Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

21 Meninggal Karena Bencana : Zakat !

Posted by agorsiloku pada September 17, 2008

Ya Allah, Engkaulah maha pengasih, maha penyayang. Apa yang hendak Engkau jelaskan kepada kami, ketika hamba-hambaMu di negeri yang bernama Indonesia kembali kepadaMu  karena :

gempa bumi, banjir, kebakaran, tertabrak, terkena petir, tenggelam, tertimbun sampah,badai angin….. Oh… BUKAN

Oh Tidak !… mereka berebut zakat… mereka berjihad untuk 30 ribu rupiah dan 21 di antara mereka menjemput maut.  Mereka menjemput kematian karena berebut zakat.

Siapakah yang sedang Engkau gerakkan hati mereka agar merasakan betapa tipisnya harapan mendapatkan kebahagiaan dengan sejumput tangisan menjelang hari raya.

Kepada ummat manakah sedang Engkau ajarkan kebijakan dan keikhlasan hati untuk berbagi !

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un

Iklan

10 Tanggapan to “21 Meninggal Karena Bencana : Zakat !”

  1. ACHAN said

    astaghfirullah, hanya demi Rp. 30.000 mereka mengalami hal ini. Apa sebetulnya yang tengah terjadi di Indonesia ini.

    @
    Dalam berita yang lain, tercatat Rp 40 ribu. Namun, esensinya persis seperti yang Mas Achan pertanyakan….

    Suka

  2. Sebuah potret bahwasanya yang miskin di Indonesia itu BUANYAK! Mulai dari yang miskin harta sehingga harus ikutan antri zakat. Hingga yang miskin hati sehingga berkecukupan hartanya malahan ikutan ngantri.

    Maklum, Fakir Miskin dan anak terlantar itu kan dipelihara oleh negara

    @
    apa mo dikata, ketika bukan lagi miskin pangan, tetapi juga yang ada di dalam sebentuk daging bernama “hati”.

    Suka

  3. yureka said

    Untuk mencabut nyawa 25 manusia di lain tempat, Dia harus bersusah payah mengirim badai Ike yang begitu dahsyat yang memporak porandakan properti di seluruh kota.

    Di sini…. cukup Dia kirim seorang Saikon, “muslim yang sangat dermawan”, untuk meregangkan 21 nyawa…..murah……sangat murah….

    @
    Tentu dari balik musibah itu ada ketukan berkali-kali. Tidakkah kita ikut mendengarkan suaraNya….

    Suka

  4. Dono. said

    Ass.wr.wb,
    Masih banyak cara lain yg lebih baik dan lebih utama untuk beribadah.
    Cara begini adalah egoisme.
    InsyaAllah lain kali agar lebih baik dan lebih lancar.

    Wassalam,Dono.

    @
    Niat baik dan ketakutan tidak mendapatkan sehingga menyerbu !. Tak terbayangkan paniknya ribuan yang berdesakan, bukan menonton bola, atau berjoget di depan panggung lagi. Namun, untuk sedikit uang yang mungkin … dan duh… menjadi rekor MURI yang menyakitkan ….
    Wassalam.

    Suka

  5. sitijenang said

    ini wartawannya dateng karena diundang atau gimana, ya?

    @
    Wah, agor juga tidak tahu. Tapi jelas wartawan akan datang untuk sebuah berita.

    Suka

  6. Ranto Marindha said

    Astagfirullah…
    inilah gambaran sesungguhnya Bangsa Kita..
    disaat banyak orang2 yg Glamor,gaya hidup mewah, pemborosan..dll
    mereka lupa bahwa harta mereka sebagian ada yg memilki..
    Wahaaaiii kalian yg mengaku KAYA didunia..
    janganlah bersikap Sombong…
    msh ingatkah kalian dengan MEREKA disana..

    mungkin niatx sih baik..
    tapi..knapa sih hrs dibagikan sendiri..
    bukankah lebih efektif melalui lembaga yg ditunjuk oleh negara,,
    Pakai ngundang wartawan lagiii…

    Ya Allah..ampunilah bangsa Kami ya Rab..
    hanya kepadaMU kami memohon..

    Skali lagi..mudah2an Kita smua dapat mengambil Ibroohnya dari kejdian ini…

    Wassalam..!!!

    @
    amin.

    Suka

  7. amburadul said

    Turut berduka cita innalilahiwainnalilahirojiun…..
    Untuk para Dermawan ketika uang anda sudah bertumpuk… berjalanlah anda ke tempat yang paling padat di negeri ini dan bagikanlah uang anda dengan tangan anda sendiri… InsyaAllah yang demikian itu akan lebih baik…

    @
    Insya Allah.
    Di beberapa kampung yang agor kenali. Beberapa zakat dilakukan dengan membagikan kupon ke rumah-rumah warga yang dinilai lingkungan setempat tidak mampu dan layak mendapatkan sedekah.

    Suka

  8. PapaGalileo said

    Entah ya,

    tapi saya mengira tulisan sampeyan (mas agro)kali ini akan berisi ttg penafsiran dari peristiwa ini secara “seadanya”,daripada menyampaikan pertanyaan:
    1.”Apa yang hendak Engkau jelaskan kepada kami…”
    2.”Siapakah yang sedang Engkau gerakkan hati… ”
    3.”Kepada ummat manakah sedang Engkau ajarkan…”

    Ini berbeda dengan tulisan2 sampeyan yg lain, saya kecele…

    ;))

    @
    Pertanyaan, bukankah juga mewakili semua jawaban ….
    😀

    Suka

  9. Bahkan seorang Agorsiloku pun memilih tidak memberikan opininya.

    Siapa yang bersalah dalam bencana zakat tersebut ? Mungkin tidak penting, tetapi bisa jadi sungguh penting. Karena kita semua memaafkan kesalahan demi kesalahan kita bersama. Tanpa berusaha mengambil pelajaran secara cukup serius.

    Masalah wartawan, pamer, dsb itu kaitannya dengan hati. Kita tidak bisa menghakimi hati orang lain karena kita tidak tahu.

    @
    Ah Mas ini, opininya ada pada pertanyaan-pertanyaan itu, ada pada coretan-coretan dengan warna merah. Hati sungguh miris, ketika bencana alam tidak mampu menggugah nurani, ketika orang meninggal karena tertimbun sampah (kejadian di Bekasi dan Cimahi Bandung), ketika derita-derita itu hanya berlalu dalam setiap langkah kita, lalu ketika rebutan zakat menghasilkan kematian yang memilukan, maka pesan apa lagi yang tidak bisa kita simak.
    Alangkah … ah… apakah menunggu musibah yang lebih besar lagi untuk mengingatkan perilaku ummat !?.

    Suka

  10. yureka said

    …………….
    ” Alangkah … ah… apakah menunggu musibah yang lebih besar lagi untuk mengingatkan perilaku ummat !? “.

    atau justru,
    …..begini…. untuk yang kuat diberi musibah dengan kejadian buas, ….untuk yang sepele kasih peristiwa sepele pula… 😦

    siapa yang lebih qurani ?
    terima kasih atas pelajaran (baca:hadis) sebentuk daging yang bernama “hati” 🙂

    @
    Peristiwa sangat tidak sepele, yang sepele sebabnya,
    yang tidak sepele semangatnya untuk berebut karena rebutan selalu di dasari ketakutan tidak kebagian. siapa duluan itu yang dapat….

    Ujian menjadi buas untuk hal yang sepele.

    Mengerikan ya Mas Yureka. Manusia bisa saling menindih untuk berebut “tulang” zakat (sambil hanya bisa menonton TV dan mendengar kata-kata :”Saya dari partai… saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa…”… Duh, negara ini untuk partai rupanya….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: