Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menyoal FPI – Haruskah Dibubarkan?

Posted by agorsiloku pada Juli 1, 2010

Beberapa hari terakhir ini,  media televisi meributkan FPI (Front Pembela Islam).  Khususnya setelah kasus yang terjadi di Banyuwangi.  Tulisan ini tidak bermaksud dijawab dengan Ya, lalu dibubarkan atau Tidak perlu dibubarkan.  Semua punya alasan masing-masing yang logis dari kacamata masing-masing.

Empat Mata dan Bukan Empat Mata.

Pertanyaan ini mengingatkan satu acara teve yang dibintangi Tukul Arwana, karena “entah” kasus melanda maka “Empat Mata” menjadi “Bukan Empat Mata”.   Singkat kata, tidak ada esensi yang berubah, hanya nama.  Begitu juga ketika kata “Berita” hanya milik TVRI, maka media televisi bisa menyiarkan beragam acara berita dengan berbagai nama, mulai dari “Liputan Khusus” atau apapun namanya.  Namun esensi pemberitaan tetap saja sama.

Jadi,  singkatnya apakah FPI dibubarkan atau tidak?.  Dimanakah letak esensi persoalan yang dihadapi.  Seberapa “menakutkan FPI bagi kehidupaan ummat beragama di Indonesia.  Siapakah yang diperangi FPI, mengapa hadir militansi yang tinggi dari sebuah organisasi.  Kita akan punya sejumlah pertanyaan serupa tentang perilaku organisasi dan non organisasi.  Kita berhadapan dengan keliaran birokrat yang mengobrak-abrik “para pelanggar hukum” yang  berdagang di tepi jalan, kita berhadapan dengan bom gas yang dikirim ke rumah-rumah penduduk.  Dalam sejarah kebangsaan kita, konflik horizontal (antara masyarakat dengan anggota masyarakat), baik itu siswa sekolah, mahasiswa, dan suku sampai agama menjadi bagian harian konflik dari perjalanan bangsa.  Kita punya berbagai berita dan kisah-kisah yang menimbulkan pertanyaan tanpa akhir.  Ada yang atas nama pembangunan, ada yang atas nama hukum, namun singkatnya : atas nama hak dan kekuasaan.  Pilkada juga di beberapa desa dan kota kita berdarah-darah.  Kita juga melihat begitu banyak pencari keadilan yang merasa perlu mengerahkan kekuatan untuk menang.  Kita juga mendapati berita tentang pelaksanaan hukum atas kemenangan berperkara yang telah diputuskan pengadilan tertinggi sampai mahkamah agung, dilawan.  Bahkan ketika yang dimenangkan swasta melawan pemerintah daerah.  Maka Pemerintah daerahpun menggunakan kekuatannya untuk melawan hukum?.

Kita juga berhadapan dengan kisah-kisah pedih dari pencuri sebiji kakao, kita juga punya kisah tangis Prita yang sakit kemudian disakiti.  Kita berhadapan dengan desa besar yang menjadikan kekuatan dan legitimasi tumbuh dari dana-dana yang mampu mengalirkan kekuasaan atas nama demokrasi.  Kita setiap hari disuguhi kekerasan dan ketidakpercayaan yang kian mengkristal.

Kita sepertinya sedang berhadapan dengan ketidakberdayaan negara mengurusi birokrasinya, ketidakberdayaan negara mengurusi demokrasinya, ketidakberdayaan negara mengurusi tanggung jawab sosialnya.  Lalu, kemudian memunculkan gerakan-gerakan dalam varian yang banyak.

Kita juga bertanya, kepada setiap perilaku tindakan kekerasan, seberapa nyata hukum berpihak.  Artinya, semakin lemah penegakan hukum, maka akan semakin banyak kemunculan organisasi yang harus dan merasa perlu mempertahankan kredibilitas dan kepentingannya.  Apapun yang menjadi latar belakang.

Semoga, dan tentu kita berharap punya Pemerintahan yang bersih, disiplin, dan tegas menegakan hukum dan keadilan.   Semakin rakyat percaya atas penegakan hukum, maka kebutuhan untuk eksis atas nama hukum akan menjadi bagian dari tabiat bangsa.  Apakah ini yang hilang atau semakin menyusut?.

9 Tanggapan to “Menyoal FPI – Haruskah Dibubarkan?”

  1. insyaALlah FPI tidak akan bubar

    Suka

    • agorsiloku said

      Kalau boleh usul ke FPI, dalam pembelaan selalu mempertimbangkan menjaga tatanan hukum dan citra Islam yang perlu dibangun sebagai rahmat. Tujuan baik, dilaksanakan dengan cara yang baik, keras, disiplin akan memberi kesan yang berbeda dengan pengkondisian yang menimbulkan pada saat yang sama persepsi yang negatif. Dalam dunia komunikasi yang begitu intens, empati, simpati dan lain sebagainya tetap perlu dipertimbangkan seksama.

      Suka

  2. Cekixkix said

    @Om Agorsiloku
    Kheknya nyang mati dan luka-luka sama BOM GAS elpiji, lebih banyak dari ulah FPI…
    Klo empat mata jadi Bukan Empat Mata maka Gas Elpiji bergantinama jadi Gas Elmaut:mrgreen:

    Suka

    • Roy Rey said

      Insya Allah Islam semakin jaya dan…Cekixkix benar..

      Suka

    • agorsiloku said

      Callah cendiri… cenapa mau menerima pembagian BOM GAS yang sewaktu-waktu bisa meledakkan diri sendiri dan orang lain… calah cendiri, mengapa mau menerima barang yang berbahaya gituh, salah sendiri cenapa mau menerima barang yang dipalsukan?…. bla…bla…bla……
      Kalau Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian mau yang aman, kami sediakan asesoris yang aman, tapi harus beli yang sesuai dengan SNI, yaitu sebesar Rp 40 ribu. Dijamin aman dan berkualitas…. Cilaka-nlah membeli….
      Astagfirullah…. tega teganya jawaban seperti ini yang muncul dan tiap hari berita ledakan terus bermunculan. Segitu murahkah nyawa anak bangsa.

      Suka

  3. Beladiri Terkuat diperkenalkan oleh seorang muslim….

    http://mahditukangbakso.wordpress.com/ba-ji-quan-8-mata-angin-beladiri-terkuat/

    Suka

  4. Mudah-mudahan FPI tidak sweeping warung-warung, duh… kasian sekali mbok warteg nyari nafkah yang bijimana lagih ?!

    Suka

    • Eagle said

      Mungkin takut ketahuan kalau suatu ketika ternyata ada anggauta FPI yang mampir di warteg saat bulan ramadhan.:mrgreen:

      (Setelah kecapean sweeping semalaman suntuk dari kota A ke kota B… siang harinya lapar)

      Suka

  5. Al-Mubarok said

    kalo koloni lebah terusik oleh sesuatu maka spontan lebah “ngamuk”..telusuri dan sergap pengusik kecuali ceburkan diri ke air kolam, dlsb..maka lebah2 “maklum” kalo pengusik “nyerah”. Demikian halnya FPI, bila dibubarkan begitu saja, tentu mereka akan tambah “murka”.. Ajak berdialog, dan harus “deal” tegakkan amar ma’ruf nahi mungkar..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: