Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Saya Memilih Menjadi Fundamentalis Saja Dech…

Posted by agorsiloku pada Juli 26, 2012

Saya, jujur saja bingung fundamentalis itu apa. Kalau merujuk pada uraian panjang lebar tentang fundamentalis terutama di Amerika, ketika merujuk pada fundamentalis nonIslam ditujukan kepada kaum atau sekelompok manusia “perusak”, ekstrim. Pokoknya yang begitulah. Begitu juga, ketika istilah ini ditujukan untuk kelompok Islam yang suka mengebom, merasa paling benar sendiri (bahkan terhadap sesama agama). Singkatnya, fundamentalis adalah “nyebelin” dan “menyeramkan”.

Lalu, apa sih artinya fundamental, kata kamus artinya pokok, asas. Jadi, menurut selera saya, fundamentalis Islam adalah orang atau kaum yang berpegang teguh pada pokok-pokok ajaran Islam. Jadi, kalau ditanya : “Sampeyan pilih jadi Islam fundamentalis atau Islam tidak fundamentalis?”. Buat saya jawabnya jelas, fundamentalis dong. Sambil bingung, hal-hal apa yang fundamental dari agama saya ini. Repot-repot mikir. Ya, rukun Islam saja dong. Itu kan pokok-pokok ajaran Islam. Mulai dari 1) Mengucapkan kalimat Shahadat, 2) Shalat, 3) Berpuasa, 4) Membayar Zakat, 5) Pergi berhaji jika mampu. Kalau hal-hal fundamental dari pilihan seseorang bergama nggak dilakukan, ya namanya nggak fundamental dong, nggak kaffah. Jadilah orang beriman. Yang beriman itu, ya beriman kepada Allah, kepada malaikatNya, kepada kitabNya, RasulNya, kepada hari Akhirat, dan terakhir kepada Qadla dan qadarNya.

Kalau itu nggak diimani, ya namanya lepas dari hal-hal fundamental agama Islam.

Apa kalau seorang menjadi fundamentalis harus ekstrim dan tidak bisa hidup modern?, tidak bisa hidup bersama dan bertoleransi?. Ini menurut saya pikiran-pikiran aneh dan nyleneh?. Orang suka-sukanya buat istilah yang terlepas dari pengertian dasarnya untuk masuk pada pengertian baru yang “seolah-olah” terlepas dari hal hal fundamental dari keyakinannya.

Tapi cap buruk seorang fundamentalis adalah : berjenggot (seperti Mr. Kentucky), galak dan ekstrimis, mau menang sendiri, puritan, dan tidak atau kurang memiliki apa yang disebut toleransi. Menolak mentah-mentah pluralisme. Keberagaman !. Padahal kehidupan agama itu juga adalah kehidupan yang unik, hubungan pribadi dengan Tuhannya, dan tidak memiliki kebebasan. Maklumlah Tuhan telah memberikan batasan-batasan, dan ragam ujian yang membuat kebebasan terbelenggu!. Penentangan terhadap pemahaman ‘bahwa semua agama sama‘ tentu saja bermunculan dan menjadi tesa dan anti tesa yang mengasyikkan untuk membangun wacana. Polemik pluralisme dalam agama Islam banyak ditentang karena — menurut saya — hal yang urgensinya kuat dalam agama Islam adalah kemurnian akidah, kemurnian beragama, dan kesucian kitab sucinya. Klaim kebenaran selalu terjadi pada setiap agama, terutama pada agama-agama besar di muka bumi ini.

Belum lagi sekularisme, pokoknya ribetlah apalagi kalau sudah nyangkut politik agama, golongan-golongan, mazhab-mazhab, syiah, sunni, partai politik agama, wahabisme, dan kata-kata yang kerap membuat saya — makin mempelajari — rasanya makin tersesat saja di rimba raya “pengakuan” atas klaim kebenaran.

Apapun, seperti kata judul postingan…, saya tetap ingin jadi seorang fundamentalis Islam.

5 Tanggapan to “Saya Memilih Menjadi Fundamentalis Saja Dech…”

  1. antelove7 said

    sebaiknya ga usah di pake istilah Fundamentalis lah……….itu kan istilah barat.
    orang islam harus buat istilah bagi dirinya sesuai dengan syariat…..

    lebih pas kalo pake istilah ISLAM KAFFAH………jelas ada dalilnya

    Suka

    • agorsiloku said

      Terimakasih komennya Mas Antelove. Apakah pengertian fundamentalis sama dengan Kaffah?. Ada kemiripan, namun juga ada perbedaan. Konsep Kaffah bersifat menyeluruh (totalitas). Namun, maksud dari postingan ini, karena istilah fundamental sebagai istilah “barat”, untuk menegasi kelompok militan. Stigma yang juga sepertinya keliru terhadap pengertian fundamental….

      Suka

      • antelove7 said

        hehe…..
        MILITAN….jadi ingat sama pejuang-pejuang kemerdekaan dolo….mereka disebut oleh barat (belanda & Inggris) dengan gerilyawan, MILITAN dan lain-lain sebagainya…..

        cuman agak khawatir aja bagi yang pihak2 yang masih awam tentang “Islam dan non Islam”. Ntar dikiraaa…fundamentalis atau apa lah sebagainya adalah identifikasi dari teror atau terorisme….

        kalo menurut kamus….fundamental berarti asas, dasar. dan Kaffah adalah optimal ( menyeluruh)..

        kaffah berarti di dalamnya sudah termasuk fundamental. Sedangkan Fundamental belum tentu kaffah.

        hehe…..cuman mo coba identifikasi2 istilah aja, yang penting sih IMPLEMENTASI nya juga sehhh…

        Suka

  2. Siapa aja said

    Iman memang hebat. Tdk perlu berfikir lg. Cukup iman saja

    Suka

  3. antelove7 said

    kita butuh akal tuk berpikir..dan hasilnya adalah iman..

    Iman digunakan untuk mengontrol akal kita dalam berpikir….

    iman itu pasangannya akal…
    saling melengkapi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: