Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jangan Bilang Siapa-siapa

Posted by agorsiloku pada Februari 19, 2009

tabu*pantang*dosa*memalukan*tak diakui*disisihkan*tak dianggap*amit-amit*dihindari*padahal kami adalah teman*tetangga*saudara*kenalan*kisah kami tak biasa.. membuka mata*meski banyak yang berkata… JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA.  Esensi Erlangga Group, “Kumpulan Cerita Finalis Kontes Inspirasi dan Harapan (KISAH) 2008“, 290 hlm, Rp 51 ribu.

Kalau kita ingin menyebarkan berita yang memang harus disebarkan, maka sampaikanlah pada teman di lingkungan terdekat Anda : “Ini rahasia lho, jangan bilang siapa-siapa?”  Jika ingin lebih mantap lagi, katakan lagi :”Hanya kamu yang saya beritahu, jangan bilang yang lain ya”.   Maka pesan ini menjadi pertanda bahwa rahasia itu adalah pesan kepada publik untuk pelan secepat kelinci berlari, secepat tergelincirnya matahari di sore hari menjelang malam, dalam hitungan menit atau jam akan segera menyebarkan harum atau baunya… tak akan terbendung lagi.  Pesan rahasia akan menjadi pesan terbuka, dan setiap kali disampaikan dengan bumbu :”jangan bilang siapa-siapa”.  😀

Buku yang berupa kumpulan kisah para finalis yang diterbitkan Erlangga ini layak dipuji.  Ceritanya mengalir lepas dan enak dibaca.  Heran juga, Erlangga biasanya menerbitkan buku-buku yang serius, tapi yang ini bolehlah.  Bahasanya mengalir, meliuk-liuk di seputar pedih dan manisnya kegelapan hidup.  Untaian katanya indah, ditulis dengan kelas mungkin sekelas sastrawan, tapi dengan gaya masa kini.  Sekuen ceritanya yang dipotong-potong tidak kehilangan alur dan makna, bahkan memperkuat isinya. Ini membuat saya melihat Erlangga menambah warna groupnya.  Bahasa yang njlimet dan kadang terjadi kesalahan konsep atau kecerobohan tanpa ralat, sekarang menjadi lebih apik lagi.  Kadang saya rindu, kalau saja Erlangga mampu lagi menerbitkan buku yang ditulis seperti buku “Iacocca”, buku manajemen populer yang ditulis dengan kekuatan aliran bahasa yang berkualitas.  Bukan bahasa akademik yang kaku dan ribet.

Buku ini juga mengingatkan saya tentang beberapa buku sejenis tentang Dolly : membedah pelacuran, effendy masih ada yang jual juga.  Namun, tentu saja buku ini berbeda, Buku ini lebih mirip kumpulan dari Kisah Sejati/Kisah Nyata yang menjadi salah satu rubrik di majalah-majalah ibu-ibu atau wanita. Memang, buku ini lebih sebagai pelajaran kehidupan, baik yang sudah berkubang lumpur kenikmatan dan derita, maupun yang takut dan bersiap menghadapi fakta bahwa kita perlu banyak mengetahui apa yang sesungguhnya kita tidak mau tahu.

Ada 10 kisah dalam 10 bab di antaranya : Sawang Sinawang – Christina Tjandara, Buaian Yang Tersedak – A.N Jonathan, Metamorphosis si Junkies – Ubaidillah, Juke Box Penuh Lara – A. Tiara Widjanarko, Aku Ingin Pulang – Martinus Dasing Sali.

Saya tidak ingin banyak menjelaskan isi buku ini, namun jika Anda seorang Bapak yang punya anak gadis, keluarga yang punya anak semata wayang atau dua mata wayang atau lebih.  Atau seorang nenek kakek yang sangat sayang pada cucunya, yang hidup miskin atau berkecukupan atau berlebihan, yang selalu melihat dunia dari kacamatanya sendiri.  yang merasa bangga dengan apa yang dimiliki dan dunia yang dikuasai.   Atau boleh juga, kalau Anda seorang ibu yang banyak menyalahkan diri sendiri, atau apa saja deh… maka buku ini, menurut agor sih layak dipertimbangkan untuk dibaca.  Seenggaknya, cukup menarik.  Ada hati dan naluri di sana. Karena, buku ini memang berbicara tentang cermin retak kehidupan….

(wuakakak… Erlangga terimakasih nggak ya bukunya agor populerkan… !)

Coba kalau bukunya nggak usah beli… mau deh agor resensi lebih sering… 😀

Iklan

6 Tanggapan to “Jangan Bilang Siapa-siapa”

  1. marinki said

    Ha ha ha saya juga maulah kalau nggak usah beli, tapi kan kasihan yang kerjanya menjilid …. Erlangga salut sekarang jadi nggak “nyeremin” dan nggak terlalu saintis terus, perlu juga sih menor2 dikit ya mang…. maklum warga kan lebih banyak yang dangdutan ketimbang jazz2an…. ha ha ha

    @
    Erlangga nggak nyeremin… jangan bilang-bilang siapa-siapa yah…

    Suka

  2. Wah kelihatannya menarik tuwh…

    Coba ajah ah hunting ke Gramed…

    Thankz infonya..

    Salam Bocahbancar…

    http://bocahbancar.wordpress.com/2009/02/07/pekerja-sosial-dan-pekerjaan-sosial/

    @
    Pekerjaan sosial dan menyosialisasikan pekerjaan banyak dibutuhkan dunia lho. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya…
    Trims Mas B_Banjar sudi berkunjung. Blog Mas benar-benar punya warna… 😀

    Suka

  3. jadi tergoda neh.
    beli engga ya ?

    @
    😀

    Suka

  4. ega said

    bikin malu orang

    Suka

  5. rubondr said

    Assalamu’alaikum, Bpk Agorsiloku.
    Subhanallah…
    Memang benar sekali yang di ungkapkan oleh :

    Pak Ersis Warmansyah Abbas berkata
    Januari 23, 2009 pada 1:32 pm

    Menikmati sembari belajar

    Berulang kali saya, membuka dan berusaha mempelajari postingan “Kastemisasi ERP – Harus atau Hidari?”, tentu hanya dengan imajinasi belaka. Dan besar kemungkinan saya keliru atau bahkan banyak yang terlewat dari link-link postingan tersebut.
    Saya sependapat bahwa :
    Jadi, memang penting bagaimana mengkastemisasi proses bisnis yang ada untuk dipadukan dengan sistem ERP. Keliru melangkah, maka kelelahan yang didapatkan. Tidak sebanding dengan hasil. Mengkastemisasi proses bisnis, bukan menyingkat atau menyesuaikan, tapi juga menjaga kompetensi perusahaan dan mempersiapkan sistem agar perkembangan perusahaan juga bisa terus diadaptasi sistem.

    (agsk)–::

    Hanya saja menurut pangalaman saya pribadi, bahwa setiap perusahaan mempunyai SOP yang kadang berbeda antara satu perusahaan dengan yang lain.

    Mudah-mudahan Bpk Agorsiloku tidak kecewa atas keterbatasan saya.

    Wassalam, Haniifa.

    @Wass.wwb.
    Mas Haniifa… SOP perusahaan berbeda-beda, namun garis besar semua sama. Ujung dari pelaporan ada pada chart of account. Software ERP secara umum mengatur dalam profile, setup, atau kombinasinya. Kerap ini yang dilupakan, bukan SOPnya yang aneh, tapi menetapkan default-default pada sistem yang tidak tepat yang menyebabkan penerapan tidak berjalan sesuai harapan….
    Wass, agor

    Suka

  6. nisha said

    emag benar tuu mas, kayaknya ibu-ibu sekarang perlu baca buku yang seperti itu supaya jadi lebih sadar. he…. he… he… he….

    @
    tapi,.. jangan bilang-bilang siapa-siapa ya.. nanti ibu-ibu marah lagi… 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: