Kiamat itu bukan “hari kiamat”
Ditulis oleh agorsiloku di/pada Oktober 31, 2006
Memahami istilah atau bahasa dari negeri lain menjadi penting agar kita tidak kehilangan makna atau arti sebenarnya dari kalimat atau kata yang dimaksud. Misalnya kata “kiamat”. Saya memahaminya sebagai hari “the end of the world“, hari kehancuran. Belakangan, karena para ulama dan ustad-ustad kian bertebaran menyebar informasi, baru tahu, bahwa kiamat itu hari kebangkitan. Hari dimana manusia dibangkitkan kembali untuk masuk ke pengadilan Allah Subhanawata’ala. Kalau hari penghancuran itu sendiri, dalam kitabnya orang Islam dikenal sebagai “saqar”. Juga pengertian mabrurdalam ceramah tadi malam (9 Okt 06), Quraish Shihab menjelaskan bahwa dan seterusnya arti mabrur itu “melaksanakan”. Ikhlas, artinya tunduk dan patuh, fitnah itu menyiksa. Jadi memahami fitnah lebih jahat dari pembunuhan bukan berarti membohong lebih kejam dari membunuh. Istilah-istilah itu memang menjadi sangat penting. Saya heran dan menyesalkan juga, mengapa kita begitu banyak menyerap dari bahasa al Qur’an ke dalam bahasa kita kemudian menjadi bahasa sehari-hari. Tapi, lalai untuk melakukan analisis dan penjagaan bahasa agar tidak keluar dari rel yang dimaksudkan dalam bahasa induknya. Boleh jadi, para pembaca penerjemahan bahasa Al Qur’an ke dalam bahasa Indonesia menjadi terkecoh oleh pengertian-pengertian bahasanya karena tidak memahami bahasa aslinya. Termasuk tentunya saya, karena tidak mengerti bahasa aslinya, maka pemahaman yang terserap juga, boleh jadi tidak selempeng apa yang sesungguhnya dipahami oleh yang mengerti bahasa aslinya. Dan, tentu masih banyak kata lain yang diserap oleh bahasa Indonesia yang jalinan pemahaman kemudiannya menjadi berbeda dengan aslinya. Baru kemudian saya sadari, memang diperlukan upaya menjaga tak habis-habis keaslian suatu naskah sehingga tidak menyalin dari salinan ke salinan yang akan semakin memisahkan dengan “tuntutan” yang “sesungguhnya” dimaui oleh penulisnya. Saya sedikit memahami, mengapa Allah menurunkan dalam bahasa Arab dan menjaga kehadiran Al Qur’an seperti itu sejak pertama kali dibukukan…














vina berkata
Ya tuhan ampunilah dari dosa-dosa yang telah kami perbuat
TAk ada yang bisa kami lakukan. semuanya milikmu dan pasti kembali padamu. semua yang kami lakukan semuanya pasti engkau benci.
Tuhan lindungilah kami semua
Aminnnn
@
Amin, semoga Allah mengampuni dosa kita, ummat yang merindukan dan berjuang untuk meraih jalanMu yang lurus yang setiap hari kita senandungkan. Mencoba menarik pengertian-pengertian seperti yang disampaikan wahyuNya, meminimalisasi kontaminasi pengertian adalah usah yang perlu kita usahakan bersama. Meski hanya setitik buih di lautan.
Dono berkata
Ass,wr.wb,pak Agor.
Perbuatan baik atau buruk dari seseorang akan dibalas oleh Allah s.w.t di dunia dan akhirat.
Allah s.w.t maha pengasih dan penyayang, manusia banyak menyalah gunakan kasih dan sayangNya sehingga timbullah murka Allah s.w.t kepada mereka.
Alangkah sedikitnya manusia yg berterimakasih atas nikmat-nikmat yg diberikan olehNya.Jikalau seseorang mengatakan dirinya berhak berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, berarti dia seharusnya juga berhak menerima pembalasan yg setimpal atas perbuatannya tersebut.
Allah s.w.t maha mengetahui apa yg dilahirkan baik dari mulut maupun dari hati.
Janji Allah s.w.t akan terlaksana baik didunia maupun di akhirat.
Amin.
Wassalam.
@
Wass. Wr.wb, Mas Dono… betul, Allah akan membalasnya (dengan pahala, siksa, atau ampunan). Sebagian di dunia dan sebagian besar di hari pembalasan. Di antara yang disegerakan adalah dosa kepada orang tua. Di antara semuanya, tentu ampunanlah yang kita harapkan terbesar dapat kita raih dari ridhaNya….. Wass, agor.
Soegana Gandakoesoema. Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi. berkata
Hari kiamat adalah hari habis gelap terbitlah terang ilmu pengetahuan persepsi tunggal agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 256,257, seperti:
1. Datangnya Allah dengan hari takwil kebenaran kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53.
2. Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab sesua Fushshilat (41) ayat 44.
3. Datangnya Allah menyempurnakan wahyu berkat do’a kami sesuai Thaha (20) ayat 114,115.
4. Datangnya Allah dengan hari-hari Allahnya sesuai Ibrahim (14) ayat 5, Al Jaatsiyah (45) ayat 14.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Soegana Gandakoesoema. Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi. berkata
Kiamat adalah hari kebangkitan ilmu pengetahaun agama persepsi tunggal pada awal millennium ke-3 masehi sesuai Al Mujjadillah (58) ayat 6,18,22 (mendirikan Agama Allah tempat berbondonga-bondong manusia masuk kedalamnya sesauai An Nashr (110) ayat 1,2,3).
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Soegana Gandakoesoema. Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi. berkata
Kiamat adalah hari kebangkitan ilmu pengetahaun agama persepsi tunggal pada awal millennium ke-3 masehi sesuai Al Mujjadillah (58) ayat 6,18,22 (mendirikan Agama Allah tempat berbondong-bondong manusia masuk kedalamnya sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3).
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Serdadu Bunuh Rakyat Kecil = Demokrasi Bunuh Komunis « Parking Area berkata
[...] Izinkan saya merangkum beberapa kisah kisah dari orang orang yang dulunya pernah merasakan bisingnya desingan peluru, dan benar benar meresapi betapa berharganya sehelai nyawa. Kebetulan sebagian dari mereka semua sudah bernasip seperti Sersan Sanip, sudah beristirahat di rumah persinggahan menunggu datangnya hari kiamat. [...]
RATU ADIL MEMANG ADA !!! « MbelGedez™ berkata
[...] sayah tebelin, itulah tanda-tandanya. dan nyampahnya ada di Agorsiloku, Helgeduelbek , Kajian Islam , ICRP (mencampuradukkan ayat Alquran dan Injil), Wadehel (almarhum), [...]
aricloud berkata
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
apa kabar mas agor?
Numpang nambahin ya..
dalam pemahaman saya, Kiamat adalah salah satu bagian dari aqidah yang harus kita yakini. Kiamat itu sendiri hatus kita yakini sebagai satu “paket”. Artinya, paket “kiamat” adalah episode kehancuran langit dan bumi beserta isinya, episode kebangkitan kembali manusia dari kematian, episode padang masyhar dan pengadilan Allah, serta episode hari akhirat. Tentu saja semua episode tersebut harus diyakini oleh Umat Islam sebagai bagian dari aqidah.
Bahkan sebagian besar ulama juga berpendapat, bahwa bukan hanya kiamat yang harus diyakini sebagai bagian aqidah, namun tanda-tandanya pun juga menjadi aqidah yang harus diyakini dan diimani. diantara tanda-tanda yang harus diimani menurut sebagian besar ulama (terutama sunni) adalah :
Meyakini kedatangan Dajjal dan Nabi Isa as, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, serta munculnya khalifaturrasulullah terakhir yang seringkali disebut imam mahdi sebelum munculnya Dajjal (yang terakhir ini masih seringkali menjadi perdebatan).
@
Betul Mas Ari,
Wass. wr.wb
antara kehancuran dan kebangkitan satu paket..
dan sudah dekat…