Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Anak-anak yang Berisik di Masjid, Jangan Dipinggirkan !

Posted by agorsiloku pada Agustus 12, 2010

Pengurus masjid meminta permakluman dibuat kebijakan baru, agar anak-anak tidak berada di dalam masjid saat tarawih tiba.
“Yah.. maklum saja, anak-anak memang persoalan tersendiri”
“Namanya juga anak-anak”.
“Jadi, untuk dan demi kekhusyuan sholat, hendaknya anak-anak sholat di luar ruangan dalam mesjid saja”

“… agar sedemikian dan sehingga tidak menganggu orang dewasa !”. “Tahun sebelumnya, di antara orang dewasa, namun masih juga susah mengaturnya… jadilah diatur begitu !.”
—-

Ceramah tarawih malam pertama itu, tak kalah pula menariknya.  Penceramah “langsung” melakukan koreksi yang gagasannya layak untuk dipertimbangkan :

  • Hendaknya anak-anak dimanusiakan di antara orang dewasa yang beribadah di masjid.  Mereka adalah cikal bakal kita, penerus.  Jangan disisihkan, tapi dirangkul.  Ditanya, dipuji, diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari aktivitas mesjid.  Entah itu mengumumkan siapa penceramah hari ini dan berbagai kegiatan lain.
  • Anak-anak senang diapresiasi, jika sholatnya rajin dan tidak menganggu temannya, berikan apresiasi dengan pujian dan berikan hadiah.  Penceramah kemudian memanggil salah seorang anak yang menurut Beliau sholatnya tekun.  Kemudian dicontohkan disapa, kelas berapa?, siapa namanya?, kemudian  setelah itu diucapkan apresiasi kepadanya sekaligus hadiah.  Entah berapa yang dikeluarkan dari sakunya.  Namun, memang si anak tadi menunjukkan kebahagiaannya.  Beliau sarankan, dari “kocek” masjid, tidak ada salahnya dilakukan pembinaan seperti ini.
  • Penceramah hendaknya ingat, bahwa ceramah bukan hanya untuk orang dewasa yang datang ke mesjid, tapi juga untuk mereka, anak-anak yang diajak orang tua mereka untuk mengenal dunia agama.  Cukup ceramah 5 menit untuk orang dewasa, 10 menit untuk anak-anak.   Mereka juga punya hak untuk mendengarkan dan menyimak.  Apalagi jika tausyiah dijalankan dengan penuh keakraban, maka anak-anak akan berkesan. Kesan itu akan dibawa sampai masa dewasanya.  Kesan itu membawa nikmatnya datang dan beribadah, bersama orang-orang dewasa yang mengerti dunia mereka, dunia bermain.

Singkatnya, jangan karena tuntutan untuk khusus dan tidak mau terganggu, maka orang dewasa meminggirkan anak-anak.  Itu tidak bijak.  Begitu kata sang Ustad, begitu juga deh saya berpikir…..

13 Tanggapan to “Anak-anak yang Berisik di Masjid, Jangan Dipinggirkan !”

  1. eagle said

    Subhanallah,…
    Insya Allah, penceramah adalah seorang ustad yang sangat bijak.

    Suka

  2. @Kang Agorsiloku
    Sayah juga ada sedikit ganjalan soal penguncian masjid diluar waktu Shalat…. duh, saya khawatir kalau “mereka” ibarat keledai putih yang bertelinga panjang yaitu orang-orang yang merasa dirinya putih namun lupa daun telinganya tertutup rapat.😦

    Suka

    • Roy Rey said

      Tambahin dikit…
      Dilarang bobo dirumah Allah
      Dilarang nginep dirumah Allah
      Dilarang membawa pulang Al Qur’an
      Dilarang mengambil air dirumah Allah

      Duh…. binun gw

      Suka

    • agorsiloku said

      😀,
      Penguncian di luar waktu sholat memang masalah tersendiri…kalau dibuka, hanya dipakai tidur …, yang menjaga kebersihan mesjid kecapean. Boleh jadi situasi di setiap lingkungan berbeda, sehingga menghasilkan keputusan yang berbeda pula….

      Suka

      • Justru disini seninyah, orang yang beragama islam itu kalau bepergian ke seantero dunia tidak khawatir kekurangan makan dan tidur…. selalu saja ada masjid yang menyediakan tempat dan makan.

        (Ini kata temannyah sayah lho, beliau itu ex. jamaah tabliqh.)

        Suka

  3. budiono said

    sangat sepakat dengan hal ini.. kalo disingkirkan kapan mereka belajar baik?

    Suka

  4. Wah, ustadznya mantap, jelmaan Tuhan🙂

    Suka

  5. bbetul3x

    Suka

  6. irvan said

    betul saya suka ustadz seperti itu
    perihal mengunci masjid bisa saja utk alasan keamanan, mengingat masjid juga berisi barang2 berharga seperti alat2 elektronik dll

    Suka

  7. sadewa said

    setuju harus dididik dari kecil untuk melakukan sesuatu yang positif untuk anak-anak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: