Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sri Mulyani, Mantan Menkeu Indonesia, Sang Pemenang !

Posted by agorsiloku pada Mei 22, 2010

Seorang cerdas, tegas, dan berkredibilitas tinggi dalam menegakkan benang basah bernama bendahara negara, memilih mundur dari jabatannya yang prestisius.  “Saya menang,” Begitu ucap Sang Tokoh, Sri Mulyani, menang dari seluruh kejadian yang membuatnya tersingkir, menang karena keteguhannya untuk tidak mau melayani perkawinan homo kartel politik dan hegemoni bisnis dan kekuasaan.   Menang dari keteguhannya untuk tidak bisa didikte oleh kaum politisi.  Berhasil karena : “Saya merasa berhasil dan saya merasa menang karena definisi saya adalah tiga. Selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka di situ saya menang.”Keteguhan.  Itulah kata yang membuat saya memberikan apresiasi pada ucapannya.  Kalaupun saya ikut berprihatin, bukan karena kepergiannya, bukan karena pilihannya.  Tapi karena kawalan kasus Bail Out Bank Century menemui jalan yang semakin redup.  Ungkapan yang saya pernah baca bahwa Sri Mulyani berkata merasa tertipu“, tidak pernah terjelaskan lagi (semoga masih ada jalan !).  Dua bulan hak angket DPR hanyalah menjadi kisah kekalahan kebenaran untuk mengungkapkan kejadian sebenarnya. DPR melalui pilihan opsi C, menyatakan bail out adalah tindakan keliru, karena persoalannya bail out sebagai kebijakan pada masa akan sistemik atau krisis, maka kebijakan itu digugat, maka pada akhirnya Sang Pemenang tersingkir.  Kata tersingkir menjadi kata yang tepat karena tidak jelang beras ditanak menjadi nasi pulen, Sekber yang dipimpin Ketua Harian Abu Rizal Bakri berkibar.  Komplit sudah !, pembagian kekuasaan yang dicanangkan sebagai trias politika sudah digabung-gabung atas nama koordinasi di luar sistem yang bisa diterima sebagai pilihan bangsa ini bernegara dan berpemerintahan.  Betul-betul seperti gayus gayung bersambut !.

Keteguhan seorang pemimpin, seorang tokoh dalam membelanjakan kebenaran, bertanggung jawab pada keputusannya dan mengawasi kewenangannya untuk dijalankan sesuai dengan situasi yang ditetapkan dan dikehendakinya adalah komitment pada apa yang diyakininya dan amanat yang memang harus dipegang dan dijunjung tinggi dengan segala kejujuran dan tanggung jawabnya kepada pemimpinnya bangsanya.

Dengan segala prestasi dan kecerdasannya sebagai ilmuwan dan praktisi keuangan, kita seharusnya bangga dengan kehadiran Sri Mulyani yang sudah tidak diperlukan untuk periode kepemimpinan keuangan negeri ini karena kasus yang membelitnya.   Jadi, saya tidak mungkin berandai-andai : Andaikan saya memiliki kredibilitas dan komitmen yang tinggi, tegas dalam bersikap, jujur dalam bertindak, tidak mencari kekayaan dalam memanfaatkan hak-hak dan kesempatannya sebagai pejabat publik, apakah saya sanggup untuk berkata : “Sayalah yang bertanggung jawab atas kejadian yang menyebabkan saya tertipu“.  Saya kira, ketidaksediaan Beliau untuk mengungkapkan masalah ini bukan karena kebijakan bail outnya yang salah, tertipunya beliau adalah karena gelontoran uang yang dikeluarkan untuk menalangi sudah dianggap bukan bagian dari tanggung jawabnya.  Jadi, memang benar, seorang bendahara negara dengan berbagai aparat di bawahnya harusnya mengamankan semaksimal mungkin kebijakan Sang Bendahara, dan bukan malah menggerogotinya, sehingga supir taksi diberitakan bisa ambil uang ratusan milyar tanpa seleksi yang memadai dari pihak bank.  Pengambil keputusan akhir, seharusnya terbebas dari segala keputusan final yang telah diambilnya.  Toh, para anggota DPU$R yang terhormat juga bukan bertujuan untuk meluruskan benang basah kecurangan gelontoran uang atas nama bail out, tapi bagaimana mendongkel sang “neolib” dari panggung kekuasaan.  Jadi, memang yang kalah adalah kejujuran dan kebaikan.

Namun demikian, dengan segala kondisi dan tekanan yang dihadapi sampai-sampai tetap memutarkan tasbihnya saat dipanggil oleh Tim Utak-atik Bank Century dan kemudian berbagai kasus manipulasi perpajakan yang menimpa departemennya, Sri Mulyani tetaplah seorang tokoh yang bijak dan tegas untuk tidak mudah didikte oleh kekuasaan.

Bertahan pada pilihan-pilihan yang tidak disukai dan akhirnya memilih tersingkir untuk menjadi pejabat terhormat sebagai Managing Director Bank Dunia adalah pilihannya.  Menurut saya, DPR dan Sri Mulyani sama-sama menang. Yang kalah hanyalah pembuktian dan meluruskan bangsa ini dari korupsi dan kooptasi dari hasrat korupsi.  Satu-satunya yang kalah adalah rakyat dan nasabah yang dikadali oleh Bank Century, pengungkapan kemana sesungguhnya gelontoran uang yang menjadikan bail out sebagai alasan.   Kita percaya, sebenarnya masih banyak Sri-sri yang lain, yang lebih tangguh untuk menegakkan benang basah untuk membersihkan negeri ini dari busuknya korupsi.  Tapi, hanya satu dua Sri Mulyani tak cukup kuat untuk sekedar membongkar sebuah kasus di negeri ini.

5 Tanggapan to “Sri Mulyani, Mantan Menkeu Indonesia, Sang Pemenang !”

  1. ipan ripai said

    lieur saya mah engerin politikmah…. nyari duit aja saya susah….

    Suka

  2. lovepassword said

    DPR kayaknya emang gak niat menuntaskan kasus itu, karena targetnya emang cuma menggusur Sri Mulyani… Mestinya lebih masuk akal jika SBY diperiksa. Karena rasanya sungguh tidak masuk akal jika SBY tidak tahu…

    Saya tidak mengatakan bahwa kebijakan baik out itu 100 persen salah, karena bagaimanapun situasinya sungguh bagai makan buah simalakama.. Tetapi yang patut disayangkan adalah SBY memilih mengorbankan anak buahnya . Dari semua alur kronologis cerita, rasanya kurang masuk akal jika SBY tidak tahu..

    Mengapa Sri Mulyani mencueki JK? Jawabannya gampang karena SM mendapat perintah langsung dari SBY meski pada waktu itu pejabat presiden di Indonesia emang JK. Dalam kasus arah kebijakan pejabat presiden dan presiden berbeda, apa yang mesti dilakukan seorang menteri apalagi di saat krisis ?

    Kalo DPR memang berniat membongkar maka bagusnya SBY diperiksa, tetapi niat itu sungguh tidak ada. Karena kepentingan DPR emang cuma menggusur Sri Mulyani yang notabene menjadi duri dalam daging orang2 penting negeri ini

    Rasanya rakyat menjadi semakin sulit percaya dengan pejabat negeri ini.

    Sebagai salah satu orang yang memilih SBY , saya rada kecewa dengan peristiwa demi peristiwa yang terjadi…

    Suka

    • agorsiloku said

      Mas Ari.. Wah… SBY diperiksa…😀 masih jauh ya… tapi kita memahami tentu, mengapa kemudian banyak yang mempertanyakan… Semoga saja perbaikan yang lebih cepat, tegas, dan membumi semakin terwujud untuk memenuhi janji seorang pemimpin….

      Suka

  3. riang said

    DPR mah kagak ngarti yang namanya kebijakan…. lha wong isinya orang2 kayak gitu….

    Suka

  4. amburadul said

    ooooh jeng sri yg tabah ya nak…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: