Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Termehek-mehek Yang Mengejutkan !

Posted by agorsiloku pada Agustus 25, 2008

Tadi malam – 24/8/2008, tak sengaja saya mengikuti “Termehek-mehek” yang disiarkan oleh Trans TV.  Sebuah acara yang menyajikan kejutan, melakukan investigasi, dan mempermalukan manusia lain di depan kamera dan pemirsa TV.  Sama seperti Kasak-Kusuk atau Gosip artis (yang memang menjadikan gosip sebagai sarapan pagi), Termehek-mehek menjadi acara kejadian dua insan yang karena berbagai sebab terpisah dan kemudian dipertemukan.

Kisah dan dan diikuti oleh kamera TV kerap diikuti dengan kejadian tragis yang dishoot oleh TV dan disiarkan sebagai acara.  Beberapa reality show ini sangat mengesankan karena membawa kita kepada fakta kasih sayang dan betapa berharganya hubungan antar manusia.  Namun, pada episode terakhir tgl 24/8/2008 itu, sebuah fakta pahit dari pemuda dan tante di shoot, meskipun ditutupi oleh filter, telah menempatkan Trans TV dan Krunya sebagai investigator dan mempersilahkan pemirsa langsung menilai dan menghukumi pelaku.

Tampak bahkan krunya juga terlibat dalam emosi dengan pelaku reality show yang lain.  Acara ini lebih tampak kebejatan kru Trans TV, kebejatan manusia, dan kesombongan investigasi. Kebejatan Kru Trans TV?.  Ya… shoting cara begitu, begitu kasar dan kalau menurut asas normatif hukum, rasanya sudah melanggar hak privasi manusia (terlepas dari baik dan buruk).

Beberapa memang layak mendapatkan pujian, tapi beberapa di antaranya, adalah kejahatan dari kekuatan media untuk menghancurkan kehidupan dan harga diri manusia.  Selayaknya Trans TV bisa lebih bijak untuk tidak menganggu kehidupan seseorang, suka atau tidak dan menyajikannya di layar pemirsa.

Kalau tingkah laku media ini mendapatkan pembenaran dari Komisi Penyiaran Indonesia, memang semakin banyak kontribusi media untuk menghancurkan harga-harga yang bagaimanapun harus dihormati.

Penjahat atau bukan, ulama atau orang biasa, jika akan dishot dan disiarkan di televisi sebagai media publik, haruslah mendapatkan ijin.  Tidak habis pikir, bagaimana ada kegiatan begitu kasar dari trans tv, masuk ke rumah orang langsung melakukan penyiaran pertengkaran sebagai konsumsi publik.  Luar biasa negeri ini.

Iklan

21 Tanggapan to “Termehek-mehek Yang Mengejutkan !”

  1. aricloud said

    Saat ini, memang media telah menjadi budak liberalisme. Batasan norma dan etika press saat ini hampir tidak kelihatan. Sebaliknya, jika ada sedikit saja kritik terhadap press, maka mereka sudah langsung bak bik buk menohok pengkritiknya dengan sebutan anti kebebasan press.

    Kita semua tahu bagaimana kondisi masyarakat kita sebelum dan sesudah adanya izin/ekspansi televisi swasta.

    Pada koran tempo edisi kemerdekaan lalu, terdapat cerita bergambar tentang tingkah laku anggota Dewan yang disebutnya politisi busuk. Sewaktu membacanya, saya menganggapnya sudah keterlaluan. Kasus-kasus yang melibatkan anggota dewan (padahal belum semuanya terbukti di pengadilan) menjadi anekdot hanya sekedar untuk konsumsi publik untuk meraih keuntungan press, bukan untuk mencari jalan keluar.

    Pun demikian bukan berarti tertutup kemungkinan adanya media yang santun. Untuk koran, Republika misalnya, menurut saya masih konsisten dengan kesantunannya. Dalam kasus televisi, Anteve adalah yang paling mendingan.

    @
    Termehek-mehek mensahkan investigasi langsung kepada objek sambil diikuti oleh kamera. Benar-benar “trial by the press” karena menjadi pemberitaan (meskipun tidak menyingung orang terkenal). Namun, ini begitu kelihatan bias dan tidak proposional. Penjahat sekalipun, hak privasinya harus dijaga. Lucu sekali, ketika kru Trans TV takut kalau masuk ke hotel.
    Yang dilakukan dengan membongkar aib di depan publik adalah kejahatan tanpa pengadilan. Seharusnya KPI bertindak untuk penyiaran yang begitu absurd.

    Suka

  2. Ariaturns said

    acara-acara tv indonesia suck semua…
    kagak ada yang bener…

    @
    Dan semakin ngawur, tampaknya Trans TV juga ikut tergoda (atau biangnya malah).

    Suka

  3. Abudaniel said

    Assalamu’alaikum,
    Pers dilindungi dengan motto ” Kebebasan Pers” dan “Kebebasan Berpendapat”.
    Object pemberitaan tidak bisa berbuat apa-apa. Dewan Pers dan UU Pers, mandul bahkan mati suri.
    Pers dalam hal-hal tertentu lebih berkuasa daripada penegak hukum, bahkan hukum itu sendiri.
    Inilah buah dari demokrasi dan hak-hak azasi manusia.
    Kode Etik Penyiaran dibuat tapi tidak punya kekuatan.
    Kalau dulu kita kenal dengan ” Pers bebas dan bertanggung jawab” sekarang ” Pers bebas sebebasnya, tak perlu bertanggung jawab”.
    Jangan coba-coba dilarikan kepada larangan agama dalam hal ghibah, menghasut dan fitnah. Tak ada urusan agama dalam hal mengatur Pers. Pemerintah saja nggak bisa, dan cenderung takut.
    Karena kebebasan itulah, pers digunakan oleh segolongan orang/oknum untuk menjatuh golongan lain.
    “Merdeka Pers!.” Semoga kita bisa bertemu dipadang mahsyar untuk mempertanggungkan kebebasanmu.
    Wassalam,

    @
    Dalam “era kebebasan”, tanpa payung hukum yang dilaksanakan konsisten, betap mudahnya untuk bebas tanpa perlu bertanggung jawab !.

    Suka

  4. NU kalo nggak salah pernah bilang kalo acara infotainment itu haram. Tetapi kemudian terjadi semacam tarik ulur bahwa yang diharamkan mestinya isinya karena menurut pembela infotainment, infotaiment harus diadili sesuai isi demi isi tidak bisa diadili secara generalisasi. Tetapi kalau menurut saya sih secara umum, acara infotainment memang lebih banyak membuka aib orang lain atau mengadili orang lain dengan seenak udel ketimbang memberikan inspirasi. Rasanya jarang banget infotainment menyajikan artis dari sudut pandang tips and trik meraih keberhasilannya, perjuangannya, dsb. Kebanyakan isinya kalo nggak selingkuh, gosip kawin lagi, gosip mau cerai, perebutan anak,dll. Terlepas gosip itu benar atau nggak, namanya bergosip atau memperbincangkan aib orang lain rasanya bukan tindakan yang dianjurkan agama.

    @
    Kalau soal infotainment yang seperti sekarang ini, mengobrak-abrik privasi orang demi sebuah kenikmatan tontonan rasanya memang terlalu over acting. TV sama saja dengan koran gossip, tapi juga digemari oleh masyarakat.
    Kalau soal haram, agor sulit berkomentar. Masih sering memikirkan ayat ini :
    10:59. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.” Katakanlah: “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah ?”

    Rasa benar Mas Love, memperbincangkan aib apalagi menjadikannya tontonan itu pekerjaan orang-orang jahil…

    Suka

  5. Stop Buka Aib Orang said

    Emang benerr kelewatan alias kebablasan…
    Apakah yg nyooting & menyiarkan akan bertanngung jawab thdp masa dpn si korban yg sdh kadung dihakimi “jelek” perilakunya oleh publik…?
    Coba kala kejadian ini menimpa mrk atau keluarga mrk???
    Stop kemaksiatan & stop buka2-an aib orang…
    Tuhan saja menutupi aib umatnya, apalagi umatnya yg mau bertobat…

    @
    Betul Mas, tidak terasa saya betul-betul sebal dengan tingkah laku kru trans TV dan sekaligus Trans TVnya yang mengeksplor kebencian, kesombongan, dan membuka aib orang lain sebagai satu model siaran. Beberapa waktu yang lalu, saya termasuk menyukai Trans TV yang menurut saya sedikit berbeda dengan ekplor lainnya, tapi rupaya demi uang dan popularitas, Trans TV mulai kehilangan ruh-nya.
    Mudah-mudahan cara-cara tidak santun dan tidak beradab ini tidak dibiarkan berlama-lama hadir sebagai santapan kenistaan siaran televisi.

    Suka

  6. johan said

    setuju banget .. emang sekarang acara TV bikin acara udah gak melihat privacy lagi.. sudah tidak melihat norma2 yg ada cuma hanya nilai komersil yg diambil untuk keuntungan dari tayangan tsb.

    @
    alangkah menyedihkannya acara TV kita sekarang,
    benar-benar deh mencampuradukkan hanya demi rupiah…
    Kapan ya, pelaku bisnis ini bisa punya etika yang lebih baik lagi.
    ataukah mereka bangga dengan tingkah lakunya….

    Suka

  7. ryan said

    privacy pls,,, tak selamanya yg dilihat itu bnr

    Suka

  8. Donny Reza said

    Adik saya pernah dicasting untuk termehek-mehek, dan -untungnya- gagal karena dia nggak bisa akting marah :)) seumur-umur saya emang nggak pernah lihat adik saya marah :))

    Dari situ, saya ternyata baru tahu bahwa acara itu hanya akting belaka… tapi nggak tahu jga kalau episode yang ditonton pak Agor..:-)

    @
    Walah… sinetron juga toh…
    saya jadi ingat ketika teman saya cerita tentang “menguak misteri”. Dia cerita tentang “penampakan”. Kebetulan saat itu sang kru sedang merokok dan asapnya melewati kamera. Ketika dilihat di kamera, tampak seperti “penampakan”. Maka jadilah “penampakan” yang sebenarnya….

    Memang begitulah… begitu senang kita dibodohi…

    Suka

  9. Bitha said

    Pada ngomong apaan siy????? Buat argo, PEDE bgt lo yah bilang Trans TV itu crew-nya bejat,tukang menghakimi dan apalah itu??? LO sendiri dengan mengatakan itu lo tuh ga ada bedanya sama mereka tau!!!!!!!!!
    Klo lo ga suka, cukup mengkritisi dari segi logika sj.. gak usah merembet kemana2….
    Biasa aja kale’, sewot amat! Klo gw siy, klo suka gw tonton, klo engga suka ya gak gw tonton….Susah amat!!!
    Lagian klo gw nonton yg kalian bilang ‘tidak mendidik’, ‘pelanggaran privacy’,dsb…Ga ngefek tuh sama kehidupan pribadi gw! Tetep aja gw bisa bekerja dengan baik! tetep aja karier gw smoot…Kluarga gw ga ada masalah…
    Ga usah hiperbola dechh….

    Suka

  10. Bitha said

    Buat Ariaturns…LO WARGA NEGARA MANA SIY???? Trus APA SIY YANG BISA LO PERBUAT BIAR TAYANGAN TELEVISI INDONESIA LEBIH BAIK??
    Klo NGEBACOT GT DOANK GAMPANG MAN!!!!!! DO IT DONK, JANGAN NGOMONG DOANK!!!!!

    Suka

  11. Hik Hik Hik, ada orang galak, nih.

    @Bitha : Hi hi hi, santai aja bos. kayak dipantai maem SilverQueen dulu.

    Kalo dipikir-pikir yah mungkin kamu juga ada benarnya juga. nggak semua kru Trans TV bejat. Yang bejat tentu para kapitalis di belakang itu semua. Yang mengeeksploitasi kesusahan orang lain demi duit. kalau kru mah ? Yah namanya juga cuma pegawai.

    Tapi bagaimanapun kalau menurut saya mempertontonkan keburukan orang lain atau mengeksploitasi masalah orang lain demi semata-mata rating tentu nggak bisa dibilang baik.
    Coba anda berempati juga kepada korban yang mendapat perlakukan seperti itu.

    Masalahnya yang dipaparkan kan tidak cuma sekedar fakta tetapi sebagian fakta yang diarahkan untuk membentuk opini tertentu.

    Kalau anda memiliki teman, atau saudara atau ayah, ibu, dsb yang bekerja di Trans Tv, saya sebagai pendukung postingan Mas Agor di atas, meminta maaf atas nama saya pribadi. Saya nggak mewakili siapa-siapa.

    Saya rasa bagus juga protes kamu untuk melihat kesalahan (menurut saya sih tetap saja itu tindakan yang nggak patut ) dari sisi perbuatannya tidak dari sisi manusianya.

    Masalah konstribusi terhadap TV : Menulis komentar ini, ngeblog serta membentuk pola pikir masyarakat – tentu juga bisa kita anggap konstribusi. hik hik hik….

    SALAM YA….–

    La la la la la…..-

    Jangan beri aku marahmu
    Berikan aku senyummu
    Matahari mengintip di sela awan hitam
    Para Teletubies pun kemudian tertawa
    Berpelukan.

    La la la la la …..-

    @
    😀
    Saya link termehek-mehek yang bagus dan yang jelek, maksudnya biar kalau sempat dibaca oleh kru, mereka bisa lebih mengetengahkan acara yang lebih bermutu. Saya memang menggunakan kata bejat dengan alasannya…. tapi itu bisa ditanggapi sangat emosional oleh penggemarnya yang belum mampu menangkap keseluruhan dari isi postingan termasuk link-linknya. Itu memang tipikal khas kita.
    Jadi yah… begitulah….
    Terimakasih untuk catatannya Mas Love, tadi saya baca tulisannya orang tersebut yang ngelink ke website batam sedang dia sendiri dari link speddy jkt.
    Senyum mas Love melegakan hati… Trims ya

    Suka

  12. nisa said

    STOP STOP GARA2 ACARA TERMEHEK-MEHEK KK JADI PADA RIBUT NGOMONGNYA JADI KEMANA-MANA, YA KALO SUKA TONTON GA SUKA MATIIN TVNYA BERES KAN….NGIRIT LISTRIK KAN SESUAI ANJURAN PEMERINTAH HEMAT ENERGI….UNTUK LORBANNYA YA KAYAK YANG RULY ITU YA SEPANDAI-PANDAINYA MENYIMPAN KEBUSUKAN AKHIRNYA TERBONGKAR JUGA BIAR PACARNYA TAHU, BAGUS KHAN….

    Suka

  13. ndarusi said

    acara reality show di jepang lebih parah tuh! misalnya toilet umum yang bisa terbuka sendiri, sehingga korban saat di dalam toilet terhilat dari luar , dan show lain2 semacamnya. namun televisi jepang tidak pernah menampilkan tanpa memberikan kompensasi, dan tentunya mendapat ijin dari yg bersangkutan.
    masalahnya di indonesia, kayaknya mengabaikan bgt hak ” korban” reality show untuk tidak di muat atau di sensor sebagaian.

    @
    Kalau hak seseorang yang tidak menghendaki publikasi atau dipublikasikan memang sewajarnya, etisnya harus dihargai dan dihormati tentu.

    Suka

  14. ae said

    “Ya… shoting cara begitu, begitu kasar dan kalau menurut asas normatif hukum, rasanya sudah melanggar hak privasi manusia (terlepas dari baik dan buruk).”

    Melanggar privasi????
    Sejujurnya sy heran kalo ada kata2 seperti itu…..
    Ketika pd saat aib orang lain terbuka alias ketauan selalu dikatakan bahwa orang yg menyebarkan aib tsb sudah melanggar privasi seseorang…..
    Namun sebaliknya jika org tsb tidak mempunyai aib ato bs dikatakan kehiidupannya harmonis malah tidak dikatakan melanggar privasi………….(di indo maksudnya)
    Saat melihat itu sy merasa (maaf) agak muak mendengarnya…….(jika ada org sini yg mengatakannya)

    Hey, kita tinggal di indonesia bukan amerika…..
    Knp selalu saja ada kata2 privasi di sini…….(apa maksudnya ini???)
    Di amerika tuh gak ada istilah rt dan rw………
    Di indo, banyak kan???
    di sana jg walaupun aib tetangga terbuka, mereka gak peduli dgn kisah selanjutnya….
    ya walaupun tetep kyk di sini digosipin tp selanjutnya kehidupan berjalan semestinya dan pada akhirnya malu jg jika dilanjutkan digosipin……(mereka jg msh punya rasa malu, gak kyk koruptor di sini)
    gak kyk di sini, aib terbuka udah deh di hakimin penduduk sekitar….
    dgn kata lain kita tinggal di indo udah nunjukin kalo kita memang peduli dgn org lain dan agama walaupun yg namanya aib adalah aib dan memang gak baik utk dibicarakan….
    di amrik gak ada yg seperti itu…..
    apalg dgn dekrit human of right nya amrik, “Setiap manusia mempunyai hak utk bebas tetapi ingat manusia lainnya pun mempunyai hak utk bebas yg sama dgn manusia lainnya.”
    maka dr itu hukum privasi pun terbentuk di amrik…..
    di sini menurut sy agak sok utk masalah privasi…..(terlalu banyak nonton hollywood kali ya…)
    Tp tetep yg membuka aib orang itu emang gak baek……(di mana pun kita berada….)

    Sy setuju dgn mba nisa….
    Ngapain sih malah pd ribut di sini cuman gara2 acara di indo dibilang busuk2???
    Mendingan cari kerjaan yg berguna…..

    @
    masuk ke rumah orang di-shoot masuk televisi sedangkan yang dimasuki (biar di halaman rumah) menyatakan keberatan. Saya tidak tahu lagi mengerti kalau hal ini dianggap tidak menganggu privasi orang lain.

    Menjelaskan sebuah proses, kalau dipahami ribut-ribut di sini gara-gara acara adalah perspesi Anda saja. Pada postingan saya hanya menegasi, pada episode terakhir secara normatif hukum rasanya sudah dilanggar. Tapi, kalau masuk ke rumah orang dengan sekian orang kru , mendesak, dan itu tidak ada hubungan dengan masalah privasi (semoga Anda berkomentar telah menonton acara pada tanggal tersebut)- kebebasan seseorang di dalam halaman rumahnya sendiri dan itu Anda menilai ‘agak sok masalah privasi’ dan Anda menjelaskan kebanggaan di Amerika ya itu amerika. Barangkali di sana orang tidak perduli, boleh masuk seenaknya sambil nge-shoot. Yah… kalau perilaku di sana begitu… saya juga baru tahu….

    Ketika seseorang berbuat ‘tidak normatif’ dalam mata lingkungan masyarakat, lalu wajahnya ditampilkan di layar TV, rumahnya didatangi, dan terjadi pertengkaran di halaman rumah. Lalu, siapa yang dipermalukan, bagaimana dgn keluarganya, teman-temannya, dan lain-lain. Sebuah kejadian yang menjadi aib buat ybs dan keluarganya (tentu) tidak layak dijadikan acara ditonton di jam tayang sore.

    Tapi kalau di Amerika seperti itu adalah wajar, ya sekali lagi. Itu Amerika… (tapi rasanya sih Amerika juga tidak begitu… biarpun saya nggak pernah tinggal bertahun-tahun di sana…. )

    Soal cari kerjaan yang berguna ?.
    Saya kurang dapat menangkap logikanya. mohon maaf. Saya lebih menangkap bahwa protes ini layak dilakukan. Meskipun di Amerika, rasanya hal ini dibenarkan.

    Suka

  15. nero said

    OMG..???
    mas mas gak usah segitunya kalee…..

    itu tuch past pake skriplah..
    dan orang yg disorot juga tw itu..
    dpt uang jugaa…

    klo mas jeli
    cowok yg sama tante2 itu pernah muncul di supertwin..

    santai mas…
    itu skrip

    wkwkwkwk..

    @
    Jadi, reality pseudo…
    ha..ha…ha…
    pastilah penonton itu diketawain habis-habisan…
    ternyata sinetron juga….
    weekeke….ke….

    Suka

  16. nero said

    tambahan lagi…

    menurut beberapa sumber
    aslinya memang ada cerita nyata..
    tapi yg di tv ditambahin..
    dibumbuinlah..

    tapi yang tv itu semuanya bukan asli..
    alias skrip modelnya juga ada..

    malah klo liat2 lebih jeli..
    ada beberapa orang di termehek2 yang actingnya agak jelek
    ada juga yg bagus sich..

    jadi santai semuanya mas..
    trans tv juga kaiaknya gak bego2 amad nayangin secara beneran..

    jadi semuanya santaaaiiii

    @
    😀 berhasil deh… Trans TV memintarkan pemirsanya 🙂

    Suka

  17. Mau asli mau sinetron ya tetep aja kebangeten. Hik Hik.

    Kalau asli kebangeten ngawurnya. Menjelekkan orang lain.

    Kalau sinetron ya kebangeten dalam hal membodohi pemirsanya. Hik Hik.

    Tapi kayaknya memang sinetron tuh. Aku sempat ngintip satu episod, masak ada orang baru saja marah-marah nutup pintu bersama istri mudanya. Eh istri mudanya kok malah keluar lagi, didorong-dorong sama dia masuk lagi. Suatu adegan yang menurutku nggak logis. Aneh bin ajaib. Kemungkinan besar itu akting, biarpun ngakunya reality show. Hik Hik.

    @
    Yap.. tapi kalau tahu itu cuma skrip,… ya kalau gitu cuma nyerem-nyeremin aja. Lain soalnya kalau itu benaran, maka tindakan menjadi benar-benar melanggar hukum… kalau sama dengan holiwud sih… 😀 ngapain juga diprotes… 🙂

    Suka

  18. nero said

    iya itu makanya ketahuan bgt..
    ada beberapa yang actingnya jelek..
    mungkin jgn2 sebenarnya rata2 reality show itu skrip ya??

    abisnya temen saia pernah tuch jadi cewek yg ngegodain
    di playboy kabel..
    kata dy itu juga semua udah ada skrip..
    ya ampun ……..

    Suka

  19. jome_tianerz said

    tuh acara baguz bgt kok…
    knp smw pada sewot??

    @
    Ah masa sewot, di postingan juga dijelaskan link pujian yang diberikan pada termehek-mehek.
    Hanya pada episode tgl yang disebutkan yang agor protes, lengkap dengan alasannya. Jadi jelas tidak pukul rata dan tujuannya hanya mengingatkan.
    tapi kalau itu ternyata skript saja…ha..ha…ha… saya saja yang terbawa arus “terbodohi”…
    Seperti pada usulan komentar yang lain, kalau tidak suka atau tidak setuju, ya pindah canel saja (usulan yang aneh tapi benar, kalau tidak setuju tinggal pindah link saja….),
    namun, lepas dari sewot atau tidak, bagus atau buruk, ini adalah cara berpikir. Termasuk juga yang mencaci maki di sini, bahkan menganggap cari aja kerjaan lain yang lebih berguna 😀
    Itu juga sebuah persepsi.
    Kita bisa belajar dari perbedaan ini….

    Suka

  20. Norman said

    Ada semua di http://transtvnews.blogspot.com/

    @
    Sisi-sisi lain yang tak terungkap… 🙂

    Suka

  21. Dera said

    Panda,Mandala gila salut buanget gue ma kalian…….cayoo mandala cepet buanget ngambil gagasan bertindak!!!! panda pinter ngomongnya jenius lah….yang ga suka termehek2 matiin aja TV nya jangan ribet lah LIEEEEEEEEERRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

    Suka

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: