Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hasil Test Psi : Mengalami Penurunan Daya Ingat

Posted by agorsiloku pada Februari 26, 2008

Sebulan lalu, psikolog cantik yang mewakili perusahaan dalam wawancara menyampaikan :

“Dari hasil test psikologi yang kami lakukan, Bapak terdeteksi mengalami penurunan daya ingat”.

Saya sedikit terperangah, namun tidak ada daya untuk beragumentasi. Bisa-bisa saya terangkan bahwa saya merasa tidak (atau belum) mengalami penurunan daya ingat. Namun, tidak lama kemudian saya kembali bertanya :”… eh… tadi saya ngomong apa seeeh !”

Atau seperti cerita tentang seorang pasien yang mudah lupa datang ke dokter :”Dokter !, saya mudah lupa. Apa yang saya lakukan, dalam sekejap lupa kembali”. Dan dokterpun menjawab :”Bayar dulu !”. 😀 .

Eksternalisasi.

Saya kira ada benarnya juga. Saat ini otak saya untuk mengingat menunjukkan gejala kurang dipergunakan dengan baik. Tidak seperti kemampuan polisi untuk hanya dalam kedipan mata saja bisa mengingat nomor kendaraan yang melintas. Fakta beberapa tahun atau sepuluh tahun terakhir ini, dalam keseharian sebagian ingatan yang biasa dipakai saya simpan di luar sistem internal tubuh. Mungkin, sebenarnya tetap ada dalam memori otak kita, tersimpan rumit dalam rangkaian sel-sel otak. Namun, setiap kali saya membutuhkan informasi atau telaahan, saya menggunakan sistem eksternal yang selalu dibawa-bawa.

Sistem itu adalah informasi TV, koneksi internet, pda, dan laptop. Sejumlah informasi yang tersimpan dalam hardisk akan diolah untuk mengambil kesimpulan dengan menggunakan perangkat lunak bajakan atau yang legal. Al hasil, faktor eksternalisasi telah mengakibatkan pemanfaatan internal pengetahuan yang disediakan oleh Allah kepada kita tidak digunakan dengan maksimum.

Boleh jadi ini sindrom kemajuan teknologi. Seperti seorang rekan yang juga merasa aneh dengan turunnya sedikit semangat karena faktor eksternalisasi ini.

Ah boleh saja berpendapat begitu. Mungkin juga sebagai argumentasi logis, memang ada penurunan daya ingat atau boleh jadi pula :”model test psikologi untuk sejumlah klien semestinya disesuaikan dengan tabiat/karakter dari klien itu sendiri”. Jadi tidak bisa pukul kesimpulan dari hasil test ini.

“Eh… ngomong-ngomong, saya nulis apa ya…..” 😀

Iklan

12 Tanggapan to “Hasil Test Psi : Mengalami Penurunan Daya Ingat”

  1. Gawat ya pak, ada alat yang memudahkan, malah bikin potensi manusia kita kurang maksimal. Ga ada alat yang memudahkan, hidup malah jadi susah..

    Jadi harus bagaimana pak?

    @
    Rupanya kita juga kurang berhasil menjaga keseimbangan. Ibarat makan, tapi kurang olah raga… 😀

    Suka

  2. Sir Spitod said

    Mungkin juga karena itu saya sering pelupa. Dari kecil maennya komputer terus sih.. 😀

    @
    😀

    Suka

  3. Haniifa said

    Wahhh…
    Komentarnya lupa

    @
    kena sindrom yang sama 😀

    Suka

  4. another me said

    ah, Kang Agor bisa aja…
    kalo saya kok daya ingat parah (bukan menurun lho) gara gara golongan darah B
    :mrgreen:

    *nyalahin golongan darah*

    @
    Golongan darah memiliki sifat dan karakter tertentu dan ilmuwan kedokteran/psikologi mengaitkannya juga dengan kepribadian. Dengan kata lain, tipe kepribadian ditentukan (dipengaruhi) oleh golongan darah.

    Kalau soal IQ… ha…ha…ha… lebih baik punya iq seratus tapi menggunakannya semaksimum mungkin dari pada punya aykyu 140 tapi hanya dimanfaatkan setengahnya saja….. 😀

    Suka

  5. Dimashusna said

    Coba akses ke situs http://www.main.teknologiotak.com

    Di situ ada Software trial untuk membantu untuk masalah itu, kalau saya tidak salah cerna sih.

    Mudah2an bisa membantu.

    @
    😀 Terimakasih…. mau coba ah… 😀

    Suka

  6. dhe kamto said

    saya kok juga pelupa. tapi dari kecil.apa saya kena sindrom yang sama juga?

    @
    lho ingat dari kecil…. berarti sudah sembuh 😀

    Suka

  7. Saya sering lupa, kenapa ya?
    Kunci ditaruh mana, uang ditaruh mana, dompet di mana, selalu cari-cari dulu, lupa di mana naruhnya…

    @
    Ada cerita… wanita melihat dengan matanya, laki-laki melihat dengan pikirannya. Karena seringnya (cenderung) laki-laki melihat dengan pikirannya, maka ketika menaruh sesuatu di tempat yang berbeda, maka memorinya bekerja pada ingatan kebiasaan…
    Wal hasil, kaum pria paling ngambek kalau menyimpan di tempat di luar kebiasaannya atau barang rutinnya ditaruh ditempat yang berbeda.
    Juga karena melihat dengan pikirannya, sering gagal mencari sesuatu yang ada di laci. Langsung saja bilang tidak ada. Baru ketika isteri atau ibunya ikut memeriksa, bilang : “.. Tuh ada di depan mata nggak kelihatan… makanya teliti dunk… ” 😀

    Suka

  8. haniifa said

    Salam,
    Allah berfirman di surah An Nahl 70:
    ” Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. ”
    ———-
    Masih belum diketahui apa penyebab matinya sel saraf dalam otak. Namun ada sejumlah karakteristik yang muncul pada otak setelah sel-sel itu mati, yaitu terjadinya kerumitan dalam kepingan protein yang bisa terlihat melalui mikroskop.
    Dampak dari kerusakan sel-sel saraf itu menyebabkan orang akan kehilangan sebagian memori. Ditandai dengan kelupaan menaruh benda, melupakan janji dengan teman atau bahkan lupa nama seseorang. Yang parah, gejala macam ini sudah kerap dialami oleh mereka yang berusia muda. Tahap yang lebih parah dari ini adalah ketika kita lupa menemukan suatu kata yang tepat untuk mengartikan ucapan seseorang. Bisa juga kita lupa mencari kata untuk mendefinisikan sesuatu. Semua kepikunan ini akan berpengaruh pada kepribadian dan perubahan mood.
    Dalam kaidah herbalis, kepikunan bisa disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan sistem tubuh. Tubuh yang tidak harmonis ini akan memiliki gelombang atau Medan Electro Magnet (MEM) yang tidak stabil pula. Ketidakstabilan MEM akan mempengaruhi mekanisme sistem hormon, sistem saraf dan sistem daya tahan tubuh menjadi terganggu.
    ————
    Maka dari itu marilah bertahajud, sebab dalam keadaan sujud tahajud MEM terjadi antara Delta dan Alpha selain itu posisi jantung lebih tinggi dari kepala membuat aliran darah mudah menuju ke kepala. Darah yang berisi oksigen itu memang sangat dibutuhkan oleh otak guna mengoptimalkan fungsinya.
    Catatan:
    Gelombang delta pada otak bekerja di bawah frekuensi 4 herts ketika manusia tidur.
    Gelombang alpha antara 8-13 hertz saat manusia dalam kondisi santai. Gelombang beta antara 13-30 hertz pada saat kita berpikir aktif.
    Dan gelombang gama antara 30-100 hertz saat kita melakukan aktivitas mental yang berat.
    catatan diambil dari studi jurnal: Proceedings of the National Academy of Sciences (London).
    Wassalam.

    @
    Salaml,
    terimakasih infonya… 😀

    Suka

  9. Mungkin karena apa apa banyak dikerjakan dan dicatat oleh gadget, makanya manusia kehilangan salah satu kemampuan briliannya… Mengingat!

    @
    Karena eksternalisasi itu ya… salah satunya gadget… lainnya handphone, teman, buku catatan, laptop, dll.

    Suka

  10. […] Hasil Test Psi : Mengalami Penurunan Daya Ingat […]

    Suka

  11. amburadul said

    ketika pikiran tidak fokus atau terlalu fokus khilaf selalu hadir diantara kita, saya pernah pulang jumatan, pas nyampe rumah motor tetinggal di mesjid.

    @
    Untung masih ingat tertinggalnya di mesjid… 😀

    Suka

  12. wah, baru sadar ada yang ngasi link-nya teknologiotak di sini. hohoho, itu kantor saya 😆

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: