Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mengatur Hak User Dalam Sistem.

Posted by agorsiloku pada Januari 28, 2009

Ada sejumlah modul dalam sistem yang dibangun, ada sejumlah pemakai yang melaksanakan pekerjaan dalam sebuah proses bisnis.  Modul proses yang dibuat antara lain HRD, Account Receivable, Account Payable, Management Document, Inventory, Planning and Budgetting, Asset, Project, dan Job produksi.  Satu modul memiliki sub-sub proses yang berkaitan satu dengan lainnya.  Sedikit atau memang rumit, user-user ini juga memiliki hak-hak yang sesuai dengan golongan, tugas, dan tanggung jawabnya.  Karena itu mengatur hak-hak user haruslah menjadi pertimbangan dalam sistem.  Setiap user dengan account yang berbeda memiliki hak penuh (full control), hanya bisa melihat (view), hanya boleh edit (Editing), boleh menghapus (Delete) atau No. Access, artinya user dengan passwordnya tidak diizinkan untuk mengakses sebagian atau seluruh modul dalam sistem. Kemudian hak tersebut dikawinkontrakkan dimatrikskan dengan sub-sub modul dari modul utama.

Menu Administrator for User Group

Menu Administrator for User Group

Hal penting dalam mengatur hak-hak user karena kesalahan dalam mengatur ijin seorang user sama saja dengan ijin untuk memberikan kunci ruangan kepada orang yang tak berhak dan membebaskan untuk mengobrak-abrik ruangan.  😀

Hak-hak yang sama dari seorang user dikelompokkan dalam satu hak yang sama (user group).

Pada contoh di samping ini, seorang user dengan status ‘manajer’ boleh punya hak untuk melihat posisi inventory, tapi tidak punya hak untuk melakukan perubahan apapun.  Sebaliknya seorang user yang bertugas untuk mengklasifikasi produk, memiliki hak untuk memasukkan (input) kode barang, membuat klasifikasi, menyusun konfigurasi produk.  Setting seperti ini, kerap tidak muncul dalam bisnis proses yang lebih menekankan pada pelaksanaan proses standar, tapi ketika setup sistem dilakukan, maka hak-hak ini menjadi penting karena sistem software menuntut agar satu inputan akan dipakai di banyak departemen atau bagian pekerjaan yang saling berhubungan.

Kadang dan sering dalam organisasi yang besar, user pun membutuhkan pembatasan wilayah kerja yang didefinisikan lagi sesuai dengan departemen, cost center, dan purpose-nya.

User Group and Cos Center (My Cdb Bussiness Solution)

User Group and Cos Center (My Cdb Bussiness Solution)

Mengatur setup ini kerap diabaikan atau kurang diperhatikan pada saat sebuah implementasi ERP (Enterprise Resources Planning) dilaksanakan.  Karena itu, saya sependapat dengan Pak Wibisono.  Memang Implementasi ERP itu berat dan melelahkan. Meskipun saya lebih mempertimbangkan berat karena sering kita memahami bisnis proses yang dilaksanakan sebuah unit usaha, tapi kita gagal membangun kreativitas setup dan konfigurasi sistem agar match atau pass dengan bisnis proses legacy yang sedang berjalan.

Kadang, user juga mengeluh kenapa saya tidak bisa memasuki sebuah area kerja, padahal dibutuhkan.  Lalu implementor lupa kepada setup konfigurasi sistem sehingga membuat aplikasi pendukung, padahal sebenarnya ERP-nya telah memiliki setup tersebut, tinggal menyediakan datanya atau mengatur hak-hak user.

gambar klik untuk perbesaran :

Iklan

Satu Tanggapan to “Mengatur Hak User Dalam Sistem.”

  1. Siiiiiip

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: