Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Presiden dan Sekaligus Pemimpin, Kita Butuh Sekarang Juga !

Posted by agorsiloku pada Desember 30, 2009

Tayangan televisi dan membaca media massa ini beberapa bulan terakhir ini membuat saya bertanya-tanya, kita ini seperti punya presiden, tapi nggak punya pemimpin.  Apalagi di tengah area 100 hari kemenangan Presiden terpilih dan banyaknya musibah kasus-kasus hukum, mulai dari pencurian semangka yang dihukum keras, kasus elimanasi kemampuan KPK memberantas korupsi, keberpihakan hukum pada kekuatan dalam kasus Prita Mulyasari, Cicak versus Buaya, pembunuhan Nasrudin, dan yang tak kalah menariknya bail-out Bank Century yang sangat kontroversial.

Pada hingar bingar inilah, kehadiran seorang pengambil keputusan yang bijak.  Seorang pemimpin yang menjadi hamba masyarakat, seorang pemimpin visioner yang membawa bangsa keluar dari kemelut yang menggundahkan hati dibutuhkan.  Kata visioner, inilah yang kemudian menjadi penting.  Karena rakyat atau masyarakat itu seperti segerombolan domba atau itik, mengikuti kemana penggembala memberikan arah.

Pada titik-titik tertentu, rakyat memberontak dengan demo, dengan koin, atau dengan segala macam ‘pujian’ dan caci maki.  Pemimpin yang peka, akan berkomunikasi dengan rakyatnya dengan angan-angan visinya untuk masa depan.  Ketika hingar bingar pasar politik dan kecaman bermunculan sebagai tanda kegelisahan, maka pemimpin berkomunikasi dengan pesan lisan dan tindakan.  Tindakan pada saat menjelang kritis atau memanajemeni krisis adalah talenta yang betul-betul diharapkan mengeluarkan gerombolan domba dari kemelut.

Berkali-kali sudah, empati rakyat ditunjukkan untuk melawan penguasa, ketika “sang tokoh” dizalimi.  Kita lihat Bu Megawati dengan pengambilalihan kantor PDI yang menjadi PDIP, begitu juga Presiden SBY sekarang, dulunya rakyat menilai (paling nggak sebagian dari kita-kita) melihat pengzaliman pada Beliau dan itu menimbulkan gelombang empati yang tinggi.  Seperti juga yang ditunjukkan pada korban kesewenangan Omni Hospital terhadap Prita Mulyasari.  Begitu juga yang menimpa wakil Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit dan Chandra yang mendapatkan empati luas dan alhamdulillah, mampu menggerakkan penguasa untuk masuk pada rel-nya kembali.

Tapi, posisi Presiden saat ini adalah penguasa.  Maka menjadi memprihatinkan kalau komunikasi yang disampaikan ke publik berada pada konsep yang sama.  Yang dibutuhkan justru visi dan daya juang untuk menyejahterakan yang dipimpin.  Begitu kan tujuan politik itu.  Berikan arah, kejujuran, kredibilitas dan kecepatan bertindak untuk memanajemi krisis dengan benar, agar tak semakin banyak ikan mati di air yang kian keruh.

Hingar bingar ini adalah pernyataan dan indikator sebuah kebutuhan : Kita butuh Pemimpin !.  Seharusnya ini sudah ada, lalu mengapa belum?.

Sepertinya pertanyaan ini makin keras di tahun mendatang?.  Semoga kearifan dan keberadaannya semakin jelas.  Kalau rakyat mencari dengan caranya sendiri : peluang anarkis semakin besar. Duh.

Iklan

3 Tanggapan to “Presiden dan Sekaligus Pemimpin, Kita Butuh Sekarang Juga !”

  1. 😀 Yang sayah butuhkan adalah pemimpin seperti @Kang Agorsiloku

    Pisss.. 😀

    Suka

  2. lovepassword said

    Met Tahun Baru Mas Agor… 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: