Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Perampokan Bank, Gempa Tasikmalaya dan Keberpihakan Pemerintah

Posted by agorsiloku pada September 5, 2009

Alangkah cepatnya bantuan Pemerintah untuk menalangi masalah Bank Century, yang menurut Wakil Presiden Indonesia dimaki pedas sebagai perampokan dan dibayari Pemerintah Negara Republik Indonesia lagi.  Besarnya, lebih besar dari perkiraan lebih dari  10 kali dari kerugian yang diderita masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa akibat gempa bumi, gempa 7,3 skala richter yang menguncang hampir seantero Jawa Barat dan menewaskan lebih dari 64 jiwa.  Sedangkan korban lumpur Lapindo masih bertahan dan berharap mendapatkan kucuran bantuan penggantian, menanti godot yang tak kunjung tiba, setelah bertahun-tahun tak jua cukup mendapatkan ketenangan.  Sejak 2007, korban lumpur mengadu ke Bapak Presiden yang terpilih lagi di kali kedua, namun toh Presiden juga sebagai institusi, belum juga tersentuh benar-benar untuk menyelesaikan permasalahan korban lusi- lumpur sidoarjo.

Kalau saja, yah…. sekedar apologia, uang sebesar dana talangan untuk Bank Century (bank hasil merger yang salah satu di antaranya dari Bank Pikko – masih ingatkan kasus saham Bank Pikko) digunakan untuk mengentaskan kemiskinan — seperti yang diamanatkan UUD 45, kiranya bangsa ini akan memiliki wajah yang berbeda dari kerumunan kemiskinan dan keterlantaran yang tidak juga lepas dari bangsa ini.

Negeri ini memang bukan manusia yang berpuasa, karena kalau negeri ini berpuasa, tentulah negeri ini sedang menuju jalan takwa.  Dan, cirinya memperhatikan dan memanusiakan kaum terlantar.

Gempa di Tasikmalaya dan gempa-gempa lainnya menjadi pertanda, menjadi momentum untuk introspeksi diri.  Catatan pedas JK, Sang Wakil Presiden terhadap Bank Century juga gempa, gempa ekonomi yang besarnya kerugian yang ditimbulkan dan dengan sadar dibayari Pemerintah menimbulkan pemahaman kembali, mengapa bangsa ini masih juga memilih keberpihakan kepada segelintir, dan mengabaikan anak bangsa lainnya.

Enam koma tujuh Triliun atau 6700 milyar atau 6700.000.000.000,- !

Sesak nafas membacanya !

Tapi, yakinlah, seperti biasa, JK sebentar lagi akan tenggelam dan sinarnya telah meredup, karena memang beliau bukan calon presiden terpilih.  Kita berharap pada Bapak Presiden terpilih, atau lanjutkanlah, selamatkan bank century atau …..

Iklan

7 Tanggapan to “Perampokan Bank, Gempa Tasikmalaya dan Keberpihakan Pemerintah”

  1. tiba-tiba… saya merasa lelah dengan negeri ini…

    Suka

  2. kasus Bank Century ini sangat besar menelan biaya…
    triliunan uang negara akan lenyap untuk mengganti kerugian Bank tersebut…
    apakah ini suatu cermin budaya bangsa?
    apakah ini suatu kebiasaan yang akan terus berlanjut?

    sungguh sangat sulit untuk mencari para pengelola yang jujur dan bertanggung jawab…
    klo sudah begini keadaanaannya, rakyatlah yang menjadi tulang punggung negara unrtuk membayar kerugian Bank tersebut….
    uang rakyat yang berasal dari pajak, pasti akan mengalir untuk memulihkan kondisi Bank Century tersebut…
    apakah ini layak?
    sedangkan rakyat masih belum bisa menikmati kemerdekaan secara seutuhnya…

    semoga saja kejadian ini bisa menjadi tolak ukur bangsa kita agar suatu saat kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi…
    semoga Bangsa kita terhindar dari para pencuri berdasai…

    Maju terus Indonesiaku !!!
    Iklan Gratis

    Suka

  3. lovepassword said

    Memang rumit. Masalahnya adalah penguasa atau orang kaya selalu bisa membawa orang lain dalam kejatuhan mereka.

    Saya tidak tahu apakah Sri Mulyani dan Budiono itu jujur pada diri mereka sendiri atau tidak? Secara normatif kayaknya sih yang mereka lakukan benar. Alasannya : Menjaga dari efek berantai penarikan uang besar-besaran. Kalo satu bank bangkrut dan tidak bisa membayar nasabahnya , memang bisa saja muncul penarikan uang besar2 dari masyarakat termasuk kepada bank2 yang sebenarnya sehat. Apalagi situasinya krisis global saat itu.
    Gambarannya mungkin kurang lebih mirip-mirip seperti yang digambarkan Pak Dahlan Iskan ini.

    http://dahlaniskan.wordpress.com/2008/10/06/lantaran-reruntuhan-wall-street-menimpa-main-street/

    Lha masalahnya adalah : Penyelamatan bank itu jelas memang melanggar rasa keadilan masyarakat. Malah ada juga rumor bahwa pemerintah ditekan/didikte konglomerat yang menyimpan uang di bank itu. Soalnya kalo bank kolaps duit konglomerat ikut hilang.Pemerintah kan menjamin paling banter 2M kalo nggak salah. Jadi kalo bank bangkrut , ada kemungkinan dana nasabah yang luar biasa ilang. Lha para konglomerat dianggap ikut bermain disitu agar bank century diselamatkan. Begicu dana dikucurkan langsung saja duit diambil merdeka.

    Lha apa sesungguhnya yang ada di kepala Sri Mulyani dan Budiono tentu hanya Tuhan yang tahu. 🙂

    Peristiwa seperti ini pasti akan terjadi dan terjadi lagi. Baik di dunia maupun di Indonesia. Lha masalahnya adalah solusinya bagaimana ?

    Kalo menurutku sih pengawasan keras dan hukuman berat untuk para pelakunya.
    Kompromi pengembalian uang saya rasa sudah basi dan terbukti tidak menyelesaikan masalah : Gantung saja pelakunya. 🙂 karena sangat menyusahkan negara. Kalo gantung mungkin menyulitkan ekstradisi ya hukum saja penjara 1200 tahun gicu lho. Masalahnya Yang rugi itu bukan satu dua orang. Ryan menjagal belasan orang. Kalo ekonomomi hancur yang hancur seIndonesia. Itu lebih parah dari subversif.

    Kejem gw ya? Hi Hi Hi

    Suka

  4. Amd said

    Bangsa yang pelupa… Apa masih belum trauma dengan kasus BLBI ya??

    Suka

  5. amburadul said

    enam triliun lebih…. wow.. apapun alasannya sangat super kejam ditengah kesusahan & penderitaan rakyat… smoga Allah menghukum orang yg lalai dalam urusan ini…

    Suka

  6. kangarul said

    Assalamu’alaiku wr wb.
    Ngomong2 masalah EKONOMI & mereka yang ada di balik itu, saya jadi ingat apa yang ada di Film ZEITGEIST

    ZEITGEIST The Movie…

    Selamat berpuasa (bagi yang berpuasa!)

    Suka

  7. pasrah dengan keadaan ini. lelah namun harus tetap melangkah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: