Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bail Out Bank Century… Jangan Dipolitisasi …he..he..he…!

Posted by agorsiloku pada Desember 28, 2009

Buat telinga saya, kok aneh ya iklan pembelaan Jail bail out Bank Century alias Bank Mutiara dalam seminggu atau lebih terakhir ini di media televisi ini.  Kalau saja bail out itu keputusan yang benar (anggap saja begitu), maka jaminan itu artinya, kalau simpanan lebih besar dari Rp 2 M, ya yang dijamin Rp 2 M.  Selebihnya … nasib buruk.  Kalau kurang dari Rp 2 M, maka yang diganti 100%.  Nah total yang harus dijamin itu kan mereka yang sampai dengan Rp 2 M (inipun saya nggak bisa bayangkan berapa besarnya).  Jadi kalau keluar lebih dari itu, maka Pemerintah mengambil keputusan untuk  mempolitisasi agar BUMN yang mestinya tidak menyimpan uangnya di Bank bermasalah atau ada konglomerat yang menyimpan sekian Rp T diganti penuh, maka siapa sedang mempolitisasi siapa?.  Jadi wajar-wajar saja kalau kemudian Publik bertanya, aliran dana itu sesungguhnya untuk siapa?.  Lha, kalau JK sih jelas, itu perampokkan oleh pemiliknya sendiri.  Mungkinkah, dana itu kemudian diserap oleh TIM Sukses SBY.  Tentu nggak, tidak sesen, tim sukses pilpres SBY menerima.  Bahkan, nama Allah Swt pun disebut-sebut sebagai penjamin.  Kita tentu percaya penuh kredibilitas dan keseksamaan Bapak Presiden RI yang telah kita pilih semua.  Kita tahu siapa yang menabur angin, tentu pula mengais badai.

Iklan politisasi ini seperti sedang mengorek boroknya sendiri, sedang mengungkap logika-logika publik dengan logika-logika aliran dana yang menumpang dari keputusan bail out.   Bahkan upaya politisasi kerupuk bail out ini menjadi hak istimewa yang kalaupun dipersoalkan, semuanya bergeser ke kanan dan kiri. Berayun-ayun ke sana kemari.  Sedang kejelasan tentang batasan penjaminan dan persetujuannya makin kabur dan tak jelas.  Yang dipersoalkan kepentingan politik yang menyertai.  Seolah politik adalah dinamika yang boleh berbuat tanpa etika, tanpa logika, dan semua disajikan ke publik melalui seminar, talkshow, dan biaya iklan di televisi.  Hebat semua bilang mari kita buka, dan sejak berbulan-bulan lalu mari kita buka dan tidak pernah berhasil dibuka.  Semakin dibuka dan mari kita buka-bukaan, tapi tidak pernah berhasil terbuka.  Yang tersebar, justru mendiskusikan tuduhan, alasan pembenaran, dan berbagai-bagai persoalan rumit, sedang penumpang gelap dan aliran dana gelap, semakin samar dan abu-abu.

Sungguh, permainan kata dan kampanye iklan  yang canggih.  Sulit mengikutinya, semoga publik tidak bosan dan mampu mengawal kejelasan kasus ini sebagai bagian dari usaha untuk memakmurkan bangsa dan mengurangi kejadian-kejadian yang mengiris rasa keadilan.  Toh, apapun yang menjadi seluruh politisasi, ribuan korban bank century masih berusaha menuntut pengembalian uang mereka yang tidak kembali.  Toh yang diributkan 6,7 T sedang data nasabah yang diganti kurang dari setengahnya.  Lalu sisa bail out itu kemana.  Rahasia politisasi yang susah diungkap.  Kita juga percaya kredibilitas mantan gubernur BI dan menkeu, yang ragu cuma mengapa kok keputusan itu memasukkan penumpang gelap yang saking gelapnya, pansuspun sepertinya termehek-mehek juga.  Waktunya juga akan tiba, rakyat yang termehek-mehek dijejali iklan akan berbalik arah.

4 Tanggapan to “Bail Out Bank Century… Jangan Dipolitisasi …he..he..he…!”

  1. @Kang Agor
    Sepertinya kasus @Bung Bang di kita ini mirip kerangka tulang lalu ditempeli daging cincang, digulai dan jadi bancakan rame-rame…:mrgreen:

    Riyeut ahh…

    Suka

  2. Amd said

    Aduh, kerupuknya itu loh yang gak nahan… Mosok cuma bilang kerupuk aja dibilang politisasi, hohoho… Politisasi pencitraan mungkin iya…

    Suka

  3. marinki said

    @ Mang Agor.. rakyat kita kebanyakan kan rakyat miskin.. miskin harta dan miskin berkata.. mana ngerti lagi diajak ngomongin “bail out” segala.. makanya iklan yang sekian detik itu dipolitisir ke jumlah kerupuk…. mungkin itu yg ada dalam pikiran para p….. .. rakyat itu cuma ngerti urusan kerupuk.. tapi bayar iklan untuk kerupuk ini aja… televisi bisa meraup untung milyaran rupiah… dasar negara kita ini levelnya masih kerupuk… ha ha ha ,,
    Selamat dan sukses aja ya.. moga2 th 2010 rakyat ini masih bisa bernafas.. jangan diajak urusan politik yg rusak2 lagi…
    Piiiisss ah….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: