis kelamin hanya memberikan informasi mana yang resesif dan mana yang dominan. Bahkan sehelai rambutpun yang tumbuh haruslah ditetapkan kapan tumbuhnya dan dimana

    Suka

  12. Ibrahim said

    @Aricloud
    KEDUA
    Bagaimana dengan perkataan nabi, rumahku laksana surga bagiku. Nabi dibumi, hidup digurun tandus.
    Berarti surga itu kan soal rasa. Yang sesungguhnya nikmat bukan surga phisik itu semata, semua itu perumpamaan.

    QS. Ar Ra’du (13):35. “Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.”

    Yang sesungguhnya kenikmatan itu adalah pertemuan dengan yang mencipta kenikmatan. Tidak akan ke surga bagi yang melupakan dan tidak mengharapkan pertemuan dengan Allah SWT.

    QS. Al Ankabut (29):5. “Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
    QS. Al Ankabut (29):23. “Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.”

    Penghuni surga tidak menjadi tua, seperi sungai yang airnya tiada berubah rasa dan baunya, sungai air susu yang tiada berubah rasanya, tidak akan menjadi basi.

    QS. Muhammad (47):15. “(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?”
    QS. Qaaf (50):34. masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.

    Sepertinya segala sesuatu setelah kiamat menjadi tidak rusak, malah semakin membaik. Apakah mungkin nanti saat kiamat akan terjadi radiasi kosmik luar biasa yang menyebabkan berubahnya susunan atom/molekul/partikel/quark bagi semuanya, seperti berubahnya oksigen yang sekarang ini menyebabkan oksidasi dan cenderung merusak? Kemungkinan. Karena segala sesuatu pada periode akhirat menjadi kekal, tidak menua, tidak basi air susu, kulit manusia selalu menjadi baik, bila rusak menjadi baik lagi, bukan hanya di surga, di neraka pun demikian, setelah disiksa kulit manusia selalu berganti dengan kulit yang baru, karena segala sesuatu memang selalu menjadi lebih baik ke arah kekekalan.

    QS. Ibrahim (14):48. “(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”

    Isi langit dan bumi pun di ganti dengan langit dan bumi yang lain. Atau bisa dipahami bahwa materi dan energi penyusun bumi dan langit diganti. Quark diganti. Oksigen diganti. Baik secara susunan materinya ataupun energinya.
    Manusia itu berdimensi tiga, harus menempati ruang dan waktu untuk eksistensinya. Apakah surga dan neraka di alam ghaib, tentu tidak, harus di alam dengan ruang dan waktu manusia, sehingga surga dan neraka dapat dirasakan oleh manusia dengan haqul yakin..Adakah tempat selain dibumi yang memungkinkan bagi manusia untuk hidup dan merasa haqul yakin?
    Mata kita sekarang sedang dihijab oleh Allah untuk melihat rahasia itu. Nanti di akhirat kita akan melihat rahasia itu.

    QS. Ath Thariq (86):9. “Pada hari dinampakkan segala rahasia,”
    QS. Qaaf (50):31. “Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).”

    Surga kan soal rasa. Apakah surga setelah kiamat itu berbeda dengan surga yang telah dirasakan oleh Adam? Allah hanya cukup menyingkap tabir/mendekatkannya ketika Adam bertaqwa dibumi, maka surga pun akan dirasakan oleh Adam. Dan Allah cukup menutup tabir itu kembali sehingga surga itu pun hilang daripadanya setelah dia melanggar larangan-Nya.
    Cobalah kita memahami dengan menggunakan sebanyak-banyaknya ayat.
    Wallahu a’lam bishshowab.

    @

    Komen yang menarik : Penghuni surga tidak menjadi tua satu penjelasan yang menunjukkan minimalis perubahan. Satu informasi yang menunjukkan pula bahwa “sangat boleh jadi” hukum aturan (sunatullah) di hari kiamat berbeda dengan sunatullah di kehidupan kampung dunia.

    Suka

  13. haniifa said

    @ibrahim
    ” kamu=manusil tunggal Adam…….. tunggal Adam membelah dua menjadi Hawa ”
    Huuuu….huuuu nggak uu yech ?

    Mas Ibrahim ini kok mo ikut-ikutan mutasian yach !
    Saya bersyukur, mudah-mudahan selamat…!

    ” …memahami dengan menggunakan sebanyak-banyaknya ayat. ”
    Ini dia mutasi gal..gagal…..he.he.he.he.he.he.he.

    Mas…mas…mas…mas…masss hoiiiiiiiiiiiiiiiiii

    Indonesia Rakyat buannnyak banget “ditantang perang oleh Australia” hemmm……
    (woooww. jangan dianalogikan yach, tolong)

    Ha..ha..ha..ha…

    Fulan A: ummi = nggak ngerti al kitab, kemudian Umur > 14.
    Fulan B: Bisa Al Fatehah + Al Baqarah ayat 1 + Semua Hukum Shalat. (hapal 8 Ayat saja)

    Coba sama mas ibrahim kota.katik sampai botak ???????
    Fulan A: dapat menyimpulkan “GAMPANG BUUUANG YACH ISLAM”

    Suka

  14. Alloh telah menciptakan beberapa hewan hemaprodite, misalnya cacing atau lintah, yang dapat meregenerasi dengan dirinya sendiri (asexual) dan juga dapat kawin dengan jenisnya sendiri(sexual).
    Laki-laki/jantan memiliki unsur kewanitaan yang dapat dilihat sisa-sisanya pada dadanya (maaf puting susu) dan juga memiliki kromosom XY dimana kromosom X adalah kromosom wanita(XX). Jadi tidak ada laki-laki tulen yang memiliki kromosom YY. Boleh dikata, laki-laki itu hemaphrodite.
    Jika ada contoh hewan hemaphrodite yang diciptakan Alloh dapat meregenerasi dengan asexual, maka Alloh mampu menciptakan Hawa dari tubuh Adam. Jadi secara ilmiah tidak ada yang aneh, jika Hawa diciptakan dari Adam.

    @
    Secara genetis, laki-laki bisa “memperbanyak” diri. Begitu maksudnya!. Secara teknis genetis, informasi dari setiap sel juga memberikan informasi tentang keseluruhannya. Tidak aneh. Subhanallah.

    Suka

  15. Ibrahim said

    @Dedi Ganedi
    Jadi secara ilmiah tidak ada yang aneh, jika Hawa diciptakan dari Adam.
    @
    Memang tidak ada yang aneh, tapi bagaimana penjelasan lebih lanjut yang dapat diterima secara ilmiah bahwa Hawa dari Adam?
    Dari rahim Adam kah? bagaimana nih? atau yang lain?

    @
    kalau penjelasan ilmiah, secara teori mudah saja. Soal kebenarannya (siapa bisa tahu), tidak ada bukti dan penjelasan. Jadi Mas, apakah kita bisa melakukan hipotesis lebih tajam?.

    Suka

  16. sikabayan said

    Ikutan lagi dikit ah kang agor…
    kabayan ikut andai-andaian nyah…
    biasanya hewan hermaphrodite itu kan bukan di makhluk berdarah panas, jadi jantan berdarah panas tidak ditemukan bisa berkelamin dua, tetapi kalo hewan betina semodel kambing bisa saja beranak tanpa jantan, dengan menggosok-gosokan anunya ke pohon.
    tapi kalo soal membelah dua, rasanya bukan hanya dominasi makhluk ber sel satu, contoh telur yang sudah dibuahi dalam jangka waktu tertentu menjadi seperti ada bekas gigitan, lalu membelah, satu jadi janin satunya jadi plasenta,
    plasenta nempel di rahim kalo ada rahimnya,
    mungkin pada waktu itu belum ada rahim jadi yang seharusnya jadi placenta itulah yang berubah jadi hawa…
    wah cukup bodor juga mungkin ini kupasannya yah?..
    anggap aja kupasan kentang gituh…

    @
    hermaphrodite dan komponen yang membentuk manusia … seperti disampaikan rekan sebelumnya… tidak terlalu aneh (untuk para biologist)… kita bisa menarik pelajaran logis bahwa Adam menghasilkan Hawa adalah sebuah keniscayaan jua. Kira-kira begitu. 😀

    Suka

  17. Ibrahim said

    @Aricloud
    KETIGA

    QS. 15:18. kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.

    setan dan jin mencuri-curi berita yang dapat didengar (dari malaikat), yang mana malaikat-malaikat sepertinya sedang bercakap-cakap atau berkata-kata, jadi berita itu bukan dari Allah SWT langsung.
    Kenapa setan dan jin menyadap perkataan malaikat? Kenapa ada manusia yang kemudian menyadap berita dari setan dan jin? Atau manusia yang melakukan perjanjian dengan setan dan jin? Kenapa manusia tidak dapat langsung menyadap berita dari perkataan langsung dari malaikat kecuali hamba pilihannya? Bukankah manusia sudah diberikan firman-firman Allah SWT yang terang?
    Kecuali hamba pilihannya yang dapat berbincang dengan malaikat. Para nabi dan rasul.

    QS. Al Jin (72): 8-9. “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
    QS. Al Jin (72): 10. “Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.”

    Dulu setan dan jin dapat menduduki beberapa tempat di langit untuk mendengar-dengarkan berita, tapi sekarang tidak lagi dapat mengetahui rahasia langit karena adanya penjagaaan.

    QS Al Baqarah (2): 30. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Jelas sekali disini dikatakan oleh Tuhan bahwa malaikat tidak mengetahui apa yang akan dijadikan Allah seorang khalifah di muka bumi. Tuhan yang sesungguhnya mengetahui. Malaikat hanya mengatakan suatu kesimpulan awal atau prasangka dari apa yang sebelumnya terjadi dimuka bumi, malaikat kira yang hendak dijadikan seorang khalifah itu adalah salah satu dari makhluk yang sudah ada dibumi. Karena pada perkataan awalnya Tuhan hendak menjadikan bukan menciptakan, jadi di kira malaikat hendak menjadikan salah satu dari makhluk yang sudah ada dibumi itu menjadi seorang khalifah. Beda jika Allah pada awalnya berfirman: “Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah di muka bumi”. Menciptakan berarti sesuatu yang baru. Jika firman Allah “menciptakan” kiranya malaikat mungkin tidak akan bertanya, tapi menunggu apa yang akan diciptakan oleh Allah.
    Kenapa pada mulanya Allah berfirman dengan menggunakan kata “menjadikan” bukannya “menciptakan”?
    Kiranya Allah berkehendak menciptakan seorang khalifah dari sesuatu yang sudah dijadikannya.
    Hanya Allah yang mengetahui hakekat firman-Nya. Semoga bermanfaat. Amiin.
    Wallahu a’lam bishshowab.

    @
    Amin, penjelasannya mantap dan mencerahkan… beberapa hari ini agor mendapat banyak pelajaran dari sahabat-sahabat yang merelakan waktunya untuk memberikan kemanfaatan. Terimakasih. Semoga ini bermanfaat (sy akan susun kembali di kejap lain ke postingan berikutnya). Amin.

    Suka

  18. @Ibrahim
    Coba buka website http://www.malepregnancy.com/science/
    Tentang laki-laki hamil.

    @
    ada filmnya juga… laki-laki hamil…. 😀

    Suka

  19. Ibrahim said

    ..koreksi..
    Bagaimana memahami “menjadikan” dengan “menciptakan”? Apa bedanya? Ada yang punya pendapat?
    Kenapa pada mulanya Allah berfirman dengan menggunakan kata “menjadikan” bukannya “menciptakan”?
    Kiranya Allah berkehendak menciptakan seorang khalifah dari sesuatu yang sudah dijadikan-Nya.
    Hanya Allah yang mengetahui hakekat firman-Nya. Semoga bermanfaat. Amiin.
    Wallahu a’lam bishshowab.

    @
    Dari uraian sebelumnya, saya baru memahami kembali, kita memang sebaiknya membedakan antara menjadikan (to be) dan menciptakan (creative, creation).

    Suka

  20. Ibrahim said

    @Dedi Ganedi
    Situs yang menarik. Juga?
    Apakah dengan ‘Tentang laki-laki hamil’ itu kemudian mas Dedi Ganedi juga ingin mengatakan bahwa Adam a.s. hamil? Hawa dari rahim Adam a.s.? Dalam rahim Adam a.s. mengandung Hawa? Adam melahirkan Hawa sebagaimana perempuan melahirkan anaknya? Atas dasar situs itukah atau ayat Al Qur’an kah? Begitukah?

    @
    bahwa laki-laki bisa hamil, tapi saya kira Mas Dedi tidak mengatakan Adam a.s. hamil…. 😀

    Suka

  21. aricloud said

    1.
    @Ibrahim dan @Dedi Gunaedi
    “Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya”
    Ayat diatas diambil dari QS Al A’raf : 189
    sedangkan yang dipakai mas agor :
    QS 4. An Nisaa’ “1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya….
    Dari suratnya saja berbeda,
    Mari kita telusuri kembali Al A’Raf :188-189, (kedua ayat ini jangan dipisah):
    Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan sekiranya Aku mengetahui yang ghaib, tentulah Aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan Aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (Al A’raf :188)
    “Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”. (Al A’raf :189)
    Jelas sekali (terpaksa saya menjelaskan Ulang) bahwa yang diajak berbicara adalah Rasulullah SAW, sehingga kata
    “Kamu” = Rasulullah Muhamamd saw
    “Diri yang satu” = Nabi Adam as
    “Dan dari padanya” = Dan dari pada “nabi Adam”
    Sedangkan ayat QS 4. An Nisaa’ “1.
    “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu”
    arti
    kamu = sekalian manusia
    dari seorang diri = nabi adam
    dari padanya = dari nabi adam as.
    Ayat QS An Nisa’ ini apakah tidak cukup menjadi bukti bahwa Adam as adalah “seorang diri”?
    “Seorang diri” itu artinya “seorang diri”.
    2.
    @ibrahim
    “…dan dari padanya Dia menciptakan istrinya..”
    dari padanya ini jelas sekali insya Allah maksudnya “dari nabi adam” Dia menciptakan istrinya. sehingga Siti Hawa memang benar-benar diciptakan dari Nabi Adam as. wallahu ‘alam bagaimana caranya.
    Pendapat Mas Aricloud gimana? bagaimana caranya penciptaan itu? agar ayat-ayat Al Qur’an saling menjelaskan, tidak bertentangan.
    Pendapat saya : terus terang saya tidak berani mengungkapkan pendapat tentang darimana asal Hawa. saya hanya berani menyimpulkan bahwa hawa diciptakan dari “nafsun wahidah” diri yang satu yaitu nabi Adam as. Namun tidak dijelaskan secara rinci bagaimana caranya.
    Memang ada beebrapa pendapat yang menyebutkan bahwa Hawa diciptakan dari “tulang rusuk” Adam, namun pendapat ini sangat lemah karena berlandaskan pada hadits2 dhaif serta cerita israiliyat semata.
    QS. Al Imran :7 :
    “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
    Nabi Muhammad saw saja tidak pernah menebak2 ayat yang mutasyabihat kecuali dituntun oleh Allah SWT, sehingga Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengatakan sesuatu kecuali dituntun oleh Allah SWT dan terjaga kebenarannya.
    3.
    QS. Al Alaq (96):2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
    Manusia yang mana?, Apakah Allah memberikan perkecualian baik kepada Isa a.s. maupun Adam a.s. ataupun Hawa?
    Ya…Allah SWT memang memberikan pengecualian kepada penciptaan Adam as dan Isa as.
    Ali ‘Imran 59. “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia”
    Kesamaan penciptaan Isa as dan Adam as adalah penciptaan yang khusus, dimana tidak melalui tahapan seperti manusia pada umumnya, namun dalam ayat tersebut jelas sekali ada kata : “Inna matsala” “sesungguhnya misal”
    Jadi hanya permisalan, bukan sama 100% antara penciptaan Adam as dan Isa as. Jadi kesamaan ini hanya menunjukkan sama-sama berbeda dengan manusia umumnya.
    Oleh karena itu Hadits2 nabi sangat perlu juga menjadi rujukan :
    Dari Abu Hurairah ra, ia telah berkata: “Telah bersabda Rasulullah SAW: Ketika Allah menciptakan Adam dan meniup ruh ke dalamnya, ia bersin kemudian berkata: “Segala puji bagi Allah.” Ia memuji Allah dengan izin-Nya. Kemudian Tuhannya berkata kepadanya: “Semoga Allah merahmatimu wahai Adam. Pergilah ke malaikat itu yang sekelompok mereka sedang duduk-duduk, katakankah: Semoga keselamatan bagi kalian.” Mereka berkata: “Dan semoga bagimu keselamatan dan rahmat Allah.” Kemudian ia kembali kepada Tuhannya. Dia berkata: “Sesungguhnya ini adalah penghormatanmu dan penghormatan keturunanmu.” Lalu Allah berkata kepadanya dengan kedua tangan-Nya yang terbuka: “Pilihlah yang engkau kehendaki!” Ia berkata: “Aku memilih sebelah kanan Tuhanku. Dan kedua tangan Tuhanku adalah kanan yang berkah.” Kemudian Dia membukanya, maka di dalamnya adalah Adam dan keturunannya. Lantas ia berkata: “Wahai Tuhan, apakah mereka itu?” Dia menjawab: “Mereka adalah keturunanmu.” Adapun setiap manusia telah tertulis umurnya di antara kedua matanya. Di antara mereka ada seorang lelaki yang paling bercahaya atau termasuk di antara yang paling cemerlang. Ia berkata: “Wahai Tuhan, siapakah ini?” Dia menjawab: “Ini adalah anakmu Dawud. Telah Aku tulis umur empat puluh tahun untuknya.” Ia berkata: “Wahai Tuhanku, tambahilah umurnya.” Dia berkata: “Namun yang demikian telah aku tulis untuknya.” Ia berkata: “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku memberinya enam puluh tahun dari umurku.” Dia berkata: “Engkau (menginginkannya) dan demikianlah (Aku penuhi).” Kemudian Adam tinggal di surga selama yang dikehendaki Allah, lalu ditagih darinya. Saat itu Adam menghitung untuk dirinya. Beliau bersabda: Kemudian ia didatangi Malaikat Maut. Adam berkata kepadanya: “Kamu terlalu cepat. Telah ditulis untukku seribu tahun.” Dia (malaikat) menjawab: “Tentu, namun engkau telah memberikan enam puluh tahun untuk anakmu Dawud.” Ia (mempunyai tabiat) mengelak, maka keturunannya pun (mempunyai tabiat) mengelak. Dan ia (mempunyai tabiat) lupa, maka keturunannya pun (mempunyai tabiat) lupa. Beliau bersabda: “Maka sejak hari itu, diperintahkan penulisan dan persaksian.”
    HR at-Tirmidzi (3368), Dinyatakan shahih lighairih oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ (II: 5209) dan Takhrij al-Misykah (III: 4662).
    “Telah bersabda Rasulullah SAW: Ketika Allah menciptakan Adam dan meniup ruh ke dalamnya, ia bersin kemudian berkata: “Segala puji bagi Allah.”….
    Saat Allah meniup ruh ke tubuh Adam as, adam lantas bersin dan berkata “Segala Puji bagi Allah”. Berarti sangat jelas bahwa Adam as insya Allah diciptakan langsung menjadi Adam yang siap bekerja, siap berjalan, bahkan siap berkawin,
    Dan tidak perlu lagi adam disusui oleh seorang ibu, atau digendong2 oleh ibu2 yang gemes melihat bayi adam yang lucu kecuali prasangka saja.
    Perhatikan lagi hadits berikut :
    Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata bahwa Rasulullah saw. telah menceritakan kepada kami dan beliau adalah orang yang paling benar dan dibenarkan perkataannya, “Sesungguhnya sebagian kalian dikumpulkan bahan ciptaannya di rahim ibunya 40 hari dalam bentuk nuthfah. Kemudian menjadi ‘alaqah dalam masa yang sama (40 hari), kemudian menjadi mudghah dalam masa yang sama (40 hari). Kemudian Allah mengutus malaikat kepada ciptaan itu, lalu malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat ketetapan; Ketetapan rezki; Amal perbuatannya; Ajal usianya; Dan nasibnya di akhirat, sengsara (penghuni neraka) atau bahagia (penghuni surga). Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada salah seorang dari kalian yang melakukan perbuatan penghuni surga hingga antara jarak antara dia dengan surga sejauh satu hasta, lalu catatan takdirnya yang lebih dulu telah menggariskan hingga ia melakukan perbuatan penghuni neraka dan (akhirnya) ia masuk ke dalam neraka. Dan sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan penghuni neraka hingga jarak antara dia dengan neraka sejauh satu hasta, lalu catatan takdirnya yang lebih dulu telah menggariskan, hingga ia melakukan perbuatan penghuni surga dan (akhirnya) ia masuk ke dalam surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)
    Hadits ini adalah salah satu hadits yang disepakati keshahihannya oleh Imam hadits, Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Al-A’masy telah menceritakan kepada Abu Bakar bin Abu Syaibah, Abu Mu’awiyah, Waki’, Muhammad bin Abdullah bin Numair Al-Hamdani dari Zaid bin Wahab dari Abdullah bin Mas’ud r.a.
    hadits ini diawali dengan penegasan parsial yang tidak menyeluruh, yaitu إِنَّ أَحَدَكُمْ (Sesungguhnya sebagian dari kalian). Ungkapan ini menegaskan bahwa sebagian manusia diciptakan Allah dengan proses yang disebutkan di dalam hadits dan sebagian lainnya Allah sendiri yang menciptakannya sebab proses penciptaan Adam dan Hawa tidaklah sama dengan proses penciptaan anak keturunannya.
    4.
    Mengenai QS Al Imran : 6,
    “Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
    Ayat diatas ditujukan untuk penciptaan manusia pada umumnya, tentu saja karena penciptaan Adam as bersifat khusus yang dijelaskan oleh ayat2 lain. Apakah dengan demikian Al Quran bertentangan ayat2nya?
    Tentu saja tidak. contoh dalam penciptaan manusia ada disebutkan dari “tanah”, diayat lain disebutkan dari “air” bahkan diayat yang berbeda dari “segumpal darah”. hal ini sama sekali tidak menunjukkan pertentangan, tapi saling melengkapi.
    Demikian juga penciptaan manusia pada umumnya dgn pengkhususan Adam as.
    5.
    QS Al Baqarah (2): 30. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
    kata “menjadikan” “jaa’ilun” asal kata dari جعل-يجعل (ja’ala-ja’ilun) ini sebenarnya bahasa lain dari “menciptakan” dimana penegrtian jadi disini adalah “meng’ada’kan” atau membuat jadi ‘ada’ dari ‘tiada’, mirip dengan kata “jadi” (yakuun) يكون, pada “kun fayakuun”.
    6.
    @ibrahim: “Jelas sekali disini dikatakan oleh Tuhan bahwa malaikat tidak mengetahui apa yang akan dijadikan Allah seorang khalifah di muka bumi. Tuhan yang sesungguhnya mengetahui. Malaikat hanya mengatakan suatu kesimpulan awal atau prasangka dari apa yang sebelumnya terjadi dimuka bumi, malaikat kira yang hendak dijadikan seorang khalifah itu adalah salah satu dari makhluk yang sudah ada dibumi.”
    ‘Malaikat hanya mengatakan suatu kesimpulan awal atau prasangka dari apa yang sebelumnya terjadi dimuka bumi,
    Mas ibrahim, menurut mas apa yang sebelumnya terjadi dimuka bumi?
    adakah ayat yang menjelaskan secara eksplisit pendapat mas tersebut ataukah hanya dalam ‘kira-kira’ atau ‘prasangka’ atau ’sepertinya’ hanya karena kita tidak mampu menerima penjelasan Allah yang kurang logis di akal manusia? sehingga kita memaksakan diri untuk melogis2kannya?
    Oya…kalau keterangan saya ini masih belum sreg buat mas ibrahim (atau yang lain?) demikianlah mungkin keterbatasan akal saya.
    Karena saya melihat diskusi bukan cuma membahas perbedaan ‘kesimpulan’ tapi kelihatannya juga perbedaan dalam cara ‘menarik kesimpulan’.
    Jika sudah terjadi perbedaan dalam cara menarik kesimpulan, maka akan sulit untuk mempertemukan kesimpulannya.
    Wallahu’alam bish showab
    mohon maaf bila ada kata yang menyinggung perasaan
    Insya Allah ukhuwah tetap dijaga
    wassalam

    @
    Uraian yang mendalam, mencerahkan… trim’s lengkap uraiannya jelas. Saya harus nyambung lagi nih untuk jadi postingan baru 😀

    Suka

  22. aricloud said

    @Dedi ganedi
    wah situsnya boleh juga (http://www.malepregnancy.com/science/)..dalam science memang apa saja bisa dicoba
    sayang ada kalimat :
    “Please note that RYT Hospital is not accepting new patients for this procedure. Male pregnancy is still in its experimental stage and will not be available to the public in the immediate future.”
    juga sayangnya situs tersebut tidak menampilkan domisili serta organisasinya. Dimana RYT hospital itu? saya kok cari tiap2 halaman web gak ada ya? bahkan di bagian ‘contact us’nya juga cuma suruh e-mail.
    Ini organisasi bener or maya? ada yang punya info lanjut?
    mas agor dah liat?

    @
    situs itu memang aneh juga. Menurut pengetahuan agor yang terbatas, semuanya sih mungkin saja. Namun, laki-laki hamil, tentu saja janggal, karena Allah memang menghadirkan laki-laki bukan untuk hamil, meski teoritis bisa. Hormon dsbnya harus disiapkan ke sana secara teliti dan seksama. Namun, agak susah berkomentar. RYT Hospital digolongkan juga sebagai hoax 😦

    Suka

  23. haniifa said

    he.he.he.he.he.he.he.he.he.
    Polemik…polemik..polemik…polemik….
    muter…muter..muter… LOOPING (….kata istilah programmer….)
    pusing..pusing..pusing…Tak Hingga (…kata istilah matematik…)
    ….
    ….
    saya yang dunguwan :
    to:Mas Haniifa (…..he.he.he. saya sendiri yach)
    Tny: Tahu maksud “Permanis me Pendidikan”
    Jwb: Insya Allah, baligh.
    Tny: Tahu arti “Sains – Inregligion”
    Jwb: Waaah…..opo kira kira. ahhh nggak tahu persis mo tanya malu.
    Tny: Kok malu
    Jwb: Kursusnya dekit.dikit, makanya nggak yakin (teu baleg).
    Tny: Ok, saya maklumi??? bisa pake pat guli pat
    Jwb: he.he.he. bisa (tapi saya nggak tulis tuh..kalau salahkan malu..!!”
    Tny: Kenapa kok bertahan.
    Jwb: “Pokoke” yakin, Ilmu Allah ada dimana-mana, Kan saya ingin “Pokoke Utung
    tapi atas idzin Allah”…surat wal asri gitu.
    Tny: BUKTIKAN !!.
    …..Surat Al Maai’dah 35 (QS 5:35)
    …..”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan
    …..yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya
    …..kamu mendapat keberuntungan. ”
    Jwb: OOOY…Mas Haniifa “wah..wah..wah –???–.hu.hu.hu.”.
    Tny: Kamukan yang nulis ini: “…..anu-nya ya untuk “saya sendiri”, …”
    …..Gimana kalau diminta pertangung jawabannya. Kan orang jadi salah ngerti.
    Jwb: Insya Allah, Buat yang ngerti ya ngerti, yang engga ya engga. Hanya Allah
    …. Yang Maha Tahu Segalanya.
    COBA SIMAK:
    ————–
    Surat Ali Imran 20 (QS 3:20)
    ” Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. ”
    Seandainya:
    Al Kitab: Kitab yang diturunkan oleh Allah.
    Pengertian Al Kitab = Zabur, Tauret, Injil dan Al Qur’an.
    Kenapa kaum bani Israil, kaum Nashara disebut tersesat ???
    Apakah karena mereka ahli kitab ???
    Lalu yang mempelajari Al Qur’an (apakah termasuk ahli kitab) ???
    Lalu yang mempelajari Hadist-Hadist (apakah juga termasuk ahli kitab) ???
    Kenapa masih ditawarkan masuk islam ??
    Apakah mereka belum islam ??
    Hiraukan siapa yang berkata, tapi simak maksud saya ???
    “————–
    Ibrahim Berkata:
    Juni 5th, 2007 pada 5:26 pm
    ..koreksi..
    Bagaimana memahami “menjadikan” dengan “menciptakan”? Apa bedanya? Ada yang punya pendapat?
    Kenapa pada mulanya Allah berfirman dengan menggunakan kata “menjadikan” bukannya “menciptakan”?
    Kiranya Allah berkehendak menciptakan seorang khalifah dari sesuatu yang sudah dijadikan-Nya.
    Hanya Allah yang mengetahui hakekat firman-Nya. Semoga bermanfaat. Amiin.
    Wallahu a’lam bishshowab.
    @
    Dari uraian sebelumnya, saya baru memahami kembali, kita memang sebaiknya membedakan antara menjadikan (to be) dan menciptakan (creative, creation).
    ————”
    (To: Mas Argosiloku : Semoga Allah membalas kebaikan saudara)
    Tema blog : Lho Kok Nabi Adam di lahirkan dari mahluk hidup lain.
    Tujuan: Diharapkan mendapat kesimpulan.
    Proses : Polemik Al Qur’an, hadist, Referensi, Pendapat, Argumen, Link.. dll.
    Kesimpulan saya sementara ????? batasan–tidak terhingga semakin menyimpang.
    Beginikah cendekiawan muslim yang Nabi Muhammad s.a.w harapkan ???
    Saya bertanya pada diri sendiri : seandainya kita termasuk QS 3:20 ???
    Insya Allah, dengan idzin Allah saya “Haniifa” email:tanya Mas Argosiloku.
    Mendapat suatu hikmah:
    Karena ingin selalu beruntung.
    Saya semakin yakin tafsiran Surat Al Maai’dah 35 (QS 5:35) ?? benar adanya
    Insya Allah, saya tidak bermaksud merendahkan disiplin ilmu pembaca.

    @
    Wass.wr.wb.
    Wah, banyak niat dalam satu komen, ide yang dilontarkan. Bahkan banyak yang bisa saya jadikan ide untuk postingan baru nih. 😀 Terimakasih lho.
    Mengapa saya memilih tema Sains InReligion…. nggak tahu juga ya. Bukan maksud untuk “islamisasi sains”, tapi karena kedua hal ini saya suka dan karena saya memang ingin belajar memahami keduanya, ingin jadi orang shaleh … duduk… berdiri… berbaring… di kamar kerja … sedang naik kendaraan… dimana saja… ingat padaNya…..

    Suka

  24. sikabayan said

    Kabayan abis jalan2 ngliat situs laki2 bunting…
    duh…
    jadi ingat sohib nya si iteung yang hamil diluar kandungan, sakitnya ngga ketulungan kliatannyah… baru tiga-1/2 bulan langsung diambil sama dokternyah.. bisa membawa kematian katanyah klo diterusin…
    memang kodrat wanita semenjak akil-balig harus merawat bantal calon bayi yang dibikin dari darah, tiap bulan klo ngga dipake dibuang jadi haid, klo jadi bayinya baru berkembang jadi penyangga bayi yang sangat canggih, tahan banting lagi…
    di timbang-timbang memang aneh juga kalo laki2 bisa hamil tanpa rahim, spermanya sendiri masuk kemana yah?, mungkin ngebalik kedalem kaya selokan kesumbat, kalo natural mungkin masuk keliang duburnya yang ngga nyambung ketempat bayi juga, kalo tidak natural alias dibikin alias tabung, mungkin mesti cangkok rahim dari perempuan ke si laki2 ituh…
    ah… jadi ingat iteung yang ada tempat bayinya…
    pulang dulu ah ka iteung..


    @

    RYT Hospital digolongkan juga sebagai hoax. Itu guyonan.. tidak ada tuh Kang Kabayan penelitian tentang laki-laki huaaamilll 😀

    Suka

  25. sikabayan said

    Kang Aric..
    kabayan pais sedikit tulisannya ada yang menarik..
    Dia berkata: “Sesungguhnya ini adalah penghormatanmu dan penghormatan keturunanmu.” Lalu Allah berkata kepadanya dengan kedua tangan-Nya yang terbuka: “Pilihlah yang engkau kehendaki!” Ia berkata: “Aku memilih sebelah kanan Tuhanku. Dan kedua tangan Tuhanku adalah kanan yang berkah.” Kemudian Dia membukanya, maka di dalamnya adalah Adam dan keturunannya. Lantas ia berkata: “Wahai Tuhan, apakah mereka itu?” Dia menjawab: “Mereka adalah keturunanmu.” Adapun setiap manusia telah tertulis umurnya di antara kedua matanya.
    yang ini nih..
    Lantas ia berkata: “Wahai Tuhan, apakah mereka itu?”
    berarti saat itu Nabi Adam tidak mengenali rupa turunannya yah?
    gimana inih pendapat kang Agor nu kasep…

    @
    Wah saya juga tidak tahu mengenai hadis ini. Apakah begitu bentuk pertanyaannya. Jika diasumsikan hadis ini benar, dan Allah menjelaskan maka tentu nabi Adam ditunjukkan sekumpulan turunannya, manalah mungkin dilihat rupa-nya satu-demi satu…. rupa = wajahnya 😀

    Suka

  26. @Ibrahim
    Saya tidak ingin sekali mengatakan atau yakin bahwa Nabi Adam hamil seperti Mr. Lee. Allah memiliki banyak cara untuk menjadikan manusia dari seorang laki-laki yang belum diketahui ilmunya oleh manusia.
    Saya hanya menunjukkan bahwa secara ilmiah laki-laki bisa melahirkan anak. Embrio bisa tumbuh dimana saja di dalam tubuh yang hidup.
    Ada suatu kejadian seseorang telah dioperasi mengeluarkan ulat dari bola matanya. Setelah dianalisa matanya pernah kemasukan telur serangga. Sehingga ia melahirkan seekor ulat dari matanya.
    Embrio mungkin saja tumbuh di bawah kulit tubuh manusia. Menancapkan akarnya (bakal tali pusar) ke dalam daging.
    Kemudian tumbuh membesar bagaikan tumor, bedanya embrio memiliki struktur tubuh yang jelas. Seperti kata Kabayan, bisa terjadi kehamilan di luar kandungan.

    @
    menarik, tapi saya bukan dokter jadi tidak bisa ikutan berkomentar ya… Namun yang jelas, banyak sekali mahluk hidup lain dalam tubuh kita. Bermilyar-milyar… mereka hidup, beranak pinak dan berkembang biak.

    Suka

  27. aricloud said

    @sikabayan
    ‘Kemudian Dia membukanya, maka di dalamnya adalah Adam dan keturunannya. Lantas ia berkata: “Wahai Tuhan, apakah mereka itu?” Dia menjawab: “Mereka adalah keturunannmu.’
    Hmm..saya juga tidak terlalu paham akan dialog ini,
    namun kalau saya hanya hidup sendiri (belum ada manusia lain) kemudian diperlihatkan sesuatu (sesuatu ini juga kita tidak dapat mengintepretasikannya apakah gambar, foto, atau miniatur, atau bahkan video?) dimana sesuatu itu ada diri saya sendiri dan orang2 lain yang tidak saya kenal, maka saya mungkin juga akan bertanya..”apa itu?”
    Dulu sekali (sedikit cerita) saya pernah sakit demam berdarah, hingga tingkat yang paling gawat. Suatu ketika saya demam sangat tinggi dan hilang kesadaran selama beberapa hari. Ketika sedikit sadar, saya tidak mengenali diri sendiri, saya bahkan memandangi kedua tangan saya dan bertanya dalam hati “apa ini?” kemudian saya merasa takut dengan orang-orang yang ada di sekeliling saya karena saya tidak tahu apa dan siapa mereka hingga kemudian pingsan lagi. Alhamdulillah kemudian saya menjalani beberapa perawatan khusus hingga setelah hampir sebulan dirawat di RS Islam Cempaka Putih saya dibolehkan pulang.
    (nyambung gak sih..?) yah tanpa bermaksud mempersamakan dengan kasus nabi Adam as, namun kayaknya saya secara pribadi mampu berempati kepada pertanyaan Nabi Adam as pada dialog tersebut walaupun mungkin tidak sampai pada tingkat memahami.
    Allahu’alam

    @
    komentar yang apik. Jangan lupakan… ini datangnya dari hadis, jadi redaksi kalimatnya merupakan variabel dari pemahaman para periwayatnya.

    Suka

  28. sikabayan said

    @kang Aric…
    dapat dipahami pendapatnyah… serta cukup2 nyambung… memang blom pernah melihat diri sendiri Nabi Adam AS. nyah…
    duh.. jadi ingat cerita awal penciptaan yah… selagi segala sesuatu masih berbentuk nur yang belum terpecah…

    Suka

  29. sikabayan said

    Pais lagi punya kang Aric..
    QS Al Imran : 6,
    “Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
    Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata bahwa Rasulullah saw. telah menceritakan kepada kami dan beliau adalah orang yang paling benar dan dibenarkan perkataannya, “Sesungguhnya sebagian kalian dikumpulkan bahan ciptaannya di rahim ibunya 40 hari dalam bentuk nuthfah. Kemudian menjadi ‘alaqah dalam masa yang sama (40 hari), kemudian menjadi mudghah dalam masa yang sama (40 hari). Kemudian Allah mengutus malaikat kepada ciptaan itu, lalu malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat ketetapan; Ketetapan rezki; Amal perbuatannya; Ajal usianya; Dan nasibnya di akhirat, sengsara (penghuni neraka) atau bahagia (penghuni surga). Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada salah seorang dari kalian yang melakukan perbuatan penghuni surga hingga antara jarak antara dia dengan surga sejauh satu hasta, lalu catatan takdirnya yang lebih dulu telah menggariskan hingga ia melakukan perbuatan penghuni neraka dan (akhirnya) ia masuk ke dalam neraka. Dan sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan penghuni neraka hingga jarak antara dia dengan neraka sejauh satu hasta, lalu catatan takdirnya yang lebih dulu telah menggariskan, hingga ia melakukan perbuatan penghuni surga dan (akhirnya) ia masuk ke dalam surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)
    – yang membentuk kamu dalam rahim
    – sebagian kalian dikumpulkan bahan ciptaannya di rahim ibunya
    selaras sekali ini antara Al Qur’an dengan Al Hadist, memang semua bahan datangnya dari tanah…
    pantes yah klo lagi ngidam si iteung minta yang aneh2… lagi ngumpulin bahan..
    ah… kalam Allah tuhanku.. memang makin disimak makin detail ajah yah…
    @
    Betul Kang Kabayan !, makin disimak makin terperinci, makin tak terbatas, makin menyadari makin banyak ketidaktahuan.
    Rahim… penyayang… dalam kasih sayang Illahi

    Suka

  30. […] kalau mau hidup di Indonesia, kita harus bayar! Termasuk untuk tanah nenek moyang meski sejak jaman Nabi Adam ditempati oleh kakek buyut, kakek, sampai bapak dan ibu […]

    Suka

  31. deking said

    Wow..postingan yang ini laris manis Pak..
    <blockquote>Mas Deking : “Kata “kamu” menurut saya kok seperti untuk manusia generasi selanjutnya……”</blockquote>
    Iya pada dua komentar saya sebelum ini maksud saya dengan kamu=manusia adalah manusia generasi selanjutnya setelah Adam

    @
    iya rasanya begitu, apalagi kalau kita membaca ayat-ayat sebelumnya… lebih terasa lagi. 😀

    Suka

  32. Tentang riwayat penciptaan Adam dan Hawa yang dibawakan oleh para nabi dari zaman ke zaman adalah kebenaran walaupun ada resiko akan banyak orang yang tidak percaya karena belum bisa masuk nalarnya. Tetapi justru bagi orang yang berakal ini adalah bukti kebenaran bahwa para nabi datang bukanlah semata-mata atas kemauan dirinya sendiri dan bukan semata-mata untuk menambah pengikut sebanyak-banyaknya. Walaupun tidak masuk nalar, itu harus disampaikan karena itu kebenaran. Malahan Nabi Nuh hanya memiliki sedikit pengikut.
    Ketika Nabi Muhammad menceritakan Isra dan Miraj,ini bukan untuk membuat para sahabatnya menjadi tidak beriman dan bukan pula untuk mengundang cemoohan kaum kafir tetapi ini kebenaran yang harus disampaikan suatu peristiwa yang memang telah terjadi. Para sahabat langsung meyakininya walupun peristiwa itu bukan hal yang mudah dimengerti. Ketidakmengertian ini adalah bukti kebenaran nabi.

    @
    tidak masuk nalar… bukan berarti tidak beriman…

    Suka

  33. Ibrahim said

    QS Al Baqarah (2): 30. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
    Sungguh dalam satu ayat ini saja akan terdapat pemahaman manusia yang begitu banyak dari sudut pandang yang berbeda-beda. Akan beda cara memandang dan memahami bila latar belakang ilmu manusianya berbeda-beda. Akan berbeda antara yang berilmu genetik, purbakala, filsafat, bahasa, sejarah, fisika, biologi dll deh. Yang perlu diakui adalah bahwa pemahaman dan pengetahuan kita hanya sebatas pemahaman dan pengetahuan bukanlah kebenaran yang hakiki, yang hakiki hanya oleh-Nya.
    Seandainya ingin kita lebih pahami lagi, maka akan begitu banyak pertanyaan yang bisa kita tanyakan kepada satu ayat ini saja. Maha Kaya Allah.
    Mengapa para malaikat bertanya dengan berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” ?
    A. Malaikat mengetahui tabiat khalifah yang hendak dijadikan Allah melalui S.O.P (seperti Pak Ariclouud bilang). Kalau malaikat sudah mengetahui, apa maksud malaikat dengan bertanya lagi? Apakah malaikat ingin menolak S.O.P (baca: tugas) yang diperintahkan Allah? Kita semua yakin tentu tidak demikian. Apakah malaikat ingin protes pada Sang Maha Pencipta? Tentu bukan sifatnya malaikat. Apakah malaikat iri kepada khalifah itu? Tentu juga bukan sifatnya malaikat. Lalu? Bukankah malaikat makhluk yang sangat cerdas, untuk apa lagi malaikat menanyakan sesuatu yang (jika) sudah diketahuinya, apalagi yang ditanya adalah Yang Maha Tahu, yang sudah tahu kalau malaikat (jika) sudah tahu, tapi malah Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”, berarti Allah Maha Tahu bahwa malaikat tidak mengetahui. Jikalau malaikat memang sudah tahu bukankah pertanyaannya akan jadi sia-sia (maaf kalau saya salah)? padahal malaikat kan makhluk yang sangat cerdas, tentu pertanyaan juga harus cerdas.
    B. Malaikat tidak mengetahui yang akan dijadikan khalifah. Hanya menafsirkan sesuatu yang mungkin akan terjadi jika sesuatu kejadian sebelumnya telah diketahui, makanya malaikat menggunakan kata “<b>yang akan</b> membuat…”, malaikat memperkirakan akibat dari sebab yang diketahuinya. Sama seperti jika kita akan menjatuhkan batu besar ke kaki kita (kata Pak Agor) sebagai sebab, akibatnya kita perkirakan “yang akan membuat…” kita kesakitan. Makanya Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Maka wajar saja malaikat yang cerdas bertanya, karena malaikat yang cerdas menafsirkan akibat sesuatu dari sebab yang telah diketahuinya, tapi malaikat sesungguhnya tidak mengetahui akan kesempurnaan khalifah yang akan dijadikan-Nya. Malaikat memang tidak mengetahui keseluruhan tabiat dari khalifah itu, malaikat hanya melihat tabiat-tabiat jahat dari makhluk sebelumnya (yang belum ditiupkan Ruh-Nya), tapi tidak mengetahui akan tabiat-tabiat baik dan kecerdasan khalifah yang akan dijadikan-Nya. Makanya Allah kemudian menciptakan khalifah dengan menyempurnakan kejadian penciptaan khalifah itu dan meniupkan Ruh-Nya yang suci sehingga menjadi sempurnalah khalifah itu. Yang kemudian ternyata khalifah itu (Adam a.s.) lebih cerdas dari malaikat, hingga malaikat disuruh-Nya tunduk dengan bersujud.
    Manusia makhluk yang cerdas, para malaikat saja menafsirkan dengan kecerdasannya. Walaupun malaikat ternyata menafsirkan salah, tapi tidaklah berdosa para malaikat itu. Apakah manusia yang berusaha menafsirkan ayat-ayat-Nya untuk memuji-Nya walaupun penafsirannya ternyata salah akan dicatat dosa oleh-Nya, Allah hanya berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
    <blockquote>QS. Al Insan (76) : 1-2.
    1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
    2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.</blockquote>
    Jadi bagaimanakah Adam a.s. diciptakan? Seperti Isa a.s.? Bagaimana Pak Agor yang bijak?
    Sampai mana kita dapat memahami, menafsirkan, meng-explore ayat-ayat-Nya yang bertebaran dalam Al-Quran dan semesta raya yang bertujuan untuk berdzikir kepada-Nya?
    Wallahu a’lam bishshowab.

    @
    Dua peristiwa berbeda (dan ketiga dengan penciptaan Nabi Isa) karena sebab yang berbeda… sepertinya harus kita lihat keseluruhan dan segmentasinya ya 😀

    Suka

  34. ech said

    Hi mas agor.. wah saya agak ketinggalan diskusinya tapi ini juga topik menarik bagi saya.
    tentang ayat al-A’raf ayat 189. “dari diri yang satu” kalimat aslinya adalah “min nafsin waahidatin”. Jika mas agor kenal dengan orang yang paham bahasa arab, tolong tanyakan kata tersebut merujuk kepada objek laki-laki atau perempuan? Menurut saya (yang tidak pandai bahasa arab) kata tersebut merujuk pada objek perempuan, jadi aneh juga kalau di tafsirkan kepada nabi adam.
    Namun merujuk kepada ayat Ali ‘Imran 59 bisa masuk akal. Nabi adam dan Nabi isa bisa jadi sama-sama dilahirkan oleh seorang wanita (TANPA ayah). proses lahirnya mahluk dari sel ovum tanpa dibuahi oleh sperma dikenal dengan istilah Parthenogenesis. Dalam dunia hewan, hal ini lazim terjadi dan bukan hal yang tidak mungkin terjadi pada manusia.
    However, saya akan fokus pada hasil penelitian ilmiah (kalau main tafsir2an ayat bisa dikafirkan orang). Asal usul manusia juga ditelusuri oleh ilmuwan melalui metode ilmiah. Silahkan baca buku “Mapping human History” yang sudah tersedia di toko buku-toko buku kesayangan anda. Disitu dijelaskan bahwa tidak ada bukti bahwa kita (manusia modern) adalah keturunan dari manusia purba (manusia neardhenthal dan homo erectus). Bahkan manusia purba yang ditemukan di lembah bengawan solo (pithecanthrops erectus) bukanlah nenek moyang orang solo!
    dan asal usul manusia bisa di trackbak sampai sekitar 75.000 tahun yang lalu. Anehnya, asal usul manusia dari garis laki-laki dan perempuan terpisah jauh hampir 60.000 tahun. Hal ini pernah saya tulis di blog saya (mungkin sudah pernah baca yaa?)
    http://ech.blogspot.com/2006/08/most-recent-common-ancestor.html
    Jadi teorinya begini:
    – Nabi adam BUKAN lah manusia pertama (di mana dalam alqur’an dikatakan nabi adam adalah manusia pertama? kalau di injil sih iya…)
    – Namun semua manusia yang hidup dimasa sekarang, semuanya adalah keturunan Nabi Adam. Inilah yang dimaksud Alloh “menjadikan khalifah di muka bumi”.
    – Bisa jadi nabi adam dilahirkan oleh seorang wanita. hal ini memang debatable, tapi menurut saya alqur’an sendiri membuka kemungkinan hal ini.
    Sebenarnya saya ingin menulis halaman khusus tentang masalah ini di bloq saya untuk lebih detailnya, namun belum kesampaian.

    @
    Saya komentari duluan ya,… yang lain belum sempat… saking banyaknya komentar yang bermutu dan panjang-panjang. Padahal saat ini kebetulan sy juga lagi sibuk dgn beban pekerjaan….. (mohon maaf kepada yang belum dikomentari)

    Ah… betul… di sini terasa perlunya memahami pengertian-pengertian dalam bahasa Arab, logika saja tidak cukup. Ini keunggulan bahasa arab :”min nafsin waahidatin” merujuk diri yang satu memang berjenis wanita. Dan dari (wanita itu) dijadikan suaminya… tsumma ja’ala minha zaujahaa …. (Az Zumar… – musti cari dulu ayatnya)

    Mas Ech… ini benar-benar akan jadi debatable…. karena kalau nabi Adam diciptakan dari “mahluk hidup” lain…. ini seperti fiksi ilmiah deh…. karena penjelasan penciptaan Adam adalah dari lumpur yang diberi bentuk (disempurnakan)…

    Agor semakin ngambang, tapi semoga wacana yang kita kembangkan adalah karena Allah memberikan kita semangat untuk belajar, dan kita tidak tersesat untuk membuat dugaan-dugaan tanpa dasar (apalagi saling mengkafirkan). Semoga tidak ya…

    Kita open mind.. dan tetap tawadu… jagalah hati… jangan kau kotori (seperti lagu Aa)….

    Mas Ech… tulis di blog Mas… saya tunggu… good idea

    Suka

  35. sikabayan said

    euh.. kabayan jadi bingung soal Al A’raaf ini yah…
    rasanya beda denger sama baca teh…
    kalo waahid = satu… waahidatin= satu perempuan..
    tapi kalo wa-ahidatin = dan jadilah satu orang perempuan…
    min nafsin

    @
    kalau sudah bahasa arab dengan segala pernik-perniknya… agor juga nyerah deh…

    Suka

  36. sikabayan said

    min nafsin — dari yang hidup ini kebetulan baru satu2nyah…
    dari yang baru hidup satu2 ini di buat satu perempuan..
    euh… dibulak balik bisa jadi belok…
    ah… kabayan ngalamun lagi… euheuheh..

    @
    Kang Kabayan… ditunggu lamunan berikutnya 😀

    Suka

  37. ech said

    Betul mas agor kita harus open mind.
    kenapa di awal saya bilang menarik, karena di tinjau dari berbagai aspek, kisah penciptaan Nabi Adam ini banyak sekali kontroversinya. misal:
    1. apakah nabi adam di ciptakan atau dilahirkan?
    kontroversi berkaitan dengan al-A’raf ayat 189 dan Ali ‘Imran 59
    2. Apakah nabi adam manusia pertama ataukah sebelumnya ada manusia lain?
    Mengapa malaikat “tanya kenapa”? Di beberapa tafsir Albaqoroh:30 saya baca bahwa sebelum nabi adam diciptakan ada mahluk lain yang serupa manusia. apa dasar tafsir ini? Jangan-jangan nabi adam memang bukan manusia pertama, tapi tidak ada mau terima.
    3. Betulkan nabi adam di usir dari surga?
    Saya pernah baca (lupa sumbernya), para ulama dari dulu sudah berselisih paham ttg masalah ini. “surga”nya nabi adam ternyata sifat2nya berbeda dengan surga akhirat.
    Saya berpikir, kisah nabi Adam yang selama ini kita yakini banyak dipengaruhi oleh kisah dari injil. kalau di pikir-pikir, banyak sahabat-sahabat nabi dan ulama terdahulu berasal dari kaum nasrani yang kemudian masuk islam. Dan sedikit banyak daya analisis mereka terpengaruh oleh apa yang pernah mereka baca dan bagaimana pola pikir manusia dimasa itu.

    @
    bisa memang… kita open mind… toh kita mendiskusikan kejadian yang kita tidak menyaksikan….
    Juga mereka ulang… menafsirkan…. malah bisa-bisa masuk hutan rimba yang tak dikenal.
    Betul, banyak israiliyat…

    Suka

  38. Ibrahim said

    Pak agor, kok postingan saya ada yang enggak muncul ya?
    Pas dimasukin lagi kata wordpress sudah ada yang sama/sudah masuk tapi kok enggak muncul ya..
    Kalo postingan ini muncul berarti ada yang aneh dengan wordpress, sekarang saya mengisi bagian situs juga, apakah akan ditolak juga.

    @
    Udah dimunculkan… askimet lagi bingung rupanya….

    Suka

  39. aricloud said

    Assalamu’alaikum
    Hmm…Subhanallah ya mas agor, ternyata diskusi ini sangat hidup.
    saking hidupnya hingga saya tidak melihat dimana ujungnya.
    Saya sangat terbantu untuk meluaskan cara berpikir dengan adanya komen dari mas ibrahim, haniifa dan lainnya.
    Akan tetapi sepertinya perbedaan bukan cuma dari kesimpulan tapi juga cara menyimpulkan..
    Diskusi kelihatannya sudah mulai bolak balik pada pertanyaan yang sama, apa boleh kalau saya usul diskusi ini mungkin disudahi? Sesungguhnya saya sangat khawatir dengan ancaman Allah SWT pada QS Al Imran :7
    “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.”
    wassalam
    🙂 Smile for all of u 🙂

    @
    Kang Ari, sangat hidup diskusi ini. Agor juga tidak surprise deh…, panjang dan tajam. Evaluasinya menarik. Sampai bingung bagaimana mengurutkannya. Mungkin karena sebagian pembaca sudah membaca karya Agus Mustopha, sehingga kritisinya tajam. Semoga hal ini membawa kita pada kebaikan.

    Suka

  40. sikabayan said

    @kang aric betul juga…
    klo sudah terlalu berbahaya bisa jadi kena semuanyah… euh…
    memang Nabi Adam AS. adalah manusia pertama… menurut kabayan sih… mungkin memang ada makhluk lain sebelum manusia… tapi ya bukan manusia walaupun mirip… misal kera mirip manusia tapi jelas kera itu bukan manusia walaupun mirip… kewajiban jin sama2 beribadah, sama2 kewajibannya walaupun jelas jin bukan manusia…
    kalau ada manusia sebelum Nabi Adam As. tentunya iblis sudah dikutuk dari sebelum masa Nabi Adam AS.
    kabayan jadi ngalamun mikirin kenapa iblis dikutuk sebab tidak mau tunduk kepada Nabi Adam AS. tidak ke manusia sebelumnya jika ada, serta tidak juga disuruh tunduk kepada manusia sesudahnya, atau turunan Nabi Adam AS. malah keturunan Nabi Adam As. harus menundukan iblis serta keturunannya dengan kesolehan gituh…
    rasanya ciri2 inih menunjukan Nabi Adam As. sebagai manusia pertama.

    @
    Saya memahaminya Nabi Adam manusia pertama. Dibolak-balik “sepertinya” begitu, meski seperti kata Mas Ibrahim, tidak ada kata eksplisit (Maksudnya Allah nyatakan : Manusia yang disebut Adam dan di surga adalah manusia pertama).

    Suka

  41. sikabayan said

    pulang jalan2 bawa oleh2 dikit ah…
    ternyata kabayan menemukan bahwa cara pengechekan DNA secara umum… dapat menentukan keayahan… tetapi tidak dapat menentukan kebukan ayahan… anehkan yah?… tapi begitulah adanya sistem TEST DNA teh… euh.. tambah lagi satu oleh2 masalah penuaan karbon… bila karbon terkena panas tinggi akan mempengaruhi tingkat ketuaan karbon teresebut dengan sangat… jadi menurut kabayan tentunya sulit sekali untuk dapat menentukan umur sesuatu
    secara presisi dari kekarbonannyah.. begitu karbon begitu juga yang lain2nyah bila terkena panas… kita tidak tahu kapan lapisan2 tanah yang akan diperiksa fosilnya itu, apakah lebih
    banyak mana, terkena panas ataukah dingin, apalagi kita kan tidak tahu dimana saja ada gunung meletus setiap saatnyah, di masa lalu…
    euh jadi bingung kabayan kalo harus mengukur tingkat ketuaan sesuatu…

    @
    Sulit… namun, hasil penelitian ini tentu menarik… mengukur usia benda, lapisan, bahkan alam semesta memiliki cara-cara yang menarik untuk disimak. Di lain kesempatan… asyik juga mengelborasinya.

    Suka

  42. Anonim said

    Supaya tidak bingung dan rancu dalam memahami Al-Qur’an Saya sangat menyarankan untuk memahaminya secara Holistik (menyeluruh), tidak bisa dengan satu atau dua ayat saja apalagi hanya dari terjemahan dan penafsiran “bahasa” saja tapi juga ikutkan informasi “Kauniahnya” itulah yang dianjurkan AlQur’an kepada kita umat manusia yang memiliki Akal…!
    Saya sarankan Anda Tidak Apriori dulu terhadap pendapat seseorang seperti Bp. Agus Mustofa… dalam bukunya “Ternyata Adam dilahirkan” justru dengan membaca dengan seksama dan meneliti ayat-2 yang disampaikan sebagai landasan berfikir dalam buku itu juga informasi terkini dari Ilmu Pengetahuan khususnya Biomelekuler, Genetika dsb. InsyaAllah kita akan mendapatkan gambaran “LEBIH BAIK” dari sebelumnya Amin…..
    “Bacalah”, bacalah dengan Bismillahirohmanirrohum… yakinlah “Alamal Insyana maalam ya’lam” Allah sendiri yang akan mengajarkan pada manusia itu apa-2 yang tidak diketahunya. termasuk ‘MISTERI TENTANG ADAM”
    Wallahu a’lam bishshawab

    @
    Mas Anonim…. Anda benar… jangan apriori dulu. Saya merasa ada kecenderungan ini ketika ada penyimpulan ini… padahal arti dilahirkan saja belum terpahami dengan benar. Langsung apriori juga (terhadap menolak dan menerima) apalagi di wilayah abu-abu akan mempersempit pemahaman. Terimakasih diingatkan. Sama juga dengan menyimpulkan sebelum keseluruhan dipahami, sama beresikonya tertutup terhadap pemahaman baru, padahal yang dibahas itu-itu juga.

    Suka

  43. sikabayan said

    euh… kabayan andai2 kan mengupas ayat2 Al Qur’an secara explisit, kabayan jadi takut terkontaminasi kebiasa pengupasan kitab Nabi Isa AS. ala perjanjian baru…
    euh… kabayan pikir Al Qur’an tidak begituh caranyah… hikz
    Az Zumar:27-28-29
    Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.
    (Ialah) Al Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.
    Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
    euh… kabayan kira kita tidak diidzinkan untuk mengeksplisitkan perumpamaan…
    perumpamaan ataupun pengandaian adalah bahasa untuk semua atau banyak atau global, euh kabayan pikir kita tidak boleh menjadikannya sempit… sebab rahmat bagi segenap alam adalah global…

    @
    😀
    kabayan kira kita tidak diidzinkan untuk mengeksplisitkan perumpamaan… –> contoh kongkritnya Kang?

    Suka

  44. sikabayan said

    beu kang agor mah…nya… kabayan coba cari untuk dijadikan contoh kongkrit teh ternyata terlalu banyak sama keras2 pisan bunyinyah… kabayan jadinyah menggigil… nyoba satu yang dijaman dulu dianggap paling kecil teh nyamuk ke arah bakteri terus virus terus nanti kabayan yang belet teh jadi sok tahu kalau yang paling kecil teh virus… beu… siapa tahu ada be-ribu2 makhluk yang lebih keil dari virus teh… euh nanti kabayan kena kemplang kalau sok tahu teh …
    2:26-27
    Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
    kabayan mau nyoba yang lainnyah lagi euh… bukannyah berani kalahkan nambru kabayannyah duh… nyuksruk… ampun ah….
    yang ini mah seginih ajah duluah… kabayannyah sudah basah kuyup keringetan…

    Suka

  45. ech said

    Diskusinya udah sampai mana nih? Mas agor, saya komentar dikit lagi boleh kan?
    Mungkin kita butuh meredefinisi siapa yang dimaksud dengan “manusia”. Kalau yang dimaksud “manusia” adalah semua keturunan nabi adam, benarlah bahwa nabi adam adalah manusia pertama. Dari apa yang saya baca, saya memahami bahwa semua manusia saat ini adalah keturunan nabi adam. Secara ilmiah juga tidak bertentangan: Semua manusia, tidak peduli dari ras manapun, ternyata adalah keturunan dari individu yang sama (Most Commont Recent Ancestor = MRCA).
    Kembali ke konteks diskusi, menurut saya alqur’an tidak menutup kemungkinan bahwa ada “manusia” sebelum nabi adam. (akan saya beri istilah: manusia pra-adam). Manusia-manusia ini secara genetis sama seperti kita, namun dalam konteks alqur’an, mereka bukanlah Khalifah di muka bumi (karena yang diangkat menjadi khalifan adalah Nabi adam dan keturunannya). Dan lebih istimewanya, ternyata hanya keturunan nabi adam-lah yang berkembang biak di muka bumi.
    oyah, mungkin kudu diteliti juga, mengapa istilah “manusia” dalam alqur’an disebut dengan nama-nama berbeda: An-Naas, Al-insan dan Basyaran (ketiga kata ini diterjemahkan sama: manusia). Mungkin mas agor tahu jawabnya?

    @

    Saking banyaknya komentar yang bernas dan catatan dari berbagai sisi (meski pada topik yang sama) lalu menyerempet pula pada uraian Bpk Agus Mustopha, saya sendiri rada bingung ujung pangkalnya lagi…. Beberapa postingan yang menurut saya menarik dari Mas Dedi, Mas Andreas, Haniifa, dan lainnya cukup banyak dan panjang. Ada beberapa yang saya ingin angkat lagi ke postingan, tapi ternyata membutuhkan waktu cukup banyak untuk mengurutnya (lagi banyak kerjaan lain, jadi belum sempat).
    Struktur insan, ada beberapa sumber, saya agak lupa, tapi salah satu yang cukup menarik datang dari sini :http://suluk.blogsome.com/2005/05/07/struktur-insan-dalam-al-quran-dan-hadits-misykat-cahaya-cahaya/. Juga penempatan surat Al Insan, mengapa ada di surat No. 76.
    Di kesempatan lain, insya Allah akan saya cari lagi referensinya.
    Sama kalau kita melihat terjemahan kata orang, dalam al Qur’an, itu bisa merujuk kepada “institusi” bukan hanya manusia. Jadi, memang kita perlu berhati-hati lagi memahaminya.

    Begitu juga pemilahan naas, basyaran, insan, nafs, kalb dalam konteks… saya pernah mengumpulkannya… tapi filenya musti dicari lagi… lupa…. menjawab ala kadarnya… takut keliru…

    Suka

  46. sikabayan said

    euh.. kabayan jalan2 teh… kang ech…
    kabayan nemu perkiraan dari naas, basyaran sama insan teh…
    kalau dilihat dari golongan ayat2 nya mah…
    kalau naas teh manusia sebagai jiwa dan akalnyah…
    kalau insan teh manusia sebagai suatu bikinan/buatan Allah…
    kalau basyaran mah khususon untuk manusia sebagai rasul atau penyampai atau pemberi kabar gembira, euh… biasanyah kabar gembira teh datangnyah dari Allah gituh…
    ah… jalan2 lagi ah.. kabayannyah…

    @
    betul begitu?, tinggal rujukannya Kang…

    Suka

  47. sikabayan said

    duh… setelah berkutat dengan keringat dingin…dan sisa2 arang…
    kabayan coba lagih andai2kan meng eksplisitkan virus yang kecil sekali dalam Al Qur’an..
    di Al Qur’an tidak ada kata virus… apakah Allah yang Maha Halus tidak tahu keberadaannyah virus?… dhuak…ngek.. kabayan di palu sampai gepeng…Al Qur’an hanya bagian dari Lohmahfuz…
    tidak tercantum berarti tidak terkena aturan atuh… berarti boleh dong menyebarkan bom virus di negara orang tanpa terkena sanksi Allah… bledar… ssshhh… kabayan dicambuk api sampai hangus…
    euh.. arangnyah kabayan mencoba lagih meneliti apakah ada kemungkinannyah dari kata setiap macam ituh tidak termasuknyah macam virus…
    Az Zumar:27
    Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.
    dhueeessss… kabayan dibakar jadi kerak…..

    @
    semoga terhindar ya. Allah maha mengampuni, kata hadis qudsi : rahmatNya mengalahkan amarahNya.

    Suka

  48. Ibrahim said

    Masih kesana kemari ya kita. Abu-abu. Pembahasan kita masih berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an. mungkin Pseudoscience katanya para evolusionis, belum empirik, tapi saya bukan menggolongkan diri sebagai pendukung evolusi ataupun anti evolusi lho. Penciptaan itu mutlaq, yang saya yakini ada prosesnya. Landasan utama berdasarkan ayat-ayat Allah yang telah lebih dahulu ada ketimbang teori-teori manusia sekarang, tapi masih open mind.
    Kalaupun seandainya Allah membenarkan atau mendustakan teori evolusi, apakah Yahudi dan Nasrani itu akan beriman?. Kalau Allah membenarkan atau mendustakan teori bigbang, apakah Yahudi dan Nasrani itu akan beriman?
    Ilmu itu yang penting dapat menambah keyakinan akan keimanan kita kepada Allah, asal jangan menjadikan ilmu untuk tujuan ilmu itu sendiri, enggak akan ada habisnya, hanya setetes dari lebih 7 samudera dari ilmu-Nya.
    <blockquote>QS Al Imron (3):18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. <b>Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia</b>, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.</blockquote>
    Orang-orang berilmu akan disejajarkan dengan malaikat karena tujuan akhirnya sama-sama tauhid.
    Kembali ke diskusi….
    <blockquote>QS. Al Baqarah (2):30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
    QS. Al Baqarah (2):31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”</blockquote>
    Ada yang terlintas dalam pikiran, dalam ayat lanjutan (2:31) Allah menggunakan kata Dan di awal kalimat sebagai lanjutan dari ayat sebelumnya (2:30), di ayat (2:31) ini Allah langsung mengajarkan kepada Adam nama-nama benda, jadi bukannya menciptakan Adam, berarti Adam sudah diciptakan di atau sebelum firman Allah di ayat (2:30).
    Allah hendak menjadikan khalifah, prosesnya(mengajarkan), Muhammad tidak langsung diangkat jadi rasul sejak lahir ke dunia, tapi setelah melewati kehidupan panjang hingga menjadi dewasa, walaupun di Lauhmahfuz sudah tertulis, tapi di dunia perlu proses hingga siap jadi khalifah. Menjadikan khalifah berarti adalah adanya proses pengajaran. Bisa diartikan sebelum firman Allah di ayat (2:30) Adam sudah diciptakan, tapi belum dijadikan khalifah. Bisa dipahami bahwa malaikat dapat menafsirkan sifat-sifat manusia berdasarkan asal kejadiannya/tanah karena manusia sudah diciptakan hanya belum dijadikan khalifah/belum diajarkan.
    Ah..ada mas Ech dengan cara pandangnya yang dapat memperkaya diskusi, menggali ilmu untuk tujuan tauhid, gali terus!

    @
    Amin… mencerahkan.

    Suka

  49. heri yahya said

    mas aricloud, menarik sekali argumentasi dari mas tentang tahunya para malaikat itu dari Kitab induk / SOPnya Allah, dulu saat pertama kali membaca buku “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” perihal dialog antara Allah dan malaikat, pikiran saya di “Paksa” mengikuti “Pemikiran/Tafsiran” dari buku ini yang pada akhirnya di dalam hati saya beranggapan seperti topik disini. yaa adam telah dilahirkan dari rahim “makhluk lain”. Sekarang bagaimana tanggapan dari mas aric perihal tafsir surat Ali ‘Imran 59, yang ditafsirkan oleh si penulis buku jika penciptaan A = B, maka penciptaan B = A.

    Suka

  50. MUKHLIS said

    Nabi Adam manusia pertama dan Hawa manusia kedua dan dari kedua manusia ini berkembang menjadi 6 milliard manusia pada abad ke xxi
    hitungan masehi dimulai dari nabi Isa AS, dari hitungan nol tahun dan seterusnya sampai nabi Adam AS manusia berkembang kira2 6milliard yabg hidup di tambah yang mati.
    jumlah manusia = yang mati + 6 milliard adalah populasi manusia selama 2007 th + masa Adam AS s/d Isa AS.
    Pertanyaan : berapa jumlah manusia yang pernah ada dibumi ini sampai bulan Juni 2007
    berapa tahun yang lalukah Nabi Adam berada dibumi ini.
    Saya rasa ini aja tidak dapat di jawab oleh iptek dan segala macam kecanggihan ilmu pengetahuan manusia bumi , ingat mas bumi ini dibandingkan dengan keselurahan ciptaan Allah SWT lebih kecil dari kuman yang tidak kelihatan oleh mata manusia.bagaimana memperdebatkan Firman Allah SWT yang mempunyai ciptaan itu.
    Komentar saya : Semoga saudara2 ku tidak berubah imannya atas perdebatan perdebatan dan pemahaman dan jangan sekali kali mengambil analisa dan kesimpulan.

    @
    Semoga, dan saya setuju benar, jangan mengambil kesimpulan… agor mencoba belajar memahami. Bukan membuat konklusi.

    Suka

  51. Assalamualaikum wr wb..

    Bapak / Ibu, sekarang sudah kami sediakan forum bagi pembaca buku-buku dari Agus Mustofa dan Taufik Djafri di website kami http://www.padmapress.com

    Anda bisa langsung masuk ke forumnya :
    http://www.padmapress.com/forum.htm

    disana anda bisa berdiskusi mengenai semua hal yang berhubungan dengan buku-buku Agus Mustofa dan topik lainnya..

    kami tunggu kehadiran anda disana..

    Wassalamualaikum wr wb..

    Suka

  52. salman nasution said

    saya harapkan kepada pembuat artikel, benar2 tidak melakukan kesalahan dalam penterjemahan
    lihat surah al a’raf ayat 11 “Sesungguhnya kami Telah menciptakan KAMU (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud.”
    kata kamu dalam kata huruf besar itu bukan tunggal (adam) karena dalam ayat 5 itu menggunakan kata dalam bahasa arab itu “KUM” yang artinya jamak. kalau saya komentarkan bahwa adam dalam penciptaan yang banyak dan bentuknya tetapi yang menjadi Adam yang dimaksudkan yaitu disujudkan oleh malaikat yaitu nabi adam. ok

    @
    Semoga Mas Salman. Kata “kum” benar berarti kamu jamak. Dalam terjemahan depag dituliskan “kamu” dengan tanda kurung (Adam). Ada ragam pemahaman di sini. Karena kata “kum” berarti jamak, maka bisa diterjemahkan :”Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu sekalian….” dipahami bahwa Allah “berbicara” kepada sejumlah “manusia”. Dan di antaranya adalah yang dipilih sebagai Nabi Adam. Pemahaman ini melontarkan bahwa manusia sebelum Adam sudah ada. Jadi Adam bukanlah manusia pertama (?), tapi jelas menjadi manusia pertama yang diberikan pengetahuan dan dari Nabi Adamlah kemudian beranak pinak menjadi manusia yang berbudaya.
    Masih banyak tanda tanya yang belum agor pahami….
    Trims catatan bernasnya.

    Suka

  53. Kamaluddin said

    Assalamualaikum wr wb..

    Apa hikmah yang terkandung dalam Rukun ibadah Haji pada saat mencium hajjar aswad?

    @
    Wass. Wr. Wb.
    Tidak tahu Mas. Khalifah Umar katanya mengatakan… kalau bukan karena Nabi, beliau tidak mau melakukan. Kata sejumlah sumber (saya tidak tampilkan sumbernya karena tidak lagi pegang catatan). Hajjar aswad akan dibangkitkan saat kiamat. Batu hitam itu adalah salah satu batu dari surga yang mencatatkan (menghapuskan) dosa manusia. Dahulunya berwarna putih, karena dosa manusia menjadi hitam. Saya tidak tahu ini sekedar cerita. Namun, saya percaya tentulah ada sesuatu sebab dan hikmah saat berhaji disunnahkan mencium hajjar aswad.

    Suka

  54. aricloud said

    @heri yahya
    mas heri, tentang SOP malaikat yang saya utarakan sebenarnya hanya perumpamaan saja, bahwa dalam melakukan sebuah tugas kita pasti tidak ujug-ujug, namun memiliki semacam juklak, kalau tidak demikian maka tugas2 tersebut akan kacau balau tidak rapih.

    Namun pernyataan saya intinya bukan disitu, tapi pada ayat :

    QS. Al Jin: 8-9:
    “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”

    dan hadits R. Bukhari (sengaja saya kutip akhirnya saja, karena lengkapnya sudah ada di postingan di atas):
    ….Akan tetapi kadangkala syaitan penyadap berita itu terkena syihab (panah api) sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadang kala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab; dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal melakukan seratus macam kebohongan. Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan: “Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar)”, sehingga dipercayalah tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari Iangit. (HR. Al Bukhori)

    Maksud saya adalah kadangkala Jin mengetahui sesuatu yang ghaib (berita-berita ghaib) yang dipergunakannya untuk bekerjasama dengan peramal.
    Dari kesimpulan ini tentu saja Malaikat yang lebih patuh kepada Allah lebih mengetahui hal yang ghaib ketimbang Jin (atas ijin Allah tentunya).

    Nah..dengan demikian terbuka peluang bahwa Malaikat telah mengetahui bahwa suatu ketika manusia akab berbuat kerusakan di muka bumi, dan oleh karena itu malaikat bingung mengapa Allah akan menciptakan manusia jika cuma berbuat kerusakan?,

    dan terjadilah dialog :
    QS Al Baqarah : 30 :
    “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Itu berarti malaikat hanya mengetahui sedikit (mungkin cuma mengetahui yang jelek-jeleknya saja tentang manusia nanti). sehingga Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Tentang ayat Al Imran : 59, saya sudah pernah mengomentarinya di postingan lain di blog mas agor ini, tapi saya lupa pada judul yang mana ya?

    Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia. (Al Imran : 59)

    Nah coba perhatikan kata : “sesungguhnya “misal” …(matsala). Jadi kalimat ini bukan hakikat 100%, tapi cuma “misal”.
    dan juga kata “adalah “seperti” (penciptaan)Adam”

    seperti = “kamatsala” bukan sama plek-plek
    Menurut saya kesamaan permisalannya adalah pada kekhususan penciptaan Adam as dan Isa as dibandingkan dengan manusia pada umumnya, dimana ada mukzizat disana yang tidak harus memerlukan logika iptek.

    Wallhu ‘Alam

    @

    Saya sependapat lho… dalam urusan penciptaan… logika iptek berfungsi setelah “the beginning”…

    Suka

  55. aricloud said

    @salman nasution

    Ya..mas salman benar, saya mengambil terjemahan dari Depag.
    Akan tetapi itu tidak menjadi hal yang rumit kalau kita review ayat-ayat sebelumnya :

    QS. Al A’raf 10 – 11:

    10. Sesungguhnya kami Telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. amat sedikitlah kamu bersyukur.

    11. Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

    Jika kita kaitkan dengan ayat 10, memang kata kamu itu jamak
    “walaqad makkannaakum” Sesungguhnya kami Telah menempatkan kamu sekalian
    mirip dengan :
    “walaqad holaqnaakum” Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam) atau bisa berarti :
    Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu sekalian..

    Bukan berarti waktu Adam diciptakan itu Allah menciptakan sekaligus banyak manusia, akan tetapi lebih pada penegasan bahwa Allahlah yang menciptakan seluruh manusia (kamu sekalian).
    Disinilah keindahan bahasa AL Quran. Allah tidak hanya menegaskan menciptakan Adam, kemudian anak-anak Adam terlahir dengan sendirinya.
    Namun juga menegaskan bahwa walaupun hanya Adam yang diciptakan secara langsung (bukan melalui proses kehamilan), tetapi bukan berarti manusia-manusia berikutnya bukan Allah yang menciptakan, tetapi Allah-lah juga yang menciptakan walaupun dengan proses yang berbeda yang bisa dijelaskan melalui ilmu pengetahuan.

    Namun kemudian pada kalimat “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Disini Alquran terfokus kembali pada Adam. Karena saat itu belum ada manusia lain selain Adam.
    Jika sudah ada manusia lain selain Adam as, maka kalimatnya bisa jadi adalah “Bersujudlah kamu kepada seluruh manusia”

    Wallau’alam

    @
    Thx Mas Aricloud… baru sempat baca sekarang komentar lanjutan utk Mas Salam Nasution (8/7), barusan saya komen di komentar beliau. 😀

    Suka

  56. sikabayan said

    euh… kabayan melihat penjabaran kang aric teh… jadi lebih jelas… soal malaikat teh…malaikat cukup bisa melihat atau bahkan pergi ke masa depan, tetapi tidak bisa menghayati kejadiannyah… toh harut dan marut juga diturunkan ke dunia jadi cilaka sebab tidak bisa menghayati kehidupan manusia yang penuh tipu daya…
    euh… kalau malaikat bisa melihat masa depan teh jadi tidak aneh kalau Rasulullah SAW. juga waktu mi’raj bisa dibawa jalan2 kemasa depan yah?…kan malaikat mah tidak akan dipanah api atuh karena terpercaya…

    @
    Yap… Kang Ari penjelasan mantap dan masih banyak yang bisa kita elaborasi ya…

    Suka

  57. sikabayan said

    euh… kabayan pikir kalau sudah matsala atau misal atau umpama mah kita sudah harus memeras seluruh kemampuan kita untuk menghayati perumpamaan teh…

    @
    Inna Matsala ‘Iysa- ‘inda Lla-hi Kamatsali A-damu…., sesungguhnya umpama Isa di sisi Allah seumpama Adam (QS 3:59)
    menjadi berbeda pemahaman kita ketika terjemahannya menjadi : Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. (terjemahan depag).

    Pandangan yang layak kita renungkan mana yang lebih tepat pemahaman yang diambil. kata “seperti” seolah kemudian dipahami yang terjadi pada Adam (proses penciptaannya), seperti itu pula nabi Isa (kesebandingan proses).

    Wallahu alam

    Suka

  58. sikabayan said

    euheuhe… iyah kang agor… memang bisa menjadi rancu atau merancungkan…
    umpama/misal vs asumsi, umpama + asumsi, umpama vs renungan, umpama + renungan, umpama vs renungan+data, umpama + renungan + data + pengalaman dan beribu-ribu atau juta seterusnyah…
    kabayan andai2kan teh melahirkan akibat bersenggama tidak aneh..melahirkan tanpa adanya persenggamaan tentu sajah dapat menimbulkan banyak ragam perkiraan… bayi tabung, sperma menembus celana, mandi di sungai, pipisnyah mengandung sperma, ada orang buang sperma sembarangan dst dst dst…

    @
    😀 Kang, agor agak bingung juga memahami maksud akang?.

    Suka

  59. MUKHLIS said

    BPK AGOR , AKU MAU NANYA, APA YANG DIMAKSUD HAK CIPTA ?APAKAH DARI BAHAN YANG TELAH ADA DIROBAH BENTUK DAN FUNGSINYA MAKA ORANG YANG MENGADAKAN BARANG YANG BELUM ADA MENJADI ADA ITU DISEBUT PENCIPTA?
    SEPERTINYA TIADA BEDA MANUSIA MENCIPTAKAN SESUATU DARI BAHAN2 YANG TELAH ADA ; ALLAH MENCIPTAKAN NABI ADAM JUGA DARI BAHAN2 YANG TELAH ADA ( TANAH LUMPUR YANG BERMACAM-MACAM WARNA) KOQ BEGITU MUDAHNYA PEMERINTAH MENDEFINISIKAN SUATU ARTI KATA YNG BERSIFAT HUKUM DAN PERATURAN PEMERINTAH.
    TERIMA KASIH JAWABAN NYA

    @

    Allah menciptakan memang berbeda dengan manusia menciptakan. Sama seperti siswa dan mahasiswa, guru dan mahaguru, karya cipta dan kreasi. Mengolah dari tak hidup menjadi hidup bahkan bisa berpikir dan bertanya :”Mengapa aku diciptakan?”, berbeda kelas atau levelnya dengan mencipta dalam konteks harmoni alam atau memudahkan urusan manusia.

    Keduanya, saya kira kita tidak bisa bandingkan karena konteksnya berbeda, aturannya juga berbeda, dan 🙂 kompetensinya juga berbeda.

    Suka

  60. sikabayan said

    euh.. iyah kang agor, maksudnyah teh… terlalu luas kombinasi dari penyepertian ataupun penjabaran umpama…
    kelahiran dengan penyebab umum semuanyah sepakat memang begituh… tapi kalau kelahirannyah penyebabnyah tidak diketahui teh… terjadi ajah sebanyak2nyah kombinasi kemungkinan orang akan memperkirakan…
    pan Isa AS. tanpa ayah… apalagih Adam AS. tanpa ayah dan ibu… bisa terjadi kombinasi sinergis bahan ataupun pertentangan bahan2 pemikiran… pada setiap orang…
    beu… inih juga tetep ajah pabeulit yah kang?… kabayan juga jadi bingung sendiri…
    tapi kalau ngga lieur mah ngga rame atuh…jadi terlalu mudah atuh ilmu Allah nyah…
    pan manusia diturunkan kedunia teh supaya bisa asah akalnyah…

    @
    Ya… mengasah… bukan mengindoktrinasi… 😀

    Suka

  61. sikabayan said

    euh.. tambahan yang ngga nyambung sedikit… ngga apah2 yah kang agor…
    soalnyah kaitan sama Adam AS… yang katanyah dibuang dari surga menjadi dosa turunan teh… tidak beralasan… sebab turun kedunia nyah kan bertugas untuk mengasah akal… yang tidak mungkin diasah di surga… terlalu enak surga mah…
    euh… kabayan andai2kan teh rahim seorang ibu juga mirip surga yah… segala keperluan tersedia…

    @
    Ayatnya emang begitu, Allah memerintahkan Adam (mengeluarkan) dari surga… So, kalau saya sih pandangannya jelas saja bahwa Adam ada di surga dan bukan di bumi yang menjadi tempat tinggal Adam kedua setelah surga. Apakah maksudnya sama juga?. Ya… nggak lah… Kalau cerita tentang surga dan cerita tentang dunia ka beda… hukum-hukum surga juga beda dengan hukum-hukum dunia. Beda kondisi, beda karakteristik. Di surga nggak ada diceritakan orang menjadi tua 😀

    Suka

  62. sikabayan said

    euh.. iyah kang… kalau disurga terus mah… ngga mati2.. soalnyah ngga jadi tua..
    apah mungkin engga yah kang kalau maksudnyah waktu di surga belum ada kemaluanya ituh berarti masih kanak2?…
    lalu yang diceriterakan sebagai setan dan pohon apel teh… godaan birahiah setelah dewasa… kalau hawa duluan kena rayu teh kan memang wanita mah lebih cepat dewasanyah…
    siapah tahu apel teh perlambang hati atau cinta… bletak… kabayan kena jitak…

    @
    Apakah buah khuldi itu atau apel… kenapa digoda syetan (setan dalam definisi di al Qur’an adalah dari golongan jin dan manusia). Apakah dalam konteks tergoda itu juga termasuk godaan hawa?.

    Lalu mengenai penciptaan Adam dan uraian panjang lebar mengenai hal ini dari Pak Agus M dan “sifat sunatullahnya”, kalau menurut agor sih : Apa sih susahnya bagi Allah menciptakan manusia dari tanah (benar-benar tanah) yang diberi bentuk lalu “jadilah” dan jadi… begitu… Adam langsung dewasa di Surga. Nggak usah harus pakai aturan-aturan hukum alam segala.

    Contoh sederhananya, itu Nabi Isa, bikin burung-burungan, lalu dengan ijinNya menjadi mahluk yang benar-benar burung (QS 5. Al Maa’idah ayat 110). Merujuk pada logika ini, jadi memang penciptaan itu tidaklah harus mengurut pada hukum-hukum yang bisa dikenali manusia (sunatullah)….

    Suka

  63. sikabayan said

    @euh… iyah kang agor… soalnyah kan rujukan setan cuman pada yang berbentuk jin ataupun yang berbentuk manusia… kecuali iblis sebagai bibitnyah…
    merujuk sama banyaknyah tertulis semua akan kembali kepadaKu dalam arti untuk dipilah, sebab berbeda dengan jiwa yang tenang kembalilah kepadaKu untuk kembali kesisiNya…
    sesudah kabayan baca2 ulang postingan inih teh berikut komen2 nyah… kabayan jadi berandai2 apah bibit manusia teh dibuat lalu diperbanyak di surga sebelum dunia teh untuk selanjutnyah disemai terus di panen di dunia… yang terus masuk gudang alam barjah… menanti hari pemilahan… mana yang lulus QC dan mana yang reject…
    yang lulus, terpakai dibawa ke sisi Allah… yang reject dibakar…alias dimusnahkan… gubrag… kabayan kena palu…

    @
    Iya betul Kang, yang digoda adam dan hawa sama jin. Jadi syaitan itu merujuk ke yang disebut Iblis oleh Allah. Hawa termasuk yang digoda.

    Suka

  64. sikabayan said

    euh… sudah kelewat… tapi kebetulan kabayannyah nemu inih.. jadi ingat lagih deh sama buah apelnyah…hikz
    7:19-22
    (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang dzalim”.
    Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”.
    Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”,
    maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
    agak2 kabur disinih teh… harusnyamah iblis bukan setan gituh yah?… yang memberi nasehat palsu teh?.. tapi ituh juga nasehat supaya menjadi manusia normal yah?..
    melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).

    @
    Yah.. kurang lebih begitu ya Kang. Iblis adalah sebutan Allah pada golongan jin yang ingkar. Dalam beberapa ayat yang dibaca, pemahaman saya begitu. Syaitan datang dari golongan jin dan manusia.

    Pohon kayu itu, yang menjadikan Adam dan Hawa melek dunia (terbuka aurat), agor juga belum mengerti pohon apakah, apakah yang dimaksud dengan pohon itu. Dalam cerita lain, yang tak begitu jelas juga pemahamannya, sebagai “pohon” pengetahuan. Jadi ada pengertian lain.
    Wallahu’alam.

    Suka

  65. quantum said

    Padahal ini belum membahas, waktu nabi Adam diciptakan saja sudah disuruh bersyahadat terhadap Nur Muhammad. dan Nur Muhammad padahal diciptakan sebelom makhluk apapun diciptakan. hee hee sekedar ngasih shock therapy buat yg akalnya masih utak atik penciptaan Adam dikaitkan evolusi..

    Manusia menurut saya tetap sebaik baik makhluk di seluruh alam semesta baik ghaib yg relatif itu, maupun yang nyata.

    Masalah Adam diturunkan ke bumi, sebenarnya waktu penciptaan Adam memang ditujukan sebagai khalifat di bumi, masalah dosa melanggar aturan Allah hanya mempercepat tujuan tsb.

    Malaikat komplain kepada Allah kenapa diciptakan khalifah yang dulunya jg pernah ada.. Nah ini menurut saya bisa jadi ada semacam khalifah lain di bumi yang lain di belahan semesta ini yang gemar pertumpahan darah, makhluk berintelektul selain manusia salah satunya dijelaskan Al Quran semacam Yajuj dan Majuj yang dari belahan semesta lain. mengapa Zulkarnain disuruh menembok dinding besi menghalangi nya.. (dia bisa jadi bukan tempat fisik dimana berada yajuj dan majuj ditempat dibangunnya dinding baja saat itu) tetapi ada celah dimensi (semacam wormhole kecil) terbuka pada kala itu memungkinkan Yajuj Majuj menerobos sehingga harus dihalangi. Celah sejenis tsb juga bisa jadi semacam pintu transportasi ketika Adam diturunkan ke bumi (yang bisa menggugurkan evolusi terhadap manusia, berarti Adam benar benar diciptakan kemudian di teleport ke bumi Earth ), atau Isa dinaikkan ke langit.

    Dan surga diwaktu Adam belom tentu sama dengan surga di akhirat kelak.

    @

    Yap Mas… sering disampaikan mengenai Nur Muhammad ini… namun terus terang… saya sendiri belum mengerti. Terlalu jauh pengetahuan saya tentang ini.

    Quantum :
    Nah ini menurut saya bisa jadi ada semacam khalifah lain di bumi yang lain di belahan semesta ini yang gemar pertumpahan darah, makhluk berintelektul selain manusia salah satunya dijelaskan Al Quran semacam Yajuj dan Majuj yang dari belahan semesta lain

    –> Ya Mas, kata mungkin inilah yang menurut saya multi interpretasi. Artinya ketika kita memilih pengertian dengan “mungkin saja”, maka kita harus lanjutkan dengan berapa variasi kemungkinan. Setelah itu, kita juga musti cek lagi juga, berapa tafsir rujukan yang berisi kemungkinan itu. Kalau masih banyak kemungkinan yang lain, tentu agak repot juga ya kalau kita merujuk pada satu atau beberapa kemungkinan. Hal ini yg saya rasakan ketika membaca bukunya Agus Mustofa. Wilayah rasional dan prasangkaan adalah dua hal yang kadang tipis.

    Suka

  66. mutadil said

    tolong beri tahu dari tafsir apa :

    @
    Postingan ini adalah diskusi dgn user wordpress juga yang berfokus pada penalaran dari buku Agus Mustofa : Adam Tidak Dilahirkan.

    Suka

  67. quantum said

    Tafsir jaman dahulu, pasti belom membayangkan rahasia ilmu pengetahuan yang baru terkuak di masa sekarang, apalagi masa depan. Meskipun tidak semuanya tidak relevan, terutama yang berkaitan dengan hal hal science. Seperti misalnya Miraj/Marij dengan wormhole, zaman dulu pasti ulama tafsir tidak pernah membayangkan seperti apa. Jadi sama sekali tidak merujuk ke tafsir ibnu katsir, dll semacamnya.

    QS 65:12. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

    QS 17:44. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

    Ayat ayat setipe diatas, kadang memerlukan pembuktian science, dan hanya para ilmuwan bidang terkait yang sebenarnya lebih berkompeten digabungkan dengan ulama ulama yang memperhatikan makna bahasa Al Quran sebenarnya. Dan seperti bahasan mas agor, bahwa Bahasa Al Quran itu ada beberapa mengambang dan multiinterpretasi untuk tingkat pemahaman manusia yang berbeda level seiring meningkatnya peradaban ilmu pengetahuan dan science nya baru terkuak apa yang sebenarnya Allah maksudkan.

    He hee saya pake kata mungkin, karena saya jg gak yakin benar. hanya menyampaikan sumber referensi sebagai bahan telaah bersama. dan saya juga gak sependapat dengan tulisan Agus mustafa, spt yang disampaikan tingkat interpretasi pak agus, pasti berbeda dengan saya, berbeda dengan einstein/ stephen hawking, atau ilmuwan besar lain yang belom lahir. Sama seperti teori bigbang, muncul teori baru teori of everything (big bang bukan pertama kali terjadi dan juga akan terulang lagi), dan akan banyak lagi teori2 lain. Saya hanya coba memahami dengan tingkat keterbatasan nalar, dan keterbatasan pengetahuan manusia zaman ini.

    Untuk nur Muhammad (mengalir turun ke semua nabi nabi) sendiri banyak yang mengatasnamakan hadits palsu, jadi saya juga belom pafam, cuman tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Barang kali nanti ada yang mengasih masukan tentang hal ini di postingan yang lain, biar kita semua dapat info yang lengkap. Jadi hal hal ini hanya bersifat tambal sulam keilmuwan, seperti juga kisah Nabi Khidir dan semacamnya.

    dari pikiran sederhana , mubazir sekali Allah menciptakan jagad raya berusia 13.5 Milyar tahun ( 6 masa) http://en.wikipedia.org/wiki/Universe, dan bumi 3.5 Milyar tahun (2 masa) http://en.wikipedia.org/wiki/Age_of_the_Earth . 2/6 = 4.5 Milyar/ 13.5 Milyar. cuman diisi manusia dan makhluk hidup di bumi saja.

    QS 50:38. Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan.

    QS 41:9. Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.
    .

    http://www.speed-light.info/islam_life_other_planets.htm

    @
    Menambah perbendaharaan pemahaman. Terimakasih. Semoga Komentar Mas memperluas pemahaman kita semua. 😀

    Suka

  68. Quantum said

    Saya baru menemukan ada reaktor nuklir masa lampau yang umurnya 2.2 Milliar tahun lalu, padahal umur bumi 4.5 Milliar tahun. Jangan jangan khalifa di bumi sebelum manusia yang disebut2 malaikat waktu penciptaan Adam memang ada di bumi kita yang sama. bukan di bumi lain, sebelumnya saya menduga ada serupa bumi di belahan semesta lain. Jauh sebelum dinosaurus dll, mematahkan evolusi.Khalifa disini bukan bani adam.

    2:30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

    http://www.ocrwm.doe.gov/factsheets/doeymp0010.shtml
    http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_nuclear_fission_reactor

    @
    Proses fisi atau fusi nuklir memang bahasan menarik. Saya tidak punya pengetahuan yang cukup. Kalau nggak salah itu fisi dan fusi nuklir itu dilakukan untuk menghasilkan pemisahan atau penggabungan inti atom dengan melepaskan sejumlah energi. Memang pengayaan uranium menjadi salah satu dari contoh “pernukliran”. Namun, kalau merujuk pada kejadian itu, samakah dengan proses fusi dari fotosintesis dengan energi matahari (cahaya matahari). Energi cahaya yang dikumpulkan dan dikenai pada karbon dan air pada prinsipnya sudah merupakan “reaktor nuklir” super kecil yang disajikan oleh alam semesta kepada kehidupan yang terjadi setiap saat?. Ini tentu perlu elaborasi lebih mendalam. Dalam kimia, dikenal sebagai biokimia.

    Saya jadi ingat pada ayat ini :
    QS 79. An Naazi´aat
    3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat.
    4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,
    5. dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia)

    Dan malaikat diciptakan dari cahaya.

    Suka

  69. Quantum said

    Telah ditemukan reaktor nuklir tertua yang pernah dibuat di dunia, yang telah ada sejak 2.000.000.000 tahun yang lalu (jauh sebelum era jurassic)
    Pada tahun 1972, seorang ahli fisika Perancis, Francis Perrin menyatakan sebuah laporan yang mengejutkan, bahwa telah ditemukan reaktor nuklir tertua yang pernah dibuat di dunia, yang telah ada sejak 2.000.000.000 tahun yang lalu (jauh sebelum era jurassic) dan mampu dioperasionalkan selama beberapa ratus ribu tahun kemudian, dengan penggunaan daya rendah. Keseluruhan yang ditemukan ada 15 reaktor pada 3 deposit Uranium di area pertambangan Oklo, Republik Gabon. dan lalu dikenal sebagai fosil Reaktor-reaktor Oklo.

    Tanggal 2 Juni 1972, petugas analisis di Pierrelatte – Nuclear Fuel Processing Plant, Perancis (yang mengimpor kebutuhan Uraniumnya dari Gabon) pada mulanya hanya melakukan pekerjaan rutinnya untuk memeriksa massa beberapa contoh Uranium yang akan digunakan tersebut dengan Spektrometer. Uranium yang akan diproses, seperti biasa adalah bermassa 235U dengan nilai rasionya selalu adalah 0,00720, namun pada contoh yang diperiksa ternyata mempunyai rasio 0,00717. Walaupun perbedaan yang ditemukan itu relatif kecil namun membuat para ahli dari Perancis lalu berdatangan langsung ke pertambangan Oklo dan di sana justru menemukan Uranium dengan rasio yang jauh lebih rendah lagi, mencapai 0,00440. Perbedaan rasio yang lebih rendah ini hanya akan terjadi jika 235U sebagai bahan bakar telah pernah digunakan untuk proses reaksi nuklir. Bahkan di lokasi yang sama juga ditemukan produk keluaran proses reaksi nuklir, yaitu Neodymium, sama dengan yang dihasilkan oleh reaktor nuklir masa kini.

    Sumber:
    1. Cowan, George A. (A Natural Fission Reactor). Scientific American Vol 235. July, 1976. p 36.
    2. Loss, Robert, Dr. (Natural Fossil Fission Reactors). Curtin University. Perth, Australia: 1996.

    http://www.batan.go.id/tmp_news.php?id_berita=231&db_tbl=Berita

    kalau 2.2 Milliar adalah hampir separuh 4.5Milliar (dua masa), maka khalifatul fil Ardh sebelumnya ada di masa ke-1. Jauh sebelum ada reptil, buaya dll sudah ada makhluk cerdas di bumi, tentunya sudah ada Rasul untuk kaum tersebut dari jenis makhluk tersebut juga kalaupun ada, kalau sampai terbukti benar, hee hee teori evolusi jadi sampah.

    Allah yang Maha Tahu.

    @
    Maksudnya, reaktor nuklir yang dibuat oleh “sejenis” mahluk cerdas 2 juta tahun yang lalu…? Yang disimpulkan karena menemukan massa 235U seperti yang digunakan untuk proses nuklir. Di Oklo, Nigeria lagi.

    Ah… saya pikir ini hanya selingan saja Mas…. 😀

    Suka

  70. Quantum said

    bukan 2 juta loh, tp 2 milliar ( 2 billion).. bentuk geologi bumi zaman itu juga berbeda dengan saat ini.
    Manusia modern diasumsikan ada di bumi 1 jt tahun resmi nya.
    Dinosaurus 65 jt tahun lalu,
    Buaya 200 jt tahun lalu,

    Precambian pembangkit nuklir ini Rata rata produksi powernya 100kW, selama 150000 tahun. Dan pengolahan limbah nuklirnya lebih bersahabat,aman, efisien dibanding nuklir sekarang.

    di sini komplit pak, barangkali bisa dijadikan perenungan selingan juga. Mungkin yang mengetahui di bidang nuklir, dan geologi bisa bantu menjelaskan
    http://www.physics.isu.edu/radinf/Files/Okloreactor.pdf

    @
    eh iya, 2 milyar tahun yang lalu… sebelum jaman jurasic …?, sebagai suatu fenomena alam nan arif…
    Trims infonya… Ini memang bukan selingan… tapi perenungan juga. Mungkinkah teknologi mampu membuat fisi dan fusi yang aman… seperti juga fotosintesis?…. 😀

    Suka

  71. Akbar said

    Ya Mas, kata mungkin inilah yang menurut saya multi interpretasi. Artinya ketika kita memilih pengertian dengan “mungkin saja”, maka kita harus lanjutkan dengan berapa variasi kemungkinan. Setelah itu, kita juga musti cek lagi juga, berapa tafsir rujukan yang berisi kemungkinan itu. Kalau masih banyak kemungkinan yang lain, tentu agak repot juga ya kalau kita merujuk pada satu atau beberapa kemungkinan. Hal ini yg saya rasakan ketika membaca bukunya Agus Mustofa. Wilayah rasional dan prasangkaan adalah dua hal yang kadang tipis.(/i)

    Memang kalau hanya “mungkin-mungkin” saja, kita tak akan mendapat info yang jelas, meski Yang Maha Benar itu hanya Allah SWT. Tapi, menurut saya apa tak sebaiknya jika sudah membaca buku ust Agus Mustofa, kalo masih bingung sekalian tanya saja sendiri pada orangnya. Mungkin bisa telpon ke kantor penerbitannya. Kalo ga salah ada di cover belakang buku Tnyta Adam Dilahirkan. Kita bisa tanya-tanya jadwal beliau ceramah. Syukur-syukur jika beliau ceramah di kota terdekat tempat kita masing-masing. Menurut saya itulah jawaban yang paling pasti, dari pada hanya “mungkin-mungkin” saja, tanpa tahu apa yg sebenarnya beliau maksudkan.

    Saya sendiri sebenarnya pro ust Agus. Penjelasannya sendiri dibuku tsb saya kira sudah sangat jelas. Bahwa semua ayat-ayat Qur’an yg beliau paparkan bukan berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi. Dan kenapa beliau tak memakai hadits? Itu disebabkan kebenaran hadits tak akan pernah bisa lebih benar dari kebenaran Qur’an. Jika ada hadits yg mengatakan berbeda dg Qur’an, apa kita mempercayai hadits dari pada Qur’an? Kita sendiri juga tak bisa meng interpretasi sendiri bahwa makhluk sebelum Adam itu dari planet lain seperti alien begitu. Coba cari di Qur’an dulu, baru membuat pendapat. Meski hanya Allah yg tahu segalanya, saya yakin bahwa Allah akan menuntun jalanNya menuju kebenaran sejati. Dan saya kira, inilah jalan yg ditempuh ust Agus.

    Terima kasih, hanya itu saja dari saya. Saya hanya merasa tak adil jika kita “menembak dari belakang” seperti itu. Ada baiknya kita membaca sekali lagi buku-buku ust Agus, karena kita tak akan tahu apa yg dimaksudkan ust dg hanya membaca 1 buku tsb. Dan belum tentu juga dg hanya sekali membaca buku tsb kita bisa langsung menyerap 100% buku tsb.

    Sekali lagi terima kasih, wallahu a’lam bishawab..

    @
    Mas Akbar, saya membaca buku Agus Mustopha, telah beberapa buku saya beli. Malah saya ikut mempromosikan lho (ada bagian artikel yang saya posting, lupa di bagian mana) tapi saya sarankan untuk dibaca. Soal setuju dan tidak setuju, bukan itu ukurannya, yang memberikan komentar dan menolak, saya kira tidak bermaksud menembak dari belakang. Sungguh. Ketika sebuah produk dibuat, sebuah pikiran dilemparkan ke forum melalui buku dan dibahas dimana-mana, dinilai, diuwok-uwok, disalahkan, disetujui, dibenarkan. Apalagi dalam ranah agama, sama sekali tidak bermaksud menembak dari belakang. Insya Allah, ini bagian dari ukhuwah, bukan untuk sesat menyesatkan dan salah menyalahkan. Menguji sebuah tesis dari lapisan hijab yang dimengerti dan tidak dimengerti, yang terpahami dan tak dipahami. Beberapa postingan komentar juga datang dari pengelola forum Agus Mustopha. Agama adalah petunjuk bagi segala manusia baik yang menolak maupun yang beriman karenanya.
    Semoga catatan ini memperjelas. Wass.

    Suka

  72. uda oliq said

    yang ngomongin teori evolusi dah pada baca bukunya langsung belum sih???
    gw sebenernya g mo dukung teori evolusi (yach sedikit membawa perasaan lah).
    Cuman ada satu hal yang gw bingung?????
    “DNA semua makhluk hidup itu sama!”
    http://www.lbl.gov/Science-Articles/Archive/LSD-molecular-DNA.html

    Jadi sekarang g ada batasan kita mo menyisipkan DNA (transplantasi gen) ke hewan, or bahkan tumbuhan.
    So mungkin g kalo smua makhluk itu berasal dari satu sumber protein yang dah berevolusi jutaan tahun
    (yach disini gw kurang suka)

    So adam???

    @
    Al Qur’an juga mengatakan, semua kehidupan bersumber dari air. Jadi kalau bicara di level ini, tidaklah aneh.
    Perbedaan menjadi minimum, seperti yang membedakan antara satu atom dengan atom lain. Bahkan besi (Fe, dan Fe+) juga perbedaan sangat kecil, tapi dari sudut perilaku dan asal usul yang menjadi sebab boleh jadi sangat berbeda. Jadi kesamaan DNA bukan terus semua bagian DNA, RNA, Rh semuanya sama, tentu ada faktor berbeda.

    Jadi, penjelasan tentang DNA ini, tentu saja sama sekali tidak mewakili evolusi.

    Sama saja dengan tembok di rumah saya, kebetulan bahan bakunya sama dengan bahan baku yang ada di apartemen sudirman. Nggak terus disimpulkan tembok rumah saya keturunan dari tembok di sudirman 😀 😀

    Begitu juga Mr. Adam dan Nyonyanya serta Mr. Orang Utan di Kalimantan dan saudara-saudaranya. 😉

    Suka

  73. Murthadha said

    Hari alatasu atau hari pertama kehidupan di bumi mejadi sangat gaib dalam artian terlindungi (tirai yang melindungi). Gaib/terlindungi bukan berarti sesuatu yang tidak dapat diketahui. gaib itu adalah perlindungan Allah atau cara Allah untuk tidak memperlihatkan sesuatu yang dianggap luar dan tidak rasional untuk sebagian mahluknya.
    untuk itu perlu pendakian/suluk dengan cara mempelajari, mengetahui, mengamalkan sehingga totalitas pencapaian membuka hal-hal yang dianggap gaib. karena penyaksian akan sesuatu yang gaib bukan hanya dari segi mengetahui secara rasional namun juga penyaksian secara totalitas. pengetahuan akan hal gaib hanya akan sempurna dengan penyaksian secara keseluruhan potensi yang kita miliki.
    Adam sebagai manusia pertama yang menurut Ust. Mustofa dilahirkan adalah hal yang sangat sederhana bagi orang-orang yang senantisa dengan pendakian spritual. Tapi untuk kalangan tertentu itu dianggap menyimpang dan sangat tidak rasional. Karena rasional menurut orang beragama misalnya adalah hal searah dengan kata-kata wahyu dalam kitab. Tapi untuk maqam tertentu dimana kedekatan dengan khaliq sebagai ukuran dan wahyu sebagai instrumen maka tidak ada jalan lain selain menemukan logika yakni cara berfikir spritual yang dianggap keluar dari wahyu.
    ini pendapat guee mudah-mudahan dapat dibaca.

    @
    Karena semua pembahasan agor mendefiniskan gaib mengikuti apa yang disampaikan Allah : QS 72. Al Jin 26. (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. maka saya cenderung mengambil pendekatan yang tampak dan tidak nampak/tersembunyi. Karenanya salik adalah suluk yang mendekat kepadanya dari apa-apa yang secara umum tersembunyi/tidak nampak. Itu adalah perjalanan spiritual seorang suluk. Dalam pemahaman saya, seorang ilmuwan muslim yang menelaah isi dunia dan alam semesta, menciptakan (membuat produk-produk) yang berguna bagi kesejahteraan manusia adalah salik. Nabi Ibrahim bersuluk ria dengan mencari sesembahannya. Perjalanan spiritual tidak selalu harus berada pada ranah metafisis. Pendakian spiritual datang dari seluruh aktivitas keilmuan yang berorientasi pada pencarian jati diri, kemashalatan ummat, dan menisbahkannya untuk mendekatkan diri padaNya. Wahyu secara langsung diterima oleh Nabi, namun juga lebah menerima wahyu juga. Ada yang diajarkan dengan bahasa, ada yang kemudian dilaksanakan tanpa penafsiran (hanya manusia yang memiliki akal untuk memahami dan menafsirkan).

    Cara berpikir spiritual, atau berada pada logika metafisis pada akhirnya juga harus dilakukan saintis ketika berada pada ranah ujung ilmu pengetahuan…..

    Terimakasih Mas atas komentarnya yang begitu bernas….. Salam.

    Suka

  74. irawan sarjono said

    buku agus mustofa jangan untuk diperdebatkan…ambil aja yang baik2..buat tambah wawasan ..yg membingungkan/tak baik tingggalkan..namanya juga wacana bisa bener bisa juga tidak….kalau diperdebatkan buang waktu/energi….masih banyak amalan2 soleh yg harus kita lakukan yang tentunya juga menyita waktu

    @
    😀

    Suka

  75. Abudaniel said

    Assalamu’alaikum,
    Saya juga belum membaca bukanya Pak Ust. Agus.
    Tapi dari komentar yang masuk, kelihatannya berkisar pada ” Apakah Adam “dilahirkan” dari makhluk hidup lain”?. Apakah Adam “dilahirkan” di Syurga atau Bumi atau ditempat lain?.

    Secara logika bahasa, Adam memang “dilahirkan” dari makhluk lain, terlepas dari makhluk hidup atau makhluk mati. Karena Adam “dilahirkan” dari makhluk yang namanya Tanah, Lumpur atau Tanah Liat, maka tidak juga salah kalau kita menganggap Adam “terlahir” dari makhluk lain. Sama juga dengan ciptaan Allah yang lain. Adam adalah salah satu ciptaan Allah yang “special made”, karena tidak ada penjelasan bahwa Allah menjadikan Adam dengan “Kun”, tetapi dibentuk sesuai kehendakNya.
    Apakah penciptaannya di Surga atau di Bumi?. Mungkin juga di Surga tapi mungkin juga ditempat lainnya yang disebut Jannah. Karena Jannah bisa diterjemahkan sebagai kebun yang subur, bisa juga dengan pengertian Surga.
    Yang jelas Adam setelah “kelahirannya” dan “kelahiran” isterinya Hawa ditempatkan dalam suatu tempat yang disebut Jannah. Yang penuh dengan kenikmatan dan serba ada sebagai penunjang kehidupan mereka. Tidak perlu kerja keras, semuanya sudah tersedia.Apakah Jannah itu di Bumi atau diplanet lain, tidak ada penjelasan yang betul-betul pasti.
    Sementara Iblis, yang tadinya sama-sama berada pada tempat dimana Adam “dilahirkan” karena ingkar atas perintah Allah maka diusir dari “tempat itu”.
    Karena merasa dendam maka Iblis menggoda dan memujuk Adam untuk meingkari perintah Allah. Sehingga Adam tergoda.
    Yang jadi pertanyaan, kalau Jannah (tempat Adam dan Hawa berdiam/hidup) berada di Surga, kenapa dia dapat masuk dan menggoda Adam/Hawa?. Sementara ia sudah diusir dari sana!. Apakah dengan menyogok malaikat penjaga Surga sehingga ia bisa masuk kembali?.Dengan kejadian ini, maka ada sebahagian orang berasumsi bahwa tempat tinggal Adam sesudah “dilahir” bukanlah Surga sebagaimana dijanjikan kepada orang yang taqwa dan beramal shaleh nanti pada akhir dunia.

    Kemudian, kok malaikat tahu bahwa anak keturunan Adam akan menumpahkan darah di Bumi (setelah disuruh turun dari Jannah, bukan diusir sebagaimana pendapat sebahagian orang). Mungkin saja. Mungkin sebelum Adam diciptakan, Allah pernah bercerita kepada malaikat bahwa sifat manusia yang akan diciptakan adalah begini dan begitu, sehingga terlontar pertanyaan ” Apakah Engkau akan menjadikan makhluk yang akan menumpahkan darah dipermukaan Bumi”.

    Jadi malaikat melontarkan pertanyaan atau “bantahan” tersebut bukan karena tidak tahu, tetapi mungkin sudah diberitahu oleh Allah.
    Demikianlah sekadar ikut meramaikan perbincangan.
    Wassalam,

    @

    Wass.wr.wb. Penjelasan yang menarik. 😀

    Suka

  76. […] Lho Kok Nabi Adam Dilahirkan dari Mahluk Hidup Lain? […]

    Suka

  77. Jesus Salibin said

    Sekedar mengingatkan…
    Al-Quran terdiri dari ribuan sastra yang teramat dangkal kalau hanya di lihat dari terjemahnya saja. seperti kita menterjemahkan sebuah puisi tentunya kalau tidak mengetahui seluk beluk sang pemilik puisi akan kesulitan. Seperti kata “Fitnah” dari kata Fitnah lebih Kejam Dari pembunuhan Ibnu Katsir mengatakan Fitnah=Musyrik Disebut kemusyrikan tidak akan termaafkan dosanya di banding membunuh. atau kata “Kami” dalam surat Al-Kautsar Kami telah memberikan kenikmatan yang berlimpah. diartikan sebagai kesombongan Alloh kepada hambanya. Alloh Sombong ? wajar karena salah satu Asma NYA yang MAHA SOMBONG. begitu juga arti Wahidatiin yang di maksud ruh dari diri Nabi Adam karna sifat kata Ruh itu mu’anats atau perempuan. Ada yang menghimbau untuk menafsirkan Al-Qur’an kita memerlukan minimal 7 Alat keilmuan diantaranya Balighoh dan Mantiq selain Nahwu Shorof. tentunya dengan keimanan penuh kepada sang pencipta. Adam Manusia pertama ya saya yakin. tapi Adam bukan Mahluk pertama yang di ciptakan Alloh, ada riwayat bahwa sebelum adam tersebutlah adanya sebuah kaum yang bernama banu jan yang jadi khalifah di bumi imi dan malaikat belajar dari situ. makanya ada perintah dari Alloh untuk beribadah bagi mereka manusia dan Jin. Wassalam semoga bisa membukakan mata hati semuanya. kalau kurang ??? bisa jadi anda keturunan bangsa nabi Musa.

    Suka

  78. aa kasep said

    Gila ketemu gila…
    Orang-orang gila saling berdebat…
    Hati-hati dengan kegilaan yang gila…
    Logika orang gila menghasilkan kesimpulan gila = Mbah C.Darwin = Ust. Agus = … ? (mungkin ada yang berminat)

    Cukup sudah jangan diputar balikkan pemahamannya. bete dech

    Suka

  79. maztegh said

    Memang buku penuh kontroversial. Sehingga sebagian kalangan (jama’ah) Umat Islam dengan serta merta mengatakan buku dan penulisnya bid’ah dan sesat.

    Pendapat saya sendiri bisa dibaca di blog-ku. Banyak yg masih perlu dipertanyakan di buku itu.

    Intermezzo: salah satu cara termudah mengetahui apakah Adam dilahirkan ato tidak adalah dengan melihat pusar (jowone: udhel). Kalo Adam punya pusar berarti dia dilahirkan. Kalo gak punya?

    Terima kasih.

    @
    Intermezzo yang menarik lho… tapi adakah sejarah tentang “udhel”-nya Adam.
    Sebuah buku kontroversial dan menyebutnya bid’ah atau sesat adalah sebuah model pandang, bisa juga dilihat dari sisi “hati” yang asertif dan berbeda.

    Sebuah kesalahan yang terjadi bisa dipandang sebagai sebuah kesalahan, bisa dipandang sebagai bentuk ujian, bisa juga dipandang sebagai penghapusan dosa. Sisi-sisi positip yang diketengahkan membuat wawasan jauh lebih berkembang dan maju dari pada kita memilih menghakimi, apalagi atau terlebih ketika tanpa cukup referensi dan keterbukaan pandangan yang bersifat membangun memberikan kontribusi lebih bermanfaat untuk sebuah pemahaman….
    Tentu saya juga akan berkunjung ke blog mas….

    Suka

  80. mynameizad80 said

    kalian semua dangkal dan tidak memahami kenapa diturunkan Al-Qur’an kepada manusia, Al-Qur’an adalah science bukan fiksi, Al’Qur’an adalah pedoman hidup kita, agar kita bisa hidup dimuka bumi ini dengan bahagia dan tidak sengsara..dan oleh karenanya kita harus memahaminya dengan benar dan tidak gamblang mengartikannya hanya dengan membaca tafsir orang-orang terdahulu, tafsir tergantung seberapa tinggi intelektualitas s penafsir dan ilmu pengetahuan yang ada saat itu, jangan bikin dogma seperti gereja n jangan seperti nasarani yang pahami injil mereka dengan gaya pikir dongeng, sampai saat ini Al-Qur’an telah membuktikan kebenarannya dengan kemajuan penemuan dibidang science, social development, dan rule of life(kalau mau tau pelajari Al-Qur’an dengan benar! klo penafsirannya merugikan aqidah y stop, tapi sampai saat ini Science belum merugikan aqidah) dan pengetahuan diberikan ALLAH SWT kepada setiap manusia (jadi jangan cemburu ma kafir yang bisa membuktikan kebenaran Al-Qur’an dengan Science)..Al-Qur’an itu logis dan klo kita membaca Al-Qur’an seperti membaca buku dongeng maka tidak ada guna kita dijadikan khalifah dimuka bumi ini..komentar kalian hanya kritik bagi Agus Mustofa, lebih berdasar pada emosi, karena dia punya opini yang kontroversi dan berani menafsir Ayat ALLAH SWT dengan pemahaman science..satu hal lagi bodoh kali kalian mempunyai anggapan nabi adam as. adalah hermaprodhite yang mengawini anak sendiri, Iqra bos dan pahami dengan teliti baru bicara, butuh ilmu untuk itu semua, dan karena itu Al-Qur’an diturunkan untuk kita..wass

    @
    Judul postingan ini dengan tanda tanya dan sama sekali tidak bermaksud menyinggung/apalagi menghina Ust. Agus Mustofa. Ada beberapa tulisan berkenaan dengan hal ini.
    Soal saya dangkal… saya pikir benar. Banyak hal yang tidak diketahui. Kalau yang lain, saya tidak berani memberikan penilaian….
    Soal cara pandang … tiap orang punya argumen… benar atau tidak, salah atau benar, adalah bagian dari proses belajar… jadi sangat boleh jadi memang kami-kami ini memang masih sangat dangkal dan bodoh…

    Belajar memang dari kebodohan… bukan dari kepintaran… belajar karena ketidak tahuan, bukan karena begitu sesaknya oleh ilmu….

    Suka

  81. kandi yusuf said

    dalam persoalan Adam mari saya kutip dari berbagai sumber, adalah ayat 3/59 yang menerangkan bahwa sejarah hidup Adam = yang dialami oleh Isa Almasih. Maka khusus untuk Adam mari kita perhatikan sejarahnya yang tercantum pada ayat

    2/30
    Dan ketika Tuhanmu berkata pada malaikat bahwa,”AKU menjadikan seorang khalifah di bumi.” Mereka berkata,”Apakah ENGKAU akan jadikan padanya orang yang merusak dan membuat pertumpahan darah, sedangkan kami bertasbih memuja ENGKAU dan menyucikan ENGKAU?” DIA berkata,”AKU mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    berdasarkan ayat tersebut, maka nyatalah para malaikat itu telah pernah mengetauhi dan paham akan keadaan manusia yang sifat kemasyarakatannya terdapat sifat merusak dan bertumpahan darah. berarti telah ada komunitas manusia sebelum Adam di suatu tempat bukan di planet bumi. disebutkan tempat mereka berdiam adalah surga, jannah

    2/35
    Dan Kami katakan,”Wahai Adam, tinggallah bersama istrimu dalam jannah itu dan makanlah daripadanya sepuas apa saja yang kamu maui dan janganlah kamu berdua mendekati sajarah ini maka tentunya kamu termasuk orang yang zalim.”

    kalau dinalar maka Allah menyuruhnya untuk tinggal di dalam suatu kebun/tempat yang mana tersedia semua kebutuhan sandang, pangan dan papan bagi sewajarnya manusia hidup. tetapi Allah mengatakan janganlah mendekati sajarah ini, berarti pertumbuhan [ayat 2/35, 7/19, 14/24, 17/60, 23/20, 24/35, 37/62, 37/64, 37/146, 56/72]. tapi yang berarti pohon dinyatakan dengan sajaru [ayat 16/10, 27/60, 36/80, 56/52]. jadi ayat 2/35 bagi Adam adalah larangan untuk mendekati pertumbuhan keturunan di kebun tersebut. bukankah Adam merupakan calon tunggal yang diberi teritorial bumi sebagai khalifah, jadi bila Adam berketurunan banyak di jannah itu, maka apalah gunanya mandat teritorial tersebut. tentunya akan sama saja dengan komunitas manusia yang pernah diketahui para malaikat tersebut, sedangkan jabatan Adam adalah khalifah bumi yang pada saat itu tiada manusia yang mendiaminya. Allah sajalah yang mempunyai takdir.

    untuk pengertian diri yang satu yang dibicarakan diatas, Adam adalah manusia yang mana penciptaannya telah disempurnakan oleh Allah. mari kita ingat Adam sebagai khalifah di planet bumi, bukan tidak mungkin jika ada khalifah juga di tempat/planet lain sebelum Adam yang Allah saja mengetahuinya.

    pada kata nafsi di ayat 7/189 selama ini diartikan dengan diri yang hukum isimnya muannas atau feminine gender, tetapi wujud diri itu adalah lelaki atau muzakkar, masculine gender. pengertian itu hanya dipengaruhi oleh cerita tentang Adam sebagai manusia pertama di bumi. pengertian itu tampaknya masih dikungkung oleh kesadaran bahwa bumi ini saja yang berpenduduk manusia. padahal sebenarnya kata nafsi itu adalah wanita, baik wujudnya maupun jenisnya. itulah manusia biang, daripadanya Allah menjadikan anaknya tanpa bapak yaitu proses parthenogenese yang berlaku pada Maryam putri Imran.

    dari manusia biang ini lahirlah lelaki yang kemudian menjadi suaminya. dalam hal ini orang mengartikan istrinya karena dipengaruhi seperti yang disebutkan di atas. bila manusia biang tersebut adalah lelaki bagaimana mungkin ia berparthenogenese. padahal Al Qur’an memuat istilah zawjuha berarti suaminya pada beberapa ayat lain [2/232 dan 58/1] sama dengan istilah yang dipakai dalam ayat 4/1, 7/189 dan 39/6. yang berartikan istrinya tercantum dalam Al Qur’an pada ayat 2/102, 4/20 dan 21/90 dengan memakai istilah zawjuhu.

    kata li yaksuna dalam ayat 7/189 itu memperlihatkan isim muzakkar pada zawju tadi. jika orang mengartikan nafsi dan zawja dalam ayat suci ini dengan muannas, maka darimana datangnya muzakkar pada fi’il yaksuna. kalau orang berpendapat manusia pertama itu lelaki maka itu berarti susunan bahasa Al Qur’an adalah salah dan harus diperbaiki atau memang kita yang belum dapat paham sepenuhnya bahwa ada perkembangan komunitas manusia selain di bumi, yang mana biangnya adalah perempuan.

    kalau saya khilaf mohon diingatkan sampai saya paham
    sesungguhnya kebenaran hanya dari Allah semata.

    @
    Terimakasih untuk catatannya. Sedikit saya ingin memberikan komentar yang mungkin melihat dari cara pandang yang berbeda.
    2/30 mengenai pandangan Malaikat yang akan diciptakan manusia yang akan menumpahkan darah lalu disimpulkan bahwa Malaikat sudah paham :

    berdasarkan ayat tersebut, maka nyatalah para malaikat itu telah pernah mengetauhi dan paham akan keadaan manusia yang sifat kemasyarakatannya terdapat sifat merusak dan bertumpahan darah. berarti telah ada komunitas manusia sebelum Adam di suatu tempat bukan di planet bumi. disebutkan tempat mereka berdiam adalah surga, jannah

    Ini hanya satu cara pandang saja. Kemungkinan lain dari sebuah penarikan kesimpulan masih mungkin. Dengan kata lain, bukan satu-satunya jawaban sehingga disimpulkan berarti telah ada komunitas manusia sebelum Adam di suatu tempat di planet bumi. Misalnya, saya menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud Allah adalah mahluk hidup jenis baru berbahan dasar sama dengan yang sudah diciptakan, dan yang diketahui Malaikat itu saling berbunuhan adalah dinosaurus sampai monyet… Namun, semua yang sudah diciptakan itu, jelas bukan khalifah. Karena yang dimaksudkan oleh Allah adalah : Akan menciptakan seorang khalifah di muka bumi. Jelas di sini artinya : Sebelumnya tidak ada atau belum ada khalifah di muka bumi, dan yang sudah ada di muka bumi merusak dan menumpahkan darah. Malaikat juga mempertanyakan (kondisi dialogis) … yang menumpahkan darah di bumi ini.
    Dengan begitu, cukup jelas pula bahwa konteks malaikat berbicara dengan Sang Pencipta itu tidak dibangun dari asumsi bahwa malaikat pernah mengetahui dan paham akan keadaan manusia sehingga disimpulkan ada komunitas sebelum Adam di suatu tempat bukan di planet bumi.
    Dari sisi ini, kata kuncinya menjadi Khalifah, Bumi, Adam. Objek persoalannya Pertumpahan darah, Pengamatnya Malaikat.
    Ayat ini memberikan petunjuk bahwa malaikat adalah mahluk yang patuh (selalu bertasbih), mampu mengolah potensi berpikir (bertanya) dan mampu menganalisis persoalan (komparasi).

    Mengenai 7/189, saya lebih merasa sreg (lucu ya.. berdasarkan sreg saja – ini tidak ilmiah dan tidak ada dasarnya !) bahwa yang cocok itu Nabi Adam laki-laki, apapun asal-usul katanya. Namun pembahasan ini, pernah diurai habis-habisan oleh rekan dalam beragam komentar di sini.
    Namun, saya berusaha juga untuk memahami logika bahasa yang dipakai sehingga penarikan kesimpulan bisa pada asumsi ini. Tentu saja, lepas dari sreg atau tidak, pembahasan yang Mas sampaikan juga menarik, namun masih sangat debatabel.
    Wassalam, agor

    Suka

  82. kandi yusuf said

    assalamualaikum, mas Agor

    wah saya senang dapat tanggapan dari mas Agor. tapi mas, maaf saya itu ya jangan dipanggil mas lain kali, saya perempuan kok, hehe, matur nuhun mas Agor.

    wassalamualaikum wr. wb

    @
    Wass.ww.
    Duh mohon maaf… tidak bisa membedakan hanya dari kata….
    matur nuwun sanget, sudi berkunjung… 🙂
    Wass, Agor

    Suka

  83. haniifa said

    @Mba Kandu Yusuf
    Saya sependapat dengan @mba,
    maka nyatalah para malaikat itu telah pernah mengetauhi dan paham akan keadaan manusia yang sifat kemasyarakatannya terdapat sifat merusak dan bertumpahan darah.
    Namun harap jangan dilupakan juga bahwa para jin mempunyai pengetahuan yang sama akan perilaku manusia.
    “… Iblis kaana minaal Jinni…” [QS 18:50]
    __________

    Mohon maaf @mba, [QS 7:189] yang saya baca baik yang dirumah maupun di sini bacaannya liyaskuna bukan “li yaksuna

    kata li yaksuna dalam ayat 7/189 itu memperlihatkan isim muzakkar pada zawju tadi. jika orang mengartikan nafsi dan zawja dalam ayat suci ini dengan muannas, maka darimana datangnya muzakkar pada fi’il yaksuna.
    Kedua [QS 7:189] ditujukan kepada tatanan masyarakat Qurasy (baca: sepeninggal Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s… dan sebelum Nabi Muhammad s.a.w lahir) yang menjadi penyembah berhala.
    Jadi nafsi dan zawja yang dimaksud bukan Nabi Adam a.s… ,tapi ditujukan kepada kaum laki-laki sebagai khalifah di rumah… 😀

    Lam-Alif
    1. “…Fiil ardhi khalifah…” := menggunakan huruf “Lam-alif”, bumi tidak bergender perhatikan susunannya hurufnya (Lam := mati, Alif := fathah)
    2. “…li adama fasjadu…” := menggunakan huruf “Lam-Alif”, Nabi Adam a.s bergender laki-laki perhatikan satu huruf hijaiyah “Lam-Alif” mejadi dua (1 Lam-Alif := 1 Lam fathah + 1 Alif kasrah)

    kalau orang berpendapat manusia pertama itu lelaki maka itu berarti susunan bahasa Al Qur’an adalah salah dan harus diperbaiki … 😀 atau memang kita yang belum dapat paham sepenuhnya bahwa ada perkembangan komunitas manusia selain di bumi, yang mana biangnya adalah perempuan.

    @Mmboe-mboe
    Coba bagaimana menurut @Mba Kandi ?!
    Surah Ali Imran ayat 1 := Alif-Lam-Mim, namun diatas angka satu (1) terdapat tanda waqaf “lam-alif“… 😛
    (Kesalahan yang DISENGAJA angka 4 mirip “angka dua”, angka 7 antara angka “delapan dan tujuh” dan penulisan tanda waqaf yang berbeda dengan Surah Al Faatihah)

    Hallo : Penerbit PT NURCAHAYA, Semarang.

    Wassalam, Haniifa.

    @
    Ass.wr.wb.
    Pahamnya Malaikat, melihat, memikirkan ataukah mempertimbangkan, membandingkan, menghipotesis.
    Wallahu alam.
    Wass, agor.

    Suka

  84. haniifa said

    Subhanallah…
    Betul @Mas Agor 😉

    Para Malaikat melihat, memikirkan ataukah mempertimbangkan, membandingkan, menghipotesis… namun tingkat kepatuhan kepada Allah sangat tinggi.

    Para Syaitan Golonan Jin melihat, memikirkan ataukah mempertimbangkan, membandingkan, menghipotesis… namun tingkat keinggkaran/Nafsu kepada Allah sangat tinggi.

    Para Manusia melihat, memikirkan ataukah mempertimbangkan, membandingkan, menghipotesis… dengan tingkat Aqal dan fikiran lebih tinggi dari keduanya,…. namun jika nafsunya melebihi akal sehat dan pertimbangan nuraninya,maka mejadi lebih rendah dari pada binatang.

    Contohnya: Tentara Monyet Yahudi plus kroco-kroconya Babi Bule dan Babi Hitam… 😀

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  85. haniifa said

    Bukti Syaitan dari golongan Jin dapat melihat, memikirkan, menimbang, menghipotesis… dll, adalah QS Al Jin.

    Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS 72:6)

    Kalau tidak keliru pemahaman mengenai ayat diatas :
    1. Tatanan masyarakat jin bermacam-macam : ada yang shaleh dan kufur kepada Al Qur’an.
    2. Tingkat ke-saleh-an/ke-kufur-an masyaratkat JIN, sesuai dengan tingkat kecerdasan mereka.
    3. Dalam beberapa ayat Al Qur’an, dijelaskan tentang “tipu daya syaitan (jin kafir)”…. artinya untuk bisa menipu dan memperdaya jika hanya jika mampu melihat, mempertimbangkan, menghipotesis, menganalisa… kepada objek yang akan digarapnya. 😀

    Wassalam, Haniifa.

    @
    Karena ada kemampuan ini, maka wajar kan Malaikat memiliki asumsi. Dan dengan begitu juga menjelaskan bahwa bukan berarti Malaikat harus melihat manusia di masa penciptaan manusia sebelum Adam. Penjelasan Mas Haniifa menegasi bahwa asumsi pemikiran Malaikat memiliki banyak alternatif… apalagi dikaitkan langsung dengan keberadaan mahluk hidup jenis manusia di alam semesta lain… 😀
    Wass, agor

    Suka

  86. Assalamu alaikum wr wb

    Ada larangan yang bertujuan untuk menghindari ke mudaratan..
    contoh khamar..maka mabok alias lupa diri.
    dan ada pula larangan yang diarahkan untuk menentukan pilihan..contoh..berjualan di waktu azan tanda waktu sholat datang..maka nggak dapat berjama’ah dech.
    Sedangkan nabi Adam menyentuh pohon yang dilarang ALLAH(kalau pendapat saya nich..yang dimaksud pohon larangan adalah pohon yang berbuah kesenangan sementara dan menghasilkan sesuatu..agaknya nabi Adam menyentuh pohonnya siti hawa nich maka berbuah sesuatu..)oleh karena itu makanya nabi Adam dan keturunannya menjadi kholifah(pengelolah)di muka bumi karena udach terikat dengan berbagai aspek kehidupan dan juga karena amanah serta pilihan dan juga tentunya kuasa atau hukum atau boleh juga takdir(ketentuan atau hukum alam) dari ALLAH swt..
    so ..manusia or keturunan Adam udach memilih hukum alam tersebut…semua itu hanya rantai dari segala aspek kehidupan manusia di muka bumi ini…dan jelas ALLAH maha mengetahui..oleh karena LAW LAKA 3X YA MUHAMMAD LA KHOLAKTUL ALAMA.
    Wassalam and moga bermanfaat

    @
    Wass. ww.
    Terus terang, agor sendiri tidak begitu banyak memahami mengenai buah larangan ini. Yang baru dipahami adalah ketika Adam dan Siti Hawa tergoda memakan buah yang dilarang itu, kemudian mereka menyadari tampaklah auratnya dan mereka menutupinya dengan daun. Pengertian di sini adalah munculnya kesadaran sebagai manusia (human being), berkesadaran tentang jati diri kefanaan sebagai mahluk hidup.
    Agor tidak memahami dengan baik hubungan-hubungan antara penetapan dan kesediaan sebagai khalifah di muka bumi dan kaitannya dengan memetik buah terlarang akibat bujuk rayu iblis. Atau ini dua hal yang berbeda ! ataukah dalam satu disain yang sama….
    Belum begitu banyak yang membahas, agor masih mencari referensinya…
    Wass, agor.

    Suka

  87. […] begitu juga sanggahan yang disampaikan oleh rekan @Mas Aricloud dan cukup menjadi perdebatan yang sengit tapi mengasikan. Berikut ini saya ulas penafsiran yang kurang  komprehensif baik @Mas Aricloud maupun @Mas Agus […]

    Suka

  88. […] Agus Mutofa adalah banyak-nya orang berasumsi bahwa kalau bukan Nabi Adam a.s manusia pertama maka dipastikan  seorang WANITA. Sebagaimana pendapat seorang rekan dibawah […]

    Suka

  89. izin link yach artikelnya yg ini 🙂

    Suka

  90. dildaar80 said

    Dan ketika Tuhan engkau berkata [57] kepada para malaikat, [57a] “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang [a] khalifah di bumi;” berkata mereka, “Apakah Engkau akan menjadikan di dalamnya orang yang akan membuat kekacauan di dalamnya dan akan menumpahkan darah? [58] Padahal kami bertasbih dengan pujian Engkau [59] dan kami mensucikan [60] Engkau.” Berfirman Dia, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” [61]

    Qala perkataan bahasa Arab yang lazim dan berarti, ia berkata. Tetapi, kadang-kadang dipakai dalam arti kiasan, bila yang dimaksudkannya bukan pernyataan kata kerja, tetapi keadaan yang sesuai dengan arti kerja itu. Ungkapan. imtala’a al-haudhu wa qala qathni (kolam itu menjadi penuh dan ia berkata, “Aku sudah penuh”) tidak berarti bahwa kolam itu benar-benar berkata demikian; hanya keadaaannya mengandung arti bahwa kolam itu sudah penuh. dengan ungkapan lisan. Maka ayat ini hanya berarti bahwa para malaikat itu dengan peri keadaan mereka. menyirat jawaban yang di sini dikaitkan kepada percakapan antara Tuhan dan para malaikat tidak perlu diartikan, secara harfiah sebagai sungguh- sungguh telah terjadi. Seperti dinyatakan di atas, kata qala itu kadang-kadang dipakai dalam arti kiasan, untuk mengemukakan hal yang sebenarnya bukan suatu ungkapan lisan, melainkan hanya keadaan yang sama kata-kata yang diucapkan mereka.

    Mala’ikah ( para malaikat ) yang adalah jamak dari malak di serap dari malaka, yang berarti, ia mengendalikan, mengawasi; atau dari alaka, artinya, ia mengirimkan. Para malaikat disebut demikian, sebab mereka mengendalikan kekuatan-kekuatan alam atau mereka membawa wahyu Ilahi kepada utusan-utusan Allah swt. dan pembaharu-pembaharu samawi.

    Para malaikat tidak mengemukakan keberatan terhadap rencana Ilahi atau mengaku diri mereka lebih unggul dari Adam a.s. Pertanyaan mereka didorong oleh pengumuman Tuhan mengenai rencana-Nya, untuk mengangkat seorang khalifah. Wujud khalifah diperlukan bila tertib harus ditegakkan dan hukum harus dilaksanakan. Keberatan semu para malaikat menyiratkan bahwa, akan ada orang-orang di bumi yang akan membuat kekacauan dan menumpahkan darah. Karena manusia dianugerahi kekuatan-kekuatan besar untuk berbuat baik dan jahat, para malaikat menyebut segi gelap tabiat manusia; tetapi, Tuhan mengetahui bahwa manusia dapat mencapai tingkat akhlak yang demikian tingginya, sehingga ia dapat menjadi cermin sifat-sifat Ilahi. Kata-kata, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, menyebutkan segi terang tabiat manusia.
    Pertanyaan para malaikat, bukan sebagai celaan terhadap perbuatan Tuhan, melainkan sekedar mencari ilmu yang lebih tinggi mengenai sifat dan hikmah pengangkatan itu, Untuk arti nusabbihu lihat catatan no. 2981.
    Sementara tasbih (memuji) dipakai bertalian dengan sifat-sifat, maka taqdis (menyanjung kekudusan Tuhan) dipergunakan tentang tindakan-tindakan-Nya.

    Adam a.s., yang hidup kira-kira 6000 tahun yang lalu, umumnya dipercayai sebagai orang yang pertama sekali, dijadikan oleh Tuhan di atas muka bumi. Tetapi, pandangan itu tidak didukung oleh Alquran. Dunia telah melalui berbagai daur (peredaran) kejadian dan peradaban; dan Adam a.s. leluhur umat manusia zaman ini, hanya merupakan mata rantai pertama dalam daur peradaban sekarang dan bukan orang pertama makhluk ciptaan Tuhan. Bangsa-bangsa telah timbul tenggelam, peradaban lainnya telah datang dan pergi. Muhyidin Ibn Arabi, seorang sufi besar mengatakan bahwa, sekali peritiwa beliau melihat diri beliau dalam mimpi sedang tawaf di Ka’bah. Dalam mimpi itu seorang yang menyatakan dirinya sebagai seorang dari nenek moyangnya nampak di hadapan beliau. ” berapa lamanya sudah lewat sejak anda meninggal ?” tanya Ibn Arabi. ” Lebih dari empat puluh ribu tahun”, jawab orang itu, “Tetapi masa itu jauh lebih lama, dari masa yang memisahkan kita dari Adam,” kata Ibn Arabi lagi. Orang itu menjawab, “Tentang Adam yang mana engkau bicara? Tentang Adam yang terdekat kepada engkau atau tentang Adam lain ?” “Maka aku ingat, ” kata Ibn Arabi, “suatu sabda Rasulullah saw. yang dimaksudnya bahwa, Tuhan telah menjadikan tidak kurang dari seratus ribu Adam dan saya berkata dalam hati, “barangkali orang yang mengaku dirinya datukku ini seorang dari Adam-adam terdahulu”(Futuhat, II, hal. 607).

    Tidak dikatakan bahwa keturunan yang hidup sebelum Adam a.s. seluruhnya telah lenyap, sebelum beliau dilahirkan. Mungkin sekali kerika itu masih ada sedikit sisa yang tertinggal dari keturunan purba itu, dan Adam a.s. itu seorang dari antara mereka, Kemudian, Tuhan memilih beliau menjadi leluhur keturunan baru dan pelopor sera pembuka jalan peradaban baru. Dijadikan seakan-akan dari yang telah mati, beliau melambangkan terbitnya fajar zaman kehidupan baru. Karena khalifah berari penerus, maka jelas sekali manusia telah ada hidup di bumi ini, sebelum Adam a.s. yang menggatikan mereka, dan kita tak dapat mengatakan apakah penduduk asli Amerika, Australia, dan sebagainya itu, keturunan Adam a.s. terakhir ini atau dari Adam lain yang telah lewat sebelum beliau.

    Banyak telah dibicarakan mengenai tempat kelahiran Adam a.s. atau dimana beliau diangkat sebagai mushlih (pembaharu). Pandangan umum ialah beliau ditempatkat di suatu tempat di surga, namun kemudian diusir dari situ, lalu ditempatkan di suatu tempat di dunia. Tetapi, kata-kata “di bumi” menyangkal pandangan itu, dan secara pasti mengemukakan bahwa, Adam a.s. hidup di bumi dan di bumi pula beliau diangkat sebagai Pembaharu. Sangat besar kemungkinan bahwa, beliau untuk pertama kali tinggal di Irak, tetapi kemudian diperintahkan berhijrah ke suatu negeri tetangga.

    Suka

  91. wandi said

    jngan sesat

    Suka

  92. Ayah ESa said

    EVOLUSI adalah sebuah proses ADAPTASI makhluk hidup terhadap lingkungannya secara terus menerus dan memakan waktu yang relatif sangat panjang, dalam perkembangannya evolusi juga sangat dipengaruhi oleh ISOLASI atau sebaliknya ASIMILASI.
    Jika terjadi ISOLASI maka spesies yang sejenis tetapi menempati habitat atau kondisi lingkungan yang berbeda secara EXTREME akan memiliki kecenderungan arah evolusi yang berbeda sehingga lambat laun akan menghasilkan keturunan yang semakin memiliki ciri khas atau perbedaan yang semakin jelas seiring berjalanya waktu.
    ASIMILASI bisa terjadi jika spesies yang sudah sekian lama terISOLASI satu sama lain “dipertemukan” dan mengalami perkawinan silang, sehingga bisa menghasilkan varian SPESIES yang lebih beragam, kejadian tersebut bisa kita buktikan dengan banyaknya RAS manusia modern yang insya Allah berasal dari satu Bapak yaitu Nabi ADAM, a.s.
    jika evolusi tidak terjadi pertanyaanya adalah kenapa saat ini ada perbedaan yang begitu jelas terlihat pada RAS-RAS manusia modern, misalkan saja antara RAS bangsa2 di Benua Eropa dan RAS bangsa AFRIKA, bagaimana teori penciptaan menjelaskan hal tersebut?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: