Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Beretika – Beramal Tapi Tidak Beragama, Masuk Surgakah?

Posted by agorsiloku pada November 9, 2009

Misalnya nih… saya punya teman.  Orangnya baik lho, suka menolong sesama.  Kalau ada yang sakit dia kunjungi, kalau ada yang minta tolong maka tak segan mengulurkan tangan.  Tapi, dia nggak beragama, nggak percaya Allah, nggak percaya kitab suci, walaupun dia menghormati (bertoleransi) dengan orang yang beragama. — Dia bakalan masuk surga nggak ?

Weleh…weleh… banyak memang di antara kita malah yang sebaliknya pula.  Shalatnya rajin, pelitnya kagak ketulungan.  Hanya diri sendiri yang paling benar.  Pokoknya, di luar urusan ibadah vertikalnya, urusan dunia mengalahkan sikap kucing kurus yang kelaparan !.

Berbagai-bagai kondisi itu, kemudian dalam olah pikir dikenal setidaknya tiga kondisi, deis, agnostik, atau ateis.  Deis konon katanya percaya Tuhan, tapi tidak percaya segala hal yang berkenaan dengan wahyu atau mujizat.  Agnostik rada-rada dekat ke ateis.  Agnostik beranggapan kita tidak akan memiliki pengetahuan tentang Tuhan.  Jadi ada atau nggak, nggak bisa dipikirkan manusia. Emang beda dengan ateis yang nggak percaya keberadaan Sang Pencipta.  Hobi lainnya, yang mencampur-campurkan agama satu dengan lainnya.  Kadang-kadang aliran yang disebut Gnostisisme ini macam-macam dah.  Sempalan dari sana sini.

Pokoke, dari berbagai-bagai itu, aliran-aliran atau cara pandang dan akhirnya menjadi sikap hidup bahkan meningkat menjadi ideologi bermunculan.

Tapi itu semua bikin kerut di kening makin banyak.  Pertanyaan pertama tadi, tentu saja ditanyakan oleh orang yang percaya adanya surga dan neraka, artinya pertanyaan dari orang yang mustinya beragama.  Dengan kata lain, pertanyaan ini mustinya muncul dari orang beriman.

Motif

Amal baik atau amal buruk, tergantung titik nilai. Untuk yang beragama, syarat mutlaknya percaya Allah, beriman, bertakwa.  Kalau nggak percaya Tuhan, nggak perduli Tuhan Sang Pencipta yang mengendalikan segala sesuatu ciptaanNya;  mana pula ada keinginan dari pelaku untuk masuk surga.  “Kalau si pelaku bilang, nanti terserah Tuhan saja?”, maka kata itu juga sudah berarti dia percaya adanya Tuhan.  Kalau dia percaya, tentu juga perduli.  Kalau perduli, tentu dia punya harapan masuk ke surgaNya.  Kalau punya harapan, tentu pula si pelaku akan mempertimbangkan untuk mengikuti laranganNya dan menerima petunjukNya.  Yang tidak perduli bahwa kehidupan dunia adalah jalan menuju kampung akhirat, dalam pandangan agama Islam jelas tidak masuk surga.  Sia-sia amalnya.

QS 24. An Nuur 39. Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.

 

Dalam ayat-ayat lainnya, ditegasi pula QS 47:8. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. 9. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. 10. Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. 11. Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.

Kafir sebagaimana maknanya, menutupi kebenaran, menjadi catatan pula untuk kita seperti diingatkan pada ayat 9.

Tentu pula sisi pengakuan beriman, tanpa takwa dan amal shaleh dan hanya memposisikan percaya Tuhan saja juga jelas jauh dari memadai.  Bukankah Iblis juga sudah jelas percaya Tuhan, bahkan pada satu masa berdialog.

Wallahu’alam.

Iklan

10 Tanggapan to “Beretika – Beramal Tapi Tidak Beragama, Masuk Surgakah?”

  1. S™J said

    ada yg bilang bahwa agama = akhlak. kalo diartikan seperti ini sepertinya tidak ada orang yg beramal, tapi tidak beragama. untuk kebalikannya malah bisa.

    Suka

  2. nggak bakalan deh…karena dia melakukan itu semua pasti dengan niat bukan karena Alloh, bukan?…lalu apa artinya semua amal itu di sisi Alloh…memang sih Alloh akan membalas semua amal itu hanya di dunia saja…sesuai dg niatnya…tapi di akherat, nol besar…dan siapapun, baik itu muslim atau non muslim, ketika beramal sholeh itu kerena selain Alloh maka sia-sialah amal itu di hadapan Alloh…

    Suka

  3. kangarul said

    Assalamu’alaikum,
    Betul sekali penjelasan Mas Agor, yang pertama yang harus ada adalah keyakinan (keimanan) akan adanya Allah swt. Tanpa itu amalan kita akan SALAH SANDARAN, seseorang bisa terperosok pada perbuatan (amal) riya’ dengan bersandar pada: -keinginan dilihat orang, -keinginan disebut orang baik, -keinginan ini dan itu dst…
    Dalam Islam sudah jelas bahwa salah satu syarat diterimanya amal oleh Allah swt adalah IKHLASH yaitu melaksanakan sesuatu perbuatan yang nyata atau tersembunyi KARENA (MENGHARAP RIDHA) ALLAH SWT…

    Suka

  4. boenks said

    Mas agor yth,……… naskah anda sepertinya tidak ada peluang untuk masuk surga dan itu tempatnya hanya dineraka,
    menurut saya………. ada sih peluang masuk surga itu ada, tetapi harus berubah wujud, surga tempatnya kelas vvip terbatas pada para nabiyullah, sedang umatnya yang konsisten masuk berkelas kelas, sesuai amalamalannya, demikian pula neraka berkelas kelas dari jenderal neraka sampai prajurit neraka melihat surga dan neraka yaitu pada hari berhisab
    Bilamana yang ringan timbangannya ia masuk neraka dan yang berat timbangannya, pasti masuk surga
    Apabila dari rezeki Allah yang halal, dan yang berat timbangan amalnya tandanya manfaat.
    Kepastian teman anda hasilnya adalah :.menunggu dan kitapun menunggu hasilnya adalah menunggu.

    Suka

  5. Assalamu’alaikum, @Kang.
    Agak sulit kasus beginuh nih !!
    Pastinya didalam Al Qur’an dicontohken Raja Fir’aun yang begitu bengis dan kejampun masih dimaafken jasadnya saja oleh Allah subhanahu wa ta’ala walaupun beliau mengakui Allah disaat sakaratul maut.
    Insya Allah, orang baik mungkin keadaannya lebih baik jika dibandingkan dengan fir’aun (maksudnya: Innahu kaana tawwaaba, sungguh Allah itu Maha Menerima Taubat)
    Sebagai muslim : “Dunia ini hanyalah main-main belaka, tapi janganlah kita memperjudikan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat”

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  6. […] sayah tidak sanggup menampilkan gambar pertumpahan darah ini, silahken saja rekan-rekan membayangkan apa yang terjadi […]

    Suka

  7. Anonim said

    Assalamua’alaikum wr wb.
    saya pernah beri komentar senada untuk ini di
    pelanggaran atas tingkatan akhlak tersebut juga bertingkat-tingkat, hukumannya juga bertingkat-tingkatlah, kalau syirik melanggar hukum akhlak tingkat 1, tu azabnya kekal abadi, kalau melanggar akhlak tingkat 2 dan 3, tetap masuk neraka, tetapi selama masih ada iman di dadanya Insya Allah ada peluang diampuni dan akhirnya masuk syurga.

    Suka

  8. Tuker link yuk!!!
    Linkmu udah tak add lho!!!
    Di tunggu link baliknya.. 🙂

    Suka

  9. arief juniawan,drh said

    beragama belum tentu berakhlak….berakhlak jg belum tentu beragama…jd gmn..donk??? yang masuk surga yg mengakui Allah satu-satunya yg berhak di sembah…tiada sekutu..yg laen..apapun yg terjadi….walau badai…walau halilintar menyambar…

    Suka

  10. Sekedar Mampir said

    SURGA itu HAKnya Tuhan kepada setiap umat manusia, boleh jadi orang rajin ibadah dan beramal akan masuk NERAKA karena tingkah lakunya terhadap sesama mahluk Allah tidak dijaga. Tapi adapula orang yang tidak beribadah dan dia percaya bahwa Tuhan itu tetap adil dan sayang pada umatnya, bisa jadi mereka itu yang masuk SURGA. INTIYA.. DALAM KEHIDUPAN INI TETAP KONSISTEN UNTUK MENJAGA HUBUNGANGAN BAIK DENGAN TUHAN DAN SESAMA MAHLUK TUHAN, KECUALI SYETAN dan IBLIS LAKNATULLOH…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: