Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Siapa Penyalur Konten Pornografi? – Pemerintah(kah?).

Posted by agorsiloku pada Juni 13, 2010

Menurut saya, jawabannya sederhana saja.  Pelaku penyalur konten ponografi, phissing, sara dan segala macam aspeknya adalah Pemerintah Negara Republik Indonesia.  Memang boleh jadi sih Negara tidak terlibat langsung untuk menjadi agen dari kegiatan pornografi melalui dunia maya.  Tapi, negeri berketuhanan yang mahaesa sebagai sila pertama ini membebaskan, alias tidak mengontrol dan mungkin juga tidak merasa perlu mengontrol masyarakatnya untuk menjad manusia dengan percikan-percikan untuk menghindari atau minimal mengurangi konten yang bersifat merusak.Sejumlah negara, karena pertimbangan politik dan sikap hidup dan cara pandang negaranya, membuka dan menutup sejumlah situs untuk dapat diakses.  Ada warnet yang mengontrol dan tidak mengijinkan pengunjung untuk mengakses situs tertentu, ada polisi yang bahkan melarang untuk facebook-an.

Sejumlah kampus perguruan tinggi berupaya melakukan tindakan kontrol terhadap akses wifi di lingkungan kampusnya, orangtua yang mengerti mencegah anaknya dengan berbagai settingan agar filter pornografi bekerja pada laptop anaknya.  Iya kalau mengerti, kalau nggak dan anaknya sembunyi-sembunyi… ya konten pornografi akan menjadi bagian dari “pengalamannya”.

Usaha masyarakat melalui Nawala : http://www.nawala.org/index.php juga adalah usaha masyarakat untuk melawan pembiaran pemerintah negeri ini yang membiarkan masuknya konten pornografi ke dalam lingkungan wilayah negara berketuhanan yang mahaesa.  Artinya, Negera yang berdasarkan falsafah kehidupan yang dipilihnya untuk memilih bahwa warga negaranya “harus” beragama.  Karena orang beragama akan menjaga dirinya dari perbuatan yang dilarang oleh agamanya.  Karena tidak ada agama yang diturunkan Sang Pencipta untuk hidup menjadi manusia merendahkan aspek-aspek moral.

Karena saluran internet itu masuk melalui satu jalur ke negeri ini (atau dari beberapa sumber), maka mengapa pula pemerintah tidak melakukan pembatasan konten pornografi untuk tidak bisa diakses oleh masyarakat?  Kalau Nawala bisa mengontrol melalui sistem yang dibangunnya, kalau negara lain juga bisa, lalu mengapa Pemerintah Negara Indonesia tidak bisa?.  Jadi, semestinya polisi dan pelayan masyarakat mengadili Pemerintah untuk pembiaran yang dilakukan.  Mengapa kita tidak belajar dari Negeri Cina?

Apakah cukup yang dilakukan Oom Tifatul Sembiring untuk membatasi atas dasar pertimbangan bagaimana caranya dan bantuan apa adanya.

Pemerintah, sesuai sebutannya “Pemerintah”, yang memerintah, seharusnya berupaya semaksimal mungkin menjaga apa yang seharusnya bisa dilakukan.  Jangan membiarkan kebijakan untuk membuka diri terhadap dunia luar dengan segala akses dan eksesnya membiarkan masyarakat untuk berusaha melindungi dirinya dan kelompoknya dari kebebasan tanpa batas.  Banyak sisi positip dari dunia internet bisa kita sikapi, banyak pula negatifnya.  Lalu, Pemerintah sepertinya tidak kurang peduli.

10 Tanggapan to “Siapa Penyalur Konten Pornografi? – Pemerintah(kah?).”

  1. lovepassword said

    kalo cuma pake Naomi, K9 dsb kayaknya cuma formalitas… Mungkin yah cuma pantes-panteslah itu , cuma beritanya saja yang dibesar-besarkan. Software semacam Naomi saat ini bahkan sudah tamat, dalam arti produsennya sudah nggak lagi menampilkan itu di website, tidak lagi ada update dan mensupport itu… Bisa dicek di produsennya kayaknya Naomi sudah tamat…

    Saya cenderung melihat bahwa aturan yang tidak konsisten atau sifatnya cek kosong sangat berpotensi malah dipakai oleh pemerintah sebagai pengalihan isu…

    Saya ingat saat kasus cicak vs buaya di TV , karena ada rekaman anggodo yang menghebohkan itu besoknya depkominfo membuat wacana pembatasan siaran langsung. Apa alasan yang dipakai pembenar oleh depkominfo ? Karena melindungi masyarakat khususnya anak2 dari kasus2 semacam perkataan vulgar seperti dalam persidangannya Antasari…

    Lha anehnya sidang Antasari sudah berlangsung berkali2 Depkominfo diam saja, lha baru setelah rekaman Anggodo ditampilkan , sidang Antasari itu yang dijadikan alasan untuk menyensor siaran langsung….

    Saya mendukung pemerintah asalkan setiap penegakan aturan dilaksanakan secara konsisten dan bukan sekedar dibuat sebagai pengalihan isyu atau mengadu masyarakat dengan masyarakat… atau menyensor kritik masyarakat…

    Buat batasan yang jelas dan terukur, blokir , bila perlu adili di pengadilan. Tetapi batasan itu harus jelas dan tidak bisa dimainkan . Jadi kalo parameternya jelas tegas maka kita bisa percaya bahwa itu semua bukan sekedar upaya pantes-pantes atau rancangan halus untuk memberikan semacam cek kosong kepada pemerintah. Atau malah nantinya bisa dibuat barang dagangan oleh aparat di lapangan…

    Hidup Depkominfo…

    Suka

  2. amburadul said

    negeri yg katanya berketuhanan yg maha esa ini…. bener-ener bikin puzing rakyatnya…

    Suka

  3. marinki said

    Betul saya prihatin banget lihat kondisi ini. Seolah negara kita ini hanya memamerkan Pancasila tapi tidak ada implikasinya sama sekali. Dakwah para ulama “gatot” (gagal total), guru-guru mandul, orangtua tunanetra… tunarungu.. ughh… Yang parah ternyata Pemerintah yang diharapkan memerintah, mengayomi masyarakat dan memelihara kekayaan alam, alih-alih melestarikan justru melakukan pembiaran, mengajarkan apakah terhadap rakyat ini?

    Suka

  4. Abudaniel said

    Saya rasa sebaiknya itu orang-orang, kelompok atawa golongan yang tidak setuju dengan UU Pornographi saja yang disuruh untuk mencari jalan mengatasi masaalah penyebaran konten porno di internet.
    Pasti mereka enggan. Malah mungkin mereka senang dan enjoy saja.

    Suka

  5. Kararangga said

    Sebenarnya sih simple aja… kalo gak ada yang bikin, ya gak ada yang disebarin.., beri sanksi dulu pada yang bikin agar jera…, dan cari solusi atas masalah yang sudah terlanjur terjadi…

    Salam Kenal ya ^_^… Kunjungi jg blog ane di http://www.kararangga.co.tv

    Suka

  6. […] Jadi, jelas bahwa penyalur konten pornografi itu…memang Pemerintah Republik Indonesia. […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: