Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Agar Awet Penganan Digoreng Dengan Campuran Plastik !

Posted by agorsiloku pada Juli 20, 2008

Duh !

Seorang pedagang semangka mengingatkan anaknya agar jangan memakan buah semangka merah yang dijualnya.  Jangan sekali-kali.

Mengapa?

Karena warna cerah merah itu disebabkan oleh suntikan pewarna agar semangka tampak menarik.  Masih mending kalau bahan pewarna itu bahan alami, bukan pewarna untuk pakaian yang jelas-jelas murah dan karsiogenik.  Beracun.

Untuk anaknya sendiri ia mengingatkan, tapi tidak untuk calon pembeli yang tergiur untuk membeli karena kecerahan warna.

Minyak goreng bercampur plastik.

Minyak goreng campur olie, goreng tempe, pisang dicampur dengan plastik tipis panas yang larut dalam minyak panas akan membuat gorengannya sedikit bintik-bintik putih, tapi manfaatnya jelas : tempe atau gorengan menjadi lebih awet dan yang memakan juga mungkin ususnya awet juga (karena dilapisi oleh plastik).

Duh…

Begitu banyak jenis-jenis kecurangan dan nyaris pidana dalam ketidak perdulian hanya untuk mencari keuntungan dan bisa-bisa akan semakin sedikit orang yang mampu membeli mengambil pilihan untuk membeli makanan dari kaum-kaum yang kalah bersaing dalam kehidupan ini.

Banyak sudah akal kreatif kejahatan kecil-kecil entah itu krupuk kulit yang jernih dan tipis berasal bukan dari kulit sapi atau kerbau.  Kalau kerupuk kulit dari kulit sapi atau kerbau, lebih tebal dan kurang menarik, sedang kerupuk kulit dari mahluk yang kalau berlari lempeng dan menyeruduk, lebih renyah, lebih mengkilap dan cenderung bersih.

Daging oplosan yang dicampur dengan daging yang diharamkan karena mahalnya daging sapi.

Agar tempe kering dan renyah, dimasak digoreng minyak panas dengan campuran soda kue (natrium bikarbonat).  Rasanya dilidah rada pahit-pahit getir.  Amoniak juga dipakai untuk campuran makanan agar kering dan mekar. Saya tidak tahu sejauh mana pengaruhnya pada kesehatan.  Mungkin perlu dipertimbangkan dengan lebih baik.  Tidak semua bahan kimia dengan campuran yang tepat berbahaya bagi manusia, tapi tanpa ukuran yang jelas dan jumlah berlebihan yang masuk ke dalam  tubuh, saya kira akan mempengaruhi derajat kesehatan yang memakannya.

Jadi, apa yang harus kita lakukan menghadapi perilaku seperti ini.  Dalam skala kecil, pedagang kecil, bagaimana dengan industri besar?.

Iklan

6 Tanggapan to “Agar Awet Penganan Digoreng Dengan Campuran Plastik !”

  1. KATA Bang Napi : WASPADALAH …! WASPADALAH …!

    Suka

  2. yang namanya kimia tetap aja tidak baik…walau hanya berpengaruh 0,00000000001 % tapi kalau x 1000000 dalam sehari ,,,yach lumayan juga

    @
    yang mengerikan adalah penyikapannya… kok menjadi seperti ini ya ketidakpedulian yang terjadi…. 😦

    Suka

  3. haniifa said

    KATA Bang lovepassword : Waspadalah…! Waspadalah…!—::Melankolis::
    rayuan terselubung 😀

    Suka

  4. Askar said

    Perusahaan besar saya kira lebih parah… jauh lebih parah lagi. Menjual mie saja… pengawet, msg, gula putih, terigu proses.. walah, malah dibanggakan indomie kita masuk afrika.

    Masak gula untuk diabetes, tropicana slim—bahan baku utamanya aspartam…gula buatan (lihat saja di ingredientsnya) yang sebenarnya jauh lebih parah daripada gula putih…

    @
    aspartam?, betulkah berbahaya jika melewati dosis tertentu?.

    Suka

  5. Dela_luthu said

    Saya penggemar gorengan, sekarang tiap bli gorengan nanya ke penjualnya “mas pake plastik gak”

    Lha malah dijawab, “kalo mau pake plastik bisa” (maksudnya plastik kresek). Gubrak….

    @
    😀

    Suka

  6. william said

    bos, terimakasih postnya,,,,,,,,,,,,

    kunjungan sore.,.,
    kunjungan balik donx

    makasihh….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: