Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Empat Tahun Korban Lumpur Lapindo ?.

Posted by agorsiloku pada Mei 29, 2010

LumpurLapindoMesjid

LumpurLapindoMesjid

Empat tahun berlalu sudah, ketika semburan pertama hari ini, empat tahun yang lalu muncul dan kemudian menjadi tragedi nasional tragedi yang menimpa sebagian anggota masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.  Benar tragedi !.  Bukan karena lumpur yang terus menerus dalam jumlah besar keluar dari pusat semburan.  Tapi tragedi dari beradunya kekuasaan, niat buruk buruk, dan ketidaksungguhan Pemerintah Daerah sampai Pemerintah Pusat untuk menangani korban lumpur lapindo.  Korban Lumpur Lapindo adalah sejumlah manusia tersisa yang menunggu kematiannya bersamaan dengan matinya hati nurani pemimpin-pemimpin yang paling bawah sampai paling atas di negeri ini untuk memberikan perhatian memadai atas korban yang telah terjadi.  Kita mengetahui bahwa telah berkali-kali korban mengadukan keseluruhan nasibnya sampai ke pemimpin tertinggi negara ini.  Fakta kemudian, masalahnya tidak bisa diselesaikan.   Sebagian korban sudah menjemput dukanya dengan kematian, sebagian lain kehilangan daya dan semangatnya untuk bertahan, sebagian lagi sudah “entah kemana”, dan sebagian lagi kenyang oleh janji-janji dan seribu akan.  Bapak Presiden RI,  Bapak Susilo Bambang Yudhoyono juga, yang sudah menerima pengaduan dari warga negara yang menjadi korban Lapindo sampai kini, dalam area kempimimpinan Beliau belum sanggup untuk membantu penyelesaian derita pada sejumlah korban yang secara nyata hidup di pengungsian.  Solusi terakhir yang telah terjadi, di dengar melalui televisi adalah menghimbau untuk segera menyelesaikan.   Kita, yang menjadi rakyat jelata, yang tidak memiliki kemampuan untuk meminta pertanggungjawaban atau menuntut apapun hanya bisa berdo’a, kiranya, semoga pemimpin tertinggi negeri ini tidak cukup hanya sekedar “segera” dan “menghimbau”.  Tanpa konotasi apapun yang mampu melepaskan korban dari tragedi ini mendapatkan tempat layak di sisi dan di dalam republik ini.

Perjalanan 4 tahun dari rt, rw, kelurahan, camat, bupati, gubernur, menteri, BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) tentu telah bekerja keras, bahkan sudah teramat keras untuk menyelesaikan semburan lumpur.  Tapi, soal menyelesaikan korban lumpur lapindo,  karena sudah sampai ke puncak dari kekuasaan tertinggi negeri ini, dan belum selesai juga, lalu kemana lagi korban harus ditangani.  Jadi, menurut saya, tugas dan tanggung jawab Presidenlah yang seharusnya bersikap tegas, jelas, dan berkemanusiaan untuk menjadwalkan, memanggil, dan bertindak untuk menggunakan semua komponen kekuasaannya agar korban lumpur lapindo tidak menjadi korban.  Empat tahun sejak musibah ini terjadi adalah waktu terlalu lama untuk dibiarkan.

Ataukah kita akan menyalahkan korban lumpur lapindo dengan pernyataan : Salah sendiri, mengapa tinggal di Sidoarjo, salah sendiri mengapa tidak mau menerima nasib sebagai korban, salah sendiri mengapa tidak mau pindah, salah sendiri mengapa tidak mau bersabar menunggu.

Apakah kita layak mengingatkan Presiden Negeri ini untuk memberikan solusi untuk korban lumpur lapindo?.  Kalau menurut saya :”Ya”.  Presiden RI tidak boleh berhenti hanya sampai meminta untuk menghimbau agar korban lumpur lapindo mendapatkan perhatian.  Tapi bertindak lebih cepat dan arif untuk menyelesaikan korban lumpur Lapindo dan kemungkinan berikutnya dari semburan lumpur yang akan terus meneruskan memuntahkan isi dalam bumi dan bersiap untuk mengambleskan lebih luas lagi area musibah.   Ya, bukankah pengaduan sampai sudah sampai ke Pemimpin Tertinggi negeri ini?.  Dan ini sudah berkali-kali berulang tahun…..  Ataukah, korban itu seperti semburan lumpur, lebih dipertimbangkan sebagai daerah wisata ?.  Astagfirullah, alangkah sepinya nurani bangsa pemimpin bangsa ini atas tragedi ini.

4 Tanggapan to “Empat Tahun Korban Lumpur Lapindo ?.”

  1. amburadul said

    presiden kite memang tak tahu malu….?

    Suka

  2. cekixkix said

    @Om Agorsiloku
    Kira-kira kapan ada penyelesaiannya ?!

    Suka

    • agorsiloku said

      Ce Kixkix… penyelesaian yang penting bukan menutup sumber bencana, tapi bagaimana agar yang terkena bencana tidak bertambah, dan yang sudah terkena mendapatkan dukungan moral, materil, pendidikan, santunan, dan segala hal yang memungkinkan mereka hidup secara wajar. Dari segi penyadaran sampai kesempatan. Pembiaran yang dilakukan pemimpin negeri ini pada yang terkena itulah yang membuat kita miris melihatnya…. Mereka mengadukan keadilan bertahun-tahun lamanya, tak juga bersua …..

      Suka

  3. […] menjadi isu penting bagi Presiden.  Apakah tidak lebih penting bagi Presiden memastikan bahwa semua korban lumpur lapindo dan korban-korban lainnya lebih menyakiti hati Presiden dari pada menilai dan mengumumkan sms yang […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: