Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apakah Peradaban Kita Sudah Lebih Maju sehingga AQ menjadi OOT?

Posted by agorsiloku pada Juli 23, 2008

Sebuah wacana kecil tentang perubahan dilontarkan seorang rekan yang telah membantu ikut meramaikan dunia gubuk blog ini.  Bagian persoalan yang menurut saya cukup menarik adalah : “Permasalahannya adalah nilai2 itu sendiri mulai berkembang (sudah benarkah saat lahirnya) dan sampai dengan saat ini bagaimana.???:”

Nilai Apa Yang Berkembang?
Nilai apa ya?

Jaman ini kan masa keemasan ilmu dan teknologi.  Dunia dipermudah dan dimakmurkan dengan berbagai sisi kehidupan.  Dokter di saantero jagat, kulit diperhalus dan dipercantik yang membuat televisi dipenuhi oleh wajah-wajah nan ayu dan gemerlap.  Usia produktif manusia relatif lebih panjang dibanding generasi sebelumnya, hari ini di negeri awak, besok makan pagi di belahan dunia lain.  Kemarin makan pecel madiun, besok ikut seminar sambil breakfast oriental.

Perubahan-perubahan itu, adakah kemudian kitab suci dengan segala nilai-nilai yang dibawanya mampu mengikuti perubahan jaman karena nilai-nilai itu sendiri mulai berkembang. Penelitian sosial budaya tumbuh berkembang biak jauh melampaui masa-masa lalu.

Pertanyaan boleh jadi masuk ke area : Nilai-nilai apa yang dibawa oleh kemajuan ilmu dan teknologi?.

Keterpenjaraan.

Enak mana ya melihat ilmu pengetahuan sebagai kemajuan atau justru sebagai keterpenjaraan.  Repot-repot kita belajar siang dan malam, kerja keras sana-sini untuk memenej agar efesien dan efektif.  Ujung-ujungnya sama juga, mencari uang sebanyak-banyaknya untuk segala turunan dan keluarga.  Kalau boleh (bisa) kaya sekaya-kayanya, sikut sesikut-sikutnya.  Untuk berkompetisi dan memenangkan persaingan. Homo-homoni lupus.

Ilmu disekap dalam berbagai kepentingan politik dan kekuasaan.  Einstein bikin rumusan nuklir, terus  Oom Rooselvelt menyuruh dibikin bom.  Bom Nuklir kini menjadi kekuatan dahsyat untuk mengancam siapa saja yang lebih lemah.  Ilmuwan terpenjara oleh kekuasaan.  Mereka hebat dan pintar, tapi harus menggerakkan roda kekuasaan dan politik. Berbagai mesin penghancur dibuat oleh para teknolog dan ilmuwan yang disekap untuk kepentingan-kepentingan politik dan kekuasaan.  Tentu juga keterpenjaraan dengan istilah hak cipta membuat pengguna Microsoft terpenjara.  Pemerintah dengan gigih membuka diri untuk memakai teknologi microsoft dan software-softwarenya di bidang pendidikan sehingga bisa dijamin, generasi 10 tahun lagi, Indonesia menjadi budaknya Bill Gates.

Tetap saja esensinya berada pada sisi bahwa perkembangan ilmu dan teknologi yang dinilai sebagai kemajuan juga tampak sebagai keterpenjaraan nilai-nilai di bawah hegemoni kekuasaan (baca nafsu).

Nilai-nilai yang ada, bukan berkembang ke arah berkeadilan, tapi juga menampakkan sisi gelapnya karena orang semakin cenderung pada keinginan untuk berkuasa.  Ilmuwan dan Ulama dipakai untuk digunakan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan, sekaligus juga dirongrong untuk tidak memberi cukup harga buat nilai-nilai kemasyarakatan.  Ilmuwan dipinggirkan (baca : diawasi, diproteksi karena hasil karyanya bernilai politik dan ekonomi yang penting untuk kekayaan dan kekuasaan), ulama dipinggirkan (baca dibatasi agar tidak mengurus masalah-masalah berdimensi ahlak, karena perbaikan ahlak juga bisa menimbulkan resiko ekonomi 🙂  )

Jadi nilai-nilai apa yang berkembang?.  Kemajuan kah atau kemunduran?.

Kembali ke judul postingan?.

Apakah kemajuan dan perkembangan sehingga kita melihat Kitabullah sebagai sebuah cara pandang (petunjuk) yang harus diadaptasi, disesuaikan jaman.

Ataukah,

Kita harus kembali lagi, melihat dan mempelajari lebih seksama agar semua keterpenjaraan yang terjadi kini dan melenceng (dari keadilan dan akidah) bisa “lempeng” kembali….

Iklan

3 Tanggapan to “Apakah Peradaban Kita Sudah Lebih Maju sehingga AQ menjadi OOT?”

  1. […] Apakah Peradaban Kita Sudah Lebih Maju sehingga AQ menjadi OOT? […]

    Suka

  2. […] dimakan juga, ditagih lo sama bullgot, kena deh 2 Em dollar tambahan Utang, bayar pakek jidat, biar pinter, biar maju, pinter apa???, pinter nunut, pinteran juga yang […]

    Suka

  3. madopolo said

    @Agor
    Al Qur’an sdh mendahului Ilmu pengetahuan. Cuma kita aja tdk mau memanfaatkan/pelajari/meyakini ayat2 Allah. Contoh
    1. Mi’raj Rasul (Adakah Ilmu Pengetahuan menyamainya)
    2. Para Nabi atau mereka yg Takwa bisa menyembuhkan penyakit dg AIR(adakah IP yg
    dpt menyamainya walaupun sizin Allah. Tp tdk semua orang Allah izinkan)
    3. Adakah Ilmu pengetahuan menjamin klu orang dibakar tdk HANGUS?
    4. Adakah Ilmu pengetahuan menjamin klu orang tdk makan dlm beberapa msh mampu
    beraktifitas sebagai biasa.
    Jadi menurut saya bkn Alqur’an ketinggalan jaman. Cuma kita2 penganutnya yg malas mendalami. Wasalam

    @
    Cuma kita2 penganutnya yg malas mendalami. –> tapi kan tetap rajin melantunkannya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: