Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kapan Tuhan Mengurus Hamba-hambanya?

Posted by agorsiloku pada Oktober 8, 2012

Apakah saya merasa setiap saat diawasi oleh Allah?.

Apakah saya merasakan setiap saat Allah menolong/mengurus hamba-hambanya.  Soleh ataupun kafir, beriman ataupun ingkar?.

Kapan Anda merasakan pertolongan Allah datang kepadamu?

TIDAK !.

Saya mencoba memikirkan dan merasakan.  Ketika mengolah pertanyaan ini, saya merasa perlu berpikir untuk menjawab pertanyaan lebih sederhana lagi :

Apakah saya merasakan setiap saat bernafas?.

Jawabnya :

TIDAK.  Saya merasakan bernafas saat saya menghembuskan nafas lebih keras dan dapat merasakan aliran udara masuk melalui hidung saya atau ketika saya berlari terengah-engah nafas berjalan cepat untuk mengisi paru-paru.  Saat tidur, membaca atau mengerjakan hal lain, saya tidak memikirkan apakah saya bernafas atau tidak.  Saya baru sadar bernafas kalau ada sesuatu yang membuat saya berpikir bahwa saya sedang bernafas.

Sekarang kembali lagi ke pertanyaan awal,

Apakah saya merasa setiap saat diawasi oleh Allah?.

Jawabnya :  Tidak Juga.  Saya baru merasakan diawasi, ketika saya melakukan sejumlah kesalahan atau akan membuat kesalahan, kemudian timbul keragu-raguan, kalau setelah terjadi timbul rasa bersalah.

Kapan Anda merasakan pertolongan Allah datang kepadamu?

Jawab : Ya ketika saya lolos dalam suatu kesulitan yang tidak terduga, atau mendapatkan kemudahan yang tidak diperhitungkan atau mendapatkan rejeki yang tidak disangka-sangka.   Ketika melihat atau menerima atau merasakan hasilnya,  ketika hati dan akal memikirkan dan merasakannya.  Rasa-rasanya ada tangan-tangan tak terlihat yang membimbing kita menuju apa yang diharapkan.

Terasa aliran rasa syukur, alhamdulillah.  Satu demi satu kesulitan itu lewat, seperti lewatnya siang kepada malam, seperti malam menjelang pagi.

Bermuslim.

Berserah diri, mudah mengatakan, tapi tidak mudah atau sangat tidak mudah melaksanakannya.  Apalagi seperti kejadian pada Nabi Ibrahim yang diminta mengorbankan anaknya (Nabi Ismail).  Sungguh ujian yang sangat dahsyat.  Nabi Musa berada di ujung kehancuran ketika didesak balatentara Fir’aun di tepi lautan.  Pada titik kulminasi paling kritikal, Allah memberikan pertolongan dengan mujizat yang menjadi salah satu tonggak sejarah keagamaan.

QS 41:49. Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
QS 11:9. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
QS 29:23. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.
QS 23:78. Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
QS 39:66. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”
QS 16:78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
QS 14:7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(Terjemahan Depag RI – Al Qur’an Digital).

Ya Allah, Ya Rabb, bimbinglah kami selalu dijalanMu,  berilah kemampuan untuk dapat mesyukuri nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami, kepada keluarga kami, kepada kedua orang tua kami yang telah membimbing kami dengan penuh kasih sayang semenjak kecil, kepada guru-guru kami, kepada tetangga-tetangga kami yang kerap menolong dan bertegur sapa, kepada saudara-saudara kami, kepada kaum muslimin dan muslimat.  Ampunilah kealpaan kami yang terus kami lakukan setiap waktu, maafkanlah kami.   Semoga rahmat Allah senantiasa menaungi kami,  kepada Nabi junjungan kami serta ummat pengikutnya sampai akhir masa.

Saya terduduk diam dalam pertanyaan yang sama :

Apakah saya merasa setiap saat diawasi oleh Allah?.

Tidak ada jawaban, kecuali aliran angin menghembus  keluar masuk, mengisi setiap relung-relung hati, di kedalaman, di kediaman, di ketakberdayaan, di antara semangat dan puing-puing semangat, selalu ada harapan.  Selalu.  Jangan pernah berputus asa pada rahmat Allah.

Subhanallah, walhamdulillah, wal ilaha illalah, allahu akbar….

7 Tanggapan to “Kapan Tuhan Mengurus Hamba-hambanya?”

  1. Samaranji said

    Subhanallah, walhamdulillah, wal ilaha illalah, allahu akbar….
    Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

    Suka

    • agorsiloku said

      Hallo Debu Semesta….
      Lagi asyik membaca postingan debu semesta, eh coba-coba cek di spam, ada komen Kan Samaranji yang dikriteriakan spam. Sudah dibatalkan, eh dimasukkan lagi ada yang masuk ke spam lagi, ada yang dilewatkan. Maaf sekali, itu tentu kesalahan teknis filtering dari Askimet (nyalahkan askimet).
      Tul sekali Kang, dirasa-rasa, memang kita ini tidak memiliki daya selain apa yang digariskan menjadi potensi kita. Potensi itupun, ketika digunakan semua berada pada ketentuan-ketentuan dan pertolongannya yang karenaNya pula.
      Sederhana, namun betapa tidak mudahnya menelusuri untuk menyikapi pesan ini atau do’a yang kerap kita lantunkan ini……

      Suka

  2. […] The Sweet Summer – Part 8Sastra-Indonesia.comKapan Tuhan Mengurus Hamba-hambanya […]

    Suka

  3. Ayruel said

    Apakah saya merasa setiap saat diawasi oleh Allah?
    jawab : Tidak…
    Untung bukan pertanyaan seperti ini : Apakah ALLAH mengawasi saya setiap sa’at ?
    Iya…

    Suka

  4. boenks said

    Mas Agor yth, Kapan Tuhan mengurus hambanya ?, Tuhan mengurus hambanya mulai matahari akan terbit, saat fajar menyimgsing, wassalam ,,,,,,,

    Suka

  5. sayyid said

    Assalamualaikum wr.wb,
    mas agorsiloku,
    apakah saya merasa setiap saat diawasi oleh Allah? dirahmati oleh Allah saya lebih percaya mas, enak kopi susu pada pagi hari ini dengan kue muihnya.
    Fa bi ayyi aalaa’i rabbikuma tukazibaan.Maka nikmat Tuhan kamu yg manakah kamu dustakan?

    wassalam,
    sayyid.

    Suka

  6. Adhitya JD said

    subhaanalloh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: