Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penghargaan Untuk Zero Accident – Lumpur Lapindo

Posted by agorsiloku pada April 29, 2010

Saya hampir tak percaya membaca berita bahwa PT Lapindo Brantas mendapatkan penghargaan oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur atas “prestasinya”,  zero accident untuk  Keselamatan dan Kehatan Kerja.  Menurut berita, yang dirilis : Area Manager Lapindo Brantas Divisi Operasi, Taryono, menyambut gembira penganugerahan tersebut.  Sejak 2005 hingga 2009 kami memang selalu zero accident” kata Taryono.  Menurut Taryono, Lapindo sudah dua kali mendapatkan penghargaan K3. Penghargaan pertama diterima pada 2009. “Penghargaan ini tidak ada kaitannya dengan tragedi lumpur Lapindo,” ujar Taryono.  Di Sidoarjo, kata dia, Lapindo memiliki sumur eksploitasi gas.

Berita ini saya kopi pais dari TempoInteraktif, juga dari Bataviase. Tentu koran/media lain juga memberitakan.  

Antara Perusahaan dan lingkungan.

Kalau kita mau melihat sedikit lebih luas, yang disebut pemilik perusahaan adalah seluruh pihak-pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam aktivitas perusahaan.  Bukan hanya pemilik modal an sich yang menanamkan uang atau ke dalam perusahaan, tapi seluruh pihak yang menimbulkan keamanan dan kenyamanan dalam arti seluas-luasnya.  Perusahaan dari segi hukum harus memilki berbagai perlengkapan dan tanggung jawab untuk keselamatan lingkungan dan pekerjanya dari berbagai aspek sosial.   Karena itu, perusahaan harus dibangun dengan kesadaran bahwa kepemilikan usaha bukan hanya miliknya (pemegang saham), tapi juga keseluruhannya.  Perusahaan tidak boleh mengabaikan aspek keamanan lingkungan, dan turut membangun kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.  Etika universal dalam manajemen etika perusahaan melihat hal ini dengan teliti.  Beberapa negara maju seperti di Eropa dan Jepang atau Amerika, mulai lebih memperhatikan masalah tanggung jawab sosial perusahaan dalam hal seperti : menolak menerima barang ekspor yang mengotori lingkungan, memperkerjakan di bawah standar atau menggunakan tenaga anak-anak untuk menghasilkan produk.  Ini adalah tanggung jawab yang diemban perusahaan.  Semakin besar perusahaannya, tentu semakin besar bebannya.

Jadi, sangat sulit akal sehat saya menerima bahwa Zero accident bagi keselamatan kerja diberikan kepada PT Lapindo Brantas, yang telah menyebabkan sejumlah kematian dari lingkungan — mulai dari kematian mata pencaharian masyarakat di sekitarnya, matinya lingkungan di sekitar Lapindo, ganti rugi yang tidak kunjung selesai, dan kematian nyata dari masyarakat yang diakibatkan semburan lumpur lapindo yang jelas pula telah disampaikan bahwa itu diakibatkan oleh kecerobohan dari pihak perusahaan dalam mengelola lingkungan : Penyebab lumpur, kecerobohan PT Lapindo (lihat link), dan juga beberapa ulasan lain yang ada pada blog ini.  Jadi, kebenaran seperti apa yang ingin disampaikan oleh Pemda Jawa Timur, kalau mereka selamat dan lingkungan serta masyarakat menjadi korban, bahkan termasuk kematian terjadi akibat langsung dan tidak langsung dari semburan lumpur ?.

Kok bisa ya keberpihakan seperti ini terjadi?.  Betapa jauhnya keberpisahan antara masyarakat yang menjadi korban atau yang melihat dengan para pejabat yang memberikan penghargaan.?  Sepertinya tidak ada ya perusahaan di Jawa Timur yang zero accident dan zerro juga dalam membuat kerusakan?.  Ataukah di Jawa Timur, memang PT Lapindo lah yang terbaik?.  Duh, sulit dipercaya.

Namun, kita berharap, ada kesadaran baru mau muncul dari hati nurani pemimpin kita.  Apapun tingkatannya…..

Satu Tanggapan to “Penghargaan Untuk Zero Accident – Lumpur Lapindo”

  1. lovepassword said

    Mau ngakak bingung juga. Lapindo hebat iya ? Yang hebat mungkin duitnya… 😦 …

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: