Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Infotainment Diharamkeun Euy….

Posted by agorsiloku pada Juli 28, 2010

Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengharamkan Infotainment sebagai tayangan televisi.  Namun, tentu saja MUI tidak akan langsung menyebut Infotainmentnya yang haram, tentulah gosip dan aibnya. Dengan kata lain, organisasi para ulama ini memberikan penilaian bla…bla…bla…. , yaitu menyampaikan informasi hiburan yang penuh dengan gossip, kejelekan, aib, dan seterusnya.   Padahal… ssst…sst… jangan bilang-bilang ya : “Gosip… itu, makin digosok makin sip…

Kita eh maaf, barangkali kita sudah sering mendengar pesan, bagaimana cara efektif menyebarkan berita :”Ssst… jangan  bilang-bilang ya… “, maka dalam waktu singkat se antero kampung akan segera mengabarkan berita aib tersebut kemana-mana, juga disertai pesan yang sama :”Jangan bilang ke siapa-siapa ya…”.

Saya termasuk yang ikut bersyukur bahwa tayangan infotainment (informasi dan hiburan) yang menyangkut orang terkenal dengan menyebarkan informasi rencana perceraian, permusuhan antara mereka, dan berbagai info “kuning”nya dihapuskan.  Alasannya, selain memang klasik saja :”Ngapain sih mengobral peristiwa busuk sebagai info yang semena-mena diungkapkan”.  Ataukah sudah ada ijin dari yang bersangkutan untuk informasi kehidupan pribadinya diungkapkan ke publik.  Seberapa besar manfaatnya dibanding mudaratnya.  Dengan kata lain, kalau saja tayangan itu diganti dengan tayangan yang lebih menghibur atau mendidik, tanpa ada orang, tokoh, atau hewan yang tersakiti, tentu lebih baik bagi pemirsanya.  Menghibur tidak selalu mendidik, dan mendidik juga bisa tidak menghibur.  Namun infotainment bisa bernilai negatif karena ada pihak yang dirugikan.  Bukan hanya  yang diinfokan, tetapi juga masyarakat yang bisa semakin permisif dengan keterbukaan yang nyaris hanya menginfokan konflik orang-orang terkenal.

Kadang, saya berpikir, masih adakah pengertian off the record sebagai term bagi insan pers untuk menghormati hak-hak pribadi orang yang diwawancaranya.  Singkat kata, kesan kebablasan begitu tampak dari lintasan infotainment yang muncul di televisi, ketika mengalihkan channel siaran karena yang dituju sedang beriklan.

Setujukah dengan  Keharaman Infotainment?.

Saya kadang bingung juga sih, kita mengenal Mesjidil Haram, Bulan Haram, Tanah Haram – Al Haram asy-Syarif (tanah suci yang mulia).  Yang diharamkan adalah perbuatan-perbuatan tertentu di Tanah Haram dan Bulan-bulan Haram.  Jenis ketidakbolehan antara lain berburu, mengangkat senjata, bahkan mematahkan tanamanpun diharamkan. Berbeda dengan “mengharamkan”, Allah Subhanahu wata’ala mengharamkan bagi kita daging babi, bangkai, darah, dan binatang ketika disembelih menyebut selain nama-Nya (QS Al Baqarah 173).  Juga diharamkan yang tercekik, dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, diterkam binatang buas, kecuali kita sempat menyembelihnya (QS 5:3).

Alasan pengharaman adalah, sesungguhnya najis, kotor, tercela (misalnya mengawini ibu, anak perempuan…. – QS 4:23), membunuh jiwa tanpa alasan yang benar (QS 6:151), atau sebuah kondisi tertentu yang menyebabkan Allah mengharamkan sesuatu, misalnya pada QS 5:26 : Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.” (Terj. Depag RI).

Tentulah, ummat beriman tidak akan menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah demikian juga sebaliknya, tidak mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah.

Adakah Infotainment yang Halal?.

Yah ada dong, kalau benar menghibur, tidak bergosip ria, yang menghormati hak-hak privasi seseorang, dan sejumlah bla…bla…bla…  Kita bisa membuat daftar infotainment yang berguna bin bermanfaat untuk memberikan hiburan sekaligus kesenangan bagi pemirsa dengan cara yang bermanfaat dan bermakna.  Coba kalau kita mengembangkan informasi sisi-sisi positif seorang selebriti dalam mengembangkan karirnya, keterlatihannya, dan berbagai nilai positif terhadap kehidupan.  Bagaimana seorang selebriti melepaskan dirinya dari narkoba, bagaimana usahanya menjadi terkenal, bagaimana selebriti berkontribusi dengan berbagai hal yang memberikan nilai positif pada isi dunia, dan seluruh bla…bla… bla lainnya.

Kalau begitu, dan ini terjadi, akankah MUI kemudian mengeluarkan fatwa Infotainment sekarang sudah halal?.

Jadi, memang berbeda, mengharamkan kata sifat, kata benda dengan mengharamkan esensi permasalahannya.

Penutup.

Namun, apapun yang difatwakan oleh MUI, adalah bentuk perhatian positif agar bangsa masyarakat tidak hanya atau terlalu banyak menghabiskan energi listrik yang kian mahal untuk tayangan-tayangan yang segi manfaat dan edukasinya sangat rendah.   Ini juga menjadi teguran untuk badan/institusi yang berwewenang di bidang penyiaran dan kontrol, untuk tidak membiarkan mutu pendidikan masyarakat melalui media televisi lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya……

8 Tanggapan to “Infotainment Diharamkeun Euy….”

  1. Assalamu’alaikum @Kang Agorsiloku.
    Mungkin tak lama lagi MUI akan kebanjiran proyek stempel “HALAL” atau “HARAM” bagi Infotainment.😀

    Salam hangat selalu @Kang, kumaha damang ?!

    Suka

  2. Bois said

    Hi!
    Assalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)

    Sekedar menambahkan…

    Adakah Infotainment yang Halal?.

    Yah ada dong, kalau benar menghibur, tidak bergosip ria, yang menghormati hak-hak privasi seseorang, dan sejumlah bla…bla…bla… Kita bisa membuat daftar infotainment yang berguna bin bermanfaat untuk memberikan hiburan sekaligus kesenangan bagi pemirsa dengan cara yang bermanfaat dan bermakna. Coba kalau kita mengembangkan informasi sisi-sisi positif seorang selebriti dalam mengembangkan karirnya (karir yang tidak menyimpang dari ajaran Islam), keterlatihannya, dan berbagai nilai positif terhadap kehidupan. Bagaimana seorang selebriti melepaskan dirinya dari narkoba , bagaimana usahanya menjadi terkenal, bagaimana selebriti berkontribusi dengan berbagai hal yang memberikan nilai positif pada isi dunia, dan seluruh bla…bla… bla lainnya. (dengan catatan selebriti tersebut ketika menyampaikan harus menutup aurat)

    Wassalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)
    bye… and Peace V ^_^

    Suka

  3. Jabon said

    hakakaka,, gosok terus aja biar makind sip..🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: