Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Cukupkah Jawaban Sains Untuk Seluruh Isi Semesta?.

Posted by agorsiloku pada Juni 27, 2008

Hampir semua kemajuan, kalau memang bisa dikatakan kemajuan, selalu dimulai dari kerja keras dan pantang putus asa dari para cendikiawan dan ilmuwan untuk menguak isi alam semesta, melahirkan rumus-rumus njlimet dan perkembangan peradaban sehingga pergi ke belahan dunia lain bukan lagi perjalanan perpisahan, tapi hanya sekedar perpindahan waktu yang “kapan” saja bisa kembali.  😀

Namun, apakah semua isi kehidupan dunia ini dijawab oleh sains dan teknologi.  Apakah kemudian pengetahuan tentang fisika, kimia, biologi, sampai pencarian rumus tunggal alam semesta akan menjawab pertanyaan mengapa dunia itu ada.  Sebuah kebetulankah?, sebuah perencanaan dari Sang Maha Pencipta?.  Apakah sains menjawab mengapa ada rumus fisika, mengapa ada dalil phitagoras, mengapa ada internet dan mengapa setiap elaborasi manusia terhadap kreatifitas alam semesta kemudian dipahami bahwa selalu ada lagi kreatifitas alam yang jauh melampaui pikiran-pikiran manusia.

Sampai sampai Rene Descartes berpikir mengapa manusia berpikir, bahwa “ada” itu karena berpikir?.  Mengapa pikiran itu ada, mengapa manusia bertanya, mengapa seluruh kesadaran itu bertumpu pada pengelihatan indrawi, mengapa manusia menuntut pembuktian?.

Namun, seperti juga berbagai persoalan yang dimulai dari mengapa?, kerap jawabannya berada di luar pengetahuan itu sendiri.  Seperti manusia berdiri.  Bahwa manusia berdiri diketahui karena ada sejumlah pembanding bahwa ada yang berdiri, duduk, atau berbaring.  Pertanyaan mengapa sains ada, mengapa alam ada akan merujuk pada jawaban-jawaban di luar sains itu sendiri.  Materialistik dan pengetahuan indrawi tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dari skala berpikir manusia dari segala aspek.  Kemudian, apakah karenanya pula jawaban-jawaban dari puncak-puncak teologi bermanfaat?.

Sebagian akan menjawab ya, sebagian lagi menjawab dari kesejarahan dan keraguan.

Dimanakah sains islami akan memberikan kontribusi kepada ilmu pengetahuan sehingga pandangan bebas nilai (objektif dari sains sesungguhnya adalah pemikiran yang tidak konstruktif untuk memahami alam semesta ini).

Salahkah konsepsi ini?.

Dimananakah kemudian setiap insan muslim mengambil perannya?…..

Iklan

3 Tanggapan to “Cukupkah Jawaban Sains Untuk Seluruh Isi Semesta?.”

  1. […] Duhh.. para Ilmuan Islam… kembangkanlah “Operating System” sendiri. […]

    Suka

  2. Aburahat said

    @Agor
    Pertanyaan mas atau posting mas diatas menanyakan CUKUPKAH SAINS MENJAWAB ISI ALAM SEMESTA. Jawaban saya TIDAK sebab :
    1. Ilmu kita sangat sedikit dibandingkan pengetahuan Allah dlm
    PenciptaanNya
    2. Alam semesta hanya merupakan sebahagian TANDA2 (ayat) Allah
    untuk mengenalnya
    3. Banyak yg mengkufurkan Allah setelah diberi ilmu oleh Allah
    Maka utk mereka KHATAMULLAH ALA QULUBIHIM WA ALA SAMIHIM
    WA ALA ABSHARIHIM
    4. Hidup para Ilmuwan tdk cukup lama utk menyelesaikan teorinya.
    Sehingga tdk tuntas. Yg melanjutkan tdk sama dgn pencetus.
    5. Dlsb.
    Damai damai .Wasalam

    @
    Mas Abu, betul, tapi karena sains terpaku pada pembuktian atau hipotesis logis dan begitu bangganya akan model-model ilmu, maka sering sains berhadapan dengan pikiran-pikiran yang sebenarnya tidak bisa dijawab oleh sains namun harus diterima sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.
    Usaha menafikkan pengetahuan di luar sains, misalnya pertanyaan tentang ruh atau pertanyaan mengapa ada hukum alam atau tentang penciptaan membuat sains menjadi “boneka nafsu”. Namun, tentunya tidak kalah menyedihkannya jua buat sementara agamawan yang malah meninggalkan sains dan menganggapnya sebagai bagian ke-kufur-an… 😀

    Suka

  3. restava said

    hihi..operating system ap ya yang cocok buat mereka? 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: