Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kebenaran Itu Tidak Pernah Memihak…

Posted by agorsiloku pada Juni 15, 2008

Pulang dari perjalanan, lewat jalan tol dalam kota Jakarta…. ada iklan dengan latar belakang kuning yang bagian bawahnya tertulis :KORAN JAKARTA. Di bagian atasnya tertulis, “Kebenaran itu tidak pernah memihak“.

Wah … ternyata benar, saya masih terbelakang juga bermain dengan kata. Inga-inga saya, kebenaran itu bukan “kebetulan”. Jadi tidak bicara benar sama betul 😀 , yang berpihak atau memihak atau kecenderungan mementingkan golongan atau keluarga atau diri sendiri adalah subjek yang bisa mengambil pilihan. Jadi kalau kebenaran itu tidak pernah memihak, tentulah kebenaran itu adalah posisi yang jernih terhadap suatu keadaan. Jadi kebenaran adalah fakta apa adanya. Namun, fakta adalah apa yang dilihat/dirasa/dinilai oleh subjek yang bisa berpikir, pikiran itulah yang kemudian menghasilkan keberpihakan. Karena itu pula, tidak sedikit para ahli yang menyatakan sejarah adalah peristiwa masa lalu yang dinilai/dipersepsikan oleh penulis sejarah. Jadi bukan sejarah itu sendiri. Namun, jika kebenaran itu tidak pernah memihak maka mengapa pula kebenaran itu tidak berpihak pada kebenaran !?.

catatan :

hanya sebuah catatan saja kok…..

Iklan

10 Tanggapan to “Kebenaran Itu Tidak Pernah Memihak…”

  1. Herianto said

    Benar mas agor, kebenaran bukan karena orangnya (subjektif) tapi karena Sang Kebenaran itu (objektif) sendiri. 🙂
    Makasih link trackback-nya. 😉

    Mmm, kayaknya seminggu ini saya juga bakalan hiatus nih, ada tugas dari “bos” mo “maen2” ke Lampung.

    Balasan hiatus mas Agor kemaren. :mrgreen:
    Kok balas dendam ya… 😆

    Suka

  2. aburahat said

    KEBENARAN tetap kebenaran dan dia hanya berpihak kepada kebenaran, keadlian, kejujuran dan kebaikan yg lain dia tdk berpihak. Tp Akal2 dan Jiwa yg jahil merapas dari keberadaannya. Sehingga menjadi milik penguasa yg DHALIM. Dgn demikian kita yg
    hidup sekarang jd bingung dimana KEBENARAN sekarang ?Kita sekarang mencari sedang bersembunyi dimana si KEBENARAN bersembunyi. Wasalam

    Suka

  3. realylife said

    semoga semua nantinya akan berbalik arah sesuai dengan yang diinginkan
    amin

    Suka

  4. smpputri said

    Coba sekarang, contoh kasus para “jamda”-bukan janda lho- kita di gedung bunder ( salah buat design atau sengaja didesain biar mbulet???!!). mereka dipihak kebenaran apa kebetulan hayo?

    Suka

  5. Aburahat said

    @smpputri
    Kebenaran yg mana yg anda maksudkan? Apakah ttg tugas dan tanggung jawab atau ttg rezeki atau ttg nepotisme atau ttg kolusi, yg mana yg anda maksudkan

    Suka

  6. haniifa said

    @mas Aburahat
    Kelihatan saya sependapat dengan mas…
    Lucunya kadang-kandang saya menjadi cepot… eh … repot jika berdiskusi dengan kaum wanita.

    Contohnya baik merupakan Kebenaran maupun Kebetulan.
    Manusia pertama yang ciptakan Allah… Laki-laki.
    Para Nabi dan Rasulullah… Laki-laki
    Para Khalifah…. Laki-laki
    Para Imam…. Laki-laki
    Para Petinggi Agamawan…. Laki-laki
    Para Kepala Keluarga yang sakinah… Laki-laki

    Nah… begitu kita sodorkan perihal ini :
    _________________________________________
    Haq bagi waris….
    Wait-wait doeloe, emansipasi dunk… mba You and mas Sampeyan khan sama-sama Anake Bapakke !! 😀

    Kelangsungan keturunan…
    Wait-wait doeloe, emansipasi dunk… mas Sampeyan udah nggak cinta plush sayang sama mba You… yach !! 😀
    Jangan bicara lebih mencintai dan menjalankan aturan “Allah dan RasulNya“… pokoke aturan cinta monyet kita doeloe lah… 😀

    @mba Smpputri
    Gimana mba, Apa semua kaum pria harus jadi “cepot” gituh ??

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  7. amburadul said

    Sampurasun….
    kebenaran menurut kita, istri, anak, orang tua, teman, ustad, pa rt,pa rw, tetangga kita tukang semir dll… kebenarannya masih belum sejati kebenaran yang sejati adalah kebenaran yang menurut GUSTI ALLAH ALIAS ALLAH S.W.T.
    JAKSA, HAKIM, PENGACARA adalah petualang pencari kebenaran… smoga kita selau berada dalam kebenaran yang sejati amin.

    Suka

  8. Donny Reza said

    Hehe, itu yang mengganggu pikiran saya kalau melintas sepanjang Tol Gatot Soebroto … baru saja mau ditulis, tapi keduluan sama Pak Agor :)) Dan .. yaa … saya juga sependapat dengan kalimat terakhir pak Agor 🙂

    Suka

  9. […] : 1. (Kebenaran dan Kebetulan) harus berpihak pada yang (benar dan betul) 2. Kepolosan anak-anak TK A 3. Perbedaan itu bagikan rambut dibelah 7. 4. Awas terkecoh bilangan […]

    Suka

  10. […] Bersambung : 1. Repotnya… jadi Cepot (Check & Reheck) !! […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: