Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Setuju Nggak Diterapkan Syariat Islam?.

Posted by agorsiloku pada Februari 5, 2009

Pertanyaan yang lucu?.

Masak kamu jadi ummat Islam, terus keberatan syariat diterapkan dalam kehidupan bernegara?.

Lho wong di nagari Arab Saudi saja, itu kerajaan kok.  Artinya sang pemimpin ditetapkan sejak bayi 😀

Wah… nggak enak … itu kan urusan politik.  Soal khalifah atau pemimpin ummat atau perwakilan ummat yang menetapkan dan menjalankan kewenangan politik hukum dalam agama itu beda dunk dengan penerapan syariat.

Yah… saya juga masih bingung sih.  Soalne, kalo Nabi Muhammad sih sudah pol tanggung jawabnya.  Ya Rasul, ya Nabi, panglima perang, ya suami, ya ayah, ya… lengkaplah.  Penggantinya, tidak ada yang dapat mendekati kelengkapan tanggung jawab Beliau.

Kalau penerapan syariat Islam bagaimana?.  Seperti di Aceh, misalnya.

Persis mengikuti Al Qur’an?  Agama adalah tuntunan ahlak, perilaku, dan keberimanan.  Kombinasi fungsi vertikal dan horisontal.  Sebuah pilihan yang berpeluang menjadi keharusan di mata manusia….

dan atau sunnah Nabi?

Oke kita setuju deh !.

Kalau penerapan syariatnya?.  Ikutilah?.  Yang sesuai Al Qur’an dan tentu saja mengikuti bla…bla…bla…

Saya terdiam sejenak….

Mana yang dipilih?.

Ada banyak mazhab?. Yang ada kesamaan dan tidak sedikit pula perbedaan dalam cara dan laku penerapannya.  Jadi pilih yang bagaimana.  Yakinlah,… semua terbaik 😀  Namun, apa karena semua baik, maka diaduk, dijadikan satu… (itu juga bikin pusing kepala).

Ada banyak pandangan dan berpikir parsial dalam kelengkapan fikih…

Semuanya perlu.

Jadi pilih mana?.

Iklan

24 Tanggapan to “Setuju Nggak Diterapkan Syariat Islam?.”

  1. guswal said

    kalau saya mas. Indonesia ini mau dibikin model apa saja terserah yang penting kesejahteraan dan ketenangan serta kedekatan warga dengan Tuhannya semakin baik dengan syarat antara yang memimpin dan yang dipimpin siap untuk melaksanakan konsep itu

    @
    😦 itu juga yang sebenarnya perlu mendapatkan perhatian. Pemimpin kita, sangat sedikit bersahaja dan semoga ke depan amanat hati nurani rakyat itu ada di DPR dan para eksekutif negeri ini….
    Kita bisa melihat besarnya anggaran dan realisasi biaya untuk mengentaskan kemiskinan, kesejahteraan sosial, dan fungsi-fungsi kemasyarakatan lainnya…..

    Suka

  2. Catshade said

    Nah, itu dia… jangan cuma koar-koar “Pokoknya syariat Islam! Pokoknya menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah!!11”; coba duduk bareng, rumuskan detil-detil, spesifikasi, dan hal-hal teknis dari penerapannya, dan satukan suara mengenai seperti apa persisnya syariat Islam yang ingin anda tegakkan… 🙄

    *duduk di pinggir lapangan adu domba menanti pertunjukan*

    @
    😀
    banyak ide… menanti pertunjukan …

    Suka

  3. Setyo HD said

    Di Indonesia mau diterapkan Syariat Islam? Yang mana? Ala NU, Muhammadiyah, Wahabi, FPI, PKS, JIL, Hizbut Tahrir, NII, Majelis Mujahidin, Islam Kejawen? Atau terserah yang berkuasa? Percayalah, kalau para pemimpin agama disuruh berembug menyepakati syariat Islam seperti apa yang mau diterapkan…selesainya adalah beberapa detik menjelang kiamat…(itu juga kalau Tuhan kasih petunjuk…)

    Sekedar saran: Kalau mau cepet…pake senjata aja…paksa semua mengikuti maunya kita…toh yang bener adalahnya Islamnya kita……..(dan kalau ini yang terjadi, lucuuuuu sekali…….sekaligus tragedi)

    Gimana?

    @
    Syariat menurut pemahaman para ahli, berarti sumber air, tempat mahluk hidup meneguk dahaga kehausan. Allah Swt, menegasi agar manusia mengambil keputusan atas petunjuknya (dalam hal ini kitab), dan dalam ummat Islam mengikuti apa yang ditunjukkan Allah. Ini bersifat otoritatif, dan wajib bagi yang meyakini dan yang menjadikan agama Islam sebagai pilihan agamanya. Artinya, memilih petunjuk jalan kehidupannya dari apa yang dianutnya. Konsekuensi logis yang amat wajar. Terlepas bahwa dia ada dalam dunia yang penuh kekerasan, negeri komunis, liberal, atau paham negara apapun.
    Syariat Islam diterapkan atau tidak ada berbagai sumber yang bisa sangat rumit pula pembahasannya. Namun, pada dasarnya petunjuk pada manusia dari AQ adalah yang wajib diikuti ummatnya. Misal dalam pembagian harta waris, zakat, menghormati orang tua, memelihara fakir miskin…. Itu dipesankan Allah pada manusia, terlepas dari dasar-dasar negara apapun yang menjadi sumber hukumnya.
    Di sini tampak, sebenarnya ada garis pemisahan antara petunjuk sumber, tata laku, dan hukum-hukum bernegara.

    Suka

  4. saya lebih milih syariat Republik Indonesia aja 😀

    @
    Duh.. udah lama tidak berkunjung ke blog kocak Chiw….
    syariat Indonesia, ketuhanan yang maha esa….

    Suka

  5. Amed said

    Kalau saya mungkin lebih mempertanyakan tujuan… Apa sih tujuan sebenarnya orang-orang pada bikin sistem-sistem pemerintahan berbagai macam dan berbagai rupa, harus gontok-gontokan sejak berpuluh abad yang lalu?

    Ternyata oh ternyata, sampai sekarang pun, apapun metode pemerintahan yang ditawarkan, ujung-ujungnya ya satu kata saja…

    KEPENTINGAN!

    *Call me apathetic, toh saya memang tak terlalu peduli…*

    @
    apapun sistemnya… kalau bernafaskan kebaikan … maka nuansanya jelas… ya.. 😀

    Suka

  6. Herianto said

    1) Syariat dalam pengertian pedoman hidup secara Islam tentu ada. Walau beberapa kalangan yg cenderung ‘enggan syariat’ sering memulainya dengan pertanyaan : syariat yg mana ? Dalam hal ini kurang jelas mana yg lebih dulu muncul, apakah keengganannya atau ketidak-jelasan syariat yang “mana’ itu.

    2) Bagi yg bersetuju tanpa syarat,
    ada yg menganut metoda : “memulainya dari diri” dan ada yg mnganut mtoda memulai dari keberadaan aturan yg tegas (mlalui khalifah/negara islam). Jadi semacam pilihan evolusi atau revolusi.

    3) Saya berhemat dengan metoda memulai dari diri aja (individu), kemudian keluarga, lalu melangkah ke masyarakat, dan seterusnya. Banyak bukti yg trlihat bahwa mereka yang melakukan langkah ini mampu dgn tidak butuh banyak debat ttg syariat yg mana. Niat untuk mau berpedoman pada-NYA dan terus belajar.
    Kalau memulai dari atas (khalifah/kekuasaan) kelihatan sperti ada pemaksaan yg jadi tidak bijak gitu ya.
    Tetapi beberapa aturan di negara sekuler ada juga yg sukses diterapkan melalui pemaksaan semacam itu (kekuasaan). Maksudnya metoda memaksa hal yang baik (melalui uu misalnya) agar dilakukan banyak orang trnyata juga metoda beberapa negara yg kita anggap maju (demokratis) itu.

    4) Opini lain yg sering mengganjal penggiat syariat adalah masalah menghargai perbedaan. Gimana mungkin menerapkan uu yg berasal dari ajaran Islam kepada masyarakat yg tidak seluruhnya beragama Islam (heterogen). Lalu opini ini ditambahi bumbu melalui fakta aksi kekerasan yg konon katanya hanya gara2 orang yg berbeda [keyakinan].
    Perlu pemahaman dan pengalaman yg komprehensif atas opini-opini ini.

    Prjuangan agar syariat terlihat baik kelihatan masih panjang. Sepanjang apa pun… 😉

    @
    Kalau mulai dari nuansa diri… tentu tidak masalah. Namun, memang ketika hukum agama sebagai hukum dan bukan pilhan, maka aturan menjadi punya konsekuensi hukum yang tidak universal. Namun, konsep keadilan, konsep menyejahteraan dan tidak serakah adalah konsep yang menjadi nafas dari cita-cita bangsa.
    Namun, di AQ memang tidak menjelaskan dan mengharuskan Negara Islam….

    Suka

  7. amburadul said

    kalau indonesia dijadikan nii…. kayaknya azab ALLAH lebih dasyat dari tsunami aceh… brani2nya aceh ngaku serambi mekah.. sementara prilaku sdm tdk mencerminklan seorang muslim… walahualam bisawab.

    @
    😀

    Suka

  8. […] Mas haniifa yang tidak sepintar Dr. Rashad Khalifa, en emang gak perlu terlalu pintar sepintar itu, jika punya iman sesederhana seorang Bilal atow Amar bin Yasir. Dengan hanya bermodalkan syahadat mampu menanggung beratnya perjuangan mempertahankan keyakinan. Islam datang dengan damai dan sedapat mungkin menyebarkannya dengan damai tanpa menimbulkan adanya pertentangan dengan manusia atau keyakinannya. Itu dengan orang yang berbeda keyakinan, apatah lagi sesama muslim. Diskusi untuk mencapai pencerahan yang lebih tinggi dan dibumikan secara layak sehingga banyak orang yang memperoleh manfaat. Al Qur’an adalah landasan ideologi bagi Muslimin. Landasan ideologi buatan manusia saja misalnya Pancasila bagi orang Indonesia, siapa yang berani mengotak-atik? jangankan dikurangi atow ditambah ayat atow pasal bahkan huruf sampai titik saja dihilangkan, wuahh …. bisa ngamuk tuh para pejabat negara dan militer langsung bertindak sigap menangkap pelakunya sebagai subversif. Nabi dan Rosul, dihinakan? Siapa yang berani menghina Presiden kita? Bisa2 dibui selama2nya. Pecah belah (devide et impera) adalah taktik kaum penjajah. Sudah selayaknya kita kembali kepada semangat kebangkitan nasional, kita satu INDONESIA. MERDEKA!!!…. […]

    Suka

  9. iwan said

    wah setju bnagat…
    kalau dah bgini caranya….
    aq setuju bangat…

    @
    Setuju… setuju yang mana…
    😀

    Suka

  10. Maz Aries said

    Ass. Wr Wb.
    Saya sangat senang bila diberlakukan syariat Islam, karena sejak lahir kami berasal dari keluarga muslim.
    Menurut saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum diberlakukan syariat Islam, antara lain ;- Apakah orang yang mengaku Islam sudah siap mendukung ?, karena sebagai negara yg mayoritas umatnya beragama Islam, ternyata berbagai pelaku kriminalnya juga orang Islam. Di Aceh sendiri orang masih suka minum bir terutama bila ada acara seperti pesta pernikahan, kaleng bir itu beredar dibawah kursi para tamu, belum lagi bila mereka (warga Aceh)ke Medan, yang mereka cari pertama adalah entertainment (karaoke and so on lah…). Ini tantangan bagi tokoh Islam dalam negeri dan umat yang mengaku beragama Islam.
    Wass Wr Wb

    @
    Wassalam,
    Syariat yang mana?… mengikuti mazhabkah?, karena ummat ada dalam istilah ini?.

    Suka

  11. zal said

    ::jika semua orang yang katanya Islam, sudah melakukan syariat Keislaman bagi dirinya, bukankah itu berarti menjadi tidak masalah hukum apa yang ditetapkan di suatu negara, itupun jika niat segala perbuatan yang bersyariat tersebut demi ridha Allah bagi dirinya, namun jika lantaran melihat perbuatan orang lain yang buruk, saya menjadi sangsi, apakah ada ingata bahwa Allah berkalimah pada AQ “Yang baik menurutmu belum tentu baik, yang buruk menurutmu belum tentu buruk”
    lagipula jika AQ itu tidak habis ditulis meski samudera dijadikan tintanya dan ditambah tujuh serupa, apakah tidak ada hukum syariat yang luput terliput…
    mungkin dari pengalaman masyarakat yag sudah melaksanakan, bisa disurvey.., jangan-jangan terjadi kepatuhan semu, yang pada akhirnya tidak terbangun ikhlas..,

    @
    Syariat dalam keberagamaan dan lebih fokus lagi dalam tatanan kepemerintahan/birokrasi dan kekuasaan memang pertanyaan. Agama sebagai ide yang berkembang sebagai ideologi adalah proses yang kemudian berada pada level-level praktis bermasyarakat. Agama sebagai sebuah tuntunan hidup, apakah bisa hidup dalam ragam jenis kekuasaan atau menjadi alat kekuasaan adalah pertanyaan tersendiri. Sejarah para Rasul/Nabi terdahulu, dijadikan Allah dalam berbagai versi kehidupan manusia. Bisa jadi Nabi adalah seorang Raja, seperti Nabi Sulaeman atau Nabi Daud, atau hanya menyeru, atau juga sebagai pemimpin masyarakat.
    Dan esensinya pada pertanyaan seperti yang Mas Zal sampaikan : … bukankah itu berarti menjadi tidak masalah….

    Ada prinsip kehidupan pribadi, ada kehidupan bermasyarakat. Pada bagian kehidupan yang diwarnai dengan iman dan kesalehan… sebagai sebuah pilihan… apakah itu menjadi hukum negara yang jika tidak dilaksanakan akan mendapatkan hukuman negara?

    Duh kok jadi ribet begini.. jangan-jangan agor salah posting nih.. 😀

    Suka

  12. wira jaka said

    wah menarik sekali, ternyata banyak pendapat bahwa negara islam tidak perlu ….., dan saya setuju dengan koment bung Zal, bahwa bila kita sudah melakukan syariat …. apapun hukum negaranya, sudah gak ngefek ya bung ???

    setuju abis ….
    yang utama di syariatkan adalah pengikutnya ya bang ???

    salam,

    @
    Perlu… perlu… mengapa tidak… tapi yang mana?. Bingung sendiri… karena orang islam beda dengan orang muslim, orang berbeda dengan orang, golongan dengan golongan… meski di puncak menara, cahayaNya hanya satu yang menerangi….

    Suka

  13. haniifa said

    weleh…weleh…

    Oom Zal berkicau :
    mungkin dari pengalaman masyarakat yag sudah melaksanakan, bisa disurvey.., jangan-jangan terjadi kepatuhan semu, yang pada akhirnya tidak terbangun ikhlas..,

    @Mas Wira Jaka
    setuju abis ….
    yang utama di syariatkan adalah pengikutnya ya bang ???

    Coba bagaimana if :
    jangan-jangan terjadi kepatuhan semu, yang pada akhirnya tidak terbangun ikhlas..,
    Yang dimaksud oleh Oom Zal adalah kepatuhan semu dari Tatanan Masyarakat kepada Pemimpinnya, gichu kan Oom ?! 😛

    1. Apakah tatanan masyarakat Indonesia Islam, semuah ?!… ta’ uu dech Oom 😀
    2. Marilah memasyarakatkan Shalat dan menshalatkan masyarakat ?! …. ta’ uu dech Oom, masa tatanan masyarakat Islam di Indonesia suruh mati kabeh… 😀
    3. Yang pada akhirnya tidak terbangun ikhlas… ?! hua.ha.ha kalau Oom Zal sama Wira Jaka… sunatnya == sunat-sunatan… sunat dulu gehch burung kutilangnyah 😛

    Ikhlas-keun dirimu sendiri, baru ngomong soal tatanan masyarakat… Oke Doge ?!

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

    • kakang zazat said

      Assalamu alaikum ww.
      mas Hanifa dan mas wira jaka, salam kenal dari ana, semoga selalu dalam bimbingan Allah swt. Ana juga sama dalam hal ini kalau ngomong mah seratus tetapi kelakuan mah jigow ( 25 ).Ada keterangan dalam Alqur’an : Ta’atlah kepada Allah , ta’atlah kepada rasul dan ta’atlah kepada ulil amri. keta’atan kepada ALLAH DAN RASUL tidak perlu dibantah dan diragukan lagi, kalau kita mengaku sebagai seorang muslim dan laksanakan semampu kita dengan pemahaman ilmu agama yang benar.Keta’atan kepada ulil mari masih bisa dibantah apabila tidak sesuai dengan syariat islam.Syariat islam ditujukan kepada pemeluknya dan bagi orang – orang yang sudah dipanggil dengan amanu ( orang yang beriman )dimanapun dia berada dimuka bumi ini.kepatuahn semu mungkin akan terjadi apabila yang jadi pemimpin tidak menjalankan syariat islam atau yang dipimpinnya seorang munafik.Maka islam itu dibangun diatas enam( 6 ) fondasi rukun iman dan dibentuk dengan lima ( 5 ) dasar rukun islam.Keiklasan dan keta’atan akan timbul dengan sendirinya apabila mau belajar untuk memahinya. wassalam.

      Suka

  14. zal said

    mas agor, mas hanifa, pendapat saya salah ya…, maaf ya…

    @
    100% benar… saya malah jadi bingung… dan bingung sejak dari awal…
    syariat apa, mazhab apa.
    Antara tuntunan akhlak sebagai sebuah pilihan dilaksanakan manusia. Ketika baik, mendapatkan nilai positip bermasyarakat, ketika tidak sesuai dengan etika universal manusia mendapatkan hukuman. Ketika agama sebagai tuntunan akhlak sebagai alat bernegara, alat mengambil keputusan, maka harus menjadi jelas dan klir untuk banyak aspek kehidupan.
    Sederhananya, agama Islam mewajibkan sholat. kalau yang tidak sholat, apakah akan kena denda atau penjara oleh negara. Sholat di agama Islam kan wajib.
    Ini perkara yang harus klir juga.
    Kalau soal mazhab… ikut mana?, semuanya?. Bingung.

    Perbedaan-perbedaan model ini menempatkan pada posisi tidak mudah.
    Jadi tidak ada yang keliru, kalaupun ada… agor yang keisengan posting yang aneh-aneh…. 😀

    Suka

  15. haniifa said

    @Mas Zal
    Wahh… kalau pendapat mah, boleh-boleh saja… bebas khok !!

    Tapi @Mas, benar-benar salah nulis mas -hanifa… 😀

    Suka

  16. rubon said

    Selamat pagi.
    Saya “kebetulan” menemukan artikel-artikel menarik disini,… boleh tidak artikelnya-artikelnya di SAVING.
    Terima kasih.

    @
    Tentu saja, senang malah… 😀

    Suka

  17. Janten said

    Whatever, yang penting damai mas.

    @
    Damai itu sebuah pilihan… dan untuk apa meributkan juga pada kadar-kadar tertentu jika diniati untuk meraih kekuasaan.
    Berperang juga sebuah pilihan, Keadilan juga sebuah pilihan. Damai tapi rusak jelas bukan pilihan….

    Suka

  18. kakang zazat said

    April 02,2009
    Assalamu alaikum ww.

    ana setujuuu….banget…. bukan hanya untuk diACEH saja,untuk dirumah ,dipasar,dikantor, dimana saja kita berada.karena pendapat ana kalau ngaku sebagai seorang muslim,maka tatacara apapun harus sesuai dgn aturan dien islam.hiduplah dalam bingkai islam,hiduplah dalam tatanan islam.
    Alhamdulillah masih ada saudara -saudara kita yg konsisten terhdp syariat islam,menegakkan Dienul islam
    Ana masih orok – bayi dalam pemahaman syariat islam,tetapi
    Dinegeri ini telah banyak yang paham alqur’an dan Assunah,terbukti
    banyak Ulama,kyai, ustad,cendikiawan muslim,ormas muslim dsb.
    Umat islam sekarang memerlukan Pemersatu pemahaman yang akan dijadikan pedoman bagi seluruh umat islam.ana malah khawatir dgn banyaknya golongan yg mengklaim golongannya yg benar, Tetapi kenyataan tidak ada kesatuan IBARAT MINYAK dengan AIR.
    Umat Islam yaitu suatu umat Tauhid dan suatu kesatuan.Umat islam tdk akan dapat bersatu kecuali berpegang teguh pd Alqur’an dan ASSUNAH, berpegang teguh kepada akidah yg benar. Sebesar penyimpangan mereka terhadap ajaran Tauhid yg benar sebesar itu pula umat akan terpecah belah.

    Alqur’n 21 : 92 .. ” Sesungguhnya ( agama ) Tauhid ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah tuhanmu, maka sembahlah AKU”.
    Alqur’an 21 :93 ” Dan mereka telah memotong – motong urusan ( agama ) mereka diantara mereka. Kepada Kamilah masing – masing golongan itu akan kembali.

    Maka ana mengharapkan kepada para ulama (MUI),para kyai,para cendikiawan muslim,para ustad,para santri dan orang- orang yg berjuang dijalan Allah untuk bersatu dalam MUNAS menyusun pemahaman Akidah yg benar dan hak,kemudian Menerbitkan perpu satu keputusan bersama dan mengeluarkan peraturan dan Tatacara beribadah Tatacara berhukum dan Tatacara bermasyarakat dan bernegara dan semua aturan hidup yang berdasarkan kepda Alqur’an dan Assunah ,yang akan dijadikan pedoman bagi seluruh umat islam dinegeriini,dan bagi yg non muslim tidak ada keharusan untuk mematuhinya, semoga Allah meridhoi.Dan diharapkan dengan demikian umat islam akan bersatu.

    Bagaimana kalau seorang yg mengaku muslim tetapi meremehkan Syari’at Islam dan tidak mau atau enggan untuk Menerapkannya???

    Alqur’an surat AtTaubah : 33
    Dia-lah yg mengutus Rasul -Nya ( dg membawa ) petunjuk ( AlQUR’AN )dan agama yg benar untuk dimenangkan- Nya atas segala agama,walaupun orang – orang musyrik tdk menyukainya.
    Kemudian Alqur’an Surat Alfath : 28. dan Ash Shaff ; 9.

    Alqur’an Surat An Nisa : 65: Maka demi Rabbmu, mareka (pd hakekatnya ) tdk beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dlm perkara yg mereka perselisihkan,kemudian mereka tdk merasa keberatan dlm hati mereka terhdp putusan yg kamu berikan,dan mereka menerima dgn sepenuh hati.

    Alqur’an Surat Alma’idah :44 ; Barang siapa tdk memutuskan menurut apa yg diturunkan Allah,maka mereka itu adalah orang – orang yg kafir.
    Kemudian Surat AlMa’idah : 45 – 47 – 49 – 50.Albaqorroh : 208.
    Asy syuura : 13

    ana bertanya – tanya ??? kenapa orang muslim takut kalau syariat islam itu ditegakkan. Para ulama sebagai pewaris nabi, pasti telah paham,bagaimana cara pelaksanaannya untuk umat Bukankah Rasul sudah memberikan contoh ?masih adakah alasan lain???.
    Bumi ini milik Allah, Negeri ini milik Allah,Bukan milik bangsa ini, bukan milik suku ini,Bagaimana kalau bumi ini diambil, bagaimana kalau negeri ini diambil??? mau kemana kita.

    Syariat Islam adalah aturan hidup ialah Hukum Allah yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari – hari, sehingga tunduk dan ketaan terlihat sebagai perwujudan iman ( aqidah atau keyakinan )

    ana yakin seyakinnya,apabila syariat ini ditegakkan,dan umat ini benar – benar beriman,umat memahami apa itu dienul islam, umat kaffah dalam menjalannya syariat islam,maka negeri ini akan damai sentosa, sejahtera sesuai dengan jaminan dari Allah SWT.
    Marilah kita bersama – sama mempelajari alqur’an dan assunah , jangan Alqur’an sebagai pajangan didalam lemari

    Allah adalah Penguasa tertinggi yang ditangan Dia-lah segala aturan / hukum. Diuturnya Rasul – rasul adalah bukti bahwa syariat ( aturan ) itu mesti ditegakkan, dan dilanjutkannya oleh pewaris nabi ( ulama )yang benar dan diikutinya oleh umatnya.

    ana yg mengharapakan umat ini bersatu dalam menjalankan syariat Islam.takut menjadi orang yg menganiaya diri sendiri dinegeri ini.

    @
    Wass.ww. Catatan yang berharga, berkali-kali agor membacanya. Banyak hal yang layak kita renungkan. Kita di negeri ini sudah berislam hanya dalam konteks vertikal, namun ragu ketika bergerak horizontal.. banyak dipersoalkan… banyak polemiknya…. dan polemik itu, seperti kata Mas jua, meninggalkan atau kurang memperhatikan kandungan pesan dari Al Qur’an dan pendukungnya (as sunnah). Entah dimana perkeliruannya….
    Wass, agor.

    Suka

    • kakang zazat said

      Assalamu alaikum ww.
      semoga mas agor selalu dalam lindungan- Nya. amiin.Melihat realita kehidupan manusia jaman sekarang tidak jauh berbeda dengan umat- umat terdahulu dalam menerima kebenaran yang dibawa oleh para utusan/ rasul -rasul Allah. ada yang beriman ,ada yang tidak beriman,ada yang mendustakan dan ada yang ragu – ragu. Padahal Alqur’an dan As sunnah sudah sampai kepada manusia dan telinganya pun sudah mendengar tentang kebenaran Alqur’an dan bukti sejarahpun telah nyata didepan mata tetapi kebanyakan manusia hanya bermain – main.Perbuatan manusia jaman dulu sekarangpun masih berlangsung ;seperti menyembah berhala,menyekutukan Allah,penyembelih bayi,homoseksual,sodomi, firaun – firaun modern, korun – korun modern. Ana mengharapkan tegaknya Syariat Islam dibumi ini karena hanya itu satu – satunya solusi yang akan menjamin terciptanya kedamaian dan kesejahteraan manusia didunia dan diakhirat.Apakah setelah Rasulullah saw wafat syariat Islam tidak akan tegak???? siapa yang akan menegakkan syariat islam ???agar dapat hidup dalam tatanan islam,agar hidup berada dalam bingkai islam, yang tujuan akhir menjadi hamba -hamba ALLAH yang berserah diri hanya kepada – Nya, tunduk patuh kepada aturan-aturan -Nya, menjadi hamba yang diridhoi-Nya, karena kita akan kembali kepada- Nya.Umat islam alhamdulillah menjadi mayoritas penduduk dinegeri ini, mungkin kualitasnya yang kurang,sehingga hukum – hukum dan aturan – aturan buatan manusia lebih diyakini.Banyak contoh dari penegakkan hukum yang tidak menjamin tegakknya keadilan.Menurut kaca mata ana sudah saatnya umat islam menyadari perlu tegaknya syariat islam, dilihat dari mayoritas umat, banyaknya ulama,banyaknya kiyai,banyaknya ustad,banyaknya cendikiawan Muslim dan orang yang memahami agama islam. Karena umat islam memerlukan sekali bentuk dan tatanan secara islam, bagaimana seandainya seorang muslim melakukan kehilapan atau kesalahan contohnya mencuri, kemudian tidak dihukum dengan cara islam???? dan banyak contoh lainnya seperti korupsi???.
      KENYATAAN SAAT INI KITA MASIH KALAH DAN TAKUT KEPADA KEKUASAAN MANUSIA YANG BERKUASA YANG BERTEMAN DENGAN SYAITAN.
      Bersatulah kaum muslimin demi tegaknya Syariat islam,sebelum datang waktunya kita dipanggil Yang Maha Kuasa,karena barangkali kiamat itu sudah dekat . Ya Allah satukanlah hati kaum muslimin dalam satu aqidah yang hak yang akan menyelamatkan kami didunia dan diakhirat. amiin. wassalam.

      Suka

  19. aziz said

    Hidup Islam, kalau indonesia mau sejahtera, nyaman, dan bahagia maka syariat islam adalah satu satunya jalan yang sudah tidak dapat ditawar lagi…

    Suka

  20. mestinya syariat/undang-undang yg berasal Alloh yg harus diterapkan diseluruh bumi bahkan di seluruh jagad raya…kenapa? krn Alloh adalah penguasa alam semesta (robbul-‘alamin), raja di atas segala raja (malikul-mulk)…apa jadinya kalau kita menggunakan syariat yg lain…apakah Alloh ridho di wilayah kekuasaannya di terapkan syariat yg lain yg bukan buatan-Nya…tentu kerugian, bahkan kebinasaan yg abadi di akherat kelak, bagi yg tidak menerapkan syariat-Nya…siapapun dia…apakah muslim, lebih-lebih lagi yg bukan muslim…cukuplah bagi seorang muslim itu menegakkan sholat, menunaikan zakat, puasa di bulan romadhon, dan haji bila mampu…krn ini adalah syariat minimal yg harus dilakukan oleh seorang manusia agar selamat dari siksa neraka yg abadi…diantara perintah dan larangan Alloh yg lain yg banyak jumlahnya yg terdapat di dalam Al-Qur’am dan As-Sunnah

    Suka

    • Anonim said

      assalamualikum.
      mas kus betul, betul ibadah yang popok jangan ditinggalkan karena merupakan ibadah jasmani.apakah yang dibaca dalam sholat sudah dilaksanakan diluar sholat, apakah berpuasa dibulan romadhon dilaksanakan diluar romadhon?ibadah – ibadah itu merupakan suatu pembinaan diri bagi yang melaksanakannya.SYARIAT ISLAM merupakan keseluruhan aturan hidup bagi manusia yang mesti ditegakkan dimuka bumi ini.yang telag dicontohkan oleh junjungan kita Rasulullah saw. mari kita bersatu dalam menegakkan syariat islam. wssalam.

      Suka

  21. ranggayo said

    penindak sama yang di tindak sebagian sama aja, g’ tau islam beserta syari’atnya. bagi aq kndala trsndatnya syari’at islam di aceh tdk lain adanya pendapat luar yg mngatakan brtntangn dg HAM, kurangnya dukungan pemegang amanah. kalau ada yang brtindak main hakim sendiri tu tdk lain karena ngg’ puas sekaligus tdk percaya dgn yg di tunjuk untuk mengemban amanah tersebut. yang jelas SDM kita kurang berkwalitas………””katanya rerambi mekkah””!!!!!!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: