Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Akhirnya Lapindo Mendapat Medali Emas !

Posted by agorsiloku pada Februari 19, 2008

Sejak melihat skenario penanganan lumpur, saya yakin… nyaris haqqquuel yakkien…, Pemerintah adalah bocah bodoh dan geblek yang akan membela habis-habisan Lapindo. Negeri dimana pemimpinnya memihak kepada kekuasaan, dprnya berpihak kepada kekuasaan dan harta maka rakyat akan dijadikan korban sejadi-jadinya. Walaupun sejumlah kata manis dibungkus untuk mengesahkannya. Masih untung, meskipun sial FKB masih mau menolak mengesahkan rencana Lapindo untuk menjadikan sumber lumpur karena kecerobohan sebagai bencana nasional. Lebih setahun yang lalu saya berpikir logika dasar Lapindo adalah :

Lapindo Brantas & Co harus mendisain dan berusaha sekeras mungkin agar semua ini harus ditangani oleh Pemerintah, skala bencana harus menjadi bencana besar dan lebih besar lagi biar pengelolaannya dikerjakan oleh Pemerintah. Pertama, karena memang berat jika dibebankan ke Lapindo terus menerus dan kedua Lapindo akan rusak dong keuangannya kalau ini menjadi beban tanpa hasil. Ini benar-benar editansil. Jadi, karena sudah memang cukup besar bencananya, maka perbesar saja sekalian. Ini akan membuat Pemerintah, mau tidak mau akan turun tangan. Apalagi secara teknis, memang ukuran musibah masih unpredictable. Maka tidak perlu lagi ngurusin bagaimana mengatasi semburan lumpur. Yang ada hanya mengendalikan saja.Buang itu pompa, rig, dll dari pikiran dan fakta. Fokus saja dengan pertimbangan berikutnya (politis, hemat, dan aman).

Kian saat pikiran absurd di atas ternyata terbukti. Tim Penanggulangan Bencana yang telah bekerja keras (ha…ha… kerja keras toh !), mulai merekomendasikan yang benar-benar menyerahkan beban sesuai dengan rencana Lapindo. Medali Emas kepedihan kami untuk Pemerintah SBY. Pemerintah dan DPR sudah tentulah tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi korban bencana karena semua sudah ada di plan a, b, dan c Lapindo yang dengan canggih mengendalikan semua itu tanpa cukup kekuatan dan kemampuan Pemerintah untuk mengatasinya. Bukan hanya mengatasi korban lumpur, tapi mengatasi strategi Lapindo Brantas. Benar-benar sebuah tragedi. Seperti Iklan kompas dari korporasi Lapindo, jelas begitu tampak hasil ini adalah sebuah rencana yang disusun dan ditanggapi dengan niatan Pemerintah untuk menyelematkan Lapindo.

Dan yang menyedihkan juga dari duni pengeboran adalah, kesalahan prosedur teknis dan kecerobohan untuk menghemat biaya dan menimbulkan bencana yang seharusnya secara teknis dan ilmiah dibongkar habis dipengadilan (begitu jelas urut-urutan kejadiannya) bisa disamarkan begitu rupa di negeri bernama republik mimpi Indonesia ini.

Pemerintah akan (telah berbuat tidak masuk akal). Kalau menetapkan bencana ini adalah bencana alam dan tidak ada kesalahan lapindo, lalu menjadikan ini sebagai bencana alam. Tidak logis pula menjadikan lapindo sebagai korban yang harus mengganti. Mungkinkah ke depan justru Lapindo akan menuntut ganti rugi atas biaya yang keluar karena dengan ditetapkan sebagai bencana alam, tidak ada kewajiban sama sekali bagi lapindo untuk mengatasi bencana. Suatu waktu nanti, Pemerintah yang akan mengganti seluruh biaya yang dikeluarkan lapindo. Dan pengadilan, boleh jadi akan menetapkan hal ini. Pastilah ini akan membuat sang pemilik terkekeh-kekeh. Ini bisa jadi skenario PAMUNGKAS. Dengan ditetapkan sebagai bencana alam, sekali lagi. Tidak ada kewajiban apapun dari Lapindo. Kalau sekarang masih ada, saya yakin ini hanya proses awal menuju kepura-puraan berikutnya.

Kalau skenario terakhir ini terbukti, benar-benar brengsek negeri ini. Tidak masuk akal. Sungguh ! Pemerintah/dpr blunder… bener-bener blunder. Mungkinkah DPR masih memiliki hati nurani untuk mendudukan persoalan sebagaimana mestinya atau semua akan tunduk pada JURAGAN LAPINDO !.

Iklan

9 Tanggapan to “Akhirnya Lapindo Mendapat Medali Emas !”

  1. Luthfi said

    😦

    @
    😥

    Suka

  2. Tapi kalau dipikir-pikir, kemungkinan terbesar memang hal seperti ini yang akan terjadi kan Pak?

    Siapa owner lapindo, siapa bosnya owner lapindo, di partai politik mana mereka berteman…

    Ah, bangsa ini memang jarang belajar dari kesalahan..

    Mari mengheningkan cipta saja, atas wafatnya hati nurani dan logika di negeri ini…

    @
    Kalau tidak salah : PT. Medco E&P Brantas 32%, Santos (Brantas) Pty, Ltd 18% dan PT Energi Mega Persada 50%.
    Di harian Kompas, Kamis 22 Maret, diturunkan berita Medco Brantas telah dijual ke grup Prakarsa sejak 16 Maret 2007. Dan penjualan ini berlangsung mulus tanpa ada tekanan publik maupun pemerintah.
    Tanya kenapa?
    Kemungkinan publik tidak banyak tahu bila proyek di Sidoarjo yang akhirnya mengakibatkan bencana Lumpur Lapindo , ditukangi oleh 3 perusahaan yaitu Lapindo sendiri, lalu Medco Brantas dan satu perusahaan dari Australia yakni Santos. Komposisi saham waktu itu adalah 50% Lapindo, Medco Brantas 32% dan Santos 18%.
    Semenjak terjadinya luapan Lumpur Lapindo, ketiga perusahaan ini saling tuding dan lempar tanggung jawab. Medco Brantas yang merupakan anak perusahaan Medco Energi Internasional yang dimiliki keluarga Arifin Panigoro, menuding Lapindo bersalah atas terjadi luapan lumpur tersebut. Karena sebelumnya pihak teknisi dari Medco Brantas sudah mengingatkan Lapindo untuk memasang casing saat mengadakan pengeboran. Kasus ini sedang masuk di abitrase internasional.

    Lalu siapakah grup Prakarsa? Di Kompas tidak dikupas detil, hanya ditulis sebagai berikut :

    ” PT Prakarsa Cipta Abadi dan PT Prakarsa Cipta Selaras, yang tergabung dalam Grup Prakarsa sebagai pembeli Medco Brantas, mendapat jaminan keuangan penuh dari Minarak Labuan Co Ltd. Minarak merupakan perusahaan migas milik Kelompok Bakrie yang berkedudukan di Malaysia.”

    Ini dikutip dari sitenya bakrie :
    AKARTA (Bisnis) 6 Pebruari 2008 : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta PT Energi Mega Persada Tbk menyelesaikan konversi utangnya terkait dengan kewajiban perseroan terhadap Lapindo sebagai prasyarat persetujuan penawaran saham terbatas PT Bakrie & Brothers Tbk.
    Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany mengisyaratkan persetujuan terhadap rencana Bakrie & Brothers untuk menggelar rights issue dan akuisisi anak perusahaan, termasuk Energi Mega (EMP).
    “Saat ini proposal Bakrie & Brothers sedang ditelaah. Yang jelas harus ada langkah-langkah yang harus diselesaikan dulu oleh EMP dengan menggelar rapat umum pemegang saham untuk persetujuan konversi utang,” ujarnya kemarin.
    Dia mengatakan setelah RUPS EMP digelar dan hasilnya menyetujui konversi maka rencana rights issue Bakrie & Brothers bisa disetujui oleh Bapepam-LK. “Harus ada konversi secara tuntas oleh EMP sebelum diakuisisi oleh Bakrie & Brothers.”
    Menurut dia, persyaratan ini telah disampaikan kepada manajemen EMP. Namun, dia menegaskan tanggung jawab EMP terhadap masalah Lapindo tetap ada.
    Fuad menolak menjelaskan lebih detail skema konversi utangnya. “Lebih baik Anda tanya kepada EMP, ja-ngan Bapepam-LK yang ngomong.”
    Keluarga Bakrie bakal meraup dana Rp40,1 triliun dari penjualan saham PT Bumi Resources Tbk (35%), EMP (40%), dan PT Bakrieland Development Tbk (40%) kepada PT Bakrie & Brothers Tbk.
    Bermodalkan dana itu, keluarga Bakrie siap menjadi pembeli siaga dalam penawaran umum saham terbatas (rights issue) Bakrie & Brothers. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan komposisi kepemilikan di perusahaan tersebut yang saat ini tercatat 28%.

    Jadi… pemilik dari Lapindo Brantas itu, salah satunya ya Keluarga Bakrie itu (kalau belum dijual). Semestinya, menurut logika saya, Orang terhormat, terkaya, dan sangat terpandang ini tentu saja harus segera cuci bersih resikonya. Ini logika normal saja. Mungkin dijual, dialihkan atau apa saja deh. Kebetulan juga menjadi menteri kan di Kabinet SBY. Sedang Medco, yang punya keluarga Arifin Panigoro… yah… mo apa dikata lagi. Wajarlah Pemerintah malu hati menggugatnya. 😦

    Suka

  3. Dijual, Saham Lumpur Lapindo Rp 3000 per Lembar !

    Sejak meledus pada 27 Mei 2006, lumpur lapindo terus saja membuat kisah. Tiga desa yaitu Desa Besuki, Desa Pekarakan, dan Desa Kedungcangkring ikut kena getahnya. Saat ini, ketiga desa tersebut nyaris lenyap dari peta dunia tertimbun lumpur.
    Tak terima…

    @
    Penandaan belum selesai… karena yang punya hajat juga tidak segera berbuat pada sisi kemanusiaan secara cukup…..

    Suka

  4. Anonim said

    baiknya sgra digan

    @
    tung….

    Suka

  5. Saya kira pola pikir semua sekarang kebalik2 ya. Pemerintah ini tidaklah bodoh, tetapi sangat cerdas. Kenapa, dengan sebegitu gamblang dan terang-terangan pelacuran yang mereka lakukan kepada pemodal, tetapi rakyat Indonesia toh tenang2 aja. Kalaupun ada reaksi paling banter ya rasan2 di blog atau milis.

    bagaimana menurut anda?

    korbanlapindo

    @
    Sangat kebalik-balik. Di depan mata pun kita tak mau (mampu) berbuat apa-apa… Pemerintah tidak bodoh, tidak pula cerdas… hanya memang rasan-rasan… tujuan negara terlupakan(kah) sehingga korban dan janji hanya saling tuding dan saling menimpali. Semoga do’a orang yang teraniaya dikabulkan Allah SWT, jika berdoa hanya kepadaNya.

    Suka

  6. haniifa said

    bagaimana menurut anda?
    Mau ikutan demo, bbm mahal tunggakan buanyak mas
    Mau ikutan tereak, elpiji ngantri suara lemah blon masak
    Mau nyumbang beras, brita di tv busung lapar dimana-mana

    Yaahh… bisanya nulis diblog ato milis mungpung pake banwit kantor kadang-kadang nibrung diwarnet, mudah-mudahan ajah ada anak penggede nyang baca dan tergugah.

    @
    Hasi reformasikah… !
    atau salah memilih pemimpin…. masyarakat yang buruk memilih pemimpin yang … juga sama saja…

    Suka

  7. jund said

    saya hanya bisa blng dalam hati *subhanallah.. subhanallah…. kuatkan lha iman saudara² saya yg tertimpa musibah ya allah…*

    ingin rasanya tangan ini berbuat sesuatu untuk mencari keadilan….

    semoga saja SBY – sidoarjo – porong – PP 50rb.. atau “anak buah” nya mampir . . .

    @
    SBY sudah menerima korban lumpur bahkan sampai ke Istana, dan berjanji bla…bla…bla…
    Hasilnya setelah dua tahun ya bla…bla…bla… juga.

    Jadi kalau Presiden saja tidak mampu menyelamatkan warga negara Indonesia yang menjadi korban lumpur, maka pilihannya memang hanya berdoa… semoga dikuatkan iman yang tertimpa musibah…

    Suka

  8. […] Ah saya ga merasakan apapun tuh. Toh peringatan mewah di Jakarta sana juga takkan membuat lumpur lapindo masuk lagi ke dalam perut bumi. Apalagi membuat jalan di Kalimantan Selatan mulus tanpa ada debu […]

    Suka

  9. Apoi said

    Telah jelas bagi kt bhw msbt apapun smua bermla dari kjhilan tangan kt yang dsbbkn olh ksrakahan dan kerakusan, dn itu semua bermuara pd ktdkpdulian kt pd nilai2 agama. Mk sdrlah… wahai pr pmbuat kbjkn, ingat!! Kt hdp cm sbntar!! smntra jtaan rakyatmu akan mengadilimu kelak d alam sana!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: