Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Betapa Polos dan Jujurnya Para Pemimpin Bangsa Indonesia

Posted by agorsiloku pada November 7, 2009

Luar biasa, antara terkantuk-kantuk dan tidak saya menonton acara berjam-jam sehingga hampir jam 3 pagi dari jam 10 an malam itu, malam Jum’at tanggal 6 Nopember 2009.   Paginya masih sempat pula melihat Sensei Anggodo Wijoyo yang diwawancarai atau lebih tepat ditanyakan oleh pendekar super sakti Adnan Buyung Nasution.  Mungkin karena kurang konsentrasi dan amat kagum atas penjelasan-penjelasan dari yang terhormat Pak Susno mantan Kabareskrim, Pak Danuri Kapolri, dan sejumlah lain-lainnya yang tak hafal tampangnya, maka kesimpulan sementara yang dapat ditarik adalah :

  1. Setelah diperdengarkan hasil penyadapan KPK menengenai topik Cicak-Buaya, kriminalisasi KPK, mengalirnya dana milyaran rupiah entah ke siapa gitu, maka dapat disimpulkan bahwa penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh para petinggi itu tampak memperlihatkan kemurnian jawaban, kesederhanaan, dan kejujuran yang pantas diacungi jempol.  Bahkan atas nama yang Maha kuasa juga diperdengarkan dengan sangat lantang dan tulus. Terbukti sudah, ketulusan yang diperlihatkan membuat para wakil rakyat terpesona dan memberikan tepukan meriah kepada para pemimpin bangsa ini.
  2. Tampak bahwa tidak ada sama sekali dari mereka yang terlibat atau melanggar hukum atau menerima suap dengan bilangan yang menaikkan bulu kuduk.  Jawaban-jawaban yang lugas dan tenang, menunjukkan bahwa para pemimpin itu sama sekali tidak pernah menerima suap, bahkan boleh jadi hanya untuk secangkir kopi atau air putih dari para penjahat berdasi atau bergolok dari manapun.  Sungguh, pemimpin yang mampu memegang amanat penderitaan rakyatlah, amanat hati nurani rakyatlah yang layak untuk memimpin atau menjadi bagian kepemimpinan bangsa Indonesia.
  3. Bahkan Sensei Anggodo juga tampak matanya memerah karena diinterograsi hampir 24 jam lebih. Dua hari dua malam !.  Diapun rela sebagai rakyat Indonesia yang membutuhkan perlindungan hukum ditanya begitu.  Bahkan tampak pula, Beliau yang begitu ikhlasnya diinterogasi, walaupun statusnya sama sekali bukan tahanan.  Beliau itu sudah tua, sudah uzur.  Alangkah teganya jika orang-orang yang begitu terhormat di mata dunia sampai disangka maling atau dituduh yang tidak-tidak.  Untunglah sampai sekarang tidak ada satupun yang sanggup menjebloskan Beliau.  Ini saja sudah satu bukti bahwa kita adalah bangsa yang santun, penuh pengertian, penuh tatakrama, dan mengerti kesulitan yang sedang dialami oleh Beliau.
  4. Saya sendiri menyimpulkan bahwa Sinetron Cinta Fitri kalah telak daya tariknya dibanding dengan peristiwa yang disiarkan TV antara Komisi III DPR dan Para petinggi bangsa ini.  The Great Miska si Iblis cantik dalam Sinetron Cinta Fitri sama sekali tidak menarik dan kalah keseluruhan dibanding lugas dan mulusnya arena tanya jawab yang disiarkan malam itu di TV.

Salut !.  Hanya pemimpin-pemimpin bangsa yang cerdas dan memegang teguh amanat saja yang mampu meningkatkan derajat kesejahteraan bangsa ini.  Sebagaian, kita telah menyaksikannya di televisi. Juga dalam kehidupan kita sehari-hari.  Publik disuguhi logia sederhana, tanpa urusan pasal-pasal hukum yang sulit.  Kita belajar, bagaimana penyelesaian hukum dilaksanakan dengan amanat-amanat yang disantuni secara luar biasa.

Teriring pula, semoga Allah SWT membukakan pintu hati para pemimpin bangsa dan para pendekar keadilan untuk menunjukkan jati diri bangsa, membawa rakyat pada kesejahteraan, kejujuran, dan tegaknya hukum.  Mendudukkan yang benar adalah benar, karena itu segeralah dengan ijinNya dibukakan pintu kebenaran dan keadilan. Semoga bangsa Indonesia didekatkan dan dimudahkan untuk memperoleh pemimpin-pemimpin bangsa yang amanat, yang bukan hanya menangisi dirinya, tetapi juga membebaskan dari penderitaan dan kemiskinan, menyantuni manusia Indonesia lainnya yang berada di bawah garis kemiskinan dan keterlantaran.

Iklan

12 Tanggapan to “Betapa Polos dan Jujurnya Para Pemimpin Bangsa Indonesia”

  1. Anonim said

    Lha !, Anda itu bagaimana sih Pak Agor. Nonton apa nggak sih !. Anda sama sekali tidak pantas memberikan pujian hanya karena KOMISI III DPR tepuk tangan atas penjelasan Pak Kapol. Anda tau nggak sih yang jadi masalah?, Anda tau nggak berapa Milyar aliran uang yang diributkan?, Anda tau nggak siapa itu Anggoro, Anggodo, dan para pejabat Indonesia yang Anda puja-puji itu?.

    Udah, sana belajar yang bener. Kalo nggak ngerti politik dan akal bulus, jangan main posting seenaknya saja. Tulis saja yang Anda gampang mengerti. Yang terjadi itu sudah benar-benar tidak masuk diakal dan menyinggung kehalusan publik negeri ini.

    Aneh, orang seperti Anda kok tidak bisa paham juga, sedang orang bodoh dan tukang becak aja bisa mengerti !

    Suka

    • lovepassword said

      Yah betul itu – anda itu gimana sih Pak Agor ? Hi Hi Hi.

      Hush .

      jangan ngamuk-ngamuk . saking halusnya .

      itulah gaya sindiran ala agorsiloku. Sebagian nyindir keras aslinya. Saking halusnya malah nggak kayak nyindir.

      Sebagian lagi sambil menghela napas :
      Oh Tuhan , entah apa yang akan Engkau perbuat pada negeri dimana para pejabatnya dipenuhi oleh para pendusta yang bahkan memakai namaMu sebagai bempernya.

      Saya juga garuk-garuk melihat acara2 hebat yang mengalahkan sinetron kita. Tetapi sisi baiknya : Lumayanlah setidaknya nggak perlu nonton Cinta Fitri . Lho ???

      SALAM

      Suka

  2. Eh iya, saya biasanya tidur pake lagu nggak bisa, pake rekamannya anggodo malah bisa, hahaha

    Suka

  3. lovepassword said

    A : Saya ini buaya
    B : Jadi kamu binatang dong?
    A : Kurang Ajar, bisa saya tuntut kamu nanti
    B : Lho katanya kamu buaya
    A : Iya , tapi saya bukan binatang.
    B : ??? ( garuk garuk)

    Suka

  4. Amd said

    Aduh, kangen mbaca posting kayak begini lagi, :mrgreen:

    BTW, kenapa sih harus bawa-bawa Cinta Fitri segala sih?

    Suka

  5. marinki said

    Assalamu’alaikum …

    Nahh ini pas banget sarkasme yg paling jitu dari segala kehalusan tipu daya… memang “hebat” (sengaja pakai tanda kutip) saking “halus” nya bahkan lebih halus dari sekedar penampakan makhluk halus sampai banyak rakyat yang tertipu mata dan telinganya, tapi bagi yang cerdas dan waspada lahir dan batin yang biasa diasah.. tulisan ini mestinya sangat terutama bagi sang penulis yang sangat takut hanya kepada Allah SWT semata…

    Terima kasih, tulisan ini sangat inspiratif. Semoga saja para pejabat ini dido’akan biar berada di rel yang benar jangan berkolaborasi dengan dalang Anggodo (maaf pak saya “tak sudi” kalau sejenis Anggodo ini disebut Sensei dalam arti yang sebenarnya.. hehehe….)

    Sinetron apa saja yg ditayangkan di TV saya gak pernah nonton pak.. tapi kalau yg berkaitan dengan kehancuran peradaban moral manusia kini mau gak mau saya ikut nonton… yaahhh… buat evaluasi gituh.l.l.

    Wassalam..

    Suka

  6. sedih memang menyaksikan drama terbaru ini.

    Suka

  7. S™J said

    udah lihat yg ini mas?

    Suka

  8. arief juniawan,drh said

    pemimpin Indonesia itu memang jujur sekali hingga gak tau mana benar dan mana salah….dan batas antara jujur sekali ala pemimpin indonesia dan TOLOL adalah tipis sekali….untuk pro Buaya salam keparat….untuk Pro cicak salam Ke Rakyat…

    Suka

  9. kaum becak said

    untuk anonim yang komentar no.1…saya tersinggung anda mengatakan tukang becak…anda anggap kaum bodoh…tidak semua tukang becak bodoh….

    Suka

  10. kaum becak said

    anonim no.1 memang harusnya dilindas ribuan kaum becak di indonesia….biar modar…biar musnah dari muka bumi….hidup tukang becak…viva tukang becak….bangkitlah tukang becak…gilas penghina tukang becak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: