Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Siapa Khalifah di Alam Semesta Ini?

Posted by agorsiloku pada Februari 9, 2008

Siapakah alien itu?. Apakah kita mahluk berakal satu-satunya di alam semesta ini. Jawabnya jelas, ada virus, ada kambing, dan ada juga kisah-kisah alien atau ufo (unidentification flying object) atau apalah itu. Alam semesta itu begitu luasnya dan kita juga tak tahu ujung dari alam semesta itu?. Tentunya kita bukanlah satu-satunya mahluk hidup di alam semesta yang super luas ini. Apakah kita satu-satunya mahluk berakal di alam semesta ini?. Juga jawabnya akan tidak. Malaikat yang mengatur urusan ke langit dan bumi bisa berpikir dan bertanya. Jin juga bisa membangkang dan tidak mau menyembah Allah. Jadi jelaslah dari kacamata agama (khususnya Islam) haruslah meyakini bahwa kita bukan satu-satunya mahluk berakal di alam semesta ini.

Bedakan antara mahluk dan berakal budi. Kalau mahluk, dalam kacamata agama segala ciptaan adalah mahluk juga, memiliki ukuran-ukuran tertentu dan karakteristik tertentu dan semuanya bertasbih kepada penciptaNya.

Jadi, setidaknya saya harus memilah antara mahluk, mahluk hidup, mahluk berakal, dan mahluk berakal serupa manusia (jasad fisik) sehingga pertanyaan menjadi relevan kalau pertanyaannya menjadi adakah mahluk berakal (seperti manusia) di alam semesta ini?.

Kalau kita berpikir statistik atau teori kemungkinan bahwa kita hanya setitik debu di alam semesta nan luas ini, lalu kita berpikir bahwa kalau begitu, hanya 0,000000000001% saja kemungkinan maka yang nol koma sekian saja sudahlah merupakan kemungkinan bahwa ada mahluk sejenis manusia di alam semesta ini.  Oke deh.  Kalau logika ini yang dipakai.  Bagaimana kalau logika ini ditambah lagi dengan pernyataan : Ada berapa alam semesta yang diciptakan Allah.  Apakah Allah hanya membuat satu alam semesta saja sehingga “pekerjaan” Allah adalah mengurusi alam semesta ini saja !.  Sedangkan alam semesta ini saja, masih misterius buat manusia. Kalau titik melihatnya di sini, saya kira sebesar apapun alam semesta, kalau itu diperuntukkan untuk manusia yang akan berkembang ilmu dan pengetahuannya, lalu Allah menempatkannya di satu bagian yang manusia tidak akan mengetahui juga batas alam semesta ini atau dapat menjangkaunya, bukanlah perkara yang harus menjadi aneh… 😀

Sama juga dengan gagasan tentang alam semesta sebagai hologram.

Namun, bukti-bukti (khayal ufo, pertemuan dengan mahluk angkasa luar berteknologi tinggi) selevel fisis manusia.  Dari kacamata Islam, saya kira tidak bisa didekati dari “karena” kita setitik debu di angkasa luas ini.  Tapi merujuk pada petunjukNya.  “Aku akan menciptakan khalifah di muka bumi”, “rahmat untuk alam dan seisinya”, “surga dan neraka diisi oleh….”, “Tidak Aku ciptakan manusia…, sebaik-baiknya bentuk…”, “ciri-ciri kehancuran alam semesta yang merujuk pada perilaku manusia di masa akhir”, dan banyak lagi yang menunjukkan informasi peranan sentral manusia di alam semesta fisis ini.

Jadi meski saya melihat mataharilah yang mengelilingi bumi,  tapi sampai sekarang saya lebih mempercayai bahwa manusia adalah satu-satunya wujud fisis yang diciptakan Allah sebagai khalifah di bumi ini, sekaligus di alam semesta nan luas ini.  Yang ditempatkan Allah di satu titik debu dibanding luasnya alam semesta yang baru sebagian kecil juga dipahami manusia.

Rasanya .. (koreksi ya jika pandangan ini keliru), Al Qur’an merujuk pada semua peranan ini.  Sekali lagi, sedangkan perbandingan ukuran hanyalah sebuah logika, bukan petunjuk Allah.

Dan tentu saja… selebihnya saya tidak tahu, tapi saya yakini apa yang disampaikan Allah ketika menciptakan mahluk bernama Adam sehingga tidak ada karenanya “adam” yang lain di alam semesta ini yang akan membuat pesawat super di masa lalu atau masa kini atau masa depan….

Iklan

10 Tanggapan to “Siapa Khalifah di Alam Semesta Ini?”

  1. Wah … sejauh ini kita ‘diberi tahu’ tentang khalifah di muka Bumi … kalau jagat raya, belum mampu komen. Sebab, tentang pemahaman alam semesta saja belum mantap he he. Tulisan Sampeyan bagus dalam gugus pemantik berpikir. bagaimanapun Tanda-Tanda Kekuasaan allah SWT ya di alam raya ciptaanNya. Salam.

    @
    Salam,
    Betul Bang Ersis…hanya sebuah pemantik saja (itupun sudah sangat bersyukur) berada pada gugus ini…. 😀

    Suka

  2. MaIDeN said

    manusia adalah satu-satunya wujud fisis yang diciptakan Allah sebagai khalifah di bumi ini, sekaligus di alam semesta nan luas ini.

    Bisa jelaskan yang dimaksut dgn “alam semesta nan luas” versi anda ? Bumi Bulan matahari ada di alqur’an. Bintang juga ada. Tapi bintang yang mana ? bintang kejora saja ?

    Ada berapa bintang yang sudah dikenal manusia sekarang ini.

    btw,
    langit ada di alqur’an. Tapi batasan fisik-nya ?
    spertinya bisa dihitung deh. bukannya al-qur’an biasa memakai perumpamaan. tetapi perumpamaan yang dipakai bisa diterjemahkan kan. satu hari perjalanan
    manusia = … km, dst.

    @
    Banyak pembahasan mengenai langit dan bumi, salah satu yang menarik :
    https://agorsiloku.wordpress.com/2006/08/04/ikhlas-bersama-ruang-dan-waktu/

    Pada awal alam semesta, Allah menjelaskan :
    41. Fushshilat11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi : “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”
    Tampak di sini bahwa langit masih berupa asap… dan langit yang kita lihat begitu luas, kitalah yang ingin membatasi pada wilayah tatasurya saja.
    Al Qur’an menjelaskan dengan perumpamaan pada beberapa masalah atau kasus, menjelaskan pada beberapa masalah dan terinci ketika kita menghitungnya dengan ukuran-ukuran kepastian yang dijelaskan oleh AQ sendiri (yang banyak dibahas pada Matematika Al Qur’an dalam banyak versi).
    Kemampuan kita untuk memahami petunjukNyalah yang berjalan bersama perkembangan ilmu pengetahuan….

    Suka

  3. Abu Afkar said

    Aduh, Mas Agor… Pertanyaannya berat benar? Siapakah khalifah alam semesta? Saya ingin sedikit komentar…
    – Apa memang harus ada khalifah alam semesta?

    Rasanya kok tidak… dan menurut saya tidak begitu relevan, karena:

    – Lha wong jadi khalifah di bumi saja manusia “keteteran” apalagi jadi khalifah alam semesta… kalau bisa diartikan ‘khalifah’ katakanlah sebagai ‘pengelola’, ‘pengatur’ atau ‘pemakmur bumi’… Kita ini sebenarnya gagal, mestinya dengan semakin dominannya peran manusia di bumi sekarang kehidupan di bumi semakin terpelihara dan lestari… Tapi yg terjadi sebaliknya, kini dunia adalah tempat yang paling tidak aman bagi makhluk selain manusia.. Fenoma kerusakan alam, hancurnya ekosistem, global warming, dll… adalah bukti bahwa, paling tidak hingga sekarang, campur tangan manusia terhadap bumi yang terlalu besar hanya melahirkan bencana, bukan manfaat bagi bumi…

    – Alam semesta ini terlalu luas untuk mampu dikelola oleh manusia, bahkan meskipun jika manusia bisa memiliki pesawat dengan kecepatan cahaya…

    Kalau kita bisa meniru Rasul SAW, di mana beliau adalah “rahmat bagi alam semesta”… Barangkali kita layak menjadi khalifah alam semsta…

    Anyway, pertanyaannya cukup menggelitik…

    Wallahu a’lam…

    Suka

  4. Elfarid said

    Dalam kuliah umumnya Profesor Stphen Hawking yang cerdas tapi atheis itu menganalisis bahwa alien ada di jagat ini.
    Silahkan buka: http://elfarid.multiply.com/journal/item/578

    Artikel kuliah umum Profesor Stephen Hawking Life in the Universe dapat dilihat disini: http://www.hawking.org.uk/lectures/life.html

    Salam,
    Elfarid

    @
    Salah satu yang mengesankan saya dari Stephen Hawking dalam Riwayat Sang Kala adalah pernyataan beliau yang kurang lebih terpahami : Tuhan menciptakan mahluk yang kemudian bertanya Mengapa Kami Diciptakan?. Sebuah pertanyaan dialogis yang menunjukkan pemahaman falsafah yang begitu dalam dipahami oleh seorang ilmuwan fisikawan teoritis. Apakah beliau Deis atau tidak perduli agama itu ada atau tidak, saya tidak tahu. Sebuah pertanyaan yang secara jernih ditunjukkan oleh keinginan untuk beriman dari Nabi Ibrahim dalam proses pencariannya.

    Suka

  5. truthseeker said

    Asy-Syuura’

    29. Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

    Di langit (ruang angkasa) juga ada makhluk hidup (melata)?.. 😀

    Khalifah di muka bumi, knp bukan di alam semesta?
    Semestinya pertanyaannya ditarik mundur dulu:“Apakah manusia bisa hidup dan berkuasa di luar bumi?”
    Berkuasa bukanlah sekedar mengunjungi. Mengunjungi bulan bkn berarti berkuasa di bulan. Jika secara realistis kita saja sbg manusia merasa berat (manusia menjadi makhluk sangat lemah di bulan) utk tinggal disana apalagi berkuasa??. Nahh..apalagi Tuhan, tdk mungkin Tuhan berfirman utk sesuatu yg sia2.
    Bagi saya jika kita dapat menaklukan angkasa luar (hidup dg nyaman/relax disana) maka kt layak menjadi khalifah disana, namun jika tdk bisa, maka yaa tau diri kaliii.. 😀

    @
    Kalau saja kiamat belum tiba, sangat jelas bahwa Allah mengijinkan kita (manusia dan jin) untuk melalang buana mengelilingi alam semesta, bukan hanya ke bulan, tapi juga sangat mungkin ke luar galaksi atau mengunjungi andromeda atau galaksi yang lebih jauh lagi. Manusia dan ilmu pengetahuan memimpikan itu terjadi dan itu sangat mungkin :
    55. Ar Rahmaan 33. Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

    Kekuatan yang saya pahami adalah teknologi….

    Berkuasa dalam pengertian seperti yang kita pahami, berperan dalam melakukan perubahan (budaya)… 😀

    Suka

  6. truthseeker said

    @Agor
    Sekali lagi saya setuju bhw manusia punya potensi utk melanglang buana (jika cukup waktu). Tapi yg sy mksd adalah “mengunjungi dg berkuasa adalah berbeda”

    @
    Kalau manusia bisa menembusi langit, mahluk berakal dan berteknologi (mengembangkan potensi diri), tentu saja berkunjung maka akan “berkuasa” membentuk koloni-koloni baru. Jika bertemu dengan mahluk cerdas yang lain… tentulah akan terjadi “perang” atau “berdamai” dengan alien.. 😀

    Suka

  7. Richard said

    ya pasti lah ada alien dkk di luar sana…saat ini teropong yang dipakai ilmuwan untuk menyelidiki alam semesta hanyalah mencapai seperti kita melihat halaman belakang rumah kita sendiri sedangkan alam semesta diibaratkan sebesar bumi…

    kita tunggu saja, iptek akan menjawab nya…..

    ga ada kerjaan banget kalo alam semesta luas begini tapi cuma di bumi doank ada makhluk hidup…

    @
    Betapa juga jauh jarak sebuah inti atom atau sebuah netron terhadap elektron yang berputar mengelilinginya….

    Suka

  8. Anonim said

    walaupun alam semesta ini sangat luas, saya yakin dan seyakin-yakinnya bahwa mahkluk sejenis manusia yg tinggal di bumi, hanya satu2nya di ciptakan oleh Allah SWT, yaitu di bumi ini.

    Suka

    • freza said

      Memang kalau dibumi ya manusia,tapi kalau di planet lain kitakan tdk tau,mis .yupiter,antares,pluto dll dll.

      Suka

    • freza said

      CAT.saya malah berpikiran kita ini sudah seri yg keberapa ya??maksudnya apakah tuhan itu baru sekali ini menciptakan manusia dan segalanya.atau apakah kita ini sudah yg kesekian kalinya.krn ada hari kiamat..rasanya tdk mungkin yaya…wallahu alam

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: