Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Suara Pemilu : Pendidikan, Kesehatan Gratis, dan Sembako Murah !

Posted by agorsiloku pada Maret 18, 2009

Yoi.

Beberapa parpeslu mengumandangkan pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan sembako murah.  Pokoknya murah-murah aja dah.  Ini modal jualan yang bisa menarik minat dan simpati.  Tentulah mereka sudah tahu juga, negara kita termasuk terkorup dan juga masuk jajaran negara-negara termiskin di dunia (apa iya ya?), karena itu untuk segala hal harus diusahakan gratis dan murah.  Bayangkan kalau di negara-negara yang harganya serba mahal, kalau makan Mac D di sini cukup dengan 10 ribu sampai 20 ribu rupiah (walah.. inipun sudah sangat mahal), kalau di Amrik atau di Eropa,..ngkali butuh 5 sampai 7 dollar.  Artinya sudah 5-7 kali lebih mahal dibanding di Indonesia.  Oh ya, dalam urusan harga makanan, kerap Mac Donald suka dijadikan standar karena restoran junk food ini sudah mendunia.  Nyaris ada di mana-mana.

Maka saya membayangkan bahwa di negeri-negeri seperti mereka itu,yang harganya sudah serba mahal, pastilah juga rakyatnya akan sangat miskin.

Karena itu, wajar saja deh Pemerintah, maksudnya beberapa birokrat negeri ini kalau membandingkan harga-harga seperti BBM, maka dibandingkan dengan harga di dunia.  Karena di sana, jauh-jauh lebih mahal dari pada di sini (katanya).

Bahkan celotehnya, seorang teman Jerman bilang : “Di sini kerja seminggu di sini cukup untuk makan sebulan di Indonesia, karena di negeri ente itu semuanya serba murah.”  Sambil senyum, kujawab saja : “Ya iyalah.. kami juga sama… kalau kerja di Indonesia seminggu, bisa dipakai makan di sini sehari”.

Teman lain yang sering jalan-jalan cerita, dia beli souvenir di kaki lima tepi jalan… Terus dia bilang si pedagang kaki lima itu senang bertemu dengan warga Indonesia yang lagi tour.  Dia bilang bahwa dia juga sudah ke bali lebih dari sekali.  “Bali is biutiful ples”, katanya bangga.

Yoi.

Paling nggak pedagang kaki lima kita juga sudah sering liat Amerika atau Eropa.  Ya kalau nggak langsung datang, saking sibuknya… ya sempat-sempat liat di tvlah… Nggak beda jauh memang.

Kok menghina banget bangsa sendiri sih.

Iya.  Memang, saya sih suka-suka saja pendidikan gratis, kesehatan gratis, sembako murah.  Bahkan kalau perlu sembako juga gratis lah… paling nggak kita nggak usah kerja lagi.  Di negeri terbelakang serba mahal seperti Amerika, Jepang, Inggris, Jerman, atau banyak lagi tempat semuanya mahal.  Apalagi jika dibanding di Indonesia.  Maka saya sering makin bingung, di sini udah murah, serba murah, masih perlu dimurahkan lagi… tapi kok ya kita miskin terus.

Tapi sebagian sangat kecil anak bangsa, toh datang belajar ke negara-negara supermahal itu untuk belajar atau membeli fasilitas kesehatan untuk hidup lebih baik.  Mahal tidak masalah dari pada di negerinya sendiri murah tapi tidak memberikan jaminan.

Lalu dari mana ya sebenarnya negara-negara itu bisa memahalkan barang-barang jualannya sampai puluhan kali lipat dibanding dengan harga di negeri bernama Indonesia.

Kan wajar saja mereka jual mahal, gaji mereka juga tinggi dan mereka mampu membelinya kok.  Bahkan sisa take home pay mereka bisa dipakai berlibur berbulan-bulan ke luar negeri.  Beda dengan negeri ini, udah uangnya dikit, banyak utang lagi.  Biarpun sumber daya berlimpah… tapi kan setorannya kelewat banyak….

Bukan Murah tapi  Kemampuan Beli.

Susah memang bicara tentang keharusan murah, menurut saya, lebih penting adalah kemampuan beli.  Murah tapi tidak mampu beli sama saja dengan mahal bahkan sangat mahal.  Fakta kemudian, untuk mendapatkan fasilitas umum yang “seperti” atau “mirip” dengan mereka, kita harus membayar sangat mahal atau “matilah” sekalian.   Hanya sebagian anak bangsa mampu membeli, sebagian lagi sudah saking terbiasanya melihat kemiskinan, melihat pengemis, sampai kita merasa menjadi bagian dari mereka.  Bagian dari ketidakmampuan.

Karena itu, sewaktu pemilu, menjual iming-iming kemiskinan dan serba murah adalah pilihan yang dianggap akan memajukan bangsa ini atau setidaknya bisa menghibur untuk mengumpulkan suara….

Jadi menurut saya sih, partai dan caleg yang mengusung isu-isu pintar bodoh untuk bangsa ini… pastilah akan memimpin dengan segala kebodohannya.

Cape deh…..

Iklan

4 Tanggapan to “Suara Pemilu : Pendidikan, Kesehatan Gratis, dan Sembako Murah !”

  1. Dimashusna said

    Betul…..!!!!
    Kalau SEmbako Dibuat Murah, Kan kasihan Petani nya 😦

    @
    itu “mungkin” salah satu dampaknya. Tentulah wong cilik makin susah karena kalau sembako murah. Persoalan sebenarnya bukan pada murah, tapi pada daya beli dan pemberdayaan. Promosi sembako murah.. termasuk murahan….

    Suka

  2. El Za said

    Assalamualaikum wr wb.

    Beda banget ya dgn bangsa yang teroganisir canggih macam gini:

    judul :Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

    Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung, setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani program housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Ia melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu “Mengapa Yahudi Pintar?”

    Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, saat Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya — sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun karena harus mengumpulkan data-data setepat mungkin.

    Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan … Di Israel, setelah mengetahui sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal secara bersama-sama.

    Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan (kebetulan Stephen suka matematika). Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”, dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

    Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

    Hal lain adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

    Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban bagi ibu yang mengandung untuk mengonsumsi pil minyak ikan.

    Ketika diundang makan malam bersama orang-orang Yahudi, begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan, saya perhatikan mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)”.

    Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

    Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk, akibatnya, lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

    Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

    Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

    Selanjutnya Stephen mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

    Dalam pengamatan Stephen anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola, ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

    Menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak — tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

    Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun ke belakang!”.

    Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

    Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius, apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi.

    Satu lagi yg diberi keutamaan ialah fakultas Ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan serius belajar ekonomi. Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkan, Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

    Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.

    Kesimpulan pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses — melewati beberapa generasi mungkin?

    ————

    Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza — seperti kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang. Hampir setengahnya adalah anak-anak.

    Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 H., Ismael Haniyye, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3.500 anak-anak Palestina yang hafidz al-Quran. Dan anak-anak yang hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?”, demikian pemikiran yang berkembang di kalangan orang-orang Yahudi.

    Tak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

    Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Lalu bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya?

    Ambil contoh tetangga kita yang terdekat, Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

    Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “goblok!”? (kata goblok bukan dari penulis melainkan dari Stephen Carr Leon sendiri). Dia sudah menemukan beberapa bukti yang menyokong teori ini …

    “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ 0.7!

    Hasilnya? Dengan penduduk berjumlah jutaan orang, berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Apakah mereka dapat berbahasa selain bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar menguasai bahasa Inggris? Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok?

    Anda fikirlah sendiri …

    http://sabili.co.id/

    @
    Catatan yang menarik, terimakasih Mas Elza. Boleh jadi memang Allah memberikan anugerah kecerdasan di atas rata-rata dan mereka berusaha memeliharanya. Di sisi lain, kemampuan mensyukuri nikmatNya adalah hal yang berbeda…..

    Suka

  3. dir88gun said

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!
    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam
    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)
    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad
    CP:
    Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555
    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.

    Suka

  4. Saya pegang aline terakhir aja deh … Jadi menurut saya sih, partai dan caleg yang mengusung isu-isu pintar bodoh untuk bangsa ini… pastilah akan memimpin dengan segala kebodohannya.

    @
    Setidaknya, dari hasil penelitian di amrik, katanya ada relevansi isu pada pemilu dengan kebijakan. Kalau itu benar, maka isu murahan akan menghasilkan kebijakan murahan juga….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: