Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Awalnya Penuh, Tengahnya Tinggal Setengah, Akhirnya Tinggal Sebaris !

Posted by agorsiloku pada Agustus 30, 2009

Lucu !

Jelas tidak !

Mempermainkan?, juga tidak !

Namun, begitulah seperti tahun-tahun yang telah berlalu keramaian hari-hari pertama bertarawih ada di hari-hari pertama.  Semakin hari, semakin menyusut, dan menjelang akhir puasa kesibukan jama’ah kian meningkat untuk pulang kampung.  Berkunjung dan pulang ke kampung halaman.  Kesempatan tahunan yang menjadi tradisi.

Menjelang hari ke 10 ini, jumlah peserta tarawih memang sudah terasa menyusut.  Kadang “gangguan” tiba oleh berbagai acara yang kita hadiri untuk berbuka puasa.

Kadang hati bertanya, apakah jalan takwa yang ditempuh atau tradisi !.  Apakah takwa itu?  Apakah Puasa membentuk takwa !?, ya tentu saja.

Yang menarik, ciri orang bertakwa adalah mereka yang :

QS 134 Al Imran : (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. 135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Sederhana, begitu jelas : menafkahkan baik di waktu lapang maupun sempit, memohon ampun ketika mereka menganiaya diri sendiri, dan tidak meneruskan perbuatan kejinya.

Di waktu lapang, di waktu sempit.  Orang bertakwa selalu menafkahkan  … maupun di waktu sempit.

Jamaah tarawih malam itu tertunduk, malu pada bayangan sendiri yang kerap mengeluh di waktu sempit.  Panjang lebar penjelasan, tapi kerap kita lupa di waktu-waktu kita sempit, ketika segala keterbatasan melanda kita….kita melupakan takwa kita.  Allah – azza wa jalla menegasi, hubungan horizontal menjadi titik tolak berpikir dan bertindak menjadi hal penting, bahkan sangat penting sebagai penanda orang bertakwa !

Dilanjutkan pada ayat berikutnya :

QS Imran 136. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Sebaik-baiknya pahala orang-orang yang beramal !

Duh !, semoga dibukakan hati ini untuk memenuhi petunjukMu.

Iklan

3 Tanggapan to “Awalnya Penuh, Tengahnya Tinggal Setengah, Akhirnya Tinggal Sebaris !”

  1. Haniifa said

    Assalamu’alaikum, @Kang Agor
    Alhamdulillah, selamat buka puasa @Kang.
    Saya jadi teringat (QS 23:1-4)
    1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
    2. (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya,
    3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
    4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,

    Mudah-mudahan bagi orang-orang yang senantiasa shalat tarawih berjamaah selama satu bulan penuh, membawa kebiasaan untuk Shalat wajib berjamaah pada bulan-bulan yang lain, singkat kata
    QS 23:1 = Iman sisi relatif bagi manusia bisa dilihat pada kesanggupan diri sendiri.
    QS 23:2 = Shalat berjamaah.
    QS 23:3 = Puasa.
    QS 23:4 = Menunaikan Zakat.

    Salam hangat selalu.

    #Haniifa.

    Suka

  2. smpputri said

    Shiyaam yang di wajibkan itu ternyata juga adalah kata dalam bentuk jamak. Berarti bisa jadi tidak melulu puasa Ramadhan saja yang dianjurkan muslim menjalankannya (ini suatu tafsiran lain dari kata shiyaam pada dalil wajibnya puasa). Uniknya memang pada aytnya disebutkan…. berpuasa….agar kalian bertaqwa. Tetapi orang bertaqwa (muttaqiin)pada ayat yang lain tidak didefinisikan sebgai…mereka yang berpuasa…

    barisnya makin maju? Mungkin itulah ‘saringan’ menuju ‘bertaqwa’ , Pak.
    Refleksi diri:
    Saya memang masih sedikit tahu islam, padahal yang dikehendaki adalah berislam.
    saya masih sedikit tahu taqwa, padahal yang dikehendaki adalah bertaqwa

    Suka

  3. qarrobin said

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Mohon maaf lahir dan bathin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: