Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bahu Jalan Tol : Kecuali Darurat, Ambulance, Pejabat Yang Dikawal dan….

Posted by agorsiloku pada Oktober 27, 2010

“Enak ya jadi pengusaha jalan tol….”  Pengemudi berlomba-lomba masuk jalan tol, meskipun macet dan kecepatan 0-10, 10-20, atau 20-30 km per jam tapi masih lumayan dari pada berada di dalam kerumitan jalan reguler.  Pundi-pundi pemegang kuasa jalan tol, apalagi yang jarak dekat maupun jauh sama harganya terus menangguk rejeki. Apalagi jika masuk dari Kampung Rambutan keluar di Cawang, hanya dalam jarak begitu pendek, tapi karena termasuk tol, masih mending dari pada menempuh jalan melalui jalan raya Bogor….

Sedang asyik-asyiknya menikmati kemacetan, dari arah belakang terdengar bunyi tut.. tut… tut pendek.  Sepertinya suara mobil patroli polisi yang memang “mengusir” pengemudi di jalan tol untuk segera minggir.  Karena seringnya berlalu dari Cawang menuju jalur tol dalam kota, saya sudah hafal, dimana polisi biasa nangkring mencegat para pelanggar bahu jalan yang seperti diumumkan : Hanya untuk keadaan darurat.

Pada sebuah kesempatan, ada sedikit gangguan dengan bunyi suara “tut… tut.. tut…” dari mobil Polisi yang kebetulan masuk dari arah Tanjung Priok ke arah Semanggi itu.  Setelah minggir, memberikan kesempatan sang mobil patroli berlalu, dengan cepat mobil tersebut beralih ke bahu jalan melesat kencang.  Yang membuat saya bergidik, bukan karena mobil polisi itu, tapi yang mengiringi di belakangnya.  Mobil mewah berplat nomor kecil.  Tentu bukan Presiden atau ambulance, tapi tentunya para petinggi negeri ini yang berlalu melewati para pengemudi yang tertib dan yang tidak tertib mengantri.

Tentu saja ini juga kesempatan untuk diteladani pula oleh para peserta di belakangnya untuk ikut-ikutan memasuki jalan “kondisi darurat” di bahu jalan untuk berlalu mengikuti kendaraan mewah yang dikawal.

Sekali, dua kali, dan akhirnya saya sudah mulai terbiasa melihat perilaku ini.  Ketika kesadaran sedang tinggi, ogah dan malu rasanya mengikuti perilaku tidak teladan ini.  Ketka sedang kepepet waktu dan macet bertubi-tubi, kesadaran untuk berdisiplin lalu lintas hilang ditelan dan berusaha menyusul pula mengikuti perilaku yang diteladani.

Tapi, harus hati-hati lho…. karena jika mobil patroli lewat sudah terlalu jauh, kita berada di depan sendiri… waspadalah, karena bisa ditilang patroli pula karena menggunakan bahu jalan untuk mau menangnya sendiri berlalu lintas.

Saya ingat kembali nasehat ustadku, manfaatkan setiap alunan nafas untuk berdzikir, termasuk ketika sedang mengemudi.   Ini lebih afdol dari pada jengkel melihat perilaku sebagian petinggi bangsa.  Astagfirullah, jangan terlalu berprasangka mereka itu tidak disiplin dan tidak pantas diteladani.  Mereka itu tentu sangat terburu-buru untuk membicarakan penderitaan rakyat dan bangsa ini, berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi tercinta ini.  Mereka adalah para petinggi bangsa yang layak diteladani.  Jadi, maklumilah jika karenanya Sampeyan harus mengalah dan bahu jalan hanya pantas untuk mereka yang dalam hidupnya begitu tergesa-gesa dan darurat… seperti ambulance yang meraung-raung untuk memberikan kesempatan hidup bagi yang dibawanya.

Kalau boleh usul, mengapa tidak ditulis saja, bahu jalan untuk darurat, ambulance yang membawa orang sakit,  polisi, mobil mogok, pejabat yang dikawal mobil polisi, mobil plat merah, mobil bintang, mobil Camry pejabat.

Usul dibatalkan.  Terlalu panjang kalau kalimat itu dibuat.  Enakan ditulis saja : Bahu jalan hanya untuk yang berperilaku darurat saja atau mau menang sendiri saja.

Ah nggak enak juga.  Tulis saja, bahurekso hidupnya darurat….  Lebih pendek, tapi mewakili fungsi yang dikehendaki…..

5 Tanggapan to “Bahu Jalan Tol : Kecuali Darurat, Ambulance, Pejabat Yang Dikawal dan….”

  1. lovepassword said

    Tulisannya kayaknya kurang lugas, gini saja : Bahu jalan tol untuk orang mati atau untuk orang yang setengah mati …Hik Hiks…

    Suka

    • cekixkix said

      Khekn jalan tol untuk “@Oom Bapake” klo lewat, mo ada korban… pokoke harus brenti: mo tabrakan kek, mau ditabrak kek, mo minggir kek… khek beberapa tahun yang lampau… Cekixkix…kix…kix…

      Suka

  2. lovepassword said

    kebangeten kebangeten

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: