Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pornografi Untuk Indonesiaku

Posted by agorsiloku pada September 7, 2010

Saya memang sulit untuk memahami kebijakan amburadul dari Pemerintah negeri ini.  Kalau membawa gambar porno atau dianggap porno dilarang, tapi mengapa kalau melalui jalur internet dibebaskan?.  Mengapa begitu mudah diakses, mengapa yang disuruh mencegah itu warnet dan orang tua yang punya akses, mengapa hanya segelintir saja.  Sedangkan Pemerintah adalah institusi yang punya hak dan kewenangan untuk mengendalikan akses yang dinilai dalam sistem pandang bangsa merusak.  Mengapa Pemerintah tidak becus, sedang sejumlah negara lain seperti Cina, Saudi Arabia, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya, berdasarkan undang-undang dan kekuasaan mereka maka bisa menghentikan supply bahan perusak moral untuk bangsanya.  Sedang Indonesia, yang konon jumlah ummat beragamanya seabreg, kok tidak bisa.  Tidak ada desakan dari ulama, tidak juga dari petinggi negara ini.  

Jadi, jelas bahwa penyalur konten pornografi itu…memang Pemerintah Republik Indonesia atau kalau lebih halus, pembiaran sistematis dilakukan oleh pengatur masyarakat Indonesia.

Kalau tak salah ingat, beberapa hari setelah awal puasa, Pemerintah melakukan tindakan terpuji, yaitu menghalangi akses ke situs-situs porno yang jumlahnya seabreg-abreg.  Ketika saya ketik kata paling sederhana saja “porn” di gugel, hasilnya seabreg-abreg situs porno siap diakses.   Jadi jelas pula, pemerintah negara yang berketuhanan ini jelas-jelas melakukan pembiaran.  Tidak serius mengelola.  Bapak Presiden RI, mungkin kaget atau mungkin juga bangga (jelas ini tidak masuk akal). Karena Indonesia, selain menjadi negara pengirim pembantu rumah tangga yang boleh jadi terbesar di dunia, sekaligus juga menjadi negara yang warganya menjadi pengakses situs porno terbanyak.  Begitu juga, Menkoinfo, dengan santun boleh jadi turut bangga (tentunya dinyatakan dengan prihatin atau setengah prihatin atau pura-pura prihatin) dengan kejadian ini.  Alasan saya sih jelas saja.  Kalau tidak bangga dan prihatin, seharusnya yang namanya birokrasi yang memiliki hak dan kekuasaan, melakukan tindakan dan bukan hanya OMDO saja.  Apapun alasan teknisnya.

Sungguh, sulit dipercaya kalau Pemerintah tidak bisa memblokir atau kesulitan.  Tanpa ketegasan dan sangsi, malah menyerahkan ke warnet-warnet adalah pikiran yang betul-betul absurd.  Untuk apa kita punya visi moral dan tanggung jawab negara, kalau mengurus yang begini saja tidak becus.   Apalagi sebagai alasan pemblokiran adalah penghormatan untuk ummat Islam yang menjalankan ibadah puasa.  Alangkah menyedihkan pemikiran ini.  Hanya karena bulan puasa?.  Jadi, selepas puasa?,  Sedang yang sudah dilakukan pun, sangat tidak berarti….

Jadi, ucapan Menkoinfo itu, perihal pemblokiran situs porno, hanya sekedar servis di bibir saja.  Tindakan yang tidak konsisten, jauh panggang dari api.

Satu Tanggapan to “Pornografi Untuk Indonesiaku”

  1. Ahh… riyet sayah mah @Kang sama kebijakan permen lintah kita teh:mrgreen:

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: