Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ngapain Juga Lee Kuan Yee Sibuk Mengurusi Pengemis dan Anak Durhaka.

Posted by agorsiloku pada Oktober 10, 2012

Ini bukan kasus mengenai Prita Mulyasari yang diobok-obok karena mengeluhkan pelayanan sebuah rumah sakit. Juga bukan tentang anak terlantar yang tidak memenuhi syarat miskin. Ini tentang orang tua yang anaknya mengusirnya, setelah semua kekayaan orang tua itu diberikan kepada anaknya.  Ini berkisah tentang kedurhakaan anak dan sikap seorang perdana menteri negeri kecil terhadap rakyatnya. (tulisan lengkapnya, saya copy paste di bawah postingan).  Dalam kemarahannya, Perdana Menteri tua ini berkata : “Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti mereka”

Berdesir rasanya membaca kisah nyata ini dan bagaimana seorang pemimpin menyikapi persoalan anak bangsanya dengan lugas dan kemudian mengeluarkan beberapa dekrit yang bertujuan menutup beberapa kemungkinan untuk menghindari kedurhakaan serupa di kemudian hari.

Sebenarnya,  Perdana Menteri Lee Kuan Yee tidak usahlah repot-repot seperti ini, apalagi mengurusi hal-hal remeh temeh seperti ini.  Saya malah lebih yakin, kalau Perdana Menteri Lee Kuan Yee tinggal di negeri tempat saya tinggal ini, maka jawaban Beliau boleh jadi :” Ini masalah hukum, silahkan si tua bangka yang terusir karena kedurhakaan anaknya ini pergi ke pengadilan, mengadukan nasibnya yang super duper malang ini.  Kami para eksekutif tidak akan mencampuri urusan yudikatif.  Kami memang mengamati dengan seksama dan penuh pertimbangan seluruh kejadian yang menggemparkan di negeri kami ini.  Tapi apa kami harus mengatakan “wow” begitu …..”

Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua

Terlampir di bawah ini adalah Kisah Nyata dari Negeri tetangga beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan
baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.

Kemudian setelah anak semata wayangnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal ber-sama2 dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartment nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa, suatu hari mereka bertengkar hebat, yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu dan
menjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya.

Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman2-nya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi si Ayah.

Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal. Dan di hadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis ter-sedu2, dia menceritakan
semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.

PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. K Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan “Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti mereka” .

Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat hibah itu dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik
yang sudah dihibahkan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan anak menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan/Dekrit yaitu “Larangan kepada para orangtua untuk tidak menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal.

Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 th bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak.

Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak2 dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan
pekerjaan hina, sehingga anak2 tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.

Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya. Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua mereka-lah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, memberi pula yang
memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.

5 Tanggapan to “Ngapain Juga Lee Kuan Yee Sibuk Mengurusi Pengemis dan Anak Durhaka.”

  1. […] Kuncoro++Bill Gates fala sobre o Windows 8, o Windows Phone 8 e o Surface (em vídeo)Bill Gates Sees Windows 8 As The Future Of PCsBill Gates On Windows 8 And Surface – Business InsiderNgapain Juga Lee Kuan Yee Sibuk Mengurusi Pengemis dan Anak Durhaka. […]

    Suka

  2. […] Ngapain Juga Lee Kuan Yee Sibuk Mengurusi Pengemis dan Anak Durhaka. .set-header:after{ background-image: url('http://lazionews.info/wp-content/themes/goblog/images/header.jpg&#039😉;} […]

    Suka

  3. […] Ngapain Juga Lee Kuan Yee Sibuk Mengurusi Pengemis dan Anak Durhaka. […]

    Suka

  4. Ayruel said

    Subhaanallah

    Suka

  5. sountoung said

    0K bngt

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: