Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Archive for November 2nd, 2006

Lumpur Panas Sidoarjo : Menyelesaikan Masalah dg Cara Tuhan

Posted by agorsiloku pada November 2, 2006

Catatan : Tulisan ini dikirimkan seorang rekan, mosaf_za@yahoo.com (mohamat safiri
0819 7671913) di komentar. Namun, karena urgensinya menarik, saya pindahkan saya jadi bagian dari blog (artikel). Gpp ya.

Dr.-Ing. Abdurrahman R Effendi dan Ir. Medria Kusuma Dewi MSc

Bubble gas dan blow out yang terjadi di sekitar Sidoarjo telah menjadi bencana nasional yang melibatkan dan meletihkan semua penduduk Indonesia. Suka atau tidak suka ini adalah rentetan bencana yang bertubi-tubi menimpa bangsa Indonesia. Tsunami, gempa bumi, gunung berapi meletus, banjir, telah mengambil korban nyawa manusia dan harta yang banyak serta membuat kita semua letih. Yang lebih menyedihkan lagi kita sudah tidak faham hikmah dan maksud Allah memberi peringatan melalui bencana itu kepada kita. Tidak ada satupun pemimpin atau ulama yang berwibawa dengan tegas mengatakan semua yang terjadi ini erat kaitannya dengan dosa-dosa dan kesalahan kita pada Allah.

Padahal Rasulullah SAW, pernah mengungkapkan bahwa bila seorang tertusuk duri kakinya maka ada beberapa maksud Allah kepada dia. Yang pertama sebagai peringatan dari Allah untuk menginsyafkan dia karena selama ini dia lalai dari Allah. Yang kedua sebagai penghapusan dosa dia dan yang ketiga untuk meningkatkan derajat dia di sisi Allah (jika dia tidak berdosa). Sedang kepada orang yang tidak beriman, ujian itu merupakan satu bentuk hukuman Allah kepada dia di dunia sebelum dihukum di Akhirat kelak. Yang menyedihkan kita semua, berbagai bencana yang telah menimpa bangsa kita tapi kita belum sungguh-sungguh menjadikannya sebagai momentum untuk menginsyafkan kita, betapa jauhnya kita dari kehidupan yang Allah kehendaki dan belum meningkatkan iman taqwa kita kepada Allah. Kita khawatir berbagai bencana yang merupakan peringatan dari Allah kepada kita akan datang lagi dalam berbagai bentuk. Baca entri selengkapnya »

Posted in Lumpur Panas Sidoarjo, Profetis, Spirit/Etos/Sosial | 5 Comments »

Poligami Nabi Muhammad-Pernikahan dgn Aisyah

Posted by agorsiloku pada November 2, 2006

Hati agak sedikit tergetar dan mulut terkatup rapat ketika “my roommate” bertanya dengan sedikit melecehkan. Kenapa nabimu itu mengawini anak kecil (Siti Aisyah) dan mengapa poligami. Saya hanya bisa tersenyum kecut, karena memang tidak ingat lagi cerita dan sejarah mengenai nabi. Isue pernikahan nabi dengan Siti Aisyah itu merupakan salah satu “olok-olokan” bagi mereka yang suka memojokkan Islam. Mudah-mudahan artikel yang saya copy pastekan ini ada manfaatnya. Ada 3 artikel, yaitu dari T.O. Shavanas dan HMNA. Artikel ke 3 (paling bawah dari blog http://donnya.wordpress.com)

=======================================================================

The Ancient Myth Exposed By T.O. Shanavas , di Michigan. (c) 2001 Minaret from The Minaret Source: http://www.iiie.net/

Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, ” Akankah anda pernikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya, “Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya.

Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah. Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti itu.

Nabi merupakan manusia tauladan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam, Nabi SAW, Religion | 106 Comments »

Perintah Tidur dan Bangun

Posted by agorsiloku pada November 2, 2006

Mungkin karena kebiasaan saja. Sebelum tidur, kadang aku memesankan pada diri sendiri untuk tidur hanya 10 menit saja, satu jam saja atau dua jam saja. Maklumlah sebagai orang yang menjual tenaga dan pikirannya ke orang lain, di saat kerja, kurang layak sebenarnya untuk tidur. Tapi, kelelahan kadang tidak bisa dikompromikan. Seperti juga pekerjaan yang tak mau dibatasi waktunya. Kadang sejak pagi sampai larut atau matahari sudah keluar dari peraduannya, belum kelar-kelar juga dan dead line sudah menanti.

Kalau keinginan untuk membatasi atau bangun pada waktu yang ditetapkan itu serius dipersiapkan sebelum tidur, maka nyaris hampir 90% lebih dari kejadian itu, aku selalu bangun sesuai dengan pesan untuk otakku sebelum tidur. Sering pula tepat sampai pada hitungan menit. Hanya kondisi-kondisi tertentu saja kondisi ini tidak tercapai. Misalnya karena bagadang semalaman, tidur kurang dari 2-3 jam sehari, atau kondisi-kondisi force mayeur lainnya. Kebutuhan untuk memerintahkan badan bangun pada waktu yang diinginkan bisa karena kebiasaan, mau pergi ke luar kota dan berangkat pagi, 10 menit menjelang subuh tiba dan kondisi rutinitas lainnya yang mengharuskan bangun dari kelelapan tidur.

Hanya saja, saya tak bisa menjelaskan bagaimana otak dan hati memahami perintah sebelum tidur itu untuk bangun pada waktu yang diinginkan. Apakah ungkapan dalam hati itu dicatat oleh jaringan otak untuk membangunkan jasad pada waktunya. Kalau memang begitu, berarti otak bawah sadar seharusnya punya kriteria terhadap pesan hati yang dicatat sebelum tidur dan juga mengerti kapan (berapa lama) harus tertidur. Kalau begitu, ketika sebelum tidur menyampaikan ke tubuh kita : “saya mau tidur 1 jam saja”, maka catatan hati itu mulai menghidupkan alarmnya, untuk 60 menit kemudian atau sebelum sampai ke angka 60 menit, mulai dilakukan pemanasan untuk membangunkan sang raga. Ataukah pesan yang disampaikan itu diterima oleh penjaga kita, lalu sang penjaga mengingatkan bahwa :”… eh.. lu sudah waktunya untuk bangun. Kan tadi kamu minta dibangunkan sekarang… ayo bangun…”. Dan blas, Alhamdulillah.… perlahan tapi pasti, kelopak mata terbuka, alam bawah sadar menutup tirainya kembali dan kesadaran rasional kembali membuka pintunya. Alam itu holistik, jalin menjalin, terintegrasi dan terpecah belah secara utuh, terstruktur, tak terpahami permulaannya dan tak terdefinisikan juga akhirnya.

Catatan :

Seminggu terakhir setelah menulis ini, saya benar-benar menjadi sombong, dan tidak bisa memerintahkan diri untuk bangun on time.  Berkali-kali subuh terlewat karena bangun jam lima pagi atau jam setengah enam.  Payah deh, saya usahakan juga nggak bisa, padahal tidur tidak terlalu larut.  Nyerah deh.

Alhamdulillah, kemarin bisa bangun lagi as usual.  Rupanya, sangat boleh jadi, bukan jam tidur yang diperintahkan kepada tubuh dan raga membangunkan dirinya sendiri….

Posted in Fenomena, General, Profetis | 1 Comment »

 
%d blogger menyukai ini: