Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Studi Banding Wakil Rakyat, Sangat Pentinglah…

Posted by agorsiloku pada November 8, 2010

Tentu sangat penting.  Studi Banding adalah satu-satunya cara untuk rakyat dan wakil rakyat memahami bagaimana meningkatkan mutu dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Studi Banding sangat penting untuk kemajuan bangsa ini.  Anggota DPR yang tidak ikut studi banding, tentulah akan menjadi anggota DPR yang tidak tahu bagaimana kondisi bangsa ini.  Studi banding mengajarkan kepada para wakil rakyat yang terhormat bagaimana meningkatkan mutu peradaban bangsa kita.  Inilah satu-satunya cara untuk membanding-bandingkan secara langsung.

Jadi, jangan sekali-kali menganggap remeh kebutuhan anggota DPR untuk berangkat studi banding.  Mbo anak sma saja melakukan studi banding.   Tanpa studi banding, tidak ada hati nurani, tidak akan ada kemajuan untuk bangsa ini.  Jadi sudah sepantasnya untuk memahami kebutuhan akan rakyat Indonesia, maka studi banding perlu dan harus dilakukan.

Waktu studi banding adalah kebetulan saja berbarengan dengan musibah yang melanda bangsa Indonesia.  Beruntung kita sedang melakukan studi banding, sehingga tidak terlalu direpotkan untuk membicarakan bagaimana penanganan Wasior, Tsunami di Mentawai, atau letusan Merapi di Jawa Tengah.  Sekalian, demi kepentingan bangsa, bisa kita tanyakan pula, bagaimana bangsa-bangsa maju menangani bencana alam atau bencana yang dibuatnya sendiri.  Tentu pula, kita percaya, mereka sangat khawatir dan prihatin akan bencana yang melanda.  Nanti, sepulang dari studi banding kita bisa membanding-bandingkan.  Bersabarlah.  Sabar adalah ciri bangsa kita yang santun dan penuh pengertian.

Bagaimana mungkin seeh, kita hidup tidak membanding-bandingkan.

Kalau dari sisi bahwa sewaktu studi banding ada kegiatan jalan-jalan, pelesiran atau kenikmatan lainnya…… ya saya kira itu wajar-wajar saja.  Mana mungkin kesempatan sebagus ini, melakukan studi banding hanya bertemu dengan urusan dinas.  Bukankah dengan berjalan-jalan dan melihat apa yang sesungguhnya ada di negeri yang indah-indah itu, maka pengalaman ini pengalaman sangat berharga.  Para wakil kita  DPR menjadi tahu, bagaimana menikmati studi banding secara wajar dan sepantasnya.  Melalui studi banding, tentu koper tambahan harus dibeli lagi.  Wajarlah.  Hanya orang tidak waras saja yang tidak mau memanfaatkan studi banding untuk memahami penderitaan rakyat.

Saya heran, kok studi banding saja kok diributkan. Yang meributkan tentulah orang-orang atau pengamat politik yang tidak mengerti betapa pentingnya studi banding.  Yakinilah, hanya dengan studi bandinglah ke luar negerilah maka kita bisa membanding-bandingkan keberuntungan menjadi anggota dpr di Indonesia dengan rakyat yang diwakilinya.

Anda juga kalau beruntung seperti kami, tentu akan melakukan studi banding.  Ini adalah hajat tahunan atau minimal satu kali dalam periode menjadi wakil rakyat berangkat untuk membuat perbandingan.  Studi Banding gitu lho.  Dengan studi banding, setidaknya wakil rakyat akan lebih paham tentang bagaimana memakmurkan negeri ini.

Denggan studi banding, anggota DPR tentu bertambah referensinya untuk membuat dan menyusun rancangan undang-undang.  Semua itu demi dan semata-mata untuk kemajuan bangsa kita.  Apalagi, harus diingat bahwa studi banding adalah satu-satunya cara yang elegan untuk dihormati oleh bangsa lain.

Lalu, apa dong manfaat langsung studi banding bagi rakyat Indonesia.

Lho, ini pertanyaan yang aneh dan sangat tidak sopan, absurd, dan tidak selayaknya ditanyakan kepada anggota DPR.

Studi banding itu dilakukan demi kemajuan dan referensi bangsa ini dalam menyusun rencana anggaran dan undang-undang yang diperlukan bagi bangsa ini untuk kemajuan kini dan masa depan.

Lha buktinya mana, apa manfaatnya studi banding?

Lha nggak ada toh?,  masa sih…

Kalau begitu, kita harus segera berangkat lagi.  Kita harus studi banding lagi.  Karena hanya dengan studi banding kita bisa membandingkan studi banding dulu dan studi banding sekarang.

****????%^%&****???

27 Tanggapan to “Studi Banding Wakil Rakyat, Sangat Pentinglah…”

  1. klo anak student emang pantes tuk “studi banding”, klo ada masalah biasanyah “naik banding”, klo nyari pacar wajar “banding-banding” .. nah klo aq emang tinggal di banding eh banduNK😆

    Suka

  2. Bagus tuhhh DPR studi banding biyar pinter, masa teka ajah nggak lulus-lulus… malu atuh.😀

    Suka

    • Usup Supriyadi said

      lah, bukannya ada yang profesor?

      jangan-jangan, profesor profesoran kali….

      mau lihat tari perut saja meski ke luar negeri…😆

      Suka

      • agorsiloku said

        Dari komentar Kang Usup, dari hasil analisis sementara yang sudah disampaikan adalah suka ikan bandeng. Jadi studi banding perlu untuk mengenal beragam bandeng. Kesimpulannya perlu studi banding bandeng. Kota Semarang tempat orang bandengan yang terkenal, bandengnya banyak dari wilayah pantai utara, sampai ke kota Kudus.
        Tapi soal tari perut dan profesor kali… sepertinya Kang Usup .. kurang cocok untuk melakukan studi analisis bidang ini.

        Jadi, kesimpulannya, tidak cocok juga jadi anggota DPR yang akan studi banding…..

        Suka

      • Usup Supriyadi said

        oh begitu ya. lagi pula, saya memang nggak mau ah jadi anggota de pe er, mending jadi Presidennya saja.:mrgreen:

        Suka

      • Usup Supriyadi said

        saya suka yang presto.. *apaan lagi…

        Suka

  3. Filar Biru said

    Sah2 saja studi banding, tapi hati nurani berbicara di sini.
    kalau di bawah kepada diriku, aku tidak akan pergi keluar negeri. uampanya ada tetangga sakit dan tidak ada biaya untuk berobat, maka aku tidak akan pergi naik haji, percuma saja sebab hati nuraniku tidak bisa di dustai.

    Apa lagi bencana2 yang begitu hebat melanda negeri ini, apakah perlu studi banding di saat2 seperti ini? Studi banding yang tepat adalah terjun langsung ke lokasi bencana dan melihat penderitaan rakyat. melihat wajah2 yang terbakar, melihat kondisi daerah yang di timpa bencana dan mengambil hikma dari semua itu. Itu baru studi banding.

    Suka

  4. rubon said

    Saya setuju anggauta dewan mengadakan studi banding, yang tidak saya setujui adalah mereka membandingkan sarana dan prasarananya. Seandainya rencana pembangunan gedung baru DPR yang bernilai 1,6 triliyun direalisasikan, mohon maaf dimata saya bagai sebuah mobil berbodi mercy tapi bermesin bemo:mrgreen:

    Suka

  5. silahkan berkunjung sekaligus teman2 yang lain di sini:
    http://filarbiru.wordpress.com/2010/11/10/tidak-benar-rasulullah-saw-berzinah-dengan-maria-al-qibthiyah/

    Suka

  6. Filar Biru said

    silahkan berkunjung ke
    http://filarbiru.wordpress.com/2010/11/10/tidak-benar-rasulullah-saw-berzinah-dengan-maria-al-qibthiyah/

    Suka

  7. Kasihan mereka itu, sudah TK sedemikian semangat jalan-jalan eh belajar ding….Eh mau belajar rajin malah dilarang-larang… Mbok ya anak TK kalo lagi semangat dikasih kesempatan …Kalo gak boleh jumpalitan di taman entar mereka jumpalitan lho di kamar… Rusak semua deh .

    Jangan lupa kalo mau pergi jalan2 juga anak kecil juga mesti ada yang nemenin entar ilang gak bisa pulang , nangis di sana malah repot ..hiks…

    kayaknya aku juga masih TK…ikutan jalan-jalan ah nyari bakso …

    Suka

    • agorsiloku said

      Hallo Kang Eko… bolak balik saya ke filosofi agama… masih belum ada pencerahan baru nih…
      Kalau DPR = TK dan sedemikian semangat untuk belajar… ya karena yang nemeninnya buanyak sekali…. yang jelas yang nemenin itu anggaran belanja….
      Salam, agor

      Suka

  8. Jelasnggak said

    Studi banding itu perlu agar anggota DPR bisa membandingkan foto ..

    lho.. foto apa ya ?

    foto istri-istri mereka ketika di foto di luar negeri dengan gaya membungkuk sambil mulut monyong dan pantat di naikkan… lalu di bandingkan jika di foto di dalam negri dengan gaya yang sama…

    ehh… ternyataa hasilnya…. ( ah ngga mau terusin deh..)

    Suka

  9. qarrobin said

    studi banding bagaimana cara agar pembangunan jalan dan jembatan mudah rusak, jadi akan ada terus pembangunan jalan dan jembatan, yang seharusnya berjangka 5 tahun menjadi 1 tahun

    Suka

  10. studi banding membandingkan yang sukses dengan yang tidak… masih banyak yang ga sukses kayaknya

    Suka

  11. kiss said

    huahahaha, ana-ana bae

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: