Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Satu Ramadhan 1433 H – 2012 Beda Lagi Euy

Posted by agorsiloku pada Juli 19, 2012

Seperti juga berulang di tahun-tahun lampau, penetapan awal puasa berbeda-beda.  Padahal teknologi dan pengetahuan untuk posisi hilal sudah jauh lebih maju dari pada masa lampau.  Perbedaan itu rahmat.  Bukankah perbedaan ini sudah berlangsung berabad-abad yang lalu, atau kalau di Indonesia yang begitu luas ini, perbedaan adalah keniscayaan, khususnya karena ada organisasi besar yang memiliki member banyak dan mempengaruhi kebijakan baik di level Pemerintah, maupun warga kebanyakan.Namun, lepas dari itu, akhirnya kebijakan untuk hari lebaran, kami putuskan bukan berdasarkan pertimbangan Pemerintah atau Organisasi Massa Keagamaan.  Tapi berdasarkan apa kata emak saja. Lha dari pada persiapan lebaran, masakan yang sudah hangat menjadi dingin dan tertunda, ya pilih yang afdol saja.  Demi kemashalatan ummat kecil….

Tidak ada yang patut direnungkan dari kebiasaan untuk berbeda itu.  Tidak ada lagi yang perlu didiskusikan.  Kami yakin, para pakar agama jauh lebih mengerti.  Demikian juga, apa sih artinya gulai dan merayakan lebaran bersama yang direnggut dalam satu hari karena bersepakat untuk tidak sepakat (istilah mahasiswa) dibanding kebesaran nama organisasi yang telah banyak berjasa mengembangkan ilmu dan pendidikan, serta pengetahuan di negeri ini.

Hari-hari ini, saya tidak sekesal tahun-tahun sebelumnya untuk permulaan awal puasa dan insya Allah sampai usai.  Sudah menjadi kebahagiaan yang patut disyukuri, kita bersua ramadhan lagi.  Bersua dengan hari penuh berkah.  Semoga hari-hari bulan penuh berkah ini dapat kami jalani dengan baik, lebih khusyu dari yang sudah-sudah.  Teriring salam dan semoga Allah memudahkan kami untuk mensyukuri segala nikmatNya.

“Berilah kami kemampuan untuk selalu dapat mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan, ya Rab.  Jangan biarkan kami tersesat dan tidak mensyukuri nikmatMu.  Jangan biarkan kami sehingga kami mendustakan nikmat yang telah Engkau limpahkan.  Jadikanlah ibadah kami menjadi ibadah dalam keikhlasan untuk menerima apa yang telah Engkau putuskan dalam kehidupan kami.  Ampunilah kedua orang tua kami, keluarga kami, saudara-saudara kami dan kami yang tak memiliki daya upaya selain yang telah Engkau  berikan kepada kami.  Hanya kepadaMulah kami memohon dan hanya kepadaMu jualah kami memohon pertolongan.  Senantiasa shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, Rasulullah”.

Kepada rekan, kerabat dan yang menyampaikan tausyiahnya di blog ini.  Dengan segala kerendahan hati, kami haturkan salam dan maaf bila ada salah kata dan menyinggung hati.  Kami haturkan selamat menunaikan ibadah shaum/puasa 1433 H.

Wassalam, Agor.

 

10 Tanggapan to “Satu Ramadhan 1433 H – 2012 Beda Lagi Euy”

  1. Rubon said

    Amin.
    Selamat menunaikan ibadah syi’am khususnya bagi @Kang Agor, umumnya bagi rekan sekalian.
    Mohon maaf lahir bathin baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja agar ibadah kita semakin menambah keimanan dan ketaqwaan.

    Suka

  2. TCK said

    Amin.
    Taqabalallahu minna waminkun Taqabal Ya Karim…

    Suka

  3. Anonim said

    Amin.
    Mengenai perbedaan bisa jd rahmat dikarenakan setiap ahli yg mengerti dlm bidangnya bisa saling melengkapi,,

    Suka

  4. suswanto said

    salam kang Agor, Benar apa yg disampaikan mslh awal puasa/idul fitri,dari tahun ke tahun tetap saja beda,sbnarnya kalau pemerintah serta ormas2 islam mau duduk bersama dlm menentukan awal puasa atau lebaran,Mungkin kesamaan bs didpt. tp weslah perbedaan asal jgn ada rasa permusuhan dari pada pusing,yg Penting ibadah puasanya. mari jaga puasa kita lahir dan batin. smg alloh menerima ibadah puasa kita.nuwun

    Suka

    • agorsiloku said

      Salam Kang Suswanto, memang betul… weslah, perbedaan itu emang memusingkan tapi weslah. Memang sepanjang yang diungkapkan itu adalah pembenaran dalil dan segala turutannya, bukan untuk mau duduk bersama untuk kebersamaan, maka sampai belut berbulu juga, kagak akan sama-sama. Tetap saja di desa yang sama, di bulan dan matahari yang sama, dan di bumi yang sama juga hilalnya pasti beda. Mungkin kalau hilal ganti nama jadi wahid, tidak ada perbedaan….

      Suka

    • Aneh nya kalau tahun baru 2012 tepatnya Januari tanggal 1 harinya kok bisa sama yahh… dI Saudi Arabiya dengan di Indonesia. 😀 jadi sampai Lebaran Monyet juga tetap beda….

      Suka

      • agorsiloku said

        He..he…he… Jelas Kang… karena 1 Januari 2012 di Arab Saudi tidak ditentukan oleh King Abdul bin Abdul Azis, seperti juga di Indonesia juga tidak ditentukan oleh Menag atau oleh Subandiah. Coba kalau ada sidang untuk penetapan 1 Januari 2012… sudah bisa dipastiken… kagak bakalan akur. Paling yang muncul : Ambilah hikmahnya, perbedaan adalah rahmat, jangan dipertentangkan, yang penting rukun dalam perbedaan dan beda dalam kerukunan…..

        Namun, Akang saya lihat produktif dan makin muantap….

        Suka

      • Lebih muantab’s lagi kalau depak er-i, kasih tiket sama duwit buat melihat hilal di Mekah, satu atau dua orang tiap-tiap kepala suku.. hehehe… pasti seragam deh 😀

        Suka

  5. smpputri said

    artikel ini menyiratkan sikap apatis dlm bahasa yg halus semi menyindir, hehehehee… selamat menunaikan ibadah puasa…🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: