Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pak JK yang Bodoh atau Menkeu Yang Tuli?

Posted by agorsiloku pada Desember 8, 2009

Agama memang tak pernah lepas dari dunia politik dan juga bagian dari dunia lainnya.  Lihat saja, dalam sebulan terakhir ini kita disuguhi sumpah serapah bahwa saya tidak menerima “uang sepeserpun” atau sekian milyar rupiah dari aliran dana Bank Century.  Apakah sumpah dengan menyebut keagungan namaNya itu sebagai komoditi politik santun ataukah sebagai bagian dari peran kaum munafik !.   Publik yang mendengar yang menyimpulkan, malaikat mencatat sumpah dan kebenarannya.  Soal sangsi, menghindar sangsi dunia atau memurnikan diri dan kemudian mendapatkan murka atau rahmatNya.  Kita yang mendengar ini, mungkin nyinyir mungkin percaya, mungkin juga bergidik.  Membeli dunia untuk kehilangan akherat ataukah untuk menegasi sebuah kebenaran yang diragukan publik.  Kita tak pernah tahu persis.

JK bilang perampok, Menkeu bilang resiko sistemik.

Dari dulu saya tak pernah ragu tuh sama kredibilitas dan integritas dari Menkeu Sri Mulyani yang cantik ini.  Saya sudah kagumi sepak terjangnya, sejak Beliau sering muncul sebagai pengamat.  Tapi, pemberian dana talangan yang disetujui  Menkeu yang menjadi alasan bail out Bank Century ini benar-benar garing dan tidak bermutu dan cenderung konyol.    Lha, kalau mantan wapres dalam waktu singkat menyimpulkan itu adalah perampokan oleh pemilik bank sendiri, apa kesimpulan yang sama tidak bisa dilihat dan dinilai oleh seorang menteri.  Apakah Sri Mulyani tidak bisa melihat dari sudut yang sama?.  Tapi sibuk melakukan pembelaan dari sudut pandang yang menjadi tidak memiliki unsur intelektual dan nurani logis yang cukup ?.  Apalagi kekayaan Bank Century hanya 0,5% dari kekayaan seluruh jaringan industri perbankan Indonesia?.  Juga oleh Pak Budiono yang saat itu jadi Gubernur bank Indonesia.  Makin sibuk Sri Mulyani membela diri seperti disampaikannya selama ini tentang resiko sistemik dan lain sebagainya, maka kesimpulannya makin sederhana.  Pak Budiono dan Bu Menkeu tidak bisa membedakan pemilik bank perampok dan bukan.  Luar biasa anehnya.  Jadi, kalau bukan karena sesuatu di balik semua tindakannya,  tidak mungkin sekredibilitas Beliau bisa melakukannya.  Atau memang sebenarnya tidak memiliki kredibilitas dan mutu yang diharapkan.

Yang kemudian terasa menyakitkan seperti kasus Ibu Prita yang diwajibkan membayar 204 Juta oleh pengadilan sebagai korban dari RS Omni Hospital, pembelaan yang disampaikan Menkeu dan perampokkan yang disampaikan JK akan disimpulkan oleh masyarakat penerima informasi.  Mana keduanya yang bisa dipercaya !.  Itulah makanya semua penjelasan Menkeu itu akan menjadi garing, bodoh, dan konyol !.  Bahkan, kalaupun benar secara ilmu !.  Ilmu, pada akhirnya berada pada tangan subjektif manusia untuk menilai dan memutuskan.

Jadi, apa saran Anda?.

Wekekek… saya cuma nyarankan segera saja bertobat sama publik Indonesia, sama rakyat Indonesia yang telah dengan sengaja atau pura-pura tidak sengaja mengambil kesimpulan yang bodoh.  Yang gagal membedakan dan tidak mau melihat bagaimana Bank Century ini dimerger dan lain sebagainya.  Lagian, kenapa sih Sri Mulyani tidak bisa melihat dengan hati nurani.  Dengan jabatannya yang begitu tinggi, mengapa ikut berperan serta aktif menjadi bagian dari penyakit korupsi para petinggi.  Kalau Menkeu juga dibodohi oleh yang lain, maka ini juga tidak layak.  Sama sekali tidak layak !.  Ngapain jadi Sri Mulyani, kalau gitu aja nggak bisa nangkep logika ini.  Jadi jelas deh, ada udang di balik semua kebusukan itu.  Sudah begitu terang benderang di mata publik.

Pak Presiden Jadi Susah

He..he..he.., menurut saya sih, Pak SBY jadi susah gara-gara gacoannya bertindak ngawur.  Tapi, juga kok terus dipertahankan. Apalagi salah satunya jadi wapres yang dipilih melalui pemilu yang menghabiskan biaya dan pengorbanan besar.

Belum lagi maksus (makelar kasus) Anggodo yang begitu perkasa dan berada di atas hukum.  Belum lagi sang tokoh ini  kemudian sakit hati atas tuduhan-tuduhan yang bertebaran.  Citra diri Presiden yang dipertahankan dengan segala cara seperti dikoyak-koyak.  Program 100 hari presiden adalah masa bulan madu antara Pemimpin yang baru diangkat dengan rakyatnya.  Namun yang terjadi benar-benar suguhan yang paling menyakitkan dalam sejarah menjadi rakyat Indonesia ini.

Seratus hari pertama, bukan bulan madu yang didapat presiden, tapi hak angket DPR dengan segala simbol dan maksud-maksud terang dan tersembunyi.

Sumpah Bapak Presiden

Dengan nada prihatin dan kecewa (mungkin juga marah) Bapak Presiden SBY menyampaikan bahwa Beliau dan tim sukses Partai Demokrat, dengan menyebutkan nama Allah Swt, meyakini tidak menerima uang sepeser pun untuk tim sukses dan bla…bla…bla… Memang nama Allah SWT layak kita sebut dalam setiap rencana dan tindakan manusia.  Ini adalah salah satu bentuk syukur atas karuniaNya dan mengakui bahwa Sang Pencipta adalah institusi tertinggi yang tersimpan dalam setiap kejadian dan tersimpan dalam hati manusia.  Betapapun, saya ngeri juga mendengar ucapan Beliau.  Bagaimana kalau ada aliran dana sepeser yang masuk ke Partai Demokrat !  Pengadilan manusia belum tentu bisa membuktikan, tapi pengadilan Allah tentu akan terang benderang.

Sudah berbulan-bulan kasus Century muncul.  Lha, kenapa belum terang juga?.  Apakah seorang Presiden tidak bisa memerintahkan segera dibuka dari awal sampai akhir.  Kenapa menjadi terlalu sulit, terlalu lama?.  Lha, bukankah ini menimbulkan pula dugaan dugaan eh maksudnya menimbulkan pertanyaan, ada udang apa di balik presiden batu  !.

Pansus dan desakan mahasiswa dan tokoh !.

Masih ada harapan besar yang menjulang dari masyarakat melalui desakan-desakannya kepada para penegak hukum, kepada Bapak Presiden, melalui berbagai cara agar Presiden nyata-nyata bertindak membela kepentingan umum dan segera membuka dan menangkap para pelaku yang seperti kata mantan wapres-nya : Perampokan !.   Namun, yang ditunggu tidak kunjung tiba.  Pansus Angket Bank Century hanyalah satu kemunculan yang timbul dari kebosanan dan ketertutupan Pemerintah terhadap kasus ini.  Jauh sebelumnya, kesejahteraan bangsa diluluhlantakkan oleh kasus BLBI yang jumlahnya puluhan kali lebih besar.  Century kecil, namun dari sudut pandang korupsi, penyalah gunaan wewenang, akibat sangatlah besar !.

Saya percaya masih percaya bahwa ada itikad presiden memberantas korupsi.  Namun, jauh di hati kecil, semakin hari sebagai salah seorang rakyat Indonesia yang tidak memiliki pengaruh apa-apa, saya semakin ragu akan itikad dan kesungguhan seorang pemimpin bangsa dalam memberantas korupsi, sesuai janji Presiden dalam pemilu dan juga dijadikan momentum 100 hari kepemimpinannya.   Presiden SBY memiliki legitimasi sangat kuat dari kepercayaan rakyat banyak, salahkah kalau saya berpikir bahwa beliau sedang membuang segala legitimasi yang dimilikinya?.

Esok adalah hari peringatan antikorupsi sedunia, tanggal 9 Desember 2009.  Kalau tidak ada tugas lain atau tugas yang bisa sy tinggalkan, saya akan bergabung untuk menyuarakan kekecewaan ini.  Semoga Presiden bisa mendengar dengan segala keberanian seorang pemimpin.  Bukannya menjadi paranoia.

Kok saya jadi rindu sama Pak Kumis Jusuf Kalla atau pemimpin lain yang muncul.  Tapi, saya juga percaya, kalau Pak SBY lebih bisa cepat berbuat dan bertindak bijak, tidak terlalu banyak curhat ke rakyat, tapi kitalah yang seharusnya curhat ke Presiden maka perasaan-perasaan galau ini bisa lebih mudah diselesaikan.    Hati kecil risau, akumulasi semua kejadian ini sepertinya bergulir ke arah yang semakin…. (semakin apa ya ?).

Mari kita dukung gerakan anti korupsi !.  (tapi menurut teori law of attraction, bukan gerakan anti korupsi yang harus kita dukung, tapi gerakan hidup bersih, jujur,  dan makan makanan halal yang harus kita gembar-gemborkan dan kita dukung).

Kita mendukung energi-energi positip untuk mencapai tujuan, bukan gerakan-gerakan energi perlawanan yang menimbulkan energi korupsi baru untuk mengimbanginya.

Tapi, gimanapun… kita dukung gerakan anti korupsi.

25 Tanggapan to “Pak JK yang Bodoh atau Menkeu Yang Tuli?”

  1. lovepassword said

    Meskipun saya juga ngefans dengan Sri Mulyani🙂 , saya setuju sebaiknya kasus ini harus dibuka seterang-terangnya. Citra SBY hamcur karena ada kesan bahwa peristiwa kriminalisasi cecak terkait dengan kasus Bank Century.

    Suka

    • lovepassword said

      Oh iya teori hukum tarik menariknya menarik . Nggak usah kebanyakan anti ini itu karena malah mendekatkan diri pada hal yang kita tolak.

      Jika kita tidak senang B , nggak perlu anti B. Pilih saja A. Fokus pada A, karena fokus pada anti B berarti juga membesarkan B. Kabarnya gitu. Termasuk teorinya Quantum Ikhlas.🙂

      Suka

  2. Arief juniawan,drh said

    Selama sri mulyani bersikap ADIGANG ADIGUNG ADIGUNO…maka tunggulah kehancuran utk dirinya sendiri,lihatlah kalo dia bicara seperti mengkuliahi mahasiswanya…pak SBY yang bersih jadi kecipratan “air selokan century sri mulyani”….wahai sri mulyani anda memang pakar keuangan kaliber dunia but hidung rakyat sgt tajam membau ada aura korup dlm diri anda…biarlah hukum yg buktikan,tp hukum dan keadilan jarang bs bertemu..bagai bayangan dan bendanya…nurani rakyat yang berbicara….lantang…selamatkan bangsa ini dari limbah korup.

    Suka

    • Haruta Maruta said

      Saya sangat seedih membaca komentar teman2 yang selalu menyudutkan tentang kasus Bank Century.karena saya perhatikan yang diperangi “KORUPSI”. Tapi yang dihujat malah orang yang belum jelas korupsi apa Enggak. Sebenarnya yang harus kita kejar itu SiRobet tantular yang udah jelas2 terbukti merampok uang rakyat.cobalah memandang suatu kasus dari banyak sudut pandang.Contohnya : KAsus Bank Century ini. Pada saat dibuat kebijakan tersebut. Dunia mengalami krisis Global. Saya masih ingat saat itu masyarakat kita banyak yang cemas akan bangkrutnya bank diindonesia.hal ini disebabkan ada isyu yang beredar bahwa dinegeri paman sam sana banyak bank2 yang tutup. bahkan teman karib saya menyarankan agar saya menarik dana saya dari bank.

      Mungkin bukan saya saja yang mengalami kejadian seperti itu di indonesia. makanya saya dapat memahami mengapa Bu Sri mulyani mengambil langkah penyelamatan Bank Century.

      Bila saya analisa kembali kejadian saat krisis global kemarin, isu yang berkembang “Banyak bank yang akan tutup”.Isu ini tdk mendapatkan bukti dimata masyarakat, karena pada saat itu tidak ada satupun bank yang tutup karena ditalangi oleh pemerintah. Bila kejadiannya sebaliknya. maka yang terjadi masyarakat akan berbondong2 menarik dananya dari bank2 dimana mereka menyimpan dananya. weleh3, berapa bank yang akan ditalangi? lebih pusing lagi kan?

      memang secara ilmu perbank-kan, benar bank century bank yang kecil.dan tidak akan berdampak systemik bila ditutup.itu terjadi jika pada saat tidak dalam keadaan krisis.namun bila sebaliknya, tergantung isu apa yang berkembang di masyarakat.Dan Jika kemarin pemerintah tidak mengucurkan dana talangan, dan bank century ditutup. weleh100x. Mungkin anggota2 dewan yang meributi kasus bank century sekarang ini lebih pesta lagi. hehehehe.(makin banyak honor sidangnya)

      jadi pengetahuan Bu Sri Mulyani lebih Luas dan lebih berpengalaman ketimbang Profesor Kwik Bebek yang memang tua tapi semua kepentingannya mengikuti nafsu anak muda.Bravo Bu Sri!!!!!!!!!!!!!! Engkau Permata di dalam lumpur kelam politikus kampungan! Kwik Bebek,maruar-ruar gak karuan,dkk wuak……… jijik aku

      Suka

  3. Idem sama @kang Agor.

    Suka

  4. garyfield said

    komentar kok idem aja….maksudnya …apa????? bicara donk….sariawan..ya???

    Suka

  5. m4stono said

    wah pulitik yah ….hhhmmm… no komeng deh…..

    Suka

  6. Luigi said

    Terima kasih atas artikel yang bagus ini. Krisis kepercayaan kita sebagai masyarakat biasa kepada para pemimpin bangsa kita ini dari hari ke hari semakin parah saja. Smg kita belum sungguh kehilangan sama sekali kepercayaan itu. Kita dukung setiap upaya dan niat baik untuk membenahi bangsa dan negara tercinta ini.

    Suka

  7. jok! said

    Nasi sudah jadi bubur…bisa apa ya…digaransi kasus ini buntu alias nggak kelar…mending bicara masa depan… keluarin fatwa MUI aja..BAIL OUT HARAM..atau hukum seberat2nya …

    Suka

  8. Frans said

    Wahai Sri Mulyani, kamu bisa berbohong di hadapan manusia, tapi kamu tidak bisa bohong di hadapan Tuhan, Harta dan uang yang kamu terima dari Century gak bakalan bisa pakai untuk menyuap malaikat Rakib dan Atid, sadarlah wahai saudaraku Sri Mulyani, jangan sampai Tuhan yang menyadarkanmu.

    Suka

  9. feb said

    Jika bersih lanjutkan! Jika tidak, beri kesempatan orang lain untuk memimpin secara bersih.

    Suka

  10. dir88gun said

    Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku sekalian di seluruh penjuru Dunia maya,

    Akhir-akhir ini, banyak orang dari berbagai penjuru dunia sedang memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.
    Hari peringatan yang bertepatan dengan maraknya pembahasan tentang kasus penggelapan dana Bank Century di negeri kita.
    Dan juga termasuk salah satu hari yang memuakkan bagi saya.
    Hari yang memuakkan, dimana kita memperingati suatu perbuatan yang sangat memalukan, KORUPSI!
    Kenapa juga kita harus memperingati jasa-jasa para koruptor yang telah membantu penghancuran kehidupan umat? He he he…

    Untuk selengkapnya, baca di:

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/corruption-day.html

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

    Suka

  11. Arief juniawan,drh said

    para koruptor harusnya dihukum mati dgn cara di breeki uang logam 3 ton….gmn setuju gak?…

    Suka

    • agorsiloku said

      jangan Kang, uang tiga ton bisa membantu masyarakat miskin. Kalau menurut saya dipotong tangannya, jika dibuktikan, dan uangnya dikembalikan seluruhnya ke negara untuk kepentingan bangsa. Masa Korup sampai trilyunan tapi ganti rugi ke negara hanya puluhan M. Nggak logis.

      Suka

  12. garyfield said

    mas arief….ide anda bagus…..aku setujuuu!…tapi itu uangnya koin utk prita ato bukan???…hehehe

    Suka

  13. Arief juniawan,drh said

    Yang jelas koin rakyat yang tertindas,koin rakyat yang menjerit kelaparan,koin rakyat yg menggelepar….

    Suka

  14. orang_gila said

    semut diseberang sungai keliatan, gajah dipelupuk mata gak ketahuan, pepatah basi, maksudnya yang dah jelas bersalah dibiarkan melenggang bahkan kabur, tapi yang belum jelas bersalah atau status praduga dihujat mati-matian, bahkan kalo bisa dijatuhkan.😦

    nb: maaf ini cuma ucapan orang gila bagi yg gila, waraz bagi yg waraz dan menggunakan logika dlm berfikir😛

    Suka

  15. […] Pak JK yang Bodoh atau Menkeu Yang Tuli? […]

    Suka

  16. arief juniawan,drh said

    maling-maling uang rakyat haruslah di adili secara adil….bukan maling teriak maling sembunyi balik dinding…pengecut lari terkencing-kencing….tikam dari belakang..lawan lengah diterjang…kasak-kusuk mencari kambing hitam…selusin kepala tak berdosa berteriak hingga serak didalam negeri yg congkak…lalu senang dalang tertawa…hiahhahahaha…-kok jd lagu iwan fals-

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: