Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jangan atau Ayo Bertanya pada Bandul alias Pendulum !

Posted by agorsiloku pada April 28, 2013

Ingatan saya pada pendulum atau bandul yang digantung pada seutas tapi atau benang lalu dipegang (dijepit) oleh telunjuk dan ibu jari dan di bawah tali digantungkan cincin atau bentuk segi empat benda bulat adalah sejenis klenik atau sesuatu yang berhubungan dengan misteri spiritual.  Bandul atau pendulum adalah misteri tempat bertanya yang telah berumur berbilang abad. Dari gerakan pendulum ini, terjawab pertanyaan “Ya” dan “Tidak”.

Cerita ini bermula dari kebutuhan untuk menetaskan telur.  Kapasitas yang terbatas dari mesin penetas, memaksa saya mencari jawaban atas pertanyaan :  Telur yang akan ditetaskan ini bakal berisi jantan atau betina atau bahkan tidak menetas ?.  Dowsing adalah salah satu model atau cara untuk menentukan apakah telur yang akan ditetaskan jantan atau betina.  Model ini menjelaskan pula cara menemukan sumber air.  Dowsing adalah “sesuatu” entah ilmu atau sekedar pengetahuan atau sesuatu yang ber”bau” klenik.

Sifat dari pendulum yang digantungkan di atas benang lalu kita pegang dengan ibu jari dan telunjuk dengan siku tangan menyentuh meja, bandul kemudian akan bergerak-gerak terhadap pertanyaan kita.  Dalam kasus pemilihan telur jantan atau betina, maka pendulum berada tepat sekitar 1-2 cm di atas telur.  Jika ayunan bandul bergerak ke kiri dan kanan, maka telur tersebut akan menetaskan betina, jika bandul berputar (biasanya searah jarum jam) maka itu adalah jantan.

Sampai di sini, oke juga tuh.  Jika bandul tidak bereaksi, alias diam, ini artinya telur tidak akan menetas menjadi anak unggas.  Boleh juga tuh !.  Sejauh mana kebenarannya, saya sendiri belum mencoba.  Tapi, dari bacaan yang saya baca bisa mencapai 90% untuk telur ayam atau unggas sejenisnya (bebek, itik, angsa).  Untuk telur puyuh yang relatif kecil,  katanya lebih sulit.   Boleh jadi karena bandulnya terlalu besar sehingga reaksi bandul menjadi bingung😦 .

Cara sederhana lainnya dalam menetapkan telur jantan atau betina adalah : jika telur relatif berbentuk bulat, maka yang akan menetas betina, jika berbentuk bulat lonjong dan cenderung lancip, maka yang akan menetas adalah betina.  Jika terlalu lancip, maka tidak akan menetas.

Penjelasan ilmiahnya mengenai pendulum ini, tidak terjelaskan.  Jadi mengapa begitu, belum diketahui.  Jawaban ngawurnya kurang lebih begini :  gerakan bandul adalah harmoni alam yang dapat mendeteksi kuantum-kuantum perubahan yang kecil dan berbeda yang tidak dapat ditangkap oleh indera manusia sehingga dan sedemikian rupa, ayunan bandul dapat menangkap perbedaannya dan kita mendapatkan jawaban dari perbedaan yang terjadi.  Prosesnya bagaimana, ya ini yang tidak diketahui.

Di belahan dunia lain, pengetahuan tentang pendulum ini juga digunakan di dunia pengobatan/medis.  Entah bagaimana caranya.  Mungkin prosesnya serupa saja.  Pikiran pemegang bandul dikosongkan,  dekatkan dengan masalah (atau tempat yang sakit), lalu perhatikan jawaban bandul.  Jadi jangan kaget kalau anda mencoba, bandul bisa bergerak sendiri menjawab pertanyaan kita dengan Ya dan Tidak.    Di beberapa situs web, saya jumpai pelaku membutuhkan latihan dengan menyediakan kertas berisi kata ya dan tidak.  Lalu bandul dan talinya dipegang di atasnya lalu mulailah kita meminta bandul bergerak ke Ya atau Tidak.  Bandul akan mengikuti perintah kita.  Setelah cukup berlatih, maka keserasian untuk mencari jawaban melalui bandul sudah bisa dilakukan.

Pendulum, tentu saja tidak hanya digunakan dalam film tentang nenek sihir.  Tetapi juga oleh ilmu pengetahuan.  Pendulum Foucault adalah salah satu contohnya.  Penetapan gaya grafitasi, gerakan lonceng jam, termasuk pada jamannya Galileo, pendulum digunakan untuk kepentingan fisika.

Pedang dan Bandul?

Sebuah pedang atau pisau bisa untuk mengiris bawang atau membunuh.  Begitu juga pendulum ini.  Dalam film-film Barat, pendulum adalah temannya nenek sihir.  Jadi, saya juga bertanya dalam hati.  Apakah ini sejenis perklenikan?.  Apalagi kalau pertanyaannya melalui bandul, apakah pacar saya mencintai saya atau tidak?, apakah saya akan jadi orang kaya atau tidak?, apakah mertua saya akan memberikan warisan atau tidak?, maka pertanyaan melalui bandul ini semakin tidak terjelaskan.  Pertanyaan ini semestinya dijawab melalui shalat istikharah saja, meminta petunjukNya atas keragu-raguan pilihan.

Betapa tipisnya pengetahuan dan pertanyaan yang akan diberikan pada pendulum, syirik atau tidak ya?.   Sebuah pertanyaan menggeluti hati.  Karena tidak setiap cara yang kita lakukan dapat kita pahami ilmunya, kita hanya memahami hasil akhirnya saja.  Persis seperti anak disuruh orang tuanya, melakukan, tanpa memahami tujuan dan maknanya.  Kalau kemungkinan jawaban melalui pendulum untuk telur itu benar seperti kata yang di beberapa situs web bisa mencapai 90%, lumayan kan, penghematan biaya listrik dan biaya telur.

Kalau melalui bulat dan lonjong, katanya hanya mencapai 70-80% saja kebenarannya.  Itu juga sudah lumayan dari pada mengambil telur secara acak dan asal saja sehingga kemungkinannya menjadi 50-50.

Hari-hari ini, saya masih menunggu hasilnya melalui pendekatan bulat dan lonjong untuk mendapatkan hasil jantan atau betina.  Kalau melalui pendulum, saya masih ragu, takut terjerumus pada hal-hal yang memiliki relevansi dengan keimanan…….

 

 

 

18 Tanggapan to “Jangan atau Ayo Bertanya pada Bandul alias Pendulum !”

  1. aslam said

    Sebenarnya segala jawaban dari pertanyaan apapun sudah ada dan tertera di alam semesta( ayat tersirat) dan dpada diri manusia itu sendiri, karena segala qada & qodar serta taqdir atas ketetapan hidup sudah include sejak manusia lahir. manusia diberikan akal fikiran dan hati nurani, melalui keduanya bisa dicari segala apa yang ia tdk ketahui melalui berbagai methode, tergantung niyat nya diarahkan kemana, apakah kepada ketetapan sunatullah yang tertera dalam rumus qodrat alam, baik tekonolgi, fisika, bilogi, metafisika dll. Yang disebut ghaib bagi akal manusia karena manusia belum tahu teknologinya.

    dahulu menebak atau menentukan jenis kelamin dalam kandungan sebelum lahir di anggap salah karena mendahului Tuhan ( padahal Tuhan tak bisa di dahului oleh makhluk, karena segala ketetapan sudah tertulis sebelum nya di alam azali/lauh mahfudz), sekarang ada USG, segala apapun kondisi bayi dlm kandungan terdeteksi. Selain itu segala apapun yang akan terjadi selalui ada tanda-tanda nya yang bisa di baca dan di prediksi.

    gerak suatu benda( bandul) di pengaruhi oleh medan magnet & listrik alam semsta, demikian pula oleh aliran medan listrik dan magnet alam tubuh manusia( listrik statis), dan frekwensi getaran fikiran pun menghasilkan medan listrik yang mempengaruhi alam seklitar, dan seluruh alam semsta bekerja atas getaran magnet dan listrik dalam dimensi yang beragam yang disebut frekwesi dengan rumus panjang gelombang (Lamda) 300 juta meter/detik, Rumus lamda ini di gunakan untuk membuat drive antena dalam frekwesi sesuai kebutuhan ( radio,tv,HP, satelit dll).

    akhirnya segala seuatu tidak ada yang ghaib bila mengetahui ilmu nya, penglihatan dan pendengaran adalah sesuatu yang saling berhubungan erat sehingga menghasilkan pemahaman, sedang logika membutuhkan symbol untuk dapat memahami dan memecahkan, aliran listrik, magnet dan gelombang tidak tampak mata lahir namun akan jelas pada mata ketiga pada kelenjar pineal di dahi(cakra ajna).

    Selanjutnya apakah “syetan” dan “Jin” berpengaruh thdp itu semua ? , jelas itu sangat mempengaruhi karena unsur keduanya ada dalam diri manusia, termasuk unsur malaikat(alam malakut) dan unsur Tuhan( dimensi ilahjiyah) dalam sifatulla-Nya ..

    Suka

    • agorsiloku said

      Terimakasih catatannya Mas Aslam, agor berlogika, kalau yang ditanyakan melalui bandul adalah jantan dan betina dari sebuah telur yang akan ditetaskan, maka pikiran atau hati atau indera ke enam (sixth sense) kita mampu “membaca” (baca : berosilasi secara harmoni – entah apa) terhadap susunan biologi dari telur calon jantan atau calon betina (setidaknya aura – medan magnet atau gaya-gaya super halus) yang dikeluarkan telur terbaca oleh kesadaran (bawah sadar) pikiran kita. Kemudian, jawabannya ditransfer ke bandul sehingga bandul memberikan jawaban terhadap kesadaran dari indera ke enam (superfisis). Jawaban ini hanya logika yang boleh jadi hanya sekedar apologi atau hanya pembenaran saja. Adakah sain membuktikannya, atau tidak/belum dapat dibuktikan. Adakah penelitian biologi molekuler yang sudah berhasil mendeteksi bahwa memang ada perbedaan komposisi kimiawi antara telur tetas jantan dan betina?. Kalau ya, sungguh kajian menarik dan juga bernilai ekonomis pula.
      Penetasan yang menghasilkan 100% jantan atau betina sesuai dengan kepentingan ekonomi, jelas banyak dibutuhkan industri peternakan…..
      Teriring salam dan terimakasih sudi berkunjung ke blog agor.

      Suka

  2. Wah q si dulu pernah praktikum pake Pendulum, tapi untuk mengukur percepatan gravitasi bukan untuk kaya ginian.

    Suka

  3. Sy uda pake pendulum 3 bulan dan sy latih sesuai petunjuk di situs tp malah sy tambah konyol karna jawaban di kasih tidak perna benar

    Suka

  4. Apakah pendulum bisa di pake untuk meramal angka togel??? Mohon pencerahannya admin

    Suka

  5. Apakah ada pengaruh jin atau syetan ketika kita minta jawaban dari alam bawa sadar yg di transfer lewat pendulum??

    Suka

    • agorsiloku said

      Pengaruh jin… sangat tidak tertutup kemungkinan ini. Namun, sy sama sekali tidak tahu ukurannya. Kalau dari syetan (golongan jin dan manusia), kalau dari manusia, ya pelaku, seperti dalam tulisan, apakah kita mampu untuk bersikap netral (energi kita tidak mempengaruhi gerakan dari pendulum). Kalau kita mempengaruhi, karena ada nafsu kita yang turut serta untuk mengharapkan jawaban ya dan tidak maka jelas penggunaan pendulum tidak bermanfaat. Akan sangat mudah pula kita tenggelam dalam arus kehendak. Namun, jika pendulum digunakan untuk mendeteksi penyakit (bidang kedokteran) tentu manfaatnya lebih jelas dan itu telah banyak digunakan….

      Suka

      • Ildaf said

        sebelum komentar, saya mau simpulkan dulu.
        untuk menjamin keakuratan nya hati/jiwa harus netral, agar energi kita tdk mempengaruhi gerakan pendulum,
        dlm tehnik ilmu pernafasan disebut mengosongkan hati & fikiran ( tidak berpihak – ya/ tidak ).

        dikaitkan dgn jin/setan, mengosongkan hati sangat lah berbahaya.
        Imam Al ghazali menganalogikan hati itu adalah wadah/tempat/media. dimana penghuni hati itu hanya 2 jenis, yaitu “mengingat Allah” dan “mendengarkan bisikan syetan”. dan keduanya tidak dpt menempati hati secara berbarengan.
        pada saat kita mengingat Allah ( zhikir ), maka kita akan mampu menghalau bisikan syetan dari hati, dan pada saat kita mengikuti bisikan syetan ( di dlm hati ) kita akan melupakan Allah.

        jadi menurut saya kita tinggalkan aja metode pendulum, kita gunakan aja yg sya’i,
        kenapa tidak kita coba dgn metode : kosongkan fikiran & hati dari nafsu ( kehendak – ya-tidak ), kita isi dgn zikrullah, minta petunjuk Allah, dan yg terpenting kita mengimani nya.

        atau lakukan sholat istiqorah ( menurut saya perlu juga ditinjau tingkat urgen nya, untuk melakukan sholat istiqorah ).

        apakah salah ? mungkin aja kok.

        Suka

  6. Gimana cara yg paling pas bicara pada pendulum???mohon pencerahanx admin web

    Suka

    • agorsiloku said

      Pendulum, seperti kata pakar yang saya baca. Hanya menginformasikan ya dan tidak. Jadi pertanyaan yang dijawab pendulum hanya ya atau tidak saja. Yang juga penting, apakah kita mampu untuk netral dari keharusan mendapatkan jawaban ya atau tidak. Ini persoalan tersendiri.
      Misal, kita mencari jawaban dari pendulum dimana barang kita yang hilang (atau disembunyikan teman kita di sebuah lapangan). Kita tidak tahu, dimana lokasi barang yang disembunyikan itu. Maka pertanyaan kita : Apakah barang ada di lapangan (ya atau tidak). Jika ya, maka apakah ada di sudut lapangan? (Ya atau tidak), apakah di tengah (ya atau tidak). Begitu seterusnya, kita melokalisasi jawaban. Jika kemudian jawaban pendulum ternyata salah (kita uji bersama seorang rekan), maka jangan percaya jawaban pendulum…. Jika benar, juga jangan dijadikan patokan…. namanya juga jawaban pendulum, yang tidak jelas metode dan akurasinya pula…..

      Suka

  7. Samaranji said

    Assalamu’alaikum… Pak Agor…
    lama banget gak updet.🙂
    Oiya… ijin share gerakan para blogger dalam menjerat Cerita ABG Bugil. hehe..

    Suka

  8. terima kasih buat update artikelnya

    Suka

  9. Anonim said

    saya pernah naksir sama gadis melalui pendulum.. semua jawaban sangat memuas kan…tapi. begitu di prak tekan semua nya nol besar kampret……. uang habis untuk bandulan

    Suka

  10. ipunk konak said

    saya pernah naksir sama gadis melalui pendulum.. semua jawaban sangat memuas kan…tapi. begitu di prak tekan semua nya nol besar kampret……. uang habis untuk bandulan

    Suka

  11. bermanfaat dan menambah wawasan artikelnya

    Suka

  12. keren artikelnya dan bermanfaat

    Suka

  13. patut di waspadai itu musyrik

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: