Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bangsa Yang Keliru Memilih Pemimpin – Curhat Lagi, Curhat Lagi.

Posted by agorsiloku pada Februari 4, 2010

Kalau gadis kecil menangis karena dirusuhi temennya atau terpeleset kemudian menangis, maka kita yang menjadi orang tua akan segera tersentuh hatinya : menghibur dan menolong.  Ketika seorang tokoh dizalimi oleh tokoh atau sistem lainnya, masyarakat bereaksi melakukan pembelaan dengan memberi dukungan.  Ini terjadi untuk PDI Perjuangan dan Megawatinya di masa akhir rejim Suharto.  Begitu juga dialami presiden kita saat ini, Presiden SBY.

Lha, ketika bertubi-tubi kekecewaan masyarakat pada kasus hukum yang berlepotan dengan cicak vs biaya, perampokan Bank Century oleh pemiliknya dan debatable bail out,  korban lumpur Lapindo yang terus merana, keteraniayaan Prita yang sakit malah disakiti, pencuri 3 butir kakao dihukum, anak di bawah umur dipenjara,  penjara super mewah untuk artalita, mafia hukum, dan seterusnya yang diblow-up media habis-habisan, lalu Presiden tampil dengan sensitif, bahkan soal demo bawa kerbau saja menjadi gosip nasional.  Bukan lagi iba masyarakat pada presiden yang kali kedua memimpin negeri ini, tapi jemu, bosan, dan semakin tidak percaya !.  Ucapan-ucapan manis seperti duri yang menertawakan anak bangsa.  Bahkan soal sihir pun, bisa menjadi gosip untuk presiden.

Luar biasa !, presiden menjelaskan citranya dengan kata-kata di tengah tumpukkan ketidakpuasan masyarakat kepada penyelesaian hukum yang menyakitkan.  Seratus hari pertama jilid kedua Presiden menjadi tampak berserakan, setiap ucapan keberhasilan berbunyi seperti pembelaan diri.  Jadi, tidak heran kalau saya sebagai jelata merasa ini presiden menjadi semakin jauh dari harapan.  Saya-saya yang lain bertebaran.  Media menyantap keluh kesah Presiden, seperti lahapnya memberitakan gosip selebritis.

Belum cukup di situ, maka urusan pagar istana yang ditinggikan, pesawat baru kepresidenan, mobil baru menteri yang terlalu mewah dibanding negeri maju di sekitar kita.  Eh… disuguhi berita lagi, rencana kenaikan gaji menteri-menteri dan pejabat tinggi lainnya.  Meskipun, saya pikir wajar saja sih gaji menteri naik.  Bukankah Pemerintah juga menaikkan tarif dasar listrik.  Tentu biaya menteri juga meningkat.  Mobil aduhai juga tentu menambah beban menteri.  Tentu biaya gengsi ini juga perlu peningkatan dengan menaikkan gaji menteri.  Kasian kan, gaji menteri cuma sedikit lebih tingi dari UMR, nggak pantas itu.  Mobil dan segala simbol-simbol kekuasaan itu harus dibiayai sehebat dan seangkuh mungkin.  Belum lagi biaya perjalanan dan pengawalan, harus benar-benar mencerminkan penghormatan dan gengsi.  Jadi, sekali lagi, wajarlah kalau gaji para petinggi negeri dinaikkan.

Pemimpin Itu Seperti Apa.

Saking seringnya masyarakat dikeluhkesahi oleh Presiden, maka pesan itu disimpulkan : Presiden cengeng, presiden curhat, presiden lamban.  Kata “presiden curhat”, cengeng, aku malu punya presiden cengeng menjadi topik-topik berselera tinggi di jagad gugel.

Tentu saja yang diinginkan dari seorang pemimpin memenuhi nasihat Ki Hajar Dewantoro : Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.  Sejak es de aja kita belajar ini.  Dan komunikasi politik SBY kepada jelata bangsa semakin jauh dari sini.  Citra dibangun dengan kerja keras dan pembuktian, bukan dengan keluh kesah dan pembelaan diri.  Apalagi di tengah terpaan badai kasus yang penyelesaiannya semakin jauh dari citra keadilan.

Demo santun dan etika.

Ini bukan soal demo santun atau tidak, ketika Pak SBY berkeluh kesah lagi seperti disitir Beliau sendiri : Presiden itu besar seperti kerbau.  Lamban dan bodoh, ada yang bilang presiden maling, menteri maling, dan pelecehan terhadap simbol-simbol kenegaraan.  Kalau begini diributkan menjadi gosip, maka esensi dari demo yang marak di berbagai kota di Indonesia ini memang bukan lagi mengarah pada teguran pada presiden untuk memperbaiki kinerjanya, bukan juga menjadi curhat rakyat atas ketidaksetujuan kebijakan pemerintah, tapi semakin mengkristal untuk mengatakan bahwa para petinggi negeri, para penguasa negeri semakin menjauh dari citra mengayomi masyarakat.  Sebagian kecil dari mereka yang berdemo itu mewakili kejenuhan dan semakin berputus asa ria menghadapi kekuasaan yang lambat dan berkeluh kesah. Dengan kata lain, demo mengarah ke pemakzulan….

Dulu, di tanah Jawa ada lapangan depan istana kesultanan.  Jika ada hamba sahaya melakukan protes kepada penguasa, maka mereka akan duduk di lapangan, di tengah terik matahari, berhari-hari sampai sang raja berkenan turun dari singgasana langit untuk menjenguk dan mendengar “mau”-nya rakyat.

Tapi, citra presiden masih tinggi.  Namun, semakin hari semakin digerogoti.  Mengapa?, karena perang terbesar saat ini adalah presiden dengan dirinya sendiri……

Jadi, memang… esensi yang diharapkan masyarakat : Presiden tempat mengadu, bukan presiden yang mengadu ke rakyatnya….

6 Tanggapan to “Bangsa Yang Keliru Memilih Pemimpin – Curhat Lagi, Curhat Lagi.”

  1. elzach said

    Assalamualaikum wr wb.

    kalau boleh saya postingkan artikel berikut ini (dari email):

    NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA
    Diposkan oleh ARKILAUS ARNESIUS BAHO Minggu, 24 Januari 2010

    Oleh: Subhan Hassannoesi
    Aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majlis Muslim Papua ( MMP )

    Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

    Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”

    Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

    Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista.
    Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

    Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

    Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

    Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

    Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

    Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

    Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

    Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

    Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

    Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

    Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

    Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia.
    Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California).
    Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

    Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.
    http://berita.liputan6.com/progsus/200209/41945/class=%27vidico%27

    Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

    Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini.
    Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

    Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller.
    Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

    Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

    Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

    Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

    Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

    Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

    Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.

    Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

    Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!

    Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah.
    Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!

    Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam.
    Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

    Freeport merupakan lading uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran senidir telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.

    Suka

  2. @Kang Agorsiloku
    Mengapa?, karena perang terbesar saat ini adalah presiden dengan dirinya sendiri……
    ____________________
    Alhamdulillah, jujur saja sayah tidak memilih beliau.
    Kalau tidak salah 3thn pertama, @Bapake kita ini curhat nggak akan ikut pilpres 2009, tapi yang mengheranken knapa jadi ikutan yah?! terpilih lagih😦

    (hehehe…hatikecil berkata, buwat apa milih orang yang ragu-ragu akan kemampuan sendiri)

    Kalau boleh usul sech, biyar @Bapake bisa menang perang maka sebaiknya para “permen” kita buwat studio raksasa… agar supaya bakat terpendam beliau tersalurken.
    Siapa tahu bisa nambah devisa negara, yahhh…. setidaknya bisa didongkrak dibawah levelan @mas mikel jekson sedikitlah:mrgreen:

    Suka

  3. lovepassword said

    Yang milih SBY kemarin itu aku. Padahal aku sudah mau golput jan-jane.🙂 Masalahnya kemarin2 sih menurutku nggak ada yang cocok. Jadi SBY itu pada saat itu tak anggap yah yang paling mendinganlah termasuk dari sisi track record, keterkaitan dengan kasus2 lama, dsb.

    Tetapi bahwa SBY itu jan lebay, kebangeten hobi curhat memang jelas bikin risih itu. Saya tidak tahu apakah demokrat punya pakar konsultan komunikasi politik apa nggak setelah pemilu kemarin selesai. Tapi cara berkomunikasi SBY saya rasa emang aduhai nggak ada pinter2nya.

    Kalo saya jadi SBY sih mendingan nggak usah kebanyakan protes lebay . Membahas soal kerbau plus ditambahi ngarang interprestasi sendiri pula. Itu kan namanya anak TK . Hiks.

    Lha kalo memang niat mau membahas soal kerbau, mestinya dia ngomongnya gini : Terimakasih yah telah menyamakan saya dengan kerbau yang bekerja keras tanpa pamrih mengolah negara ini untuk kepentingan rakyat.

    Saya ini petani, sungguh bangga jika ada yang menyamakan saya dengan kerbau yang rajin bekerja membajak sawah untuk kepentingan orang banyak.

    Ngomong saja gitu pake wajah seriusnya sambil sesekali mringis terharu. Pasti deh setidaknya ibu-ibu tambah terharu : Pak Presiden kita didzolimi, dianggap kerbau kok malah berterimakasih sih.

    Itu baru namanya pinter. Masak jenderal kok kebanyakan curhat, kebanyakan mengeluh bahkan juga mengeluh sama demonstran biasa saja.
    SBY duhai SBY, mbok yao diperbaiki dong cara berkomunikasimu yang semakin aneh.

    Suka

  4. wul said

    waktu Rasulullah jadi khalifah, umatnya (warga negaranya) seperti abu bakar, umar bin khatab, ali bin abi thalib, ustman bin affan dan sahabat2 syahid lainnya

    waktu abu bakar jadi khalifah, warga negaranya seperti umar, ali, ustman dan sahabat2 yang masih tersisa

    waktu umar jadi jadi khalifah warga negaranya ali, ustman, dan sahabat2 lainnya yang masih tersisa

    dan seterusnya..

    nah artinya siapa pemimpin itu siapa juga warga negaranya, karena yang menjadikan dan memilih seseorang untuk menjadi pemimpin itu kan warga negaranya toh ya..

    so…jadilah warga negara yang bener, akhlak bener, akidah bener, tingkah laku bener, bertakwa pada Allah maka ntar kalo milih pemimpin ga bakal2 jauh dari pensifatan dirinya…

    *tul ga???

    Suka

  5. mfiqri said

    kenapa sih negeri kita ini diberi pemimpin yang zalim, banyak koruptor. Apa yang telah kita perbuat sehingga Allah memberi pemimpin seperti itu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: