Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Warung Yang Meng(Ter)Aniaya

Posted by agorsiloku pada Agustus 21, 2011

Di beberapa bagian kecil negeri ini, punya warung makan di siang hari adalah kenistaan keniscayaan.  Ada banyak sebab orang makan siang.  Pertama karena lapar, kedua karena ingin makan, ketiga karena terbiasa makan, ke empat untuk memenuhi kebutuhan perutnya.  Yang punya warung, berdagang karena kebutuhan untuk mencari nafkah.  Memenuhi kebutuhan hidupnya.  Kalau warungnya menjadi restoran yang bergengsi, maka berdagang selain untuk mencari nafkah juga tentunya untuk meningkatkan laba — apapun — kepentingan bisnisnya.

Lalu apa yang salah, apa yang menyebabkan warung harus tutup karena QS 2:183 menegasi : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”  Satu ayat yang dinilai begitu pentingnya bagi orang beriman, sehingga menjadi basis dari rukun Islam.

Sebuah hadis tentang puasa (Bukhori Muslim) meriwayatkan : “Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan pahalanya“.

Lalu, hati kecil ini bertanya, mengapa warung harus tutup di siang hari karena ada orang yang mungkin dalam perjalanan, mungkin sakit dan lapar, mungkin juga tidak beriman dan tidak mau berpuasa, dan berbagai kemungkinan lainnya.  Apakah ada ayat yang melarang membuka warung di siang hari di bulan Ramadhan?.  Apakah Allah melarang mencari nafkah membuka warung makan di bulan puasa?.  Apakah yang berpuasa, dibenarkan untuk memaksa orang yang tidak berpuasa untuk makan di siang hari?.  Mengapa di negeri ini, ada warung yang diobrak-abrik karena pemiliknya mencari nafkah di siang hari di bulan Ramadhan, bulan penuh hikmah, bulan yang Allah perintahkan agar hambaNya melaksanakan puasa, agar bertakwa.

Berulang kejadian ini setiap tahun, menjadi pembenaran kejadian berulang-ulang.  Bahkan, sang penegak hukum resmi, yang menjadi aparat dari negri ini pun tak berkutik, hanya malah MENGAWAL.  Mungkin supaya kerusakan yang dibuat tidak lebih parah, mungkin juga karena aparat keamanan takut dan mendukung terjadinya perusakan warung yang buka di bulan Puasa.  Mungkin juga di Indonesia ini, memang ada peraturan daerah atau undang-undang untuk dibenarkan melakukan pengrusakan dengan alasan-alasan seperti ini.  Di Indonesia ini semua mungkin saja kok.

Hormatilah orang yang sedang berpuasa, yang sedang berusaha meningkatkan ketakwaannya.  Allah yang memberikan pahala Puasa, lalu pantaskah kita meminta penghargaan dari orang  yang tidak berpuasa atau dari pemilik  warung-warung yang mencari nafkah di siang hari.

Alangkah nistanya negeri  yang para punggawanya tidak diperintahkan untuk menegakkan hukum. Alangkah nistanya para pemimpin negeri ini di Pusat dan Daerah yang pemimpinnya tidak mampu menegakkan keadilan.

13 Tanggapan to “Warung Yang Meng(Ter)Aniaya”

  1. Boss, di negeri ini rasanya tidak sreg kalau berpuasa tanpa memaksa orang lain yang tidak wajib puasa untuk ikut-ikutan pura-pura berpuasa.
    Kadaa iman masih jongkok, kalau segitu gampangnya tergoda melihat rumah makan yang buka di siang hari.

    Suka

  2. jensen99 said

    susah lihat orang senang; senang lihat orang susah™…😐 #prihatin

    Suka

  3. […] rujukan saja, pagi ini ada blogger senior yang nulis soal razia dari sudut pandang yang jauh lebih bagus, dan mungkin masih ada lagi postingan-postingan lain […]

    Suka

  4. Suluh said

    Oh jadi emang tidak ada ya hadist or tuntunan menutup warung siang hari di bulan puasa? Terus dalilnya apa ya?

    Suka

  5. Mungkin yang merazia sedang menjalankan program subsidi. Puasa bersubsidi bagi yang tidak mampu menahan godaan makan siang😀

    Suka

  6. FPI = From Pengemis Islam Katepe😀

    Astaghrifullah al adzim,…
    Acap kali berita tersiar tuh, arogansi FPI yang tak kuku manahan lapar dan haus di bulan Ramadhan,..
    hua.ha.ha.. Muslim apaan tuh, baru lihat orang makan diwarung, langsung kukuruyuk iminnyah rontok.

    Kita sudah sangat-sangat faham, disetiyap menjelang awal bulan Ramadhan sering dibahas QS Al Baqarah ayat 183, tapi nyaris dilewati penjelasan ayat berikutnya 184, apalagi ayat 185 … duh😦

    negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS 2:185)

    Suka

  7. betul juga…………..

    nice info…

    Suka

  8. Samaranji said

    Assalamu’alaikum,,, Pak Agor…

    Yang merazia tuh pingin diakui existensinya sebagai ummat islam…
    Yang gak menghargai ummat Islam sedang berpuasa juga keterlaluan…

    Yang pingin dihargai sebagai sho’imun, dipertanyakan niat puasanya…
    Yang selalu menuntut toleransi untuk gak puasa, dipertanyakan imannya…
    “…..Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS 2:184)
    http://debu-semesta.blogspot.com/2011/08/ayam-pun-puasa-loh.html

    Truss,sebaiknya kita gimana ? kalo sy sih pilih yang simple2 aja. Gak berlebih-lebihan !, ga perlu lebay pake razia segala, juga ga lebay mengharap “rukhsoh” untuk meninggalkan kewajiban puasa, “sy kan sakit… (sakit panu), sy kan bepergian… (shooping, kali)”. Ini tentang kita, bukan mereka.

    QS Ali Imran : 147, insyaallah kurang lebih artinya :
    Tidak ada do’a mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami [] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

    Master,,, ditunggu yah post2 selanjutnya.

    Suka

  9. Roy Rey said

    Bila nanti tangan jauh tuk meraih
    Bila nanti jaringan sibuk
    Bila nanti warnet jauh

    Setidaknya saat ini masih dapat koment
    Setulus hati mengucapkan
    Mohon maaf lahir & batin

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H

    Suka

  10. Samaranji said

    Assalamu’alaikum,,,, Pak Agorsiloku

    Semoga berkenan dengan ilustrasi “kartu lebaran” yg sy bikin🙂 …
    http://debu-semesta.blogspot.com/2011/08/minal-aidin-wal-faidzin.html

    Taqobbalallah minna wa minkum
    Minal ‘aidin wal faidzin
    Mohon maaf lahir en bathin.

    Suka

  11. Anonim said

    assalamu alaikum smg makin jaya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: