Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Membandingkan Rasulullah dengan Saya !

Posted by agorsiloku pada Agustus 19, 2010

Seorang rekan mengirimkan pesan, agar membandingkan diri kita dengan Rasulullah.  Membandingkan?, Ya, mengapa tidak.  Ternyata, hanya sedikit perbedaannya.

BEDA RASULULLAH MUHAMMAD SAW & KITA CUMA TIPIS

…Kalau Rasulullah sedikit-sedikit bersedekah, kalau kita sedikit bersedekah…
Kalau Rasulullah sedikit makan, kalau kita sedikit-sedikit makan…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit bekerja, kalau kita sedikit sekali bekerja…
Kalau Rasulullah sedikit tidur, kalau kita sedikit-sedikit tidur…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit shalat, kalau kita sedikit sekali shalat…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit baca surat panjang, kalau kita sedikit baca surat panjang
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit berjuang, kalau kita sedikit sekali berjuang

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit dzikir, kalau kita sedikit sekali dzikir…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit cobaan, kalau kita sedikit sekali cobaan…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit berkorban, kalau kita sedikit sekali berkorban
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit dakwah, kalau kita sedikit sekali dakwah… ◕‿•
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit berpuasa sunnah, kalau kita sedikit puasa sunnah…
Kalau Rasulullah sedikit HARTA, kalau kita sedikit-sedikit HARTA…

Kalau Rasulullah sedikit-sedikit tahajud, kalau kita sedikit sekali tahajud…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit dhuha, kalau kita sedikit sekali dhuha…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit membaca Qur’an, kalau kita sedikit membaca Qur’an…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit mengajarkan ilmu, kalau kita sedikit mengajarkan ilmu…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit memaafkan, kalau kita sedikit sekali memaafkan…
Kalau Rasulullah sedikit-sedikit MENYAMPAIKAN, kalau kita sedikit sekali MENYAMPAIKAN
Dan…. Apa lagi eaaa??? ⓿⏟⓿
Tak banyak kan? Sedikit saja kok perbedaan kita dengan Rasulullah Muhammad SAW… >_<
Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kita semua, tua, muda, kaya, miskin…
Semua ini hanya permainan dunia fana… di akhirat lah tempat kembali yang sebenarnya…

Amal apa yang kita bawa menuju kesana????
Apakah bahagia selamanya??? ◕‿◕
Bersama Rasulullah Muhammad SAW tercinta????
Atau celaka tak terhingga??? ☹ ☹ ☹
Beserta syaithon yang durhaka???

Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

21 Tanggapan to “Membandingkan Rasulullah dengan Saya !”

  1. Olads said

    Sedikit tapi menghempas keterbalikan dari apa yang di contohkan dari standar Tuhan pada diri Rasulullah. Yah maklum namamnya juga manusia biasa hanya mampu meneladani sesuai kemampuan, dan takan ada seorangpun yang mampu mencontoh secara plagiat,sehebat apapun umat Rasulullah saw ilmu dan pengetahuannya jiwa/esensi kita sangat jauh berbeda dengan Jiwa Rasululullah saw, itulah perbedaan yang sangat substansial.

    Suka

    • agorsiloku said

      Ya.. ya… Mas Olads…. kita menyadari atau mencoba menyadari, kita bukan apa-apa….

      Suka

      • Olads said

        Ada yang sedikit lupa juga saya sampaikan …………,
        Para ulama mengatakan bahwa bila Rasulullah saw menerima wahyu maka langsung sampai ke pusat jamtung hati yang paling dalam tanpa perlu untuk berfikir, kecuali berfikir cara penyampaiaan nya npada umat. Qualitas wahyu yang disampaikan Tuhan demikian kuat menutupi seluruh kemampuan berfikir tentang keraguan dan tanda tannya pada diri Rasulullah saw, karena Rasulullah saw melihatnya dengan mata bashirah yang haqiki(kebenaran yang sebenar-benar nya). Sehingga wahyu itu ber qadar 40/40, sedang umatnya hanya ber qadar 1/40(2,5%). Sehingga umat Rasulullah perlu 40 kali meyikini nya agar keyakinan itu sampai dihati secara bulat, tanpa keraguan sedikitpun,atau disebut tunduk patuh tanpa bertanya(pen).

        Metode mengasah keyakinan tsb banyak dipelajari dan dipraktekan oleh kalangan tasauf dan kaum haqikat makrifat dengan cara-cara spiritual yang khusus, baik itu melatih diri dalam menahan lapar dan ngantuk, menyedikitkan makan, banyak bedzikir, dan yang paling pokok adalah melatih berfikir dengan otak kanan( abstrak, imajinasi, sugesti, spiritual, seni), sedikit sekali menggunakan fikiran otak kiri(matematis, analisa, evaluasi, kongkret, bahasa, tulisan), kecuali untuk memahami kitab-kitab yang perlu dicerna dan difahami.

        Dan puncaknya dari hasil berfikir dengan otak kanan disampiakna ke hati melalui kemampuan olah rahsa di hati(qolbu), agar mampu membuka mata hati nurani(bashirah), sehingga terbukalah khijab(penghalang) untuk dapat melihat Tuhan.

        Bila hanya terus-terusan menggunakan kemampuan otak kiri, hasil akhirnya adalah agama menjadi banyak terpecah belah dalam kelompok dan golongan aliran dsb..dsb, karena otak kiri tak mampu menjawab hal-hal yang abstrak spiritual. Sehingga kebenaran itu nenjadi beragam sesuai pola fikir otak kiri dalam memahami nya dalam kecenderungan pilihan sikap yang manusiawi.

        Sedangkan tujuan kita adalah keluar dari sifat kemanusiawian yang rendah menuju derajat ketinggian jiwa(ruhani) menuju orbit Tuhan(ilahiyah). Bagai manapun kemmapuan otak kiri takan bisa mencapai orbit Tuhan(Qs), Sebab firman Alqurán menyebutkan AlQuránul adzim ayat-ayat nya berada dalam dada orang-orang yang diberi ilmu(Qs).

        Bila kemanusiawian kita telah fana, insyaallah akan tumbuh jiwa yang berkemampuan ke Ilahiyahan dalam sifat-sifat keagunan Tuhan pada diri manusia(fitrah). Semoga di Bulan Ramadhan ini kita mampu menumbuhkan jiwa yang fitri, sehingga mampu mengenal dan melihat Nya, sebab Tuhan telah sediakan di bulan Ramadhan ini waktu waktu yang sangat berharga lebih berharga dari dunia dan seisinya, dalam 3(tiga) fase, yakni 10 hari pertama, kedua dan ketiga, sampai dengan puncaknya Laylatul Qadar.

        Semoga kita jadi pemenang di hari yang Fitri, hanya detik ini satu kesempatan yang ada dan tersedia, belum tentu kita akan temukan kembali Ramadhan beikut nya.
        Salam sejahtera bagi Mas Agor dan semua ikhwan muslim muslimat.

        Suka

  2. dan perbandingan itu menghasilkan hal yang sangat kontras😦

    Suka

  3. Dono. said

    Salam,
    perkara itu tidak usah dipikirkan.
    bertakwalah dalam segala hal.

    wassalam,ww.

    Suka

  4. Duhh…. jadi malu😦

    Suka

  5. jabon said

    by jabon

    dia adalah manusia yang paingsempurna akhlaqnya

    Suka

  6. Roy Rey said

    hihihihihi….
    Kritik… yang bagus….
    hik..hik..hik..sedih gw…..
    kheknya bis baca ini, gw mo shalat 2 raka’at dulu….
    permisi

    Suka

  7. Zayn said

    Qt ga perlu mmbandingkan ma Rasulullah SAW,.. tp yg qt perlukan adlah mengerjkan pa yg dikrjakannya dan perkataannya… g mngken bisa 100%.. tp usaha donk… berbicara semua org bisa, tp prakteknya ne yg bkin beda qt ma Rasulullah SAW.. Beliau apa yg dibicarakan tu yg dikerjakan,, klo qt.. hanya bisa ngomong doank….

    Suka

    • Anonim said

      membandingkan diri kita dengan Rasulullah SAW itu sah-sah sah saja, meskipun hasil akhirnya jelas timpang.perlu diingat bahwa Rasulullah SAW bukanlah malaikat, akan tetapi “manusia biasa” secara basyariyah/jasadi/badaniyah, perlu makan, minum, tidur, beristri, istirahat, beternak, berdagang dsb. dan secara ruhani “tidak seperti manusia biasa” karena selalu dibimbing,diingatkan dengan cepat dan dipelihara oleh Allah SWT (ma’shum/ terjaga dari berbuat dosa/salah). kenapa ? karena ia adalah seorang Nabi dan Rasul Allah. yang mentablighkan risalah Allah (wahyu)yang suci. sehingga ia harus steril dari hal-hal yang bertentangan dengan wahyu.
      kata hikmah : Muhammadun basyarun La kalbasyari, bal hua yaquutu bainal khajari
      Rasul memilki sifat wajib 4 : Shidiq/jujur/benar, amanah/dipercaya, tabligh/menyampaikan, fathonah/cerdas.
      maka Rasul mustahil memilki sifat :kidzib/dusta/bohong, khianat/tidak dapat dipercaya, kitman/menyembunyikan info, dan baladah/bodoh/tolol.
      dan Rasul memilki satu sifat ‘arodhul Basyariyah (kemanusiaan)
      maka yang terpenting bagi kita adalah berusaha semampu kita untuk menjadi orang yang bertaqwa. Inna akromakum ‘indaAllahi atqookum. Wallahu ‘alamu bishowab..

      Suka

  8. zero said

    muhammadun basyarun la kalbasyari, bal hua yaqutu bainal hajari

    Suka

  9. arief juniawan,drh said

    yg jelas kebaikan yg di bawa rosul Muhammad adh kebaikan universal….jadi yg baik dari seluruh etnis di dunia ini ada pada Muhamad…..yg baik dari segala bangsa dan negara di dunia ini ada pada rosul Muhammad…..jadi Muhammad tak identik dgn arab….dan arab bukan Muhammad.

    Suka

  10. nardi said

    Memang Rosulullah adalah teladan bagi umatnya,,dan kita harus meniru beliau semampu kita….moga kita bisa seperti beliau,,Amiin!!!!

    Suka

  11. Anonim said

    Muhammad SAW adalah sebutir batu intan, dimanapun berada tetap batu intan yg bernilai dan berharga tinggi, sedangkan kita smua yg merasa umatnya adalah sebutir batu krikil biasa yang tidak ada harganya sampai kapanpun tidak pernah menjadi batu intan. Tapi kita akan menjadi berharga jika kita dalam keadaan berkumpul dan banyak sehingga menjadi 1 truk misalnya, artinya supaya kita menjadi bernilai kita harus berjamaah bukan sendiri2. Singkatnya begitu. Wassalam.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: