Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ibu Pertiwi Mengirim Ibu-ibunya Untuk Mencari Sesuap Nasi dan Disiksa !

Posted by agorsiloku pada November 24, 2010

Negeri ini, karena alasan kemiskinan : Benar-benar bangsat.

Negeri ini mengirimkan wanita-wanita cantiknya untuk mencari suami sesuap nasi di negeri jauh.

Suami-suami dan abdi negara di negeri ini mengirimkan ibu-ibunya untuk mengirimkan hasilnya untuk para anak dan suaminya di kampung halamannya.  Karena ibu pertiwi tidak menyediakan lapangan kerja yang cukup untuk para suami, para isteri, untuk hidup sewajarnya.

Mereka menyebutnya pahlawan devisa.  Sesungguhnya mereka bangsat.

Ibu-ibu itu tidak lagi memelihara anaknya, menyerahkan kepada yang lain.

Suami-suami bertanya tentang tanggung jawab dan haknya. Menafkahi keluarga atau dinafkahi isterinya !

Pemerintah menyebutnya sumber devisa.  Sesungguhnya Ibu Pertiwi telah zalim kepada bangsanya sendiri.

Ketika pulang keharibaan tanah air, para buaya melalui jalur khusus TKI di bandara sudah menunggu.

Bah… aku benci negeri ini.

Teriring salam untuk yang memiliki harga diri yang cukup untuk segala kemiskinan penduduknya : Negeri Bangladesh, Vietnam, Pakistan, India yang katanya mencegah dan sangat selektif mengirimkan tenaga kerja wanita keluar negeri.

13 Tanggapan to “Ibu Pertiwi Mengirim Ibu-ibunya Untuk Mencari Sesuap Nasi dan Disiksa !”

  1. Negeri ketoprak…hiks…ada lagi istilah keren ekspor TKI…wih….

    devisa negara dari TKI sedikit2nya 60an miliar dollar malah ada yang ngomong 70an miliar dollar…berapa Trilyun itu. Bagi pemimpin mata duitan uang segitu apa gak bikin ngiler…

    Ngiler ya ngiler tetapi gak perlulah yang ngiler ngiler itu dipamerkan di depan, sampai selalu harus merunduk runduk di depan pihak-pihak lain.

    Suka

  2. katanya hak asasi manusia, kita tidak bisa membatasi manusia yang ingin bekerja. Hak asasi gundul apek….Lha wong urbanisasi ke ibukota saja dibatasi eh tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terlatih kita kirim ke luar negeri dengan resiko digebuki karena ngiler dengan devisa negara.

    Mengapa tenaga kerja kita sering digebuki ?
    Pertama : Karena memang mereka tidak dibekali ilmu yang cukup dalam pekerjaannya, sehingga mungkin memang membuat jengkel majikannya.
    Sebelum berangkat Ada pelatihan katanya, tetapi output pelatihan itu seperti apa ? Mengapa tetap dikirim?
    Kedua : Mereka juga gak tahu tempat mengadu yang menerima pengaduan itu juga seperti apa tanggapannya…
    Ketiga : Posisi tawar Indonesia memang lemah karena pemerintahnya sibuk bersolek menjaga citra sebagai good boy…
    Pengin dicium ubun-ubunnya kali.

    Sistem Indonesia adalah sistem yang mengandalkan kebaikan hati.

    Kalo dapet majikan baik ya baik. majikan sabar ya bagus
    Kalo misalnya ada masalah lalu mengadu, ketemu petugas yang baik ya diurus, kalo ketemu yang gak baik, ya nasip
    Kalo di bandara ketemu orang baik ya nasip baik, kalo ketemu yang gak baik ya nasip lagi.

    Kita bisa ngomong orang Arab tidak selalu jelek ada yang baik, orang Malaysia juga pasti ada yang baik, negara lain juga pasti ada yang jelek dan ada yang baik ,dan sebagainya.

    Tetapi selama sistem kita hanya berharap mengemis dengan kebaikan hati orang lain, tentu saja karena dunia ini tidak semuanya orang baik , maka kejadian ini akan terus saja terulang bahkan dengan skala yang bisa saja lebih besar.

    Suka

    • agorsiloku said

      Itulah… kalau semua TKW dikirim dan dibekali ilmu yang cukup,… artinya proses pendidikan di sini juga sudah baik dan tepat.
      Kalau dibekali dengan baik… tentulah kreatifitas bangsa ini juga baik… tidak perlu cari kerja di luar negeri dengan cara seperti itu….

      Suka

  3. Rierrr sayah mah…😦

    Suka

  4. Roy Rey said

    Bangsa Indonesah… penduduknya dibagi dua jenis
    1.Orang tolol= Kerja keras demi sesuap nasi… tolol khan?
    2.Orang Omdo= Ngomong 99% tindakan 1%
    ;
    ;
    nb.
    Jika anda pikir koment saya salah(kurang tepat) berarti anda nomor 2
    Jika anda se7 berarrrrti anda no atu…

    Suka

  5. jelasnggak said

    Makanyaaaa…..

    Suruh orang kristen yang pegang tampuk pimpinan negara…

    Pasti jadinya akan lain deh..

    he he he….

    *ngacir*

    Suka

    • agorsiloku said

      😀 , maksudnya kami musti nyuruh orang kristen, apa harus disuruh-suruh bila ingin menjadi pemimpin negara
      (komen di-stop) – tidak diteruskan karena tidak mengindikasikan manfaat jika diteruskan.
      Mohon maaf.
      *ngacir*

      Suka

  6. qarrobin said

    apalagi ketika para ibu itu disiksa, yang lebih parah mereka disiksa oleh umat seagamanya di Saudi Arabia, bagaimanakah penerapan Islam disana, apakah seorang ayman (pembantu) adalah budak seperti zaman sabelum Islam datang di Arab?

    009,097 : al -a’raabu -syaddu kufran wa nifaaqan …
    orang-orang arab sangat tertutup (baca : tidak peduli) dan (seperti) saluran (baca : bermuka dua) …

    009,098 : … man yattakhidzu maa yunfiqu maghraman wa yatarabbashu bi kumu ddawaa-ira ‘alay hhim daa-iratu ssaw-i …
    … sesiapa yang mengambil apa yang disalurkan (sebagai) suatu denda dan mengintai dengan kamu (dari) bilik, atas mereka layanan yang sama …

    049,014 : … qul llam tu-minuw … wa la mmaa yadkhuli l-iymaanu fiy quluwbi kum …
    … katakan : “belum kamu berpendirian” … dan bagi apa masuk pendirian di dalam hati kamu? …

    sebenarnya negara kita kaya dari hasil tambang dan padi, negara lain tidak berani mengembargo indonesia, kalo saja kita tidak pernah mengeksport, dan upah buruh diperbesar, sungguh kita akan kaya. Negara kita tidak berani mengambil kesempatan untuk berinvestasi dari uang sendiri … sungguh memalukan

    Suka

  7. qarrobin said

    004,024 : wa lmuhshanaatu mina nnisaa-i illaa maa malakat aymaanukum kitaaba llahi ‘alaykum wa uhilla lakum mmaa waraa-a dzaalikum an tabtaghuu bi amwaalikum muhshiniina ghayra musaafihiina fa maa stamta’tum bihi min hunna fa –aatuu hunna ujuura hunna fariidhatan wa laa junaaha ‘alaykum fii maa taraadhaytum bihi min ba’di lfariidhati inna llaha kaana ‘aliiman hakiiman

    Dan (terlarang kamu menikahi) yang dibentengi (suami nya) dari wanita, kecuali apa yang dimiliki (dari) pembantu kamu, tulisan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu apa yang dibelakang (tulisan). Demikian kamu supaya mencari dengan harta kamu sebagai orang-orang yang membentengi selain orang-orang yang melemahkan. Maka apa yang akan melengkapi kalian dengan nya(harta) dari (kerja) mereka (sebagai pembantu), maka berikanlah mereka upah mereka (selama menjadi pembantu mu) sebagai suatu kewajiban, dan tiada pelanggaran atas kamu di dalam apa meridhai kalian dengan nya(upah) dari setelah kewajiban (jika ingin menikahi mereka), sungguh Allah adalah maha mengetahui lagi maha bijaksana (an nisaa- 004,024).

    ayat di atas adalah ayat untuk memperlakukan ayman (pembantu) dengan baik, tapi coba lihat bagaimana mereka tidak mengerti bahasa Al Quran

    dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    lihat bagaimana mereka merobah nya menjadi nikah mut’ah seperti yang banyak mereka lakukan

    Suka

  8. Anonim said

    presidene gemblog

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: