Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jangan Menjadi Muslim Kecuali Kamu Yakin Dengan Agama Ini

Posted by agorsiloku pada Agustus 1, 2012

Saya tidak ingin kamu menjadi Muslim kecuali kamu benar-benar yakin dengan agama ini.  Kutipan ini dari web ini.  Lengkapnya, ada pada postingan ini (Pengadilan Sang Nabi Besar).  Postingannya panjang benar, jadi agak grasa-grusu bacanya. Intinya :

Seorang mualaf ini masuk menjadi penganut agama Islam karena kelogisan dalam proses pencarian kebenaran. Ismail dalam tokoh ini menegaskan beberapa kelogisan baginya antara lain :

  1. Saat memutuskan untuk lebih mendalami Kristen ia memilih dari prespektif Islam. “Sebelumnya saya tak pernah melakukan itu, memelajari Kristen dari prespektif selain Kristen dan Deedat benar-benar mengonfrontasi pemahaman saya,” ungkap Ismail.
  2. Islam pun mulai ia pelajari. Dari sana ia memahami Muslim hanya mempercayai satu tuhan dalam konsep bernama tauhid. Monoteisme, itulah kesimpulan yang ia peroleh dari agama Islam. “Mereka memanggil tuhan dengan Allah, mereka percaya Yesus adalah nabi, seorang messiah yang mengabarkan kebenaran saat dibangkitkan lagi, itu juga keyakinan besar yang saya anut,

Menjadi Beragama Islam (Tidak Perlu Saksi Manusia).

Syarat awalnya, mengucapkan dua kalimat syahadat.  Perlu saksi?.  Ya, siapa yang  menjadi saksi kalau saya sudah terlanjur menjadi Islam, atau masuk menjadi beragama Islam.  Saksi untuk menjadi Islam adalah Allah.   Komitmen ini menjadikan hubungan yang terjadi hanya antara hamba dan Sang Pencpta.  Betul atau tidaknya persaksian, adalah komitmen pelaku dengan Tuhannya.  Islam menjadi agama yang membebaskan hubungan seseorang hamba dengan pemilik  kebenaran (QS 48:28. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi).

Memang berbeda sih dengan masuk organisasi, harus punya kartu anggota, mungkin juga harus bayar iuran, harus mengikut ade dan aerte (Aturan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) organisasi dan lain-lain.    Singkatnya, organisasi akan mengharuskan anggotanya mengikuti tingkah polah tertentu sesuai kaidah-kaidah organisasi.  Untuk menjadi Islam, itu adalah hak pribadi yang bersangkutan dan langsung dengan Tuhannya.

Namun, selanjutnya sebagai warga negara, tentu saja ada urusan-urusan administrasi yang harus diselesaikannya.

Adakah Jaminan Masuk Surga.

Jadilah orang beriman, bermohonlah pengampunan dosa kepada pemimpin, ulama, atasan, wakil, Nabi,  Allah.  Allah maha pengampun dan penerima tobat.  Tidak ada perwakilan penerimaan dosa dan pengampunan.  Islam membuang semua pembatas-pembatas yang kerap diciptakan manusia (tidak jarang, termasuk juga oleh penganut Islam sendiri) untuk membatasi hubungan manusia dengan Tuhannya.  Islam justru membebaskan, karena setiap orang akan datang sendiri-sendiri kepada Tuhannya. (QS 19:95 Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri sendiri).

 

5 Tanggapan to “Jangan Menjadi Muslim Kecuali Kamu Yakin Dengan Agama Ini”

  1. salam,…

    sangat betul bahwa kebenaran agama harus berdasarkan alsan yang logis, maka itulah Tuhn berikan akal sebagai kebijakan ilahi. Dan bersyahadat tak perlu saksi manusia ( kecuali alasan adminstratif). Bukankah memang manusia itu sndiri sebagai gambaran Tuhan yang dilengkapi oleh sifat-sifat keagungan nya dalam fitrah Allah.

    Baik surga maupun pahala ganjaran tak perlu di angan-angan diharapkan, niyat ucapan dan amal perbuatan itu sendiri sudah include menentukan keberadaan posisinya (surga or neraka), dan itu online di akhirat. Disini adalah disana demikian sebalik nya, karena manusia hidup dalam dua dimensi alam jasmani dan ruhani, lahiriah batiniyah, dunia dan akhirat. Semuanya terproses dalam system ilahiyah, danmanusia akan mendapatkan apa yang ia perbuat dalam qadha dan qadarnya. danmanusia itu sendirilah yang berjalan menemui takdirnya dalam kebaikan dan keburukan sendiri-sendiri.

    wassalam,

    Suka

  2. Samaranji said

    Assalamu’alaikum…
    Sebelumnya… Minal ‘aidin wa faidzin, mohon maaf lahir bathin, Pak Agor🙂
    Masih bau lebaran, kan? Walaupun ketupat dan opornya dah abis😀

    Kalo bagi saya sih syahadat ya perlu saksi manusia dunk. Setidaknya sy pernah nonton film Omar (shohabat Umar bin Khottob ra) tuh mengilustrasikan saat masuk Islamnya shobat Hamzah r.a maupun shohabat Umar r.a sendiri disaksikan oleh Rosulullah Muhammad s.a.w.

    Prosesi bersaksi yg demikian secara tersirat juga diabadikan dalam Al qur’an yang kurang lebih artinya :
    QS Al Fath, 48 :18. Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).

    Walaupun lafadznya bukan “syahadat” sih.

    Salam hangat selalu.😉

    Suka

  3. boenks said

    Mas Agor yth : yang kami pahami Muslim adalah orang orang yang berserah diri, muslimin yang laki laki, muslimat yang perempuan, sedangkan mukmin adalah orang orang yang beriman atau konsisten terhadap ayat ayat dalam Al Qur’an , mukminin yang laki laki mukminat yang perempuan, agama Islam adalah agamanya orang Muslim ajarannya samawi atau suci, setuju ??? , bro and sist,,,,?
    wassalam ………….

    Suka

  4. Komukote said

    Mantapbs…
    Perlu waktu lama untuk menterjemahkannya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: